Service Rem Vario 125 tiap Ganti Kampas


Bagaimana memperbaiki rem Vario 125? Sebenarnya bukan memperbaiki, tapi Service di sini berarti pemeliharaan atau perawatan berkala, yaitu tiap ganti kampas rem atau pad, baik tromol maupun cakram atau disk.

Sebenarnya saya juga baru pertama mempraktekan perawatan total saat ganti kampas rem depan dan belakang si Pasir Putih, Honda Vario 125Fi keluaran 20013 ini.

Apa saja yang dilakukan dalam perawatan rem?

Jadi, dari dulu, kalo saya ganti kampas rem, khususnya rem cakram atau disk pad, saya hanya mengganti kampas rem saja, bahkan tanpa melepas kaliper rem. Salah satu cara praktis ganti kampas rem depan Hayate, pernah saya rekam dan upload di YouTube.

Seperti video di atas, rem Pulsar 220 yang mengaplikasi rem cakram depan dan belakang juga saya perlakukan kurang lebih sama seperti itu. Yaitu hanya ganti kampas saja dan cleaning sekenanya. Ternyata, cara ini, disinyalir menjadi musabab rusaknya rem Jalitheng Pulsar 220 Dtsi dan membuatnya hibernate, alias mangkrak karena kedua pengereman tidak berfungsi dengan baik, bisa dikatakan, tidak memiliki rem. Rem depan 1 piston ngunci, rem belakang yang cuma 1 piston juga ngunci, keras, enggan balik, sehingga membuat laju kendaraan ‘ngeden’ dan piringan cepat aus, tipis.

Dari share kerusakan rem tersebut, dapat nasehat dari Kang Yudi Permana kalo tidak salah, agar, tiap penggantian kampas rem, juga dilakukan penggantian oli rem. Jadi cara yang saya lakukan ini tidak hanya berlaku bagi Honda Vario seperti judul di atas, tapi berlaku bagi semua sepeda motor bahkan mungkin semua kendaraan bermotor, yang mengaplikasi rem cakram khususnya.

Baik, langsung saja saya coba tulis cara dan tips merawat atau menservis rem cakram (khususnya), agar tetap nyaman dan aman digunakan. Maaf, dokumentasi minim, karena tangan saya kotor.

  1. Bongkar kaliper (kadang disebut kepala babi), copot kampas rem lama
  2. Pompa atau aktifkan handle rem, guna mengeluarkan sebagian piston kaliper, tidak perlu sampai piston lepas dari boringnya atau rumahnya.
  3. Bersihkan, cuci dengan air sabun semua bagian dari kaliper, termasuk piston yang terdorong.
  4. Amplas bagian pinggir bibir piston, secukupnya saja, gunakan amplas yang halus, lingkar luarnya, amplas pelan, sekedar menghilangkan kerak debu yang membandel. Ini dilakukan jika dirasa air sabun tidak mampu mengusir kotoran yang menempel.
  5. Jika sudah bersih, buka tutup master rem atau rumah oli, jika rem depan, umumnya ada di setang kanan.
  6. Buka atau putar baut (naple) pembuangan oli rem yang berada di kaliper
  7. Pompa handle rem pelan, buang oli lama sampai habis 
  8. Bersihkan master rem dari kerak kotoran, biasanya berlendir seperti lumut, itu yang saya temui di master rem Vario, perhatikan katup, atau Valve di lubang master rem, Janan sampai copot dan hilang. Baiknya dilepas, biar pembersihan lebih maksimal, tapi pemasangan kembali perlu ketelatenan. Saya juga melepas Valve tersebut dan memasangnya kembali
  9. Setelah master rem cukup bersih, masukan oli baru, pompa handle rem, sambil buka dan tutup, baut pembuangan oli, sampai oli mengalir (ini proses membuang endapan angin di dalam selang rem). Lakukan berulang sampai oli mampu mendorong piston kaliper
  10. Dorong masuk piston (saya menggunakan kunci sock segitiga) agar mendorong oli kembali ke master rem. Jika oli masih keruh, sedot oli dengan pipa kecil yang dihubungkan ke botol. Seperti menambahkan air accu, tapi kebalikannya. Botol kosong dipencet lebih dulu, masukan ujung pipa/selang kecil ke oli di master rem, lepas penceramah pada botol, maka botol akan menghisap oli. 
  11. Isi kembali master rem dengan oli, pompa handle pelan sambil buka dan tutup baut naple pembuangan oli, sampai mampu mendorong piston keluar, tanda rem sudah berfungsi. Kencangkan naple pembuangan oli. Dorong kembali piston dan cek, apakah oli di master rem sudah jernih. Kalo belum ulangi langkah tadi. Kalo sudah bersih, tinggal pasang kembali kaliper, kampas baru dan selesai.

Jangan lupa beri Grease pada tiap bagian yang memerlukannya, seperti as kampas rem, as penggerak buka tutup kaliper (ada dua).

Rem belakang

Selanjutnya merawat rem belakang. Agak repot, karena harus 

  1. Bongkar knalpot.
  2. Buka kawat penarik rem
  3. Copot kampas rem
  4. Bersihkan, cleaning semua bagian rem, tromol biasanya penuh debu. Debu ini yang kerap menimbulkan suara berderit dan penyebab rem kurang pakem, karena gesekan antara kampas dan tromol terhalang debu.
  5. Lumasi dengan grease bagian yang memerlukan, seperti per kampas dan as kampas 
  6. Pasang kampas baru dan semua dikembalikan seperti semula. Selesai

Demikian DIY (Do Its Your Self) pada perbaikan, perawatan beserta penggantian kampas rem.

Iklan
Dipublikasi di alam indonesia, motorcycle | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Pasang Roler 12 gram dan Vanbelt Beat di Vario 125


Ganti roler dan Vanbelt Vario 125 Fi lansiran 2013, si Pasir Putih, ini untuk kedua kalinya selama saya pelihara. Pertama pada 17 Maret 2017 (klik cara pasang roller dan vanbelt vario125)

Vanbelt Beat merk Bando dan roller 12 gram Vario merk MSM

Penggantian ini karena berdasarkan pengecekan sebulan sebelumnya (seperti tanggal foto di atas pada 14 Agustus 2017), bahwa Vanbelt yang saya pasang 7 bulan lalu, sudah mulai retak. Kekhawatiran putus saat berkendara kerap menghantui pikiran saya. Akhirnya saya membeli Vanbelt merk Bando yang diperuntukkan buat Honda Beat fi dengan kode 23100-KZL-U200 dan roller Vario 12gram (ukuran 18×14) merk MSM. Oh iya, Vanbelt Honda memang memakai merk Bando.

Saat bongkar dan batal pasang, cuma dibersihkan saja

Saat pembelian tersebut, tidak langsung pasang. Karena setelah rumah CVT dibongkar, permasalahan bukan hanya pada Vanbelt yang sudah retak, tapi juga kampas ganda juga sudah tipis. Mungkin ini faktor utama Vario saya tidak bisa meraih top speed maksimal, cuma mentok di 100kpj. Karena saya belum menyiapkan kampas pengganti, sehingga rumah CVT dan isinya hanya dibersihkan saja, menghilangkan debu hitam yang menumpuk, lalu semua dipasang kembali. Menunggu alokasi dana buat menebus kampas ganda.

Selang sebulan kemudian, dengan kondisi vanbelt retak yang belum diganti, saya masih berani menggeber si Pasir Putih hingga kecepatan maksimal. Karena 100kpj jarang diraih, mengingat lalu lintas yang tidak memungkinkan untuk kecepatan tinggi, juga bagi saya, kecepatan maksimal 100kpj sudah cukup untuk lalu lintas Karawang – Jakarta. Akhirnya saya memutuskan untuk memasang Vanbelt dan roler baru, tanpa mengganti kampas ganda. 

Gagal pasang yang kedua kalinya, karena grease tidak cukup

Sempat gagal pasang lagi, karena stok grease cvt tidak cukup, baru pada tanggal 20 September 2017 barulah dieksekusi, saya memakai grease Setelah Suzuki yang model syachet, 5ribuan. Setelah rumah CVT dibongkar, ternyata roler 12 gram yang akan menggantikan roler lama, (kombinasi 10 dan 8 gram) berbeda ukuran. Roler 12 gram yang tertua untuk Vario ini, dimensinya lebih kecil dibanding roller lama. Meski secara berat lebih tali dimensi lebih kecil. Sepertinya Vario yang tertera di bungkus roller, bukan Vario 125, mungkin Vario 110. Proses penggantian tidak difoto, cara bongkar dan pasang bisa klik link di paragraf awal artikel ini.

Karena sudah terlanjur dibongkar dan penasaran dengan performa kombinasi Vanbelt Beat dan roller 12 gram tersebut, akhirnya tetap dipasang. Setelah terpasang, mesin dihidupkan, terdengar suara kasar dari area CVT, khususnya di titik roller. Sepertinya dimensi roller yang kekecilan membuatnya oblak.

Suara kasar tersebut sangat jelas bila mesin masih kondisi langsam dan baru dihidupkan. Jika sudah hidup lama, suara akan berkurang. 

Narsis di stasiun Bekasi Timur yang belum beroperasi

Impresi dari pengaplikasian Vanbelt Beat dan roller 12 gram dimensi kecil di Vario 125, tidak jauh beda dengan sebelumnya, hanya tenaga terasa lebih rata, dari bawah sampai atas (kecepatan awal sampai maksimal). Tidak tersendat, dan cukup nyaman. Kecepatan maksimal yang mampu diraih juga sama saja, yaitu 100kpj. Tapi bunyi nyaring di area CVT saat mesin langsam dan dingin, tetap terdengar. Saya tetap bertahan, niatnya nanti sekalian mau ganti kampas ganda. Entah kapan. Mudah-mudahan tetap aman. Amin

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Honda Tiger Tahun 97, dijual 30Juta


Honda Tiger 2000, sepeda motor cruizer pada masanya. Tagline produk terakhir adalah, Revolution Cruizer. Yang mengiringi launching Honda Tiger Revo.

Tinggal kenangan

Saya dulu pernah memelihara si Cruizer tersebut. Gambar di atas adalah sepeda motor saya dulu. Sepeda motor yang saya sunting pada awal 2007 dan akhirnya saya jual pada 2011 silam. 

Nah, di grup Facebook Honda Tiger, Bro Anan Setiawan, owner yang mau jual sepeda motor Honda  Tiger 2000 tahun 1997 dengan harga 30juta. Harga yang fantastis untuk sepeda motor tua, berumur 20 tahun. Meski kondisinya mulus, sangat terawat. Bisa dibilang ini barang simpanan, dan bisa jadi barang koleksi. Fantastis, karena Honda Tiger Revo saya, yang merupakan keluaran 2007, saya jual di tahun 2011 dengan harga 13,5juta saja. Bahkan oleh makelar sepeda motor, saat itu ditawar cuma 9,5juta.

Berikut iklan Bro Anan Setiawan 

Belum nemu pangnya , mau lepas  Tiger simpanan original dr pabrik Th 1997 bukan restorasi  , Plat AA Kebumen Nopol Cantik ,barang kali ada yg mau lanjutin ngrawat barang istimewa.

  • Surat” Bpkb & Stnk kumplit ada semua pajak jalan 
  • kunci ada 2, buku panduan pabrik masih ada.
  • Km 11rb asli bukan rekayasa 
  • Body Full original mulus dari beli belum pernah repaint/di cat ulang (mulus)
  • tangki Utuh semua no bocor ,tidak karatan dalemnya (Mulus)
  • Mesin istimewa joss standar pabrik belum pernah bongkar apalagi turun mesin,belum pernah ganti spare part, (masih ori pabrik mulus)
  • gear set masih bawaan dari pabrik masih bagus 
  • rantai masih bagus tidak bunyi brisik
  • velg ruji masih bawaan pabrik (ada kode ketok 97)

Semua masih original bawan pabrik dr 97 kecuali ban sudah pecah” dan aki asli sudah tewas sy ganti .

30jt nego ,angkut. Langsung pantau cek barang biar puass monggoh japri .

Wa   – 081915004646 

Telp – 082111111510

TT tiger lawas buat oprekan siap monggoh, (Yg bantu up sampe laku saya kasih 3 voucer pulsa 100.000 buat 3 orang 😀)

Berikut foto lain dari Honda Tiger Bro Anan yang kinclong dan kempling itu.

Ada yang tertarik? Silahkan dijapri saja.

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | 2 Komentar

Hasil Moto2 seri San Marino, HS|55 Podium Pertama Kalinya Setelah 5 Tahun


Hasil Moto2 seri San Marino cukup mencengangkan. Pebalap asal negeri Jiran, Malaysia, Hafizh Syahrin #55 berhasil meraih podium 3. Ini adalah podium pertama Syahrin setelah 5 tahun turun di kelas Moto2 WorldGP. 

Membalap dalam kondisi track basah tidak membuat jagoan Melayu ini menurunkan performa, tetap konsisten melaju. Memulai dari starting grid 14, tentu hal yang cukup berat untuk mampu bersaing meraih podium.
Beberapa pebalap yang sering menguasai podium justeru crash dan gagal finis. Mulai dari Morbidelli si Untouchable Boy, yang crash di tikungan 8 pada lap awal. Diikuti Oliviera dan banyak pebalap lain termasuk rekan senegara Syahrin, Khairul Idam Pawi dari Honda Asia. Pawi adalah rekan satu tim Takaaki Nakagami, pebalap Jepang yang sudah beberapa kali podium, tapi pada race kali ini, Nakagami berhasil diovertake oleh Syahrin, yang saat itu berada di posisi 4. Dan pada jelang lap terakhir, Nakagami mengalami crash, menyusul rekan satu timnya.

Yang juga tidak kalah menyenangkan adalah, kedua pebalap dari tim Honda Asia tersebut berhasil melanjutkan race, dan berhasil meraih poin. Idam Pawi finis pada posisi 9 , sedangkan Nakagami posisi 11.

Berikut hasil lengkap race Moto2 seri San Marino dari MotoGP.com

Hasil race Moto2 San marino


Dari peroleh point’ tersebut, Hafizh Syahrin naik ke posisi 10 klasemen sementara kelas Moto2 dengan 66poin. Berikut daftar klasemen sementara Moto2 WorldGP 2017

Klasemen sementara, HS55 posisi 10


Sementara dari tim Honda Asia, Takaaki Nakagami berada di posisi 6 dengan perolehan 109point dan Khairul Idam Pawi diposisi 25 dengan 9 point. 9 point Idam Pawi, merupakan perolehan di seri terakhir ini, San Marino dan sepengetahuan saya, ini adalah pertama kalinya Idam Pawi berhasil finis selama race Moto2 2017. Sebelumnya selalu DNF. Cmiiw.

Dipublikasi di Moto GP, motorcycle, Ngeblog | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Membayar Denda Tilang Tanpa Sidang di BRI


Bagaimana menebus SIM atau STNK jika kena tilang? Bagaimana membayar denda tilang tanpa sidang? Bagaimana membayar denda tilang di Bank BRI?

Bahkan tangkapan kamera google map membuktikan bahwa lampu lalu lintas ini tidak dipatuhi pengguna kendaraan

Tilang tanpa sidang? Ya, saya baru sekali mengalaminya. Berawal dari melamun berakibat kendaraan, sepeda motor saya auto pilot, hingga tidak sadar menerobos lampu merah. Dan prittt! Saya dihadang pak polantas seperti yang saya kisahkan pada tulisan sebelumnya di ditilang karena melamun. Nah silahkan baca kisah ditilang karena melamun tersebut sebagai mukadimah tulisan ini. Biar nyambung.

Surat tilang warna biru untuk dilampirkan di setoran BRI

Jadi setelah ditilang karena melanggar lampu merah, saya diminta membayar denda tilang langsung ke BRI, bisa juga transfer, dan bukti setor atau transfer nantinya sebagai bukti buat nebus barang jaminan tilang, baik SIM atau STNK yang ditahan di Polresta Bekasi. Ya, kejadiannya di Bekasi Kota. Tepatnya sebelah timur terminal Bekasi. Jalan Cut Mutia Raya. Seperti gambar di atas.
Selang 2 hari, tepatnya Senin , pulang ronda (tugas malam di tempat kerja), saya mampir Polresta Bekasi. Karena saya yaqin di Polres juga ada loket Bank BRI. Setelah parkir kendaraan di parkir khusus (tentang parkir sepeda motor di Polresta saya kasih tips parkir gratis lain kali), saya langsung masuk gerbang Polresta, saya ditegur untuk membuka jaket saat bertanya posisi penebusan jaminan tilang di pos piket jaga, pintu masuk. 

Saat masuk, saya langsung menuju loket BRI, ternyata, loket BRI hanya melayani pembayaran untuk pembuatan SIM. Sedangkan setoran denda tilang harus ke BRI cabang kota Bekasi yang beralamat di Jl. Ir. Juanda No. 93, Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bks, Jawa Barat 17111. 

Bank BRI kota Bekasi

Alamat tersebut sebenarnya tidak jauh dari kantor Polresta, tapi bolak-baliknya yang bikin jengah. Tapi apa boleh buat, demi tanggung jawab atas pelanggaran yang saya lakukan.
Langsung saya menuju parkiran, mudah-mudahan nanti masih depat ruang parkir gratis lagi. 

Form setor nitip denda tilang

Sampai Kantor BRI, antrian pembayaran cukup panjang, padahal ada beberapa loket. ‘Pesakitan’ macam saya, yang mau bayar denda tilang ternyata cukup banyak, bukti bahwa taat lalu lintas jika ada pengawas yaitu polantas.

Arah panah adalah masuk dan keluar kendaraan, titik merah adalah lokasi parkir sepeda motor

Setelah bayar dapat bukti transfer, langsung saya menuju parkiran, di Bank BRI ini, bayar parkir 2 ribu perak. Yang aneh, penjaga parkirnya tidak memakai seragam layaknya pada BANK yang memiliki parkir resmi. Padahal ruang parkir juga berada dalam satu lingkup gedung dengan pintu pagar yang sama. Penjaga parkir di BRI kota Bekasi ini, lebih mirip penjaga parkir liar, layaknya parkir di pasar tradisional atau pinggir jalan yang dikelola ‘ormas-ormas itu’. 

Bahkan pak polisi ikut antri menunggu pintu buka


Keluar parkir Azan Duhur berkumandang, kalo langsung balik ke Polresta, saya yaqin masuk jam istirahat, yang berarti pelayanan juga ditunda. Saya memilih menuju masjid di seberang kantor BRI ini, guna menunaikan panggilan Ilahi. Gedung  d baru masjid ini masih tahap pembangunan. Tapi masjid lama masih berdiri dan cukup luas. Setelah selesai shalat, saya lanjut menuju Polresta untuk menebus SIM yang ditahan.

Masjid ini tidak terdeteksi di google map, sehingga tidak ada foto dalaemannya, padahal cukup besar


Saya sempat mampir makan siaomai di sekitar parkir yang dikelola ‘ormas’, sembari menunggu jam istirahat usai. Oh iya, saya masih dapat ruang di area parkir gratis.
Setelahnya, kembali masuk ke kantor Polresta dan ternyata pelayanan penebusan jaminan tilang, masih menunggu jam istirahat usai. Setelah buka kami (ada beberapa ‘pesakitan’) mengumpulkan bukti transfer bayar denda tilang dari BRI. Menunggu lagi. Selang beberapa menit, kami dipanggil bergantian dan menerima jaminan kembali. Selesai.

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , | 7 Komentar

Kena Tilang Karena Berkendara Sambil Melamun  


Penyebab tilang karena melamun saat berkendara? Kok bisa? Apakah anda pernah melamun saat berkendara? 

Ilustrasi lampu merah di jalan Gajah Mada

Hati-hati jika Anda mulai mengalami halusinasi otak saat pegang kemudi, Anda bisa ditilang polantas lho. 

Melamun saat berkendara, kadang terjadi karena kejenuhan akan perjalanan yang ada. Bisa karena lalu lintas yang padat, bisa juga karena lelah, sehingga otak sulit fokus.

Melamun karena lalu lintas padat atau macet, terjadi karena otak merasa jenuh, sehingga kinerja otak terganggu, tidak fokus. Pikiran melayang. Dan tidak sadar entah kemana. Bisa juga si pengendara sengaja melamun atau memikirkan hal lain guna mengatasi kejenuhan lalu lintas, biar tidak merasa lelah. Memikirkan hal yang menyenangkan, kadang mampu meringankan beban pikiran yang lelah berkendara. 

Nah, mengapa melamun saat berkendara bisa kena tilang, apa ada undang-undangnya? Tidak, tapi, saat berkendara sambil melamun, kita jadi tidak fokus. Ketidakadilan inilah biang tilang. Bahkan bukan hanya tilang, nyawa juga bisa melayang. Kenapa?

Karena tidak fokus, kendaraan kurang terkendali. Istilahnya, autopilot. Karen hal tersebut, kontrol akan kendaraan dan sekitarnya, kurang sensitif. Tidak sadar kalo ada lobang atau hal lain yang bisa menyebabkan kecelakaan, baik tunggal maupun melibatkan pengguna jalan lainnya.

Autopilot karena melamun juga membuat pengendara tidak menyadari adanya rambu lalu lintas yang tidak boleh dilanggar. Nah, inilah yang saya alami. 

Surat tilang buat setor ke BRI

Kejadiannya beberapa hari yang lalu, tepatnya Sabtu, 12 Agustus 2017, pagi saat berangkat kerja. Di sekitar Bukaka Kapalan,, Bekasin sisi timur terminal Bekasi Kota. Mungkin karena lelah dan jenuh akibat lalu lintas  Cikarang – Bekasi, yang ternyata tetap padat di akhir pekan, membuat otak saya gagal fokus, dan ngelantur kabur dari kepala saya. Alias mekamun. Oh iya, saya dari Karawang menuju Jakarta.
Karena melamun, membuat sepada motor saya, sedikit autopilot. Lost control. Tidak sampai kecelakaan si, tapi hampir saja. Karena tanpa sadar, saya melanggar rambu lampu lalu lintas yang menyala merah. Saya baru sadar saat ada polantas memberhentikan saya dan menyuruh minggir. Disitulah saya berpikir, kenapa saya distop polantas. Tengok ke belakang, pengendara lain berjajar di perempatan menunggu lampu berubah hijau, lah kok saya nyelonong saja. 

Polisi juga menjelaskan, akan kesalahan saya tersebut, setelah memeriksa SIM dan STNK saya. Surat tilang warna biru diserahkan kepada saya, setelah saya tanda tangan. Tertera angka 90 ribu, dan Saya disuruh bayar ke BRI. Dan bukti setor bawa ke polres  untuk pengambilan jaminan yang ditahan. Saya menyetujui SIM saja yang  ditilang. Belakangan saya baru sadar, sebaiknya STNK saja, agar, bila waktu pengambilan SIM cukup lama, kita bisa membawa kendaraan lain. Karena bukti surat tilang tidak bisa menggantikan SIM yang ditahan. 

Yang saya heran, Kok disuruh langsung bayar di BRI, biasanya suruh sidang seminggu kemudian. Baru kali ini mengalami tilang tanpa suruh sidang. Langsung bayar ke BRI. Saya agak gagap, bagaiman membayar denda tilang kendaraan. Apakah bisa bayar di loket BRI Polres? Apakah bisa transfer? Apakah harus ke BANK BRI di manapun? 

Waktu yang pendek, saya hanya nanya apakah bisa transfer. Dia bilang bisa, yang penting ada bukti transfer. Belakangan saya baru sadar, ternyata nomor rekening yang dituju, tidak tercantum di kertas bukti tilang. Polantas tidak sempat menjelaskan, karena pelanggar rambu lampu lalin, susul menyusul setelah saya, lagi, lagi dan ada lagi. Memang, baru saya temui ada razia polantas di tempat tersebut, padahal sudah setahun, hampir tiap hari saya lewat jalan tersebut. 

Bahkan rambu lampu lalin yang saya terobos, jarang dipatuhi oleh pengguna jalan, terutama angkot. Mereka kerap selonong boi, sruntulan. Hal tersebut memprovokasi  pengguna jalan lainnya. Jadi tiap hari, pasti ada pelanggar rambu di tempat tersebut. Hal itu terjadi karena lalu lintas dari jalan yang berpotongan sangat sedikit, kendaraan di dominasi dari jalan yang searah dengan saya. 

Hal lain yang mempengaruhi pelanggaran adalah, tidak ada polisi, tidak mengapa tidak patuh, yang penting tidak ditilang. Termasuk penggunaan helm. Tapi sekali lagi, biasanya saya patuh. Entah mengapa hari tersebut saya autopilot dan menerobos lampu merah. Yang pasti karena melamun. Masih untung tidak tertabrak kendaraan lain.

Kembali soal tilang saya, karena melanggar lampu merah. Denda yang tertera di surat tilang karena menerobos traffic light ini sebesar 90 ribu rupiah dan harus menebusnya di BRI. Saya berniat membayar di loket BRI yang ada di Polres. Biar lebih cepat. 

Berhubung tulisan ini udah seminggu dan tidak juga selesai, maka penyelesaian kasus tilang karena menerobos lamer, akan saya tulis lain kali saja. 

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , | 3 Komentar

Bohlam Vario tidak Awet dan Reflektor Meleleh


Bagi pengguna Vario 125 lawas, yang masih mengadopsi lampu bohlam atau pijar, nampaknya harus siap stok lampu pengganti. Karena, berdasarkan pengalaman saya, dan beberapa rekan, bohlam lampu utama cepat putus. Meski sudah ganti pakai bohlam original Honda.

Reflektor sekitar fitting bohlam meleleh, membuat bohlam miring

Reflektor seputar fitting bohlam meleleh, akibat terpapar panas yang berlebihan, menyebabkan sudut arah bohlam miring

Lebih parah lagi, jika menggunakan bohlam yang tahan panas, awet memang, tidak lekas putus dibanding bohlam lain, tapi akibatnya semakin buruk, reflektor di sekitar fitting lampu, meleleh.

Hal itu sudah saya temui pada 3 unit Honda Vario 125 lama, termasuk milik saya. Saya menyadarinya saat lampu utama menyala dan menyorot ke dinding, ternyata, hasil sorot dua bohlam tersebut tidak sejajar. Yang kanan lebih tinggi dari yang kiri. Istilahnya, ‘ndangak’. Padahal lampu utama Vario memiliki satu setingan saja untuk kedua bohlam tersebut. Setelah saya cek, ternyata, bohlam sisi kanan memang ndangak. Hasil sorot filamen penxeknya, sejajar bahkan cenderunv lebih tinggi dari hasil sorot filamen jauh bohlam sisi kiri. Nampak sekitar bohlam menggelembung, seperti pelupuk mata bengkak karena banyak nangis.

Melelehnya frlektor lampu utama Honda Vario 125 generasi 2013, si Pasir Putih, karena panas yang berlebihan dari bohlam, merembet ke fitting lampu. Sewajarnya, jika bohlam overheat, filamen akan putus. Hal tersebut tidak berlaku pada semua bohlam, padahal, kaca bohlam Vario saya sudah menghitam, tapi filamen tidak putus. Bohlam yang saya pasang adalah merk indopart, dengan harga 10 ribu per satuan. 

Mengganti bohlam sebelah kiri saja pada odometer 49.139,4km

Apakah ini berlaku bagi semua bohlam dengan merk tersebut? Sepertinya tidak, karena sebelumnya saya juga mengaplikasinya. Bahkan pada Hayate dan SkyDrive juga sama. Mengapa saya memakai bohlam bukan original, karena umur pakai bohlam original juga tidak jauh beda, padahal harganya tiga kali lipat. Kata enci orang bengkel, bohlam Vario mudah putus, karena Vario 125 lawas tidak mengaplikasi kiprok. Apa bener? Saya belum cek kepastiannya.

Apakah kasus melelehnya reflektor karena kwalitas material yang buruk? Entahlah. 

Oh iya, harga 1 set lampu utama Vario 125 gen awal ini berkisar 250 ribu untuk original Honda, dan 115 ribu untuk merk KW. Murah? Tergantung dompet masing-masing pemilik tentunya. Kalo saya belum menggantinya, saya hanya mencopot bohlam kanan dan hanya memasang sebelah kiri saja, mengganti dengan bohlam baru merk dan harga sama seperti sebelumnya. Yaitu indopart seharga 10ribu. Penggantian bohlam Vario ini saya catat sebagai penghitung, berapa lama umur bohlam sampai menghitam atau putus. Penggantian pada 08 Agustus 2017 dengan odometer menunjuk angka 49.139,4km. Semoga awet.

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , | 3 Komentar

Ganti Oli Vario 125fi setelah 10ribu Kilometer lebih


Pemakaian kendaraan tiap hari (hampir), kadang kita, eh saya, kurang sensitif terhadap perubahan yang dialami si kendaraan, dalam hal ini Honda Vario 125fi tahun kelahiran 2013, si Pasir Putih.

Miringkan motor, refill tanpa perlu corong tambahan

Termasuk perubahan performa dan suara akibat oli mesin yang lama tidak diganti. Perubahannya memang lambat, tapi pasti. Akan sulit terdeteksi jika tidak ada kendaraan sama sebagai pembanding. 
Bahkan performa si Vario tetap prima, dengan aplikasi roler cvt, kombinasi 10 gram dan 8 gram, menghasilkan tarikan awal yang responsif, bahkan merata sampai maksimal speed di 100kpj. Awal pengaplikasian, memang kurang enak dirasakan, tapi seiring pemakaian, ternyata kombinasi roler yang ringan itu cukup nyaman untuk pemakaian harian. 

Roler bawaan pabrik Vario 125 lawas, sebenarnya 18gram, dan direcomendasikan memakai roler 15gram kalo mau ganti yang lebih ringan. Permasalahan roler ringan adalah susah untuk meraih top speed, atau top speed tidak bisa menyamai jika memakai roler originalnya.

Oh iya ini ngomongin oli mesin Vario, kok jadi ke roler. Lanjut. 

Penggantian oli mesin Vario kali ini berdasarkan feeling saja, ‘kayaknya waktunya ganti oli’, mirip bisikan tanpa wujud gitu hehehehe. 

Catatan jarak tempuh Vario dari pengisian oli terakhir ke pengisian selanjutnya.

Betapa kagetnya saya, setelah saya cek histori penggantian oli Vario, ternyata sudah 4 bulan yang lalu, dengan total jarak tempuh lebih dari 10ribu kilometer. Penggantian oli mesin Vario, tercatat pada artikel ganti oli mesin Vario setelah jarak tempuh 7 ribu kilimeter. Terakhir mengisi pada 25 April 2017, dengan odometer jarak tempuh tertera 39.141,2km, sedang kemarin saat saat mengganti, yaitu pada 08 Agustus 2017, odometer jarak tempuh tertera 49.321,4km. Berarti dihitung, 49.321,4 dikurang 39.141,2 = 10.180,1km. Wow, luar biasa. الْحَمْدُ للّهِ رَبّالْعَالَمِي Vario masih aman, tidak ada kendala over heat, meski kerap digeber pada rpm tinggi.

Setelah saya buka tutup pembuangan oli mesin, yang berada di sisi kiri bawah blok mesin, kelihatan, oli mulai jenuh. Menghitam dan kekentalan naik. Oh iya, kadang bengkel membuka baut di bawah mesin untuk mengetap atau membuang oli, hal tersebut tidak direkomendasikan, karena cenderung mengakibatkan baut aus, selek atau ‘loncer’. 

Berdiri Miring dengan perpaduan dua standard, agar oli cepat turun, keluar

Oh iya, untuk memudahkan mengalirkan oli dari dalam mesin Vario 125 ini, miringkan motor dengan memadukan standard tengah dan samping. Setelah menetes kecil, kembalikan posisi berdiri dengan standar tengah saja, tunggu sejenak, lalu kembali miringkan dengan kombinasi dua standard lagi, lakukan berulang sampai oli habis.

Outlet oli cvt

Inlet dan outlet oli cvt

Saya juga menganti oli cvt, daripada nunggu akhirnya lupa. Baut inlet dan outlet atau pembuangan oli cvt Vario bisa dilihat di gambar.

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | Meninggalkan komentar

Dimas Ekky VS A Yudhistira, Serunya #SS600 #ARRC Sentul 2017


Dalam ajang balap AsianGP bertajuk Asia Road Racing Championship (ARRC) Sentul, kelas Supersport 600cc, SS600, seru. Apalagi di last lap atau lap terakhir.

Dari awal lap, Dimas Ekky Pratama #20 yang memulai balap dari grid 3, tidak perlu waktu lama untuk menyalip dua pebalap di depannya, masuk lap kedua, Ekky sudah bergeser paling depan memimpin balapan, diikuti Taiga Hada, Decha Kraisart dan Zaqhwan Zaidi. 

3 pebalap di belakang Ekky saling salip, bergantian, tapi selalu gagal menyalip Ekky. Sementara Ahmad Yudhistira berada di row kedua, meski tidak terpaut jauh pada posisi 5. 

Masuk lap 4, Ahmad Yudhistira #33, pebalap dari Manual Tech KYT Kawasaki Racing, berhasil masuk row 1 dan ikut meramaikan perebutan posisi kedua. Masih bergantian, tapi masih kesulitan menyalip Ekky. Padahal kelima pebalap tersebut berdekatan dalam 1 row. 

Masuk lap 8, Yudhistira berhasil melewati 3 pesaingnya untuk  menempel  Ekky, dan bertempur untuk menjadi leader. Pertarungan keduanya begitu sengit hingga lap akhir. 

Last lap Yudhistira berhasil melewati Ekky di tikungan, Ekky tidak mau kalah. Tikungan terakhir jelang garis finis, Ekky berhasil overtake Yudhistira dan menjadi terdepan melewati garis Finis. Podium 1 dan 2 jadi milik Indonesia. Indonesia Raya berkumandang di negeri sendiri. Di kelas AP250, lebih menggembirakan, podium 1-3 dikuasai Pebalap Indonesia, 1 tim pabrikan. Astra Honda Racing Team

Berikut hasil lengkap balap ARRC Sentul 2017, kelas SS600, Race 1

Dipublikasi di Balap Asia | Tag , , | Meninggalkan komentar

Ganti Oli Mesin Hayate Cukup 0,8Liter


Kapan biasanya Anda mengganti oli mesin sepeda motor? Berdasarkan jarak tempuh atau waktu pemakaian? 

Ada dua acuan dalam mengganti oli mesin kendaraan, yaitu berdasarkan pada jarak temouh, jika pemakaian rutin dan berdasar waktu, umur oli, jika pemakaian tidak rutin. Artinya, jika anda memakai rutin, oli akan sirkulasi melumasi mesin kendaraan, hal ini berakibat oli lebih cepat mengalami perubahan karena gesekan pada mesin dan terpapar panas. Berdasar umur oli, karena meski kendaraan tidak dipakai, oli tetap memiliki umur kadaluwarsa, semakin lama oli mengalami perubahan partikel. Cmiiw
Pada Suzuki Hayate, yang lebih sering dipakai jarak pendek, ke pasar, antar jemput anak sekolah dan aktifitas sekitar rumah, saya menerapkan penggantian i mesin berdasar umur pakai. Tapi, karenanya, saya sampai lupa, kapan saya terakhir ganti oli. 

Menghitam pekat, jenuh, ganti pada odometer 5.632,9

Cara-ganti-oli-mesin-hayate-cepat-dan-mudah

Sampai 2 hari kemarin, saya niatnya ganti oli Honda Vario 125 fi lawas, ternyata saya salah ingat oli yang biasa diadopsi si Vario Pasir Putih 2013 itu. Biasanya memakai oli MPx nya Honda matik, saya ingatnya Pertamina Enduro matik. Padahal oli plat merah tersebut biasa saya aplikasi ke Hayate dan SkyDrive. Akhirnya, Hayate lah yang minum lebih dulu.
Mungkin saking lamanya, oli nampak hitam pekat dan kental, bahkan takaran juga tidak maksimal, mungkin karena penguapan oleh panas mesin. Saya coba cari history kapan terakhir ganti oli Hayate, tapi tidak ketemu. Penggantian i Hayate yang tercatat di blog adalah pada November 2015 silam (klik Ganti Oli Hayate kedua kalinya). Tidak mungkin selama itu, tapi biasanya memang saya catat di blog sebagai pengingat, jika dari November 2015 sampai Agustus 2017, hampir 2 tahun, tidak masuk akal, pasti ada yang tidak tercatat. Entahlah.

Makanya, untuk pengingat, kali ini saya catat, biar bisa ketahuan kapan ganti lagi.

Jangan asal campur oli

Dan saya salah lagi, kapasitas oli mesin Hayate adalah 1 liter, sedang oli pengisian saat ini, niatnya buat Vario, cuma 0,8liter, dan terlanjur diisikan. Yasudah besok beli lagi buat nambah. Sayang, saya masih salah fokus. Salah beli. Seperti gambar di atas, seharusnya Pertama Enduro matic SAE 10-30, ternyata yang saya beli buat nambah adalah oli produk baru, nampaknya begitu, Pertamina syintetic oil, matic-G, dengan SAE 20W-40. 

Karena beda spek, saya batal nambah oli mesin Hayate, jadi, oli mesin Hayate cuma diisi 800mili liter atau 0,8 liter, kurang 200ml atau 0,2 liter. Semoga aman deh.

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , , , | 4 Komentar