Memperbaiki Speedometer Vario 125 


Bagaimana cara memperbaiki Speedometer Honda Vario 125? Itulah yang saya search di google saat jarum speedometer Pasir Putih si Vario 125 milik saya, mulai kejang dan akhirnya diam tanpa pesan. Sekira 3 hari saya berkendara tanpa tahu kecepatan sepeda motor, pokonya gas saja.

Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | Meninggalkan komentar

Prestasi Dimas Ekky di Moto2 Eropa, CEV 2017


Dimas Ekky Pratama #20

Dimas Ekky #20 dan Remy Gardner dalam Moto2 GP Sepang Malaysia sudah berlalu. Kita kembali ke prestasi real dari pebalap kebanggaan Indonesia ini. Berbagai ajang balap sudah dilakoni Dimas, mulai dari balap lokal di kelas Supersport 600cc, Wilcard di ARRC juga di kelas SS600, gelaran Suzuka 8hours di Jepang dan tentu saja ajang balap Moto2 Eropa

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Balap Eropa | Tag , , | 2 Komentar

Dimas Ekky, Remy Gardner dan Generasi Bullier


Remy Gardner on Instagram

Dimas Ekky Pratama sedang jadi pembahasan hangat di kalangan pemerhati balap roda dua, khususnya ‘para pemerhati dadakan’. Pasalnya, pebalap asuhan Astra Honda Racing Team tersebut didaulat menjadi pebalap pengganti Jorge Navarro, rider tim Federal oil Gresini Moto2 GP, di seri Sepang, Malaysia.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Balap Asia, Moto GP, Ngeblog | Tag , , | 1 Komentar

Dimas Ekky Start dari Grid 28, Moto2 GP Sepang 2017


Dimas Ekky Pratama #20, terpuruk di atas juru kunci. Sebelumnya saya sudah mengulas kans Dimas Ekky di Moto2 Grand Prix Sepang 2017, mengacu dari berbagai hasil balap, termasuk membandingkan dengan pembalap tuan rumah, Hafizh Syahrin #55

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Balap Asia, Moto GP, motorcycle | Tag , , | 1 Komentar

Rangka Tralis Honda CB150R Patah, dan Solusinya


titik rawan truss frame cb150r

Rangka Tralis CB150 patah ? Rangka t russ Frame, yang lebih dikenal sebagai rangka tralis dari Honda CB-150R, pada awal jelang kemunculannya, cukup bikin heboh. Menimbulkan berbagai gonjang-ganjing di dunia maya, khususnya blogsphere roda dua tanah air. Saya sempat ‘nyicip’ di awal kemunculannya, bukan pinjaman ATPM, tapi kawan saya yang meminangnya. Oh iya, kisah lucu dari si CB ini, karena lebih sering mobilitas di Ibukota, sehingga, gigi percepatan 6 dari si CB150R jarang dipakai, pengin jual gigi 6 nih, kelakarnya.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , | 5 Komentar

Dimas Ekky VS Hafizh Syahrin di Moto2 Sepang 2017


Pebalap asuhan Astra Honda Racing Team (AHRT), Dimas Ekky Pratama, Pebalap Indonesia ini resmi ditunjuk Gresini Racing sebagai pengganti Jorge Navarro, yang harus absen karena ligamen robek pada jari keempat tangan kirinya.

Dimas Ekky Federal oil Gresini Moto2 tim (source: motorsport.com)

Kendati hanya berstatus pebalap pengganti, tampilnya Dimas tetap merupakan momen bersejarah bagi Indonesia.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Balap Asia, motorcycle | Tag , , | 2 Komentar

Moto2 Motegi 2017, Syahrin Kembali Berjaya


Hasil Moto2 Motegi 2017 cukup menggembirakan, karena pebalap Asia Tenggara berhasil naik podium. Yaitu Hafizh Syahrin dari tim Petronas Raceline Malaysia. Wet Rider, mungkin julukan yang cukup tepat bagi Hafizh Syahrin HS|55, pebalap moto2 asal negeri Jiran, Malaysia.

HS|55 di Moto2 Motegi 2017 (photo: FB official Hafizh Syahrin)

Ini adalah kali kedua, Syahrin podium sepanjang karirnya di Moto2 WorldGP. Dan keduanya dalam race dengan cuaca hujan. Keduanya juga meraih hasil Podium 3. Podium 3 pertama diraih di Misano, Spanyol, dalam balapan yang diguyur hujan, hampir selama race. Demikian juga pada balap hari ini (siang, 15 Oktober 2017) di Twin Ring, Motegi, Japan. Hujan mengguyur setelah race dimulai dalam cuaca mendung. 

Oh iya, hasil race Misano hari ini juga berubah, setelah ada keputusan FIM yang mendiskualifikasi peraih podium 1, Dominique Aergerter karena menggunakan minyak diluar regulasi FIM (baca: Moto 2 Misano 2017, Podium 1 Dominique Aergerter diskualifikasi Karena ‘Bensin Oplosan’). Hal tersebut semakin menambah ‘pundi-pundi’ point bagi Syahrin. 

Xavi Varge #97, Alex Marquez #73 dan Hafizh Syahrin#55 (ki-ka podium moto2 motegi 2017)

Hasil Moto2 seri Motegi Jepang 2017 dimenangi oleh Alex Marques #73 di podium 1, diikuti Xavi Verge #97 dan Hafizh Syahrin #55. 

Syahrin memulai balap dari starting grid 6 ternyata terbukti cukup konsisten di lintasan basah, berhasil bertahan dan memperbaiki posisi hingga finis. Sedangkan sang Untouchable Boy, Franco Morbidelli #21 yang memulai dari starting grid 15, harus puas di posisi 8. Sementaranya sang pole position Motegi, pebalap tuan rumah, Takaaki Nakagami #30 harus puas finis urutan 6. Pebalap negeri Jiran lainnya yang satu tim dengan Takaaki Nakagami di Idemitsu Honda Asia, yaitu Khairul Idam Pawi #89 yang start dari juru kunci 33 berhasil finis pada urutan 23. Lumayan, karena Idam Pawi jarang finis.

Sumber : motogp.com

Dipublikasi di Moto GP, motorcycle | Tag , , | 1 Komentar

Moto 2 Misano 2017, Podium 1 Dominique Aergerter diskualifikasi Karena ‘Bensin Oplosan’


Moto2 Misano 2017 sudah berlalu, sudah terlewat 2 seri, yaitu seri Aragon dan Motegi (siang tadi). 

Podium Moto2 Misano 2017, (kika) Dominique Aergerter, Thomas Luthi dan Hafizh Syahrin (pict : Motorsport.com)

Race moto2 Misano, dimenangi oleh Dominique Aegerter di podium pertama, disusul Thomas Luthi di posisi 2 dan Hafizh Syahrin di posisi 3. Podium Dominiq ini merupakan kemenangan pertama tim Kiefer Racing, tapi sayang, dia harus menelan pil pahit, setelah hasil tersebut dibatalkan oleh FIM, kerana FIM mendakwa Dominic Aegerter dan timnya telah menggunakan bahan bakar diluar spesifikasi yang ditetapkan FIM. Keputusan rasmi telah dikeluarkan ini berarti satu-satunya kemenangan yang dimenangi oleh pasukan tersebut sepanjang musim ini hilang.

Dengan pembatalan kemenangan tersebut, otomatis Thomas Luthi naik sebagai pemenang podium pertam di Misano, diikuti rider Jiran, Hafizh Syahrin di posisi ke-2, dan Francesco Bagnaia podium ke-3. Dengan ini semakin menambah point’  bagi Hafizh HS|55.

Thomas Luthi juga semakin naik pointnya, selisih 19 point di belakang Franco Morbidelli. Ternyata pembatalan hasil race semacam ini juga pernah menimpa rider Itali, Mattia Pasini atas penggunaan minyak diluar spesifikasi sesuai regulasi FIM.

Saya juga belum paham, apakah oil di sini berarti bahan bakar atau oli mesin. Atau bensin oplosan, campur oktan boster? Coba cek berita dari Motorsport.com berikut

However, a statement issued on Sunday evening in Motegi stated that Aegerter has been disqualified from the race as “he was found to be using an “oil” outside the FIM Moto2 specifications” in a post-qualifying technical check.

Aegerter attended a stewards’ hearing at Aragon after two “fuel” samples were found to be illegal, and did likewise in Motegi, where his sanction was handed to him.

Dominique Aergerter #77 dan Thomas Luthi #12

Pertama disebut “oil” tapi di paragraf berikutnya disebut “fuel”. Kalo diterjemahkan, kurang lebih sebagai berikut :

Namun, sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu malam di Motegi, menyatakan bahwa Aegerter telah didiskualifikasi dari balapan karena “dia ditemukan menggunakan “minyak” di luar spesifikasi Moto2 FIM” dalam pemeriksaan teknis pasca kualifikasi. Aegerter menghadiri sidang pramugara di Aragon setelah dua sampel “bahan bakar” ilegal ditemukan, dan melakukan hal yang sama di Motegi, di mana dikenakan sanksi kepadanya.


Sumber : motortvmy.com dan motorsport.com

Dipublikasi di Moto GP, motorcycle | Tag , , | 2 Komentar

Solusi Reflektor Meleleh, Pasang Lampu Sorot LED Vario 125


Saya pernah berkisah, eh menceritakan maksudnya. Tentang reflektor lampu utama Honda Vario 125 yang meleleh dan membuat arah sorot sinar lampu tidak sama dengan sebelahnya, terlalu ‘ndangak’ (klik Bohlam Vario tidak Awet dan Reflektor Meleleh). Sehingga, bohlam saya copot dan hanya memakai penerangan sebelah saja.

Seiring berjalannya waktu, saya merasa perlu penerangan lebih pada beberapa ruas jalan yang saya lewati. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | 3 Komentar

Pangkalan Ojek baru di Stasiun Bekasi Timur


Stasiun Bekasi Timur, stasiun megah yang baru saja diresmikan oleh menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi, pada Minggu 08 Oktober 2017 kemarin. 

Stasiun Bekasi Timur sebelum diresmikan

Peresmian sekaligus pemberlakuan jalur baru KRL Bekasi – Cikarang. Jadi, sekarang KRL tidak hanya sampai stasiun Bekasi (Bulan-bulan) tapi sudah sampai Cikarang (Kabupaten Bekasi). Artinya pengguna KRL semakin membludak, karena yang awalnya naik kendaraan pribadi, akan beralih ke KRL, khususnya pengguna jalan sekitar Tambun sampai Cikarang, bahkan mungkin Karawang. 

Pangakalan Ojol di sekitar stasiun palmerah (Sindonews)

Adanya stasiun baru ini, dan juga berlakunya KRL hingga Cikarang, berarti penambahan titik pangkalan ojek yang menjajakan jasanya bagi para penumpang KRL. Yang baru pasti di Stasiun Bekasi Timur tersebut, sedang di stasiun berikutnya (Tambun, Cibitung dan Cikarang) kemungkinan, armada ojek akan bertambah, alias pangakalan makin sempit oleh bertambahnya jumlah ojek yang mangkal.

“Lho, memangnya masih ada Ojek Pangkalan atau biasa disebut Opang?”

Saya tidak bicara ojek pangkalan, tapi pangkalan ojek, alias tempat mangkalnya tukang ojek. Tukang ojek, tentu bisa ojek konvensional (Opang) dan tentu saja ojek online (ojol). Keduanya tetap perlu pangkalan. 

“Memangnya ojek online perlu pangkalan juga?”

Dulu, saya menganggap, adanya ojek online, dapat menggusur pangkalan ojek, minimal mengurangi, khususnya di titik-titik yang membuat lalin semakin krodit. Ternyata saya salah, ojek online tetap punya pangkalan, bahkan semakin menjamur dan membludak. 

Yang paling mudah ditemui adalah di pinggir jalan (masih di badan jalan) sepanjang stasiun kereta. Yang saya jumpai adalah di jalan sekitar Stasiun Kranji, Stasiun Bekasi (bulan-bulan), pertokoan (per’mall’an) Sunter dan Boulevard Kelapa Gading. Didominasi jaket hijau menghiasi pinggiran jalan (trotoar dan sebagian pinggir badan jalan).

Hal ini (ojol yang mangkal), bertolak belakang dengan bayangan/pikiran saya, saat munculnya ojol, yaitu mereduksi titik lalin yang macet, menyempit karena opang yang berebut mencari penumpang. Ternyata, titik pangkalan ojek justeru bertambah. 

Hal tersebut (ojol mangkal), karena di titik pangkalan tersebut memang paling mudah mencari penumpang. Misal penumpang yang baru mau turun dari KRL, sudah order ojol lewat aplikasi dari dalam gerbong jelang berhentinya kereta, atau jelang turun kereta. Gabungan antara penumpang KRL yang keluar mengunakan sepeda motor dari parkir stasiun (sebagian pengguna KRL menitipkan sepeda motornya di parkir stasiun atau sekitar stasiun) dan ojol yang menjemput orderan. Sempurna.

Adanya stasiun Bekasi Timur, yang posisinya cukup dekat dengan terminal kota Bekasi dan perempatan Bulak Kapal, berada di antara titik kumpul kendaraan. Diapit oleh jalan sekitar terminal (yang ramai angkutan umum dan pedagang) dan perempatan Bulak Kapal yang hampir selalu krodit, lebih krodit lagi di jam pergi dan pulang kerja. Jadi, dalam bayangan saya, Stasiun Bekasi Timur seolah menyatukan dua titik macet. 

Tapi, tentu saja, saya menyambut gembira dibukanya stasiun dan jalur KRL baru, semoga kedepannya bisa dibangun KRL hingga stasiun Karawang atau bahkan Purwakarta. Sehingga mampu mengurai simpul macet, karena sebagian pengguna jalan, masih sulit didikte oleh waktu, jadwal KRL. Khususnya pesepeda motor. Jujur, waktu tempuh menggunakan sepeda motor, jauh lebih masuk akal dan flexible, dibanding menggunakan gabungan KRL dan angkutum.
———-

Posted from Caben Hall (Raker), use MiNotnot

Dipublikasi di angkutan umum, Sekitar Kita | Tag , | 2 Komentar