Saya dan Kang Parkir dan Sampah


Assalamu’alaikum

Setelah sekian lama abstein, yuk mari kita nulis lagi di blog yang mulai lumutan ini.

Kang parkir, sebutan bagi tukang parkir non resmi yang biasa kita temui di pinggiran jalan, emper pertokoan, khususnya mart-mart itulah. Kadang kita dikagetkan, datang tak nampak, pulang muncul di belakang, kita benci tapi kerap kita perlukan juga.

Kenapa saya menulis ini? Sekedar intermezzo dan juga sedikit pendapat pribadi saja ya, bukan menjudge bahwa saya lebih baik dari mereka.

Lanjutkan membaca Saya dan Kang Parkir dan Sampah

1 Syawal 1443H


Bismillah

Apa kabar kawan? Semoga di hari yang ‘fitri’ ini kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

Fitri? Ya ini istilah umum yang dipakai dalam tulisan broadcast ucapan lebaran dan minta maaf. Entah mengapa hampir semua orang minta maaf di bulan Syawal, apakah mereka semua berbuat salah di masa lampau, belum tentu, hanya barangkali dan tertanda fulan dan keluarga, seperti itu. Tentu saya juga minta maaf di sini, karena mungkin ada sombong dan angkuh dalam tulisan atau postingan yang saya publish, mungkin sekali malah.

Karenanya, saya sadar diri, sombong yang tersemat dalam tulisan saya mohon dimaafkan. Semoga itu tidak menyusahkan pembaca.

Orang bijak bilang

Bila tidak bisa membahagiakan orang lain, paling tidak jangan menyusahkannya

Jadi, apakah kita sudah membahagiakan orang di sekitar kita? Keluarga, saudara, teman, dan siapapun yang kita kenal. Kalo tidak atau belum mampu, minimal jangan membuat mereka susah.

Lanjutkan membaca 1 Syawal 1443H

Berapa Jumlah Rusuk Prisma


Berapa jumlah rusuk prisma?

Siang itu kami sedang berbincang asik selepas makan siang di sebuah kantin tempat kami nguli. kantin sederhana yang sama sekali tidak rapi, tapi itulah salah satu kebahagiaan kami sebagai orang kecil yang kerap dikecilkan dan karenanya, bahagia kami cukup sederhana, sekedar berbicang dan bersenda gurau sesama kuli di sini. Yah di kantin beratap beton di pinggiran laut utara Jakarta, kantin yang tidak akan di temukan di map google, jadi jangan memaksakan diri untuk searching dan mencari rute tercepat.

Obrolan ringan mulai seputar pelajaran masa SD, peserta obrolan ini memang memiliki umur yang jelas bukan ABG lagi. Ada seorang mantan guru bahasa lulusan tata bahasa Inggris. Mengapa British? Salah satu pertanyaan itu muncul. karena inggris Bristish bersifat tetap, tidak berubah, berbeda dengan inggris Amerika yang selalu berubah dan berkembang, perbedaan utamnya pada pengucapan. Contoh kata can’t atau can not dalam logat bristish dibaca cen’t ada penenkanan huruf n ketemu t, sedang logat Amerika cukup can. Dan masih banyak lagi contoh lain.

Lanjutkan membaca Berapa Jumlah Rusuk Prisma

Daplun


“DAPLUUUUNNN!!”

Teriaku sebagai umpatan saat sekonyong-konyong sepeda motor yang tadi masih diam di pinggir jalan, nyelonong memotong laju sepeda motor yang sedang kukendarai. Beruntung saya berhasil menghindar dan tidak terjadi crash.

Beberapa waktu lalu, tidak jauh dari tempat tersebut, saya juga sempat mengalami hal serupa, saya berhasil menghindar tapi mengalami kecelakaan tunggal. Saat itu ban roda depan sepeda motor matic 125cc yang saya kendarai memang masih mengadopsi ban bawaan pabrik, banyak yang bilang licin, dan terbukti, sudah 4 kali saya mengalami crash akibat ban depan yang kurang baik menempel jalan saat dilakukan pengereman, apalagi sambil berkelit atau berbelok mendadak.Saat ini ban depan sudah mengadopsi FDR MP-76 dan Alhamdulilah cukup mumpuni dalam menapaki jalanan.

Gambar di atas adalah dengkul saya dengan jas hujan yang robek akibat crash, beruntung saya mengenakan knee protecktor yang masih mampu mengamankan dengkul dari sengatan aspal saat saya rebah di atasnya. Protecktor ini sudah 10 tahun menemani lho.

Lanjutkan membaca Daplun

Kaos Kaki dan Hari Indra Kustiwa


“Tri, nyilih striwelmu, nyong rep njiot kartu ebtanas”

Sebuah sapa dari Sito, teman sekampung beda kelas di hari Senin pagi sesaat sebelum bel masuk jam pertama berbunyi. Hari yang dipenuhi otak dengan segudang pengetahuan guna menhadapi hari pertama ujian akhir sekolah lanjutan pertama. Evaluasi Belajara Tahap Akhir Nasional atau biasa disingkat Ebtanas, merupakan penentu kelayakan sesorang untuk melanjutkan ke jenjang sekolah selanjutnya. Nilai murni yang akan menjadi kebanggaan tersendiri.

Lanjutkan membaca Kaos Kaki dan Hari Indra Kustiwa

PCX Sign Genit, Antara Norak dan Tidak Paham


PCX Sign Genit, maksud saya adalah kedua lampu sign di kanan dan kiri menyala berkedip berbarengan, sebutan tepatnya adalah Hazard ataua lampu hazard. Lampu yang bersifat warning, peringatan akan bahaya agar pengguna jalan waspada.

Suatu waktu saya berkendara malam hari di kepadatan lalu lintas kendaraan besar (truk container, pengangkut peti kemas) dengan rintik hujan (Jalan Cilincing – Cakung atau akrab disebut jalan Cacing). Kebetulan saya beriringan dengan Honda PCX yang menyalakan Hazard. Karena silau dan mengganggu pandangan, saya coba menyalip. Tapi tidak berapa lama, si genit kembali berada di depan saya, dan kemilau si sign itu seolah mencibir ke mata saya.

Kembali ke judul, saya menyebut PCX SIGN GENIT. Karena kerap saya menemui pengguna Matic Bongsor 150cc besutan Astra Honda Motor tersebut menyalakan Hazard tidak pada tempatnya.

Lanjutkan membaca PCX Sign Genit, Antara Norak dan Tidak Paham

Kisah Mengerikan Kampung Begal Karawang


Masih melanjutkan ulasan seputar curanmor dan pelakunya. Pelaku curanmor jika tertangkap warga cenderung dimasa sampai berdarah-darah bahkan meregang nyawa.

MALING atau begal motor itu mati dikeroyok warga. Inilah kisah yang saya baca di portaljabar saat mencari referensi tentang begal motor Karawang. Selengkapnya bisa baca di webnya yang mengisahkan sopir ambulan yang mengantar mayat maling ke kampungnya, justeru hampir jadi korban warga kampung begal Karawang.

Lanjutkan membaca Kisah Mengerikan Kampung Begal Karawang

Karawang dan Maling Motor


Sudah tahun ketiga saya tinggal di Kabupaten yang masuk wilayah pesisir utara pulau Jawa ini. Wilayah yang tenar dengan goyangannya, “goyang Karawang”, yang identik dengan tledek jaipong atau semacamnya, saya sendiri kurang paham, mengapa Karawang kerap disandingkan dengan kata ‘goyang’, bisa jadi karena lagu dangdut hitz era 90an yang dilantunkan Lilis Karlina.

Sebagai mukadimah dari tulisan ini, silahkan baca tulisan saya yang lalu yang menceritakan sepeda motor saya Honda Vario yang Lenyap dalam Sekejap .

Lanjutkan membaca Karawang dan Maling Motor

Teras Cihampelas Bandung, Skywalk Rapi


Jalan raya di Kolong skywalk teras cihampelas

Cihampelas Bandung, suatu wilayah yang menjadi salah satu tujuan wisata para turis dari luar daerah, misal Jakarta. Wilayah Cihampelas merupakan pusat perbelanjaan di kota Bandung. Aneka barang dagangan, mulai busana, makanan, jajanan dan tempat nongkrong tersedia.

Lanjutkan membaca Teras Cihampelas Bandung, Skywalk Rapi

Pangkalan Ojek baru di Stasiun Bekasi Timur


Stasiun Bekasi Timur, stasiun megah yang baru saja diresmikan oleh menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi, pada Minggu 08 Oktober 2017 kemarin. 

Stasiun Bekasi Timur sebelum diresmikan

Peresmian sekaligus pemberlakuan jalur baru KRL Bekasi – Cikarang. Jadi, sekarang KRL tidak hanya sampai stasiun Bekasi (Bulan-bulan) tapi sudah sampai Cikarang (Kabupaten Bekasi). Artinya pengguna KRL semakin membludak, karena yang awalnya naik kendaraan pribadi, akan beralih ke KRL, khususnya pengguna jalan sekitar Tambun sampai Cikarang, bahkan mungkin Karawang. 

Pangakalan Ojol di sekitar stasiun palmerah (Sindonews)

Adanya stasiun baru ini, dan juga berlakunya KRL hingga Cikarang, berarti penambahan titik pangkalan ojek yang menjajakan jasanya bagi para penumpang KRL. Yang baru pasti di Stasiun Bekasi Timur tersebut, sedang di stasiun berikutnya (Tambun, Cibitung dan Cikarang) kemungkinan, armada ojek akan bertambah, alias pangakalan makin sempit oleh bertambahnya jumlah ojek yang mangkal.

“Lho, memangnya masih ada Ojek Pangkalan atau biasa disebut Opang?”

Saya tidak bicara ojek pangkalan, tapi pangkalan ojek, alias tempat mangkalnya tukang ojek. Tukang ojek, tentu bisa ojek konvensional (Opang) dan tentu saja ojek online (ojol). Keduanya tetap perlu pangkalan. 

“Memangnya ojek online perlu pangkalan juga?”

Dulu, saya menganggap, adanya ojek online, dapat menggusur pangkalan ojek, minimal mengurangi, khususnya di titik-titik yang membuat lalin semakin krodit. Ternyata saya salah, ojek online tetap punya pangkalan, bahkan semakin menjamur dan membludak. 

Yang paling mudah ditemui adalah di pinggir jalan (masih di badan jalan) sepanjang stasiun kereta. Yang saya jumpai adalah di jalan sekitar Stasiun Kranji, Stasiun Bekasi (bulan-bulan), pertokoan (per’mall’an) Sunter dan Boulevard Kelapa Gading. Didominasi jaket hijau menghiasi pinggiran jalan (trotoar dan sebagian pinggir badan jalan).

Hal ini (ojol yang mangkal), bertolak belakang dengan bayangan/pikiran saya, saat munculnya ojol, yaitu mereduksi titik lalin yang macet, menyempit karena opang yang berebut mencari penumpang. Ternyata, titik pangkalan ojek justeru bertambah. 

Hal tersebut (ojol mangkal), karena di titik pangkalan tersebut memang paling mudah mencari penumpang. Misal penumpang yang baru mau turun dari KRL, sudah order ojol lewat aplikasi dari dalam gerbong jelang berhentinya kereta, atau jelang turun kereta. Gabungan antara penumpang KRL yang keluar mengunakan sepeda motor dari parkir stasiun (sebagian pengguna KRL menitipkan sepeda motornya di parkir stasiun atau sekitar stasiun) dan ojol yang menjemput orderan. Sempurna.

Adanya stasiun Bekasi Timur, yang posisinya cukup dekat dengan terminal kota Bekasi dan perempatan Bulak Kapal, berada di antara titik kumpul kendaraan. Diapit oleh jalan sekitar terminal (yang ramai angkutan umum dan pedagang) dan perempatan Bulak Kapal yang hampir selalu krodit, lebih krodit lagi di jam pergi dan pulang kerja. Jadi, dalam bayangan saya, Stasiun Bekasi Timur seolah menyatukan dua titik macet. 

Tapi, tentu saja, saya menyambut gembira dibukanya stasiun dan jalur KRL baru, semoga kedepannya bisa dibangun KRL hingga stasiun Karawang atau bahkan Purwakarta. Sehingga mampu mengurai simpul macet, karena sebagian pengguna jalan, masih sulit didikte oleh waktu, jadwal KRL. Khususnya pesepeda motor. Jujur, waktu tempuh menggunakan sepeda motor, jauh lebih masuk akal dan flexible, dibanding menggunakan gabungan KRL dan angkutum.
———-

Posted from Caben Hall (Raker), use MiNotnot