Tak Sekedar Lapar 


Lapar? Makan dan kenyang. Tapi kadang lapar tidak sesederhana itu. Ada nilai yang dikandung dalam menahan lapar. Bukan sekedar menahan diri dari tidak makan, tapi banyak hal  lain yang perlu dihindarkan dari menahan lapar tersebut. 

Lapar bukan kelaparan. Ramadhan tidak lama akan hadir. Semoga kita bisa bertemu dengan bulan istimewa tersebut. Meski orang celaka bukanlah orang yang tidak bertemu dengan bulan Ramadan. Tapi berjumpa dengan Ramadhan merupakan kebahagiaan yang dinanti tiap mukmin.

الصَّحَابَةُ : أَمَّنْتَ يَا رَسُوْلَ اللَّه قَالَ : جَاءَنِيْ جِبْرِيْلُ فَقَالَ :بُعْدًا لِمَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْلَهُ قُلْتُ : آمِيْن فَلَمَّا رَقَيْتُ الشَّانِيَةُ قَالَ بُعْدًا لِمَنْ ذُكِرتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ قُلْتُ : آمِِيْن فَلَمَّا رَقَيْتُ الشَّالِشَةَ قَالَ بُعْدًا لِمَنْ أَدْرَكَ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ قُلْتُ آمِيْن

Sesungguhnya Nabi mengucapkan amîn sebanyak tiga kali tatkala Jibril berdoa. Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Engkau telah mengucapkan amîn”. Beliau menjawab: “Jibril telah mendatangiku, kemudian ia berkata: “Celakalah orang yang menjumpai Ramadhan lalu tidak diampuni”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki tangga mimbar kedua maka ia berkata: “Celakalah orang yang disebutkan namamu di hadapannya lalu tidak mengucapkan salawat kepadamu”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata: “Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua berada di sisinya, lalu mereka tidak memasukkannya ke dalam surga”. Maka aku jawab: “Amîn”. Sumber almanhaj.or.id

Orang yang celaka adalah orang yang bertemu dengan bulan Ramadhan tapi tidak mendapat ampunan Allah SWT di dalamnya. Karenanya perlu persiapan sedini mungkin, atau keseriusan sebelum masuk bulan Ramadhan. Layaknya keseriusan seorang anak yang belajar karena esok akan ujian.

Selanjutnya, orang yang celaka, adalah orang yg tidak bershalawat, saat mendengar nama Nabi SAW disebut.

Orang yang celaka adalah orang yang masih mendapati kedua orangtuanya, tapi tidak membuatnya masuk surga.

Keutamaan Bulan Ramadan:

Bulan Ramadhan adalah bulan sejuta kebaikan. Shg sahabat dan orang Shalihin terdahulu, mempersiapkan diri jauh sebelum Ramadhan.

1. Berpuasaa Ramadhan, menghapuskan dosa-dosa yang lalu. 

    مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

    Sumber: almanhaj.or.id

    Dari Abu Hurairoh Ra, Nabi, SAW bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari no. 38, 1910, 1802. Al Baihaqi, Syu’abul Iman no. 3459) 

    Dengan iman dan ihtisab, maksudnya, Yaqin bahwa puasa Ramadhan atas perintah Allah SWT dan ihtisab, penuh harap akan pahala dari Allah SWT. Sedang dosa yang lalu adalah dosa-dosa yang kecil.

    2. Diampuni dosa di antara Ramadhan ke Ramadhan berikutnya

    3. Dibuka pintu Surga, pintu Rahmat, pintu langit, ditutup Pintu Neraka dan syetan dibelenggu.

    Dari Abu Hurairah, RA, Rosul SAW bersabda, “Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu Surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR Muslim)

    4. Buat Orang berpuasa akan dimasukan ke dalam surga melalui pintu Ar Rayan.

    Bulan Ramadhan juga disebut bulan Al Qur’an, karena di bulan inilah Al Quran diturunkan pertama kali. Memperbanyak baca Quran merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Imam Syafi’i bisa Khatam Al Quran 60 x dalam 1 bulan mulia tersebut. Masya Allah.

    Perbanyak Shodaqoh di bulan Ramadhan

    مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِشْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّا ئِمِ شَيْئًا

    “Barang siapa memberi buka puasa bagi orang yang puasa maka ia memperoleh pahala sepertinya, tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.” [HR. at-Tirmidzi dan dishahîhkan oleh al-Albâni] Sumber almanhaj.or.id

    Memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Dzikir “Subhanallah wabihamdihi Subhanallah hil’adzim” 

    ————————-

    Inspired : kuliah Duhur Baiturrahman, Ancol, Taman Impian, Senin, 22 Mei 2017 oleh Ust Taufiqurrahman, S Sos i.

    Iklan
    Dipublikasi di agama, Al-Quran | Tag , , | Meninggalkan komentar

    Andi Gilang Patah Tulang di Le Mans, Prancis


    Berita tentang pebalap Astra Honda Racing Team, Andi Gilang, yang akan unjuk gigi di sirkuit MotoGP, Le Mans, Prancis, begitu masif, beberapa hari jelang gelaran motoGP serie 3, 2017. 

    Berita andi gilang masif pra balap Le Mans

    Andi akan bertanding di serie 2 European GP Junior, CEV Repsol. Balapan kelas Eropa, yang identik, menjaring pebalap berbakat untuk bisa ikut di ajang kelas utama Moto3 worldGP. 

    Masih banyak lagi

    Saya juga berharap ada pebalap Indonesia yang ikut ajang balap dunia paling bergengsi tersebut. Bukan karena ikut-ikutan #NKRIhargamati , tapi biar kalo mengulas dan jadi tulisan, lebih semangat. Selama ini, saya menulis pebalap Malaysia, Hafizh Syahrin. Dia juara 1 CEV serie pertama di Albacete, Spanyol. HS|55, begitu biasanya kata ganti Syahrin ditulis, juga ikut ajang Moto2 kelas utama, worldGP. Dan selalu dapat poin. Di Le Mans di finish urutan 11, dari starting grid 22. 

    Andi gilang iztihar

    Kembali ke Andi Gilang. Saya berusaha streaming untuk mencari tahu hasil balap CEV Moto3 Eropa Le Mans, baik di channel YouTube CEV Repsol, maupun di web CEV. Hasilnya cuma nemu nama Andi Gilang di daftar hasil Qualifikasi Pracktice pertama. Wah, kecewa saya. Jadi ingat Lorenzo, yang begitu percaya diri karena podium di Serie 2, lantas ‘mingkem’ di serie Le Mans. Maklum, berita Andi Gilang pra balap Le Mans begitu heboh.
    Baru hari ini saya nemu web yang memberitakan, bahwa Andi Gilang gagal ikut race Moto3 Eropa CEV Repsol Le Mans Prancis, karena crash saat Qualifikasi Pracktice. 

    Andi Gilang mengalami cedera ketika memperebutkan posisi 10 besar dalam kualifikasi sesi pertama. Pebalap asal Bulukumba, Sulawewsi Selatan, tersebut terjatuh di tikungan ke 10.

    Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Astra Honda Racing Team, Andi Gilang langsung dibawa ke pusat medis Sirkuit Le Mans setelah insiden tersebut. Dia divonis mengalami cedera berat.

    Pebalap berusia 21 tahun tersebut didiagnosis menderita cedera patah tulang dan dislokasi metakarpal kelima pada tangan kirinya. Tak hanya itu, Andi Gilang juga mengalami cedera fraktur parsial metakarpal kelima pada tangan kanan.

    Akibatnya, cedera tangan kiri membutuhkan tindakan bedah. Dokter kemudian memutuskan kondisi Gilang tidak fit untuk balapan pada Sabtu (20/5/2017).

    Pada sesi pertama kualifikasi, Andi Gilang sempat melakukan 11 putaran. Dia membuat catatan terbaik 1 menit 56,526 detik. Sayangnya, dia tak mampu melanjutkan aksi impresifnya di Le Mans. (Bola.com)

    Sayang sekali, padahal pemerhati balap roda dua tanah air, berharap banyak pada Andi untuk bisa mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Semoga lekas sembuh dan bisa kembali ke lintasan.

    Dipublikasi di Balap Asia, Balap Eropa, Moto GP | Tag , , , | Meninggalkan komentar

    Anak dan Kita


    Pernahkah pembaca memberi kepada seseorang, dan mendapat ucapan terimakasih? Demikian juga antara orang tua dan anak. Anak ke sekolah dapat uang saku dari orang tua. Terimakasih anak kepada orang tua. 

    Saat anak menginginkan sesuatu, minta ke orang tua, baik ayah maupun ibu. 
    Jika kecenderungan anak, misal ke ayahnya. Bisa jadi terimakasih anak hanya kepada ayah, jika hal ini berlarut tanpa penyeimbangan pengetahuan akan tauhid, bisa jadi segala sesuatu disandarkan kepada ayahnya, lupa bersyukur. Orang tua kadang hanya mengajarkan ‘terimakasih’. Misal dikasih uang sama kakeknya, orang tua akan bilang, “ucapan terimakasih dong sama kakek.” Lupa untuk mengucapkan, “Alhamdulillah.”

    Jadi, jangan lupa ajarkan kepada anak, akan:

    1. Mengajarkan Bersyukur

    وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّـهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّـهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ ﴿لقمان:١٢

    Keluarga Luqman:12 – Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

    Saya sendiri kadang lupa, mengajarkan anak, untuk mengucap syukur atas pemberian orang. Cenderung fokus pada si pemberi, karena takut menyinggung atau dianggap tidak tahu terimakasih oleh si pemberi, padahal seharusnya saya lebih takut kalo anak sampai kufur akan nikmat Allah, Sang Pemilik Rezeki.

    2. Mengajarkan pentingnya menjauhi Kesyirikan

    وَإِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّـهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ﴿لقمان:١٣
    Keluarga Luqman:13 – Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

    Kalo anak-anak merasa bahwa segala kebutuhan yang memenuhi adalah orang tua, ayah misalnya, jika tidak disisipkan keyakinan, tauhid, akan timbul efex samping. Menuhankan sang ayah, selama ada ayah, semua bisa dikabulkan, dituruti, dilakukan dan seterusnya.


    3. Pentingnya Nilai Pengorbanan


    وَوَصَّيْنَا الْإِنسٰنَ بِوٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِى وَلِوٰلِدَيْكَ إِلَىَّ الْمَصِيرُ ﴿لقمان:١٤

    Keluarga Luqman:14 – Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

    Pengorbanan, bahwa mereka dilahirkan tidak dengan mudah, dan bukan tanpa misi. Anak-anak harus diajarkan akan ketangguhan, kegigihan, sebagaimana, ibunya, saat melahirkan mereka. Bagaimana rasa sakit, perjuangan meraih sesuatu yang diinginkan.
    4. Dorongan Untuk Terus Berbuat Baik dalam Kondisi Apapun


    وَإِن جٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ۚ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿لقمان:١٥

    Keluarga Luqman:15 – Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

    Bahwa bergaul memang perlu batasan, tapi jangan sampai batasan tersebut membuat anak jadi kiper, dan justeru terjebak dalam taklid buta. Tahu sesuatu yang salah agar lebih mendalami arti kebenaran. Ibarat perjalanan, kadang tersesat dan sadar jalan pulang.


    5. Memotivasi Pentingnya Amal walaupun Kecil


    يٰبُنَىَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِى صَخْرَةٍ أَوْ فِى السَّمٰوٰتِ أَوْ فِى الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّـهُ ۚ إِنَّ اللَّـهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ ﴿لقمان:١٦

    Keluarga Luqman:16 – (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

    Bahwa segala perbuatan ada pembalasan, termasuk amal. Paling mudah mengajarkan anak untuk mengisi kotak infaq. Memberi peminta sedekah pembangunan masjid dan semacamnya. Menyumbang pakaian tak terpakai yang layak ke korban bencana dan seterusnya. Atau uang jajan disisihkan untuk keperluan lain hari. 

    6. Mendirikan Shalat dan 7. Terlibat dalam Kegiatan Dakwah


    يٰبُنَىَّ أَقِمِ الصَّلَوٰةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ ﴿لقمان:١٧

    Keluarga Luqman:17 – Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

    Memang sulit menerapkan disiplin kepada anak kecil, kasuistik, karenanya, perlu penekanan bahkan pemaksaan, bahwa kewajiban harus dilaksanakan. Hal ini mampu mendorong akan kewajiban belajar karena esok hari akan ada ujian, misalnya.

    8. Tidak Berlaku Sombong


    وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّـهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ ﴿لقمان:١٨

    Keluarga Luqman:18 – Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

    Kesombongan kadang tidak sadar muncul, baru sadar saat hal tersebut sudah berlaku. Kecil, seperti riya’, sulit ditebak, tanpa sadar bahwa perkataan, perbuatan yang barusan, ada unsur riya’, sombong. Menahan perkataan dan tindakan, lebih baik, berpikir jernih sebelum melakukannya. Jauhkan anak dari pergaulan teman-temannya yang mudah berucap jorok, mencaci kawan sesukanya. Karena lingkungan begitu mudah mempengaruhi kejiwaan anak. Terbawa suasana pergaulan. Cukup kenalkan, bahwa hal itu ada, tidak baik.

    9. Mengajarkan Kesederhanaan

    وَاقْصِدْ فِى مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنكَرَ الْأَصْوٰتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ ﴿لقمان:١٩

    Keluarga Luqman:19 – Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

    Sederhana, mengenalkan akan dunia sekeliling. Banyak anak yang tidak mampu jajan. Uang jajan kecil dan semacamnya. Kepemilikan barang itu didapat dengan keringat bercucuran, tidak asal ngomong lantas ada. Jadi ingat, anaku si jagoan, akan beli HP nunggu dapat dari THR lebaran nanti, karena bisanya dapat uang dari embahnya, uwa, bahkan ayahnya sendiri. 
    ———–

    Inspired: kajian Duhur masjid Baiturrahman, Ancol Taman Impian, oleh Ust Misbahul Anam, MA. Kamis, 18 Mei 2017.

    Dipublikasi di agama, Al-Quran | Tag , , | Meninggalkan komentar

    Pantai Tanjung Baru Karawang, Kumal


    Hari libur, Kamis 11 Mei 2017, libur nasional. Saya yang ikut meliburkan diri, mengikuti kemauan si bontot, serta si kembar, kakaknya tentu. Mengajak jalan-jalan. 

    Foto saat pulang, dari gerbang ini, terhampar sawah, jalan ‘goreng’ 3km menuju pantai

    Bakda Duhur kami berangkat, spontanitas saja, Ciparage atau Tanjung Baru, karena satu arah, jadi nanti saja menentukan. Mana yang ditemui lebih dulu, Karena keduanya belum pernah saya sambangi. Masih menggunakan kendaraan roda empat yang terbagi saling dua. Alias sepeda motor. 
    Dari rumah di Lemah Duhur (desa kecamatan Tempuran paling selatan, berbatasan dengan Pasir Kamuning, kecamatan Telagasari), kami menyusuri jalan Telagasari – Tempuran di pinggiran irigasi, sekira 9km (kalo dari jalan Syeh Quro sekira 14km), sampai perempatan Tempuran, ambil kanan menuju salah satu pantai yang lebih mudah ditemui. Oh iya, sebagian besar jalan Telagasari – Tempuran merupakan jalan cor beton, hanya di ujung, kurang lebih 2 km jelang Perempatan Tempuran, jalan masih aspal. Belok kanan di Tempuran, jalan sebagian besar aspal, jalan cor beton ada di beberapa titik, mungkin mengganti aspal yang sudah rusak parah, karena masih ada jalan aspal yang ‘super goreng’ alias rusak parah sepanjang 1,5km, kalo tidak salah jarak 1km sebelum plang signed Tanjung Baru. Plang yang terlewat karena kurang fokus, serta jalan yang baru pernah dilewati, berasa jauh, kok ga ada tanda-tanda pantai. Kami nyasar sekira 6km, melewati plang Tanjung baru sampai pertigaan Cilamaya – Cikampek. 

    Akhirnya kami balik kanan, setelah sekira 6km, akhirnya ketemu plang Pantai Tanjung baru yang tadi terlewat. Jalanan awalnya bagus, mulus, tapi tidak berapa lama berganti berlobang dan berdebu. Setelah agak ragu dibeberapa persimpangan, akhirnya nampak gerbang selamat datang di wisata Pantai Tanjung Paru. 

    Jalan rusak, persawahan dengan batas mangrove sebelum garis pantai

    Kumal. Itulah kesan pertama melihat gapura selamat datang tersebut. Kami dikenakan retribusi masuk sebesar 10ribu tiap sepeda motor. Kurang tahu kalo roda empat atau bus.
    Melewati gapura, disuguhi areal persawahan, dengan jalan rusak aspal yang lebih layak disebut sebagai jalan tanah, bahkan jalan setapak lebar barangkali. Anak saya beberapa kali protes menanyakan lokasi pantai, karena tidak nampak setelah beberapa ratus meter. 

    Terang saja, karena jarak dari gapura ke lokasi pantai sekitar 3km lebih, serta jarak persawahan yang sangat dekat dengan pantai, hanya dibatasi pepohonan bakau atau mangrove. 

    Titik pantai pertama yang kami temui sebelum gerbang area wisata, kotor 

    Sampai pantai benar-benar terlihat, kami sudah tidak Yaqin, apakah ini pantai layak buat berenang. Begitu kotor dengan air yang keruh. Tumpukan kulit kerang menghiasi sepanjang pantai, menyangkut di bawah pepohonan bakau. Bercampur sampah plastik dan barang lainnya. 

    Pantai berlumpur, ekosistem ikan tembakul (foto ikan dari wikipedia)

    Air laut keruh karena pasir pantai bercampur lumpur. Bahkan sulit disebut pasir, karena lumpur lebih mendominasi. Nampak ikan berkaki penghuni areal bawah mangrove. Di Wikipedia disebut Tembakul adalah jenis ikan dari beberapa marga yang termasuk ke dalam anak suku Oxudercinae. Ikan-ikan ini senang melompat-lompat ke daratan, terutama di daerah berlumpur atau berair dangkal di sekitar hutan bakau ketika air surut. Nama-nama lainnya adalah  timpakultempakulgelodokbelodokbelodog atau blodog, atau belacak (bahasa Melayu), gabus lautlunjat, dan  mudskipper (bahasa Inggris) disebut demikian karena kebiasaannya melompat-lompat di lumpur. Makanya sulit difoto, ‘giras’ melompat menggunakan sirip yang lebih mirip kaki. Tidak hanya diatas lumpur, diatas air tembakul juga melompat, lumayan, hiburan pengetahuan buat anak saya.

    Sepi dan tidak menarik

    Selanjutnya kami menuju areal rekreasi pantai yang biasa dikunjungi wisatawan, ada gapura yang tidak terawat. Areal berisi rumah makan dan warung yang menyajikan makanan sekedarnya. Sepi, mungkin karena bukan libur panjang. Kabarnya, kalo libur lebaran sangat ramai. Ironi, dengan suasana yang kumal.

    Main pasir lumpur dan kulit kerang

    Anak saya minta berenang, nampak beberapa wisatawan sedang bermain air di kejauhan, mengapung menggunakan ban dalam. Betul selain warung, ada juga warga yang menyewakan ban dalam untuk bermain air oantai. Air pantai di sini lebih bersih dibanding tempat si tembakul tadi. Pantainya sangat landai, jadi meski berada jauh dari garis pantai, tapi air sangat dangkal. Cocok buat anak-anak. Ombaknya kecil, ciri khas laut Utara Jawa. Kecuali musim baratan. Saya juga tidak memperoleh informasi, jika laut pasang apakah naik sampai tinggi. Kalo melihat pasang laut di pantai Utara Jakarta, apalagi bertepatan angin barat (baratan), jika hal tersebut terjadi di sini, air laut bisa menggenangi Persawahan, Karen jarak yang pendek dan landai. Antar garis pantai dan sawah berkisar 50meter, bahkan dibeberapa titik kurang dari 50meter.
    Di warung-warung sekitar pantai juga menyediakan kamar bilas. Sekali bilas untuk satu orang dikenakan biaya 3ribu rupiah. Andaikan dirawat dengan baik, pantai Tanjung baru cukup bagus sebagai daya tarik wisatawan, perpaduan pantai yang  1 landai, hutan mangrove dan persawahan bisa dijangkau dalam jarak yang sangat berdekatan. Apalagi pantai yang sangat landai, cocok buat anak-anak,  d balita sekalioun. Permasalahan yang sulit diatasi adalah air pantai yang keruh, karena air laut disini pasti terpengaruh gaya hidup masyarakat sepanjang pantai Utara jawa. Sebagian sampah juga berasal dari sungai-sungai yang bermuara di sekitar Tanjung baru.

    Sempat beredar kabar bahwa akan dibangun pelabuhan internasional di pantai Karawang, sebagai pengganti atau persamaan Tanjung Priuk yang semakin padat. Entah benar atau tidak. Kalopun benar, tentu banyak yang harus dikorbankan. Karawang sebagai penyedia bahan pokok beras terbesar akan semakin berkurang areal persawahannya. Karena pasti akan ada pelebaran jalan dan terminal peti kemas. Mudah-mudahan tidak jadi, biar Karawang tetap sebagau lumbung padi nasional.

    36 kilimeter dalam 1 jam, mboncengin anak yang bobo, cepet, ga ada macet

    Setelah anak-anak puas bermain air dan pasir lumpur, mandi bilas, kami pulang. Jarak dari Tanjung Baru ke kediaman kami, menurut Google map adalah 21km, tapi menurut odometer Honda Vario saya, 26km. Cukup dekat. Lain kali ke Ciparage, kayaknya lebih dekat dan kabarnya ada pelelangan ikan di sana.(tri)

    Dipublikasi di adventure | Tag , , | 4 Komentar

    Bulan Pembakaran


    Baca lebih lanjut

    Dipublikasi di agama | Tag , , | Meninggalkan komentar

    Pengakuan


    Seseorang dianggap berprestasi, karena ada orang lain yang mengakui, akan prestasi tersebut. Bayangkan jika suatu pertandingan olahraga selalu seri. Ga ada yang kalah dan menang, lantas, siapa yang dapat prestasi? 

    Tapi, jika menentukan yang berprestasi dalam suatu pertandingan, tentu lebih mudah. Karena jelas ada regulasi, aturan main dan segala hal terkait dengan apa yang dipertandingkan.
    Bagaimana jika menentukan prestasi dari hal yang single, solo, tidak ada lawan. Misal seseorang mampu melakukan sesuatu yang tidak semua orang bisa melakukannya. Suatu hal yang luar biasa. Sayangnya semua orang cuek saja dengan hal luar biasa tersebut. Tidak ada yang menghargai hasil jerih payahnya. Seolah itu biasa saja. Tidak ada satupun orang yang memberikan apresiasi atas hal luar biasa tersebut. Lantas apakah hal tersebut bisa di sebut luar biasa? Apakah bisa disebut prestasi?

    Pengakuan. Suatu hal yang kadang memerlukan kesensitifan, perasaan, empati. Tanpa empati, maka akan sulit mengakui kelebihan orang lain. Apresiasi saat si balita mulai bisa jalan, misalnya. Seneng, bahagia. Apresiasi saat si anak TK mampu menghafal angka 1 sampai 10. Apakah sulit? 

    “Anak ayah pinter”.

    Mudah bukan?

    Bahkan kata “Terimakasih” oleh pedagang kepada orang yang sudah membeli, adalah suatu pengakuan, apresiasi, yang mampu menarik pembeli menjadi pelanggan. Tetapi sebaliknya, pembeli mengucap terimakasih kepada penjual. Mungkin? Terimakasih, karena sudah menjual barang yang dibutuhkan pembeli. Pengakuan bahwa si penjual, tidak sekedar mencari untung, tapi juga memberi manfaat bagi pembeli. Sulit?

    Bahkan keikhlasan dan ketulusan kadang perlu apresiasi, untuk memperkuat keikhlasan dan ketulusan itu sendiri. 

    “Terimakasih, sudah membantu”

    Kata sederhana, mampu menghindari prasangka dari si penolong, sekaligus menguatkan ketulusannya dalam membantu. (Tri)

    Dipublikasi di Sekitar Kita, sosial | Tag , | 2 Komentar

    Hasil Race Moto2 Jerez 2017, Syahrin #55 Konsisten


    Race Moto2 Jerez Spanyol 2017 cukup seru, meski saya tidak menyaksikan sampai akhir race, karena ada panggilan Azan Magrib.

    Morbidelli crash, Jerez 2017

    Dari awal balapan, Race Moto2 Jerez 2017, terlihat sepeda motor Morbidelli dan Alex Marquez begitu kencang, sayang, Morbidelli crash.

    Crash seolah tidak berkesudahan, termasuk rekan senegara Syahrin, Khairul Idam Pawi, Pebalap dari tim Idemitsu Honda Asia juga ikut ‘ndhloshor’. Padahal Pawi sempat memperbaiki posisi di beberapa laps. Pawi Yanng start dari grid 16 sempat naik ke 10 pebalap terdepan, mungungguli Syahrin. Hal ini membuat Pawi belum pernah sekalipun finis di ajang Moto2 2017. 

    Terhitung ada 6 pebalap yang gagal finish (DNF), hal ini menguntungkan Hafizh Syahrin yang konsisten dari posisi starting grid 15. Mungkin HS|55 berhati-hati. Karena tikungan-tikungan di sirkuit Jerez ini cukup merepotkan, terbukti sang pimpinan klasemen Moto2, Morbidelli, gagal menaklukannya.
    Akhirnya Hafizh Syahrin finis di posisi 13. Dengan perolehan poin 3. Tidak buruk, meski saya berharap minimal meraih 10 besar. Semoga kedepannya lebih baik. 

    Dipublikasi di Moto GP | Tag , , , | Meninggalkan komentar

    Hampir Jadi Korban Social Engineering


    Apa si Social Engineering? 

    ______________

    Handphone berdenging “Halo”
    “Kenal saya ga?” Jawaban dari seberang sana.

    “Oh, si Fulan ya?” Jawab saya.

    “Iya, ini nih…bla…bla..” dan seterusnya, sayapun menanggapi dengan serius, sampai pada akhirnya membicarakan pembiayaan. Tapi saya kebetulan tidak memiliki cukup dana. Bahkan si Fulan tersebut menelpon ulang untuk memastikan. 

    Beberapa hari kemudian, saya baru sadar, bahwa saya hampir jadi korban penipuan. Kejadian ini sudah lama, saya ingat kembali setelah membaca pesan berantai atau broadcast di grup Whatsapp, bertema Social Engineering. Tidak sama persis, tapi mirip. Berikut saya copas 

    ——————————-

    WASPADA !!!

    *- Social Engineering -*

    Sebulan lalu saya mengantar isteri ke sebuah gerai ATM kantor cabang bank langganan kami di Cinere untuk mengambil uang. Setiba di tempat tujuan, ia turun terlebih dahulu sementara saya memarkir mobil. 

    Ketika saya menyusulnya masuk kedalam gerai ATM, saya lihat isteri saya tengah bercakap dengan dua orang lelaki yang tidak kami kenal. Saya menghampiri mereka diam-diam sembari mendengarkan percakapannya.

    _”Jadi begini bu,”_ ujar salah seorang diantaranya. _”Saya mau transfer uang ke saudara, namun ATM saya ketinggalan. Saya cuma minta tolong ibu untuk mentransfer dua juta ke nomor rekening ini dan uangnya saya ganti sekarang juga, ini sudah saya pegang.”_

    *”Wah maaf saya tidak bisa membantu Anda,”* sahut isteri saya.

    _”Kenapa bu?,”_ tanya salah seorang diantara mereka dengan nada suara meninggi. _”Ibu tidak percaya kepada kami?”_

    *”Ya, saya tidak percaya kepada kalian,”* sahut saya tegas sembari mendekati isteri. Kedua orang itu menoleh.

    _”Bapak siapa? Tak usah campur tangan urusan orang pak.”_

    *”Dia isteri saya. Kalian mau apa? Saya tidak percaya kepada kalian dan kalau tetap memaksa, akan saya suruh orang ramai diluar sana menangkapmu.”*

    Mereka berdua tampak keder, kemudian bergegas keluar dan menyengklak motornya tanpa menoleh lagi.

    -000-

    Hari Selasa kemarin untuk suatu urusan, saya musti terbang ke Balikpapan. Seperti biasa saya selalu berangkat beberapa jam sebelumnya ke Bandara, untuk menghindari kemacetan. Saat saya hendak check in, orang yang sedang proses check in didepan saya tampak agak kebingungan dengan barang bawaannya. Cukup banyak sehingga melampaui batas yang diperkenankan. Ia kemudian menoleh ke arah saya dan berkata meminta bantuan.

    _”Pak, saya lihat bawaan bapak sedikit,”_ katanya sembari menatap saya. _”Bisakah saya menitipkan kopor saya kepada Bapak?”_

    Saya langsung menggeleng.

    *”Maaf pak, saya tidak bersedia,”* jawab saya tegas.

    _”Kenapa pak? Bapak tidak mempercayai saya?”_

    *”Bagaimana saya percaya Bapak, kenal saja tidak. Pun jika ternyata bagasi bapak itu berisi barang berbahaya, nantinya di manifest terdaftar atas nama saya. Sayalah yang akan berurusan dengan polisi, bukan Anda.”*

    _”Terus saya harus bagaimana?”_

    *”Itu masalah Anda, bukan urusan saya. Lagipula masih ada solusinya kok, bayar saja kelebihannya.”*

    Saya lihat counter check in sebelah kosong, petugasnya mengangguk kepada saya. Segera saya bergeser kesana, mengurus check in dan beranjak masuk ke lounge.

    -000-

    Itulah social engineering. Sebuah teknik untuk memanipulasi dan mengarahkan perilaku seseorang atau sekelompok orang dengan menggunakan kekuatan hipnotik bahasa, rasa rikuh pekewuh serta preferensi pribadi seseorang terhadap suatu isu. 

    Sejalan dengan kian berkembangnya teknologi, teknik human engineering juga merembes kencang dalam dunia sosial media melalui berita-berita hoax. Oleh karena itu jangan heran jika dari tukang sampah hingga orang berpendidikan sangat tinggi, bisa terpengaruh karenanya.

    semoga berguna 👍

    Kata kata seperti ini:

    “Bapak gak percaya dgn saya ?”

    Biasa nya kita jadi sungkan krn takut menghina mereka lalu kita jawab:

    “Bukan begitu…tapi…….”

    Nah disaat itu, kita menempatkan diri dibawah mereka.

    Seharus langsung jawab:

    “IYA…SAYA GAK PERCAYA KALIAN….” 

    persis dalam cerita diatas. Mulai itu penjahat tahu kita bukan calon korban yg lemah.

    ——————-

    Jadi saat saya menyatakan kenal dengan penelpon, saya sudah masuk jebakan, memanfaatkan titik lemah manusia sebagai makhluk sosial yang cenderung sungkan dan pakewuh, saya sungkan untuk bilang “TIDAK KENAL

    Apa Social Engineering?

    Menurut Wikipedia, Social engineering adalah manipulasi psikologis dari seseorang dalam melakukan aksi atau menguak suatu informasi rahasia. Social engineering umumnya dilakukan melalui telepon atau Internet. Social engineering merupakan salah satu metode yang digunakan oleh hacker untuk memperoleh informasi tentang targetnya, dengan cara meminta informasi itu langsung kepada korban atau pihak lain yang mempunyai informasi itu.

    Social engineering mengkonsentrasikan diri pada rantai terlemah sistem jaringan komputer, yaitu manusia. Dan seterusnya, baca di wikipedia Indonesia

    Dipublikasi di Sekitar Kita, sosial | Tag , , , | 4 Komentar

    Hasil Qulifiifkasi Moto2 Jerez 2017, Syahrin #55 Urutan 15


    Seperti halnya Free Pracktice, dimana pebalap lokal, Alex Marquez#73 menguasai FP1-FP3, demikian juga pada sesi Qualifikasi, adik Mark Marquez#93 ini juga memimpin di urutan pertama. 

    Alex Marquez#73 meraih pole

    Kalo saya masih menyoroti pebalap tetangga sebelah, Malaysia. Hafizh Syahrin #55, pebalap dari tim Petronas Raceline Malaysia. Maklum, tidak ada pebalap Indonesia yang turun di kelas bergengsi ini, mudah-mudahan Dimas Ekky dan kawan-kawan segera bergabung ke balap roda dua paling bergengsi sejagat raya ini. Aamiin

    Saya masih berharap kepada pebalap serumpun ini. Hafizh Syahrin HS|55, peraih podium 1 balap CEV Moto2 Repsol Albacete 2017. Apalagi jika race pada lintasan basah, dijamin Syahrin bisa merepotkan Morbidelli dan Alex Marquez.

    Syahrin #55 start dari grid 15, cukup baik

    Pada sesi FP1, dimana cuaca Jerez hujan, Syahrin #55 berhasil meraih urutan 4 tercepat, meski menurun drastis pada FP2 saat cuaca cerah. Dan pada Qualifikasi, Syahrin menempati grid 15 untuk race Moto2 Jerez Spanyol besok, Minggu 07 Mey 2017. Semoga berjaya.

    Berikut Hasil Lengkap Kualifikasi Moto2 Jerez, Spanyol 2017

    1. Alex Marquez SPA EG 0,0 Marc VDS (Kalex) 1m 42.080s
    2. Franco Morbidelli ITA EG 0,0 Marc VDS (Kalex) 1m 42.126s
    3. Dominique Aegerter SWI Kiefer Racing (Suter) 1m 42.312s
    4. Miguel Oliveira POR Red Bull KTM Ajo (KTM) 1m 42.409s
    5. Mattia Pasini ITA Italtrans Racing Team (Kalex) 1m 42.598s
    6. Francesco Bagnaia ITA SKY Racing Team VR46 (Kalex) 1m 42.704s
    7. Xavi Vierge SPA Tech 3 Racing (Tech 3) 1m 42.763s
    8. Takaaki Nakagami JPN IDEMITSU Honda Team Asia (Kalex) 1m 42.834s
    9. Marcel Schrotter GER Dynavolt Intact GP (Suter) 1m 42.870s
    10. Axel Pons SPA RW Racing GP (Kalex) 1m 42.903s
    11. Luca Marini ITA Forward Racing Team (Kalex) 1m 42.956s
    12. Thomas Luthi SWI CarXpert Interwetten (Kalex) 1m 43.065s
    13. Simone Corsi ITA Speed Up Racing (Speed Up) 1m 43.179s
    14. Fabio Quartararo FRA Pons HP40 (Kalex) 1m 43.220s
    15. Hafizh Syahrin MAL Petronas Raceline Malaysia (Kalex) 1m 43.258s
    16. Khairul Idham Pawi MAL IDEMITSU Honda Team Asia (Kalex) 1m 43.271s
    17. Xavier Simeon BEL Tasca Racing Scuderia Moto2 (Kalex) 1m 43.314s
    18. Ricard Cardus SPA Red Bull KTM Ajo (KTM) 1m 43.323s
    19. Lorenzo Baldassarri ITA Forward Racing Team (Kalex) 1m 43.325s
    20. Sandro Cortese GER Dynavolt Intact GP (Suter) 1m 43.349s
    21. Jorge Navarro SPA Federal Oil Gresini Moto2 (Kalex) 1m 43.353s
    22. Yonny Hernandez COL AGR Team (Kalex) 1m 43.490s
    23. Edgar Pons SPA Pons HP40 (Kalex) 1m 43.673s
    24. Tetsuta Nagashima JPN Teluru SAG Team (Kalex) 1m 43.707s
    25. Andrea Locatelli ITA Italtrans Racing Team (Kalex) 1m 43.765s
    26. Jesko Raffin SWI Garage Plus Interwetten (Kalex) 1m 43.792s
    27. Isaac Viñales SPA BE-A-VIP SAG Team (Kalex) 1m 44.007s
    28. Remy Gardner AUS Tech 3 Racing (Tech 3) 1m 44.107s
    29. Stefano Manzi ITA SKY Racing Team VR46 (Kalex) 1m 44.112s
    30. Iker Lecuona SPA Garage Plus Interwetten (Kalex) 1m 44.195s
    31. Axel Bassani ITA Speed Up Racing (Speed Up) 1m 44.605s
    32. Federico Fuligni ITA Kiefer Racing (Suter) 1m 45.848s (DN/vL)
    Dipublikasi di Balap Asia, Moto GP | Tag , | Meninggalkan komentar

    Ganti Oli Mesin Vario125 setelah 7ribu KM


    Honda Vario 125fi, 2013, yang saya kendarai untuk mobilitas kerja, sudah lama tidak ganti oli, performa mulai turun. 


    Karena sekedar pakai, sampai lupa kapan ganti oli terakhir. Biasanya saya bikin catatan di blog ini, sekedar pengingat. 

    Ganti oli Vario setelah 7 ribu kilometer lebih

    Setelah saya lacak image galery, akhirnya ketemu histori pelumasan mesin matik sejuta umat ini. Yaitu pada 11 Februari 2017, pada odometer menunjuk jarak 31795Km, sudah lewat 2 bulan. Karena saya baru menggantinya lagi pada 25 April 2017, dengan odometer menunjuk 39141.2Km. Berarti penggantian oli terakhir menempuh jarak 39141.2 dikurangi 31795 ketemu angka 7346.2. Wow, 7ribu kilometer lebih, beruntung si Vario tidak protes berlebih, cuma turun performa dari biasanya. Terbukti, setelah ganti oli baru, Vario kembali bergairah, meski dengan jok keras dan sock depan yang jeduk-jeduk. Oh iya, Oli masih setia original Honda, AHM Oil

    Dipublikasi di motorcycle | Tag , | 3 Komentar