Memperbaiki Speedometer Vario 125 


Bagaimana cara memperbaiki Speedometer Honda Vario 125? Itulah yang saya search di google saat jarum speedometer Pasir Putih si Vario 125 milik saya, mulai kejang dan akhirnya diam tanpa pesan. Sekira 3 hari saya berkendara tanpa tahu kecepatan sepeda motor, pokonya gas saja.

Dari sekian solusi mengatasi speedometer Vario 125 yang mengalami masalah mati total, yang disajikan google, tidak ada yang secara gamblang menyebutkan kemungkinan matinya speedometer Vario saya. 

Setelah sekian langkah saya jalani mengikuti saran Mbah Google, mulai dari cek sekering, kelistrikan dan seterusnya, belum berhasil. Maklum, saya baru memahami bahwa Speedometer Vario 125 lansiran 2013 ini menganut sistem digital yang mengandalkan sensor sebagai pembaca kecepatan lewat putaran roda belakang. Selama ini, sepeda motor yang saya pelihara, menganut konvensional dan pembaca kecepatan ada di roda depan. Bahkan Pulsar 220 sensor speedometernya hanya berupa magnet dan masih terkesan konvensional.

Langkah penanganan kabel speedometer vario 125 yang putus

Lantas bagaimana solusi mengatasi speedometer Vario 125 saya yang mati? Sebenarnya google sudah menyajikan, tapi saya kurang teliti. Akhirnya saya menemukan penyebab matinya speedometer Vario 125 tersebut. Permasalahan tidak berputarnya jarum speedometer Vario 125 karena kabel sensor yang merambat diantara bak CVT (vanbelt) dan box filter udara mengalami kerusakan, putus tepat di bawah penahan kabel, sehingga tidak nampak. Kabel sensor speedometer Vario 125 ada 3 kabel. 2 kabel mengalami putus dan ‘rantas’, 

Cukup repot untuk memperbaiki kabel speedometer Vario 125 ini, karena harus mencopot box filter udara, mengurai kabel yang tertutup cable duct, apalagi posisi baut kabel duct berada pada posisi yang sempit, terhalang roda belakang, kotor dan tidak bisa dibuka. Dengan sedikit pemaksaan akhirnya kabel speedometer bisa diurai. Selanjutnya menyambung kabel, karena kabel saya putus sekalian, sehingga tidak cukup  jika disambung tanpa tambahan kabel. Selanjutnya tinggal isolasi, rapikan dan pasang kembali. Selesai

Iklan
Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | Meninggalkan komentar

Prestasi Dimas Ekky di Moto2 Eropa, CEV 2017


Dimas Ekky Pratama #20

Dimas Ekky #20 dan Remy Gardner dalam Moto2 GP Sepang Malaysia sudah berlalu. Kita kembali ke prestasi real dari pebalap kebanggaan Indonesia ini. Berbagai ajang balap sudah dilakoni Dimas, mulai dari balap lokal di kelas Supersport 600cc, Wilcard di ARRC juga di kelas SS600, gelaran Suzuka 8hours di Jepang dan tentu saja ajang balap Moto2 Eropa Campeonato de Espana de Velocidad (CEV) atau European Championship, Spanyol.

Poin klasmen sementara Moto2 Eropa CEV 2017

Gelaran CEV Moto2 2017 diikuti oleh 28 pebalap dari 19 negara berbeda. Seperti terlihat pada gambar di atas, Dimas Ekky menduduki urutan 6 klasmen sementara (championship standing) dengan perolehan 93 poin. Posisi puncak diisi Eric Granado, pebalap Brazil dari tim Promoracing dengan 201 poin. Sepeda motor (sasis bukan mesin) Dimas dan Eric, keduanya menggunakan Kalex. Dalam ajang Moto2 GP, Kalex juga mendominasi, termasuk sepeda motor Hafizh Syahrin #55 dan juara dunia Moto2 GP 2017, The Untouchable Boy, Franco Morbidelli.

Kembali ke Dimas Ekky di gelaran CEV Moto2 European Championship 2017. Prestasi Dimas Ekky di Moto2 Eropa ini tidaklah buruk. Oh iya, ajang CEV untuk tahun ini masih tersisa 1 serie

Awal CEV Moto2-Superstok 600cc Dimas

Coba tengok tahun sebelumnya. Bermula ikut ajang CEV tahun 2014. Saat itu belum membawa nama Astra Honda Racing Team (AHRT) tapi masih tim pribadi, Dimas Abirawa Star Racing dengan sepeda motor FTR. Dimas hanya ikut pada serie pertama di Jerez, kalo tidak salah hanya sebagai pebalap Wilcard dan berhasil finis urutan 11 dari 33 pebalap. 

Poin Dimas CEV 2015

Pada gelaran Moto2 CEV Tahun  2015, Dimas sudah masuk tim Astra Honda Team Asia (belum AHRT). Dan sepeda motor sudah menggunakan Kalex. Di tahun 2015, Dimas meraih posisi 13 klasmen dengan perolehan 29 poin, dari total 11 balapan (race). Itupun Dimas hanya dapat poin dari 5 race saja, 6 race lainnya no poin.

Poin Dimas di Cev 2016

Selanjutnya tahun 2016, bersama Astra Honda Racing Team (AHRT) dan sepeda motor Kalex, Dimas semakin memperbaiki posisi dengan menduduki urutan 7 klasmen dengan poin 66.

Prestasi terbaik Dimas Ekky, podium 3 CEV Barcelona

Dari tahun 2014 sampai tahun 2017, bisa dilihat, bahwa prestasi Dimas Ekky Pratama di ajang CEV Moto2, semakin membaik. Lihat tahun 2017. Posisi 6 klasemen sementara dengan 93 poin dan masih tersisa satu serie di Valencia. Prestasi terbaik, naik podium juga diraih tahun ini, yaitu podium 3 di race pertama, serie Barcelona-Catalunya. Ya, di tiap serie, memang ada yang terdiri 1 race dan 2 race.

Jadwal CEV 2017 serie terakhir

Semoga seri terakhir 19 November di Sirkuit Ricardo TomO, Valencia yang cuma 1 race, Dimas Ekky Pratama dapat meraih poin terbaik. Dan memperoleh peluang untuk turun di grand Prix. Aamiin

Dipublikasi di Balap Eropa | Tag , , | 2 Komentar

Dimas Ekky, Remy Gardner dan Generasi Bullier


Remy Gardner on Instagram

Dimas Ekky Pratama sedang jadi pembahasan hangat di kalangan pemerhati balap roda dua, khususnya ‘para pemerhati dadakan’. Pasalnya, pebalap asuhan Astra Honda Racing Team tersebut didaulat menjadi pebalap pengganti Jorge Navarro, rider tim Federal oil Gresini Moto2 GP,  di seri Sepang, Malaysia.

Euforia jelang race begitu gempita, Dimas Ekky digadang-gadang mampu memberikan kejutan dengan prestasi gemilang di debut perdana balap GP.

Start dari grid 28, Ekky berhasil merangsak ke posisi 12 dalam beberapa lap saja. Sayang, saat lap 18, Ekky terpental, dan terpaksa tidak bisa menyelesaikan race. Ekky menjadi korban, tertabrak pebalap di belakangnya yang crash. Terkesan, Ekky ‘disleding’ pebalap lain. Silahkan tonton video crash antara Dimas Ekky dan Remy Gardner berikut.


Adalah Remy Gardner, pebalap asal Australia dari tim Tech3, yang crash dan ‘menghantam’ Dimas Ekky yang tepat berada di belakangnya, saat bersiap melakukan cornering.

Dari kejadian tersebut, akun Instagram Remy Gardner diserbu fanboi ‘buta’ Indonesia. Aneka bully menerpa akun Remy, memojokkan, menyalahkan aksi Remy yang berujung gagalnya Ekky sampai garis finis. Ada yang menyatakan Remy terlalu memaksakan kehendak untuk menyalip Ekky dari dalam tikungan. 

Kaum Bullier berkumpul, meski banyak juga komentar Indonesia yang mencoba memberikan pengertian, tapi yang terjadi justeru saling bulli. Bahkan tidak ketinggalan komentar dari instagramer negeri Jiran Malaysia yang memang kerap saling menghina dengan komentar dari Indonesia di berbagai event. Seolah musuh bebuyutan. Baik di sepak bola, arrc, ketenagakerjaan dan lain sebagainya. 

“It was a bad end to a really challenging weekend. I made a good start and the first two laps were incredible as I went from 25th to 11th in the course of about ten corners. Everything was looking positive, but then there was another rider in front and I underestimated how slow he was. I think he knew I was behind him before he turned in, yet he chopped my nose, we touched and then I fell. It was really unlucky but what else can I say.”

Mungkin statement Remy Gardner di atas juga memicu polemik tersendiri. Seolah menyalahkan, menganggap Ekky lupa bahwa ada dia di belakangnya.

Terlepas dari itu semua, budaya bulli seolah sudah menjadi salah satu sifat generasi bangsa ini. Khususnya di sosial media, saling bulli, mencela sesama seolah menjadi ‘makanan’ sehari-hari. Seolah tidak asing lagi, tidak ada thread ataupun berita yang tidak mendatangkan kaum Bullier. 

This is one of the reason why Indonesia can’t reach a better position in any kind of sport…the mentality of the fans is so f*cking low…if any indonesian athletes going internasional, their goin crazy and blind by the fact if something bad happen to their athletes..their always blame others even if they dont know the fact because they blinded by overproud “nationality”…they dont realize if that things will make Indonesia names bad for the others country…seriously, if this things continue, than its better for Indonesia dont join any internasional even till the fans know how to maintain their mentality

Statement di atas adalah salah satu komentar instagramer di Instagram Remy Gardner. Gambaran yang disematkan bagi generasi negeri pertiwi saat ini. Nasionalisme yang kebablasan. Mengedepankan emosi sesaat yang akhirnya menyuguhkan kebodohan kepada bangsa lain. Mempertontonkan sikap kekanakan yang mudah diprovokasi. 

Semoga generasi kita semakin dewasa dan mampu bersaing, berpikir dan berpendapat secara sehat. Termasuk saya tentunya. Semoga Dimas Ekky dapat kesempatan lagi untuk tampil di ajang grand prix. Aamiin.

——————————

Baca juga: 

Dipublikasi di Balap Asia, Moto GP, Ngeblog | Tag , , | 1 Komentar

Dimas Ekky Start dari Grid 28, Moto2 GP Sepang 2017


Dimas Ekky Pratama #20, terpuruk di atas juru kunci.  Sebelumnya saya sudah mengulas kans Dimas Ekky  di Moto2 Grand Prix Sepang 2017, mengacu dari berbagai hasil balap,  termasuk membandingkan dengan pembalap tuan rumah,  Hafizh Syahrin #55 

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Balap Asia, Moto GP, motorcycle | Tag , , | 1 Komentar

Rangka Tralis Honda CB150R Patah, dan Solusinya


titik rawan truss frame cb150r

Rangka Tralis CB150 patah ? Rangka t russ Frame, yang lebih dikenal sebagai rangka tralis dari Honda CB-150R, pada awal jelang kemunculannya, cukup bikin heboh. Menimbulkan berbagai gonjang-ganjing di dunia maya, khususnya blogsphere roda dua tanah air. Saya sempat ‘nyicip’ di awal kemunculannya, bukan pinjaman ATPM, tapi kawan saya yang meminangnya. Oh iya, kisah lucu dari si CB ini, karena lebih sering mobilitas di Ibukota, sehingga, gigi percepatan 6 dari si CB150R jarang dipakai, pengin jual gigi 6 nih, kelakarnya.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , | 5 Komentar

Dimas Ekky VS Hafizh Syahrin di Moto2 Sepang 2017


Pebalap asuhan Astra Honda Racing Team (AHRT), Dimas Ekky Pratama, Pebalap Indonesia ini resmi ditunjuk Gresini Racing sebagai pengganti Jorge Navarro, yang harus absen karena ligamen robek pada jari keempat tangan kirinya.

Dimas Ekky Federal oil Gresini Moto2 tim (source: motorsport.com)

Kendati hanya berstatus pebalap pengganti, tampilnya Dimas tetap merupakan momen bersejarah bagi Indonesia. Setelah nama M. Fadli, Doni Tata dan Rafid Topan, kini ada satu lagi pembalap Tanah Air di balap motor Grand Prix.

Bagaimana kans Dimas Ekky di ajang grand Prix kelas Moto2 Sepang Malaysia 2017 ini? Dari judul saya coba bandingkan dengan sesama pebalap Asia Tenggara, yaitu pebalap tuan rumah, Hafizh Syahrin #55 (Saya abaikan Khairul Idam Pawi, karena prestasinya jauh di bawah HS|55). 

Mengapa saya membandingkan  Dimas Ekky Pratama dengan Hafizh Syahrin? Berikut analisa saya.

  1. Syahrin pernah satu ajang balapan dengan Dimas. Yaitu saat ajang CEV Moto2 atau Moto2 Eropa. Tepatnya pada serie pertama di Albacete Spanyol. Saat itu Syahrin ikut sebagai pebalap Wilcard dan meraih podium pertama padahal dari starting grid 6, sementara Dimas Ekky yang memulai dari starting grid 2, finish pada urutan 6. (CEV Moto2 Albacete 2017, Dimas Ekky finis urutan 6, Syahrin podium pertama)
  2. Syahrin yang mampu meraih podium 1 di ajang CEV Moto2 Albacete, ternyata kerepotan di ajang Moto2 grand Prix, meski sempat meraih 2 kali podium 3, dan keduanya saat track basah, bahkan cuaca hujan. Jika cuaca cerah, Syahrin kerap keteteran, bahkan untuk meraih 10 besar sekalipun.
  3. Prestasi terbaik Dimas Ekky di ajang Moto2 CEV adalah podium 3 yaitu saa seri Catalunya (CEV Moto2 Catalunya , Dimas Ekky podium 3))
  4. Hasil latihan bebas sesi pertama atau free pratice 1 di Sepang, pagi ini, Dimas Ekky meraih posisi 29 alias juru kunci, sedang Syahrin ada di urutan 12 dan Khairul Idam Pawi urutan 27, sedang pebalap Jepang, rekan 1 tim Idam Pawi, Takaaki Nakagami berada di urutan 4.
  5. Moto2 grand Prix adalah ajang pebalap berbakat bisa dibilang berbeda atmosfer dengan balapan lokal semacam ARRC dan Moto2 Eropa. Bahkan Rafid Topan yang pernah turun di ajang grandprix, tidak mampu memberikan hasil terbaik saat turun sebagai Wilcard di ARRC Sentul. (Rafid Topan bukan lawan Gerry Salim)

Dari point-point di atas, saya tidak berharap banyak dengan hasil yang mungkin diraih Dimas Ekky di Moto2 Sepang 2017 ini. Sama seperti yang diungkapkan Dimas 

“Saya juga tidak ingin terlalu berekspektasi tinggi, karena ini kejuaraan Grand Prix. Tapi saya punya feeling bagus untuk akhir pekan ini.”

Meski demikian saya tetap berharap agar Dimas Ekky mampu meraih hasil maksimal, sehingga namanya makin dikenal, dan dilirik tim balap internasional. Semoga mampu memberikan kejutan kayaknya Galang Hendra di ajang Supersport 300 yang podium pertama meski hanya sebagai pebalap Wilcard. Aamiin

Dipublikasi di Balap Asia, motorcycle | Tag , , | 2 Komentar

Moto2 Motegi 2017, Syahrin Kembali Berjaya


Hasil Moto2 Motegi 2017 cukup menggembirakan, karena pebalap Asia Tenggara berhasil naik podium. Yaitu Hafizh Syahrin dari tim Petronas Raceline Malaysia. Wet Rider, mungkin julukan yang cukup tepat bagi Hafizh Syahrin HS|55, pebalap moto2 asal negeri Jiran, Malaysia.

HS|55 di Moto2 Motegi 2017 (photo: FB official Hafizh Syahrin)

Ini adalah kali kedua, Syahrin podium sepanjang karirnya di Moto2 WorldGP. Dan keduanya dalam race dengan cuaca hujan. Keduanya juga meraih hasil Podium 3. Podium 3 pertama diraih di Misano, Spanyol, dalam balapan yang diguyur hujan, hampir selama race. Demikian juga pada balap hari ini (siang, 15 Oktober 2017) di Twin Ring, Motegi, Japan. Hujan mengguyur setelah race dimulai dalam cuaca mendung. 

Oh iya, hasil race Misano hari ini juga berubah, setelah ada keputusan FIM yang mendiskualifikasi peraih podium 1, Dominique Aergerter karena menggunakan minyak diluar regulasi FIM (baca: Moto 2 Misano 2017, Podium 1 Dominique Aergerter diskualifikasi Karena ‘Bensin Oplosan’). Hal tersebut semakin menambah ‘pundi-pundi’ point bagi Syahrin. 

Xavi Varge #97, Alex Marquez #73 dan Hafizh Syahrin#55 (ki-ka podium moto2 motegi 2017)

Hasil Moto2 seri Motegi Jepang 2017 dimenangi oleh Alex Marques #73 di podium 1, diikuti Xavi Verge #97 dan Hafizh Syahrin #55. 

Syahrin memulai balap dari starting grid 6 ternyata terbukti cukup konsisten di lintasan basah, berhasil bertahan dan memperbaiki posisi hingga finis. Sedangkan sang Untouchable Boy, Franco Morbidelli #21 yang memulai dari starting grid 15, harus puas di posisi 8. Sementaranya sang pole position Motegi, pebalap tuan rumah, Takaaki Nakagami #30 harus puas finis urutan 6. Pebalap negeri Jiran lainnya yang satu tim dengan Takaaki Nakagami di Idemitsu Honda Asia, yaitu Khairul Idam Pawi #89 yang start dari juru kunci 33 berhasil finis pada urutan 23. Lumayan, karena Idam Pawi jarang finis.

Sumber : motogp.com

Dipublikasi di Moto GP, motorcycle | Tag , , | 1 Komentar

Moto 2 Misano 2017, Podium 1 Dominique Aergerter diskualifikasi Karena ‘Bensin Oplosan’


Moto2 Misano 2017 sudah berlalu, sudah terlewat 2 seri, yaitu seri Aragon dan Motegi (siang tadi). 

Podium Moto2 Misano 2017, (kika) Dominique Aergerter, Thomas Luthi dan Hafizh Syahrin (pict : Motorsport.com)

Race moto2 Misano, dimenangi oleh Dominique Aegerter di podium pertama, disusul Thomas Luthi di posisi 2 dan Hafizh Syahrin di posisi 3. Podium Dominiq ini merupakan kemenangan pertama tim Kiefer Racing, tapi sayang, dia harus menelan pil pahit, setelah hasil tersebut dibatalkan oleh FIM, kerana FIM mendakwa Dominic Aegerter dan timnya telah menggunakan bahan bakar diluar spesifikasi yang ditetapkan FIM. Keputusan rasmi telah dikeluarkan ini berarti satu-satunya kemenangan yang dimenangi oleh pasukan tersebut sepanjang musim ini hilang.

Dengan pembatalan kemenangan tersebut, otomatis Thomas Luthi naik sebagai pemenang podium pertam di Misano, diikuti rider Jiran, Hafizh Syahrin di posisi ke-2, dan Francesco Bagnaia podium ke-3. Dengan ini semakin menambah point’  bagi Hafizh HS|55.

Thomas Luthi juga semakin naik pointnya, selisih 19 point di belakang Franco Morbidelli. Ternyata pembatalan hasil race semacam ini juga pernah menimpa rider Itali, Mattia Pasini atas penggunaan minyak diluar spesifikasi sesuai regulasi FIM.

Saya juga belum paham, apakah oil di sini berarti bahan bakar atau oli mesin. Atau bensin oplosan, campur oktan boster? Coba cek berita dari Motorsport.com berikut

However, a statement issued on Sunday evening in Motegi stated that Aegerter has been disqualified from the race as “he was found to be using an “oil” outside the FIM Moto2 specifications” in a post-qualifying technical check.

Aegerter attended a stewards’ hearing at Aragon after two “fuel” samples were found to be illegal, and did likewise in Motegi, where his sanction was handed to him.

Dominique Aergerter #77 dan Thomas Luthi #12

Pertama disebut “oil” tapi di paragraf berikutnya disebut “fuel”. Kalo diterjemahkan, kurang lebih sebagai berikut :

Namun, sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu malam di Motegi, menyatakan bahwa Aegerter telah didiskualifikasi dari balapan karena “dia ditemukan menggunakan “minyak” di luar spesifikasi Moto2 FIM” dalam pemeriksaan teknis pasca kualifikasi. Aegerter menghadiri sidang pramugara di Aragon setelah dua sampel “bahan bakar” ilegal ditemukan, dan melakukan hal yang sama di Motegi, di mana dikenakan sanksi kepadanya.


Sumber : motortvmy.com dan motorsport.com

Dipublikasi di Moto GP, motorcycle | Tag , , | 2 Komentar

Solusi Reflektor Meleleh, Pasang Lampu Sorot LED Vario 125


Saya pernah berkisah, eh menceritakan maksudnya. Tentang reflektor lampu utama Honda Vario 125 yang meleleh dan membuat arah sorot sinar lampu tidak sama dengan sebelahnya, terlalu ‘ndangak’ (klik Bohlam Vario tidak Awet dan Reflektor Meleleh). Sehingga, bohlam saya copot dan hanya memakai penerangan sebelah saja.

Seiring berjalannya waktu, saya merasa perlu penerangan lebih pada beberapa ruas jalan yang saya lewati. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | 3 Komentar

Pangkalan Ojek baru di Stasiun Bekasi Timur


Stasiun Bekasi Timur, stasiun megah yang baru saja diresmikan oleh menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi, pada Minggu 08 Oktober 2017 kemarin. 

Stasiun Bekasi Timur sebelum diresmikan

Peresmian sekaligus pemberlakuan jalur baru KRL Bekasi – Cikarang. Jadi, sekarang KRL tidak hanya sampai stasiun Bekasi (Bulan-bulan) tapi sudah sampai Cikarang (Kabupaten Bekasi). Artinya pengguna KRL semakin membludak, karena yang awalnya naik kendaraan pribadi, akan beralih ke KRL, khususnya pengguna jalan sekitar Tambun sampai Cikarang, bahkan mungkin Karawang. 

Pangakalan Ojol di sekitar stasiun palmerah (Sindonews)

Adanya stasiun baru ini, dan juga berlakunya KRL hingga Cikarang, berarti penambahan titik pangkalan ojek yang menjajakan jasanya bagi para penumpang KRL. Yang baru pasti di Stasiun Bekasi Timur tersebut, sedang di stasiun berikutnya (Tambun, Cibitung dan Cikarang) kemungkinan, armada ojek akan bertambah, alias pangakalan makin sempit oleh bertambahnya jumlah ojek yang mangkal.

“Lho, memangnya masih ada Ojek Pangkalan atau biasa disebut Opang?”

Saya tidak bicara ojek pangkalan, tapi pangkalan ojek, alias tempat mangkalnya tukang ojek. Tukang ojek, tentu bisa ojek konvensional (Opang) dan tentu saja ojek online (ojol). Keduanya tetap perlu pangkalan. 

“Memangnya ojek online perlu pangkalan juga?”

Dulu, saya menganggap, adanya ojek online, dapat menggusur pangkalan ojek, minimal mengurangi, khususnya di titik-titik yang membuat lalin semakin krodit. Ternyata saya salah, ojek online tetap punya pangkalan, bahkan semakin menjamur dan membludak. 

Yang paling mudah ditemui adalah di pinggir jalan (masih di badan jalan) sepanjang stasiun kereta. Yang saya jumpai adalah di jalan sekitar Stasiun Kranji, Stasiun Bekasi (bulan-bulan), pertokoan (per’mall’an) Sunter dan Boulevard Kelapa Gading. Didominasi jaket hijau menghiasi pinggiran jalan (trotoar dan sebagian pinggir badan jalan).

Hal ini (ojol yang mangkal), bertolak belakang dengan bayangan/pikiran saya, saat munculnya ojol, yaitu mereduksi titik lalin yang macet, menyempit karena opang yang berebut mencari penumpang. Ternyata, titik pangkalan ojek justeru bertambah. 

Hal tersebut (ojol mangkal), karena di titik pangkalan tersebut memang paling mudah mencari penumpang. Misal penumpang yang baru mau turun dari KRL, sudah order ojol lewat aplikasi dari dalam gerbong jelang berhentinya kereta, atau jelang turun kereta. Gabungan antara penumpang KRL yang keluar mengunakan sepeda motor dari parkir stasiun (sebagian pengguna KRL menitipkan sepeda motornya di parkir stasiun atau sekitar stasiun) dan ojol yang menjemput orderan. Sempurna.

Adanya stasiun Bekasi Timur, yang posisinya cukup dekat dengan terminal kota Bekasi dan perempatan Bulak Kapal, berada di antara titik kumpul kendaraan. Diapit oleh jalan sekitar terminal (yang ramai angkutan umum dan pedagang) dan perempatan Bulak Kapal yang hampir selalu krodit, lebih krodit lagi di jam pergi dan pulang kerja. Jadi, dalam bayangan saya, Stasiun Bekasi Timur seolah menyatukan dua titik macet. 

Tapi, tentu saja, saya menyambut gembira dibukanya stasiun dan jalur KRL baru, semoga kedepannya bisa dibangun KRL hingga stasiun Karawang atau bahkan Purwakarta. Sehingga mampu mengurai simpul macet, karena sebagian pengguna jalan, masih sulit didikte oleh waktu, jadwal KRL. Khususnya pesepeda motor. Jujur, waktu tempuh menggunakan sepeda motor, jauh lebih masuk akal dan flexible, dibanding menggunakan gabungan KRL dan angkutum.
———-

Posted from Caben Hall (Raker), use MiNotnot

Dipublikasi di angkutan umum, Sekitar Kita | Tag , | 2 Komentar