Pemudik dihimbau batal Mudik, karena bikin Macet dan Rawan Kecelakaan


Pemudik dihimbau membatalkan mudik, karena rawan macet dan kecelakaan lalu lintas 


Pernyataan di atas hanya statement palsu, hanya berandai-andai, bukan pernyataan pejabat manapun. Saya baca di Timeline Facebook kawan saya. Mungkin pikiran ini tercetus karena sekarang ini banyak pernyataan yang membunuh masalah, bukan menyelesaikan masalah. 
Misal, karena harga Tarif Dasar Listrik (TDL) dan BBM naik. Seiring dicabutnya subsidi listrik dan BBM. Ada pernyataan (mungkin gurauan), 

bagi yang keberatan dengan tarif Listrik, silahkan pakai genset atau lampu teplok saja

Bagi yang keberatan dengan harga BBM, silahkan nggowes sepeda onthel 

Bagi yang tidak suka dengan pemerintahan yang ada, silahkan pindah kewarganegaraan.

Dst

Bahkan terkait plagiarisme, bisa dimaafkan karena semua orang juga pernah melakukan plagiarisme. Atau dikembalikan ke penanya, “tulisanmu juga banyak yang ambil gambar tanpa ijin kang!”. Apakah, nantinya korupsi akan dimaafkan begitu saja, karena yang lain juga melakukannya. Serta kejahatan lain

Jadi bukan jawaban solutif yang diberikan, tapi penghakiman dan cacian. Dan seolah, era sosial media saat ini, menjadi ajang saling menyalahkan dan caci maki. Menutupi kesalahan pihak tertentu dengan mengorek kesalahan pihak lain. Mengobati luka diri sendiri dengan melukai pihak lain, sehingga sama-sama terluka dianggap obat dan menyelesaikan masalah. Borok ditutup borok. Dan seterusnya. 
Sampai di sini saya berpikir, lebih baik saya diam. Bukan netral. Tapi lebih sebagai penonton. Bisa dianalogikan kalo dalam pemilu adalah golongan putih atau golput. Seolah golput adalah pilihan terbaik. Karena “Politics ini your head”

Apakah ini (golput) suatu sikap yang baik dan benar?

Ada sebuah kisah yang menyadarkan dan menginspirasi saya menulis artikel ini. Kisah imaginasi yang saya tonton barusan dibawakan pembawa acara Syair dan Syiar TVRI. Saya tidak tahu nama pembawa acaranya. Kisah itu kurang lebih sebagai berikut.

Pada suatu kerajaan, Sang Raja akan mengadakan pesta, dan mengundang seluruh rakyatnya. Seluruh rakyat yang hadir diwajibkan membawa sekendi madu. Nantinya, madu itu dituang ke kuali besar. Semua rakyat hadir dihimbau menuang madu bawaannya langsung ke kuali yang disediakan.

Salah seorang rakyat yang miskin dan tidak memiliki madu, sebut saja si Fulan, berpikir, “semua masyarakat bawa madu, kalo saya membawa air, tentu tidak akan ketahuan”. Maka iapun membawa sekendi air, dan dengan hati-hati menuangnya sesampai tempat pesta raja, agar tidak ketahuan.

Setelah dirasa semua masyarakat berkumpul, serta menuang madunya. Sang raja menyuruh pengawal membuka kuali berisi madu dan segera memulai pesta. Tapi apa yang terjadi? Ternyata, kuali tersebut hanya berisi air semata. Tidak ada madu sedikitpun.

Dari sini disimpulkan, bahwa semua masyarakat berpikir sama dengan si Fulan. Sehingga semua membawa air, bukan madu seperti yang diperintahkan. Hal ini karena semua beranggapan, bahwa, masyarakat lain sudah membawa madu, jadi tidak mengapa, jika satu orang membawa air. Yang penting tidak ketahuan saat menuang ke kuali pengumpul.

Apatis, golput, seolah bisa dianalogikan seperti si Fulan dan masyarakat yang berpikiran sama. Saat semua melakukan hal tersebut, karena beranggapan bahwa apa yang dilakukan tidak berimbas apapun, toh yang lain sudah banyak melakukan pro atau kontra dengan suatu aturan. 

Layaknya dakwah, bukan hanya milik kyai, ustad dan guru semata. Tapi dakwah adalah milik semua umat. Maka sampaikanlah walau satu ayat. Mengkritisi kebijakan atasan, seseorang, pemerintah bukan tugas segelintir orang, anggota DPr misalnya, tapi segenap warga negara juag berkewajiban mengingatkan dengan mengkritisi. Jika kebijakan tersebut memang dianggap menyimpang dan pengingkaran janji. Bukan sekedar menyelamatkan diri sendiri, tapi juga si pembuat kebijakan.

Lantas sampai kapan kondisi pro kontra, menyalahkan, saling caci dan “bullying” berlangsung, jika semua terus pro kontra dengan suatu kebijakan (pemerintah), kejadian menyimpang dan semacamnya? Sampai putih itu nyata di atas hitam.

——————————————-


وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ اللهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللهُ ۗ إِنَّ اللهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ﴿التوبة:٧١

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (

Pengampunan (At-Tawbah:71)


لَّا خَيْرَ فِى كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَىٰهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلٰحٍۭ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا :١١٤

Wanita (An-Nisā’):114 – Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

 Hadits Abu Sa’id Al Khudriy radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

«مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلَسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ»

“Barangsiapa di antara kalian yang melihatkemungkaran maka hendaknya ia merubahnya dengan tangannya, jika ia tidak mampu maka dengan lisannya, jika ia tidak mampu maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim) dikutip dari hisbah.net

Iklan
Dipublikasi di Sekitar Kita | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Selebrasi Dimas Ekky Cukup Air Putih, Moto2 Eropa Catalunya 2017


Podium balap Moto2 Eropa CEV Repsol 2017 seri 2, yang digelar di Circuit deBarcelona Catalunya, Spanyol kembali menarik perhatian pemirsa tanah air, termasuk saya. 

Sama halnya saat pebalap Malaysia, Hafizh Syahrin HS|55 memenangi serie pertama balap Moto2 Eropa di sirkuit Albacete, yaitu selebrasi yang berbeda. Syahrin tidak pakai sampanye.

Begitu juga dengan Dimas Ekky #20, jika pebalap lain menyanding botol sampanye besar, Dimas Ekky cukup air putih (nampak seperti air mineral). Atau mungkin minuman bersoda. Tapi yang jelas botolnya bening tanpa emblem apapun. Sedang pebalap lain menyanding botol sampanye dengan emblem Freixenet. Yang merupakan minuman sampanye, original partner balap otomotif, termasuk MotoGP. 

Bahkan saat pebalap lain mulai selebrasi, Dimas Ekky (sama halnya dengan Syahrin) memilih menjauh, agar tidak terciprat sampanye yang menyembur dari botol yang dikocok. 

Ekky juga tidak mengambil minumannya yang nampak seperti air mineral. Mungkinkah dia puasa? Bisa jadi. Bagi yang penasaran, silahkan tonton videonya di canal YouTube CEV Repsol.


يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنصَابُ وَالْأَزْلٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ﴿المائدة:٩۰

Jamuan (Al-Mā’idah):90 – Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.


إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطٰنُ أَن يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدٰوَةَ وَالْبَغْضَآءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَن ذِكْرِ اللَّـهِ وَعَنِ الصَّلَوٰةِ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّنتَهُونَ ﴿المائدة:٩١

Jamuan (Al-Mā’idah):91 – Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).
Semoga berkah. #MoslemPower

Dipublikasi di Balap Asia, Moto GP, motorcycle | Tag , , | Meninggalkan komentar

Hasil Balap Moto2 Eropa (CEV Repsol) Catalunya 2017, Dimas Ekky Podium 3


Hasil lengkap, final Result balap roda dua Eropa, CEV Repsol, sebagai jenjang ke balap paling bergengsi, MotoGP (Road to motoGP) masuk gelaran kedua untuk Moto2, hari ini memberikan kabar gembira bagi penggemar balap kuda besi di tanah air.

Hasil balap Moto2 Eropa, Dimas Ekky #20, pebalap gemblengan Astra Honda Racing Team berhasil meraih hasil terbaik, finis podium 3. Podium 1 diraih pebalap tuan rumah, Ricky Cardus #88 dan podium 2 diraih Eric Granado #51, pebalap Brazil.

Dimas Ekky beberapa lap berada di posisi 4 pada grup 3, dengan jarak yang cukup jauh dari posisi 1 dan 2. Berada di belakang Stevan Odendaal #44. 
Akhirnya, 2 lap jelang finis, Dimas Ekky berhasil​ menyalip Stevan Odendaal dan berada pada posisi 3 hingga akhir balapan. Sebagai catatan, juara CEV Repsol Albacete, Hafizh Syahrin HS|55 tidak ikut dalam ajang Catalunya ini.

Berikut hasil lengkap (Final Results) balap Moto2 Eropa CEV Repsol Catalunya Spanyol 2017

Dipublikasi di Moto GP, motorcycle | Tag , , | 2 Komentar

Aerox vs Vario125, Siapa Unggul? (Review Oleh Juragan LED)


Yamaha (YIMM) memang cukup berani, masif menggelontorkan produk big scooter matic. 

Setelah Sukses dengan N-Max, yang bergenre tourer (imho), tidak lama diteruskan dengan Aerox 155 yang bergenre sport. Dan lagi-lagi memikat penggemar roda dua tanah air.
Kalo Honda Vario125, saya hampir tiap hari mengendarai buat riwa-riwi, mobilitas kerja, tapi Aerox, saya baru memandang saja.

Nah kebetulan, bro Fahri Gunawan si juragan LED belum lama meminang si Aerox ini. Kebetulan, bro Igun, biasa disapa, juga terbiasa mobilitas dengan Honda Vario 125 di (old version). Maka si bro bisa mereview (membandingkan) pemakaian keduanya. Berikut perbandingan pemakaian antara Yamaha Aerox 155 vs Honda Vario, saya copast dari Time Line FB bro Igun tanpa editan

Kebiasaan bawa vario bgitu bawa Aerox :

1. Ngisi Bensin Buka Jok nyariin Dimana tangkinya aerox

2. Ada poldur main hantem aja,  naik Aerox jujur ajah kaga enak,  lbh enak make vario Hantem2an ama poldur. Aerox Bunyinya Bletak Kaya Ada Apaan atuh,  Kl vario bunyi gubrak2 box doank

3. Aerox Mentok Jarak main shock pendek kaga enak bgt,  Kl vario bawa bebannya Berat Suka gasruk ama poldur Saking pendeknya GC vario

4. Aerox bawa bebannya Berat,  bunyi cvtnya dimangkoknya,  namun make vario Aman Jaya.

5. Joknya empuk Aerox, vario Agak keras

Udah bgitu aja

6. Starter sama2 kaga bunyi cekekek cekekek alias alus

7. Kl bawa bebannya Banyak Jauh lbh enak vario karena Dek tengah datar, Dan cvt kaga bunyi2

Ternyata, menurut bro Igun, Vario unggul banyak hal dibanding Aerox. Menurut saya, Aerox tetap lebih keren. Bagaimana menurut anda?

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , | 3 Komentar

Tak Sekedar Lapar 


Lapar? Makan dan kenyang. Tapi kadang lapar tidak sesederhana itu. Ada nilai yang dikandung dalam menahan lapar. Bukan sekedar menahan diri dari tidak makan, tapi banyak hal  lain yang perlu dihindarkan dari menahan lapar tersebut. 

Lapar bukan kelaparan. Ramadhan tidak lama akan hadir. Semoga kita bisa bertemu dengan bulan istimewa tersebut. Meski orang celaka bukanlah orang yang tidak bertemu dengan bulan Ramadan. Tapi berjumpa dengan Ramadhan merupakan kebahagiaan yang dinanti tiap mukmin.

الصَّحَابَةُ : أَمَّنْتَ يَا رَسُوْلَ اللَّه قَالَ : جَاءَنِيْ جِبْرِيْلُ فَقَالَ :بُعْدًا لِمَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْلَهُ قُلْتُ : آمِيْن فَلَمَّا رَقَيْتُ الشَّانِيَةُ قَالَ بُعْدًا لِمَنْ ذُكِرتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ قُلْتُ : آمِِيْن فَلَمَّا رَقَيْتُ الشَّالِشَةَ قَالَ بُعْدًا لِمَنْ أَدْرَكَ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُدْخِلاَهُ الْجَنَّةَ قُلْتُ آمِيْن

Sesungguhnya Nabi mengucapkan amîn sebanyak tiga kali tatkala Jibril berdoa. Para Sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Engkau telah mengucapkan amîn”. Beliau menjawab: “Jibril telah mendatangiku, kemudian ia berkata: “Celakalah orang yang menjumpai Ramadhan lalu tidak diampuni”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki tangga mimbar kedua maka ia berkata: “Celakalah orang yang disebutkan namamu di hadapannya lalu tidak mengucapkan salawat kepadamu”. Maka aku menjawab: “Amîn”. Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata: “Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua berada di sisinya, lalu mereka tidak memasukkannya ke dalam surga”. Maka aku jawab: “Amîn”. Sumber almanhaj.or.id

Orang yang celaka adalah orang yang bertemu dengan bulan Ramadhan tapi tidak mendapat ampunan Allah SWT di dalamnya. Karenanya perlu persiapan sedini mungkin, atau keseriusan sebelum masuk bulan Ramadhan. Layaknya keseriusan seorang anak yang belajar karena esok akan ujian.

Selanjutnya, orang yang celaka, adalah orang yg tidak bershalawat, saat mendengar nama Nabi SAW disebut.

Orang yang celaka adalah orang yang masih mendapati kedua orangtuanya, tapi tidak membuatnya masuk surga.

Keutamaan Bulan Ramadan:

Bulan Ramadhan adalah bulan sejuta kebaikan. Shg sahabat dan orang Shalihin terdahulu, mempersiapkan diri jauh sebelum Ramadhan.

1. Berpuasaa Ramadhan, menghapuskan dosa-dosa yang lalu. 

    مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

    Sumber: almanhaj.or.id

    Dari Abu Hurairoh Ra, Nabi, SAW bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.” (HR. Bukhari no. 38, 1910, 1802. Al Baihaqi, Syu’abul Iman no. 3459) 

    Dengan iman dan ihtisab, maksudnya, Yaqin bahwa puasa Ramadhan atas perintah Allah SWT dan ihtisab, penuh harap akan pahala dari Allah SWT. Sedang dosa yang lalu adalah dosa-dosa yang kecil.

    2. Diampuni dosa di antara Ramadhan ke Ramadhan berikutnya

    3. Dibuka pintu Surga, pintu Rahmat, pintu langit, ditutup Pintu Neraka dan syetan dibelenggu.

    Dari Abu Hurairah, RA, Rosul SAW bersabda, “Jika datang Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu Surga, ditutup pintu-pintu neraka dan syetan dibelenggu.” (HR Muslim)

    4. Buat Orang berpuasa akan dimasukan ke dalam surga melalui pintu Ar Rayan.

    Bulan Ramadhan juga disebut bulan Al Qur’an, karena di bulan inilah Al Quran diturunkan pertama kali. Memperbanyak baca Quran merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Imam Syafi’i bisa Khatam Al Quran 60 x dalam 1 bulan mulia tersebut. Masya Allah.

    Perbanyak Shodaqoh di bulan Ramadhan

    مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِشْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّا ئِمِ شَيْئًا

    “Barang siapa memberi buka puasa bagi orang yang puasa maka ia memperoleh pahala sepertinya, tanpa mengurangi pahala orang itu sedikit pun.” [HR. at-Tirmidzi dan dishahîhkan oleh al-Albâni] Sumber almanhaj.or.id

    Memperbanyak dzikir kepada Allah SWT. Dzikir “Subhanallah wabihamdihi Subhanallah hil’adzim” 

    ————————-

    Inspired : kuliah Duhur Baiturrahman, Ancol, Taman Impian, Senin, 22 Mei 2017 oleh Ust Taufiqurrahman, S Sos i.

    Dipublikasi di agama, Al-Quran | Tag , , | Meninggalkan komentar

    Andi Gilang Patah Tulang di Le Mans, Prancis


    Berita tentang pebalap Astra Honda Racing Team, Andi Gilang, yang akan unjuk gigi di sirkuit MotoGP, Le Mans, Prancis, begitu masif, beberapa hari jelang gelaran motoGP serie 3, 2017. 

    Berita andi gilang masif pra balap Le Mans

    Andi akan bertanding di serie 2 European GP Junior, CEV Repsol. Balapan kelas Eropa, yang identik, menjaring pebalap berbakat untuk bisa ikut di ajang kelas utama Moto3 worldGP. 

    Masih banyak lagi

    Saya juga berharap ada pebalap Indonesia yang ikut ajang balap dunia paling bergengsi tersebut. Bukan karena ikut-ikutan #NKRIhargamati , tapi biar kalo mengulas dan jadi tulisan, lebih semangat. Selama ini, saya menulis pebalap Malaysia, Hafizh Syahrin. Dia juara 1 CEV serie pertama di Albacete, Spanyol. HS|55, begitu biasanya kata ganti Syahrin ditulis, juga ikut ajang Moto2 kelas utama, worldGP. Dan selalu dapat poin. Di Le Mans di finish urutan 11, dari starting grid 22. 

    Andi gilang iztihar

    Kembali ke Andi Gilang. Saya berusaha streaming untuk mencari tahu hasil balap CEV Moto3 Eropa Le Mans, baik di channel YouTube CEV Repsol, maupun di web CEV. Hasilnya cuma nemu nama Andi Gilang di daftar hasil Qualifikasi Pracktice pertama. Wah, kecewa saya. Jadi ingat Lorenzo, yang begitu percaya diri karena podium di Serie 2, lantas ‘mingkem’ di serie Le Mans. Maklum, berita Andi Gilang pra balap Le Mans begitu heboh.
    Baru hari ini saya nemu web yang memberitakan, bahwa Andi Gilang gagal ikut race Moto3 Eropa CEV Repsol Le Mans Prancis, karena crash saat Qualifikasi Pracktice. 

    Andi Gilang mengalami cedera ketika memperebutkan posisi 10 besar dalam kualifikasi sesi pertama. Pebalap asal Bulukumba, Sulawewsi Selatan, tersebut terjatuh di tikungan ke 10.

    Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Astra Honda Racing Team, Andi Gilang langsung dibawa ke pusat medis Sirkuit Le Mans setelah insiden tersebut. Dia divonis mengalami cedera berat.

    Pebalap berusia 21 tahun tersebut didiagnosis menderita cedera patah tulang dan dislokasi metakarpal kelima pada tangan kirinya. Tak hanya itu, Andi Gilang juga mengalami cedera fraktur parsial metakarpal kelima pada tangan kanan.

    Akibatnya, cedera tangan kiri membutuhkan tindakan bedah. Dokter kemudian memutuskan kondisi Gilang tidak fit untuk balapan pada Sabtu (20/5/2017).

    Pada sesi pertama kualifikasi, Andi Gilang sempat melakukan 11 putaran. Dia membuat catatan terbaik 1 menit 56,526 detik. Sayangnya, dia tak mampu melanjutkan aksi impresifnya di Le Mans. (Bola.com)

    Sayang sekali, padahal pemerhati balap roda dua tanah air, berharap banyak pada Andi untuk bisa mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Semoga lekas sembuh dan bisa kembali ke lintasan.

    Dipublikasi di Balap Asia, Balap Eropa, Moto GP | Tag , , , | 5 Komentar

    Anak dan Kita


    Pernahkah pembaca memberi kepada seseorang, dan mendapat ucapan terimakasih? Demikian juga antara orang tua dan anak. Anak ke sekolah dapat uang saku dari orang tua. Terimakasih anak kepada orang tua. 

    Saat anak menginginkan sesuatu, minta ke orang tua, baik ayah maupun ibu. 
    Jika kecenderungan anak, misal ke ayahnya. Bisa jadi terimakasih anak hanya kepada ayah, jika hal ini berlarut tanpa penyeimbangan pengetahuan akan tauhid, bisa jadi segala sesuatu disandarkan kepada ayahnya, lupa bersyukur. Orang tua kadang hanya mengajarkan ‘terimakasih’. Misal dikasih uang sama kakeknya, orang tua akan bilang, “ucapan terimakasih dong sama kakek.” Lupa untuk mengucapkan, “Alhamdulillah.”

    Jadi, jangan lupa ajarkan kepada anak, akan:

    1. Mengajarkan Bersyukur

    وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا لُقْمٰنَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّـهِ ۚ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّـهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ ﴿لقمان:١٢

    Keluarga Luqman:12 – Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

    Saya sendiri kadang lupa, mengajarkan anak, untuk mengucap syukur atas pemberian orang. Cenderung fokus pada si pemberi, karena takut menyinggung atau dianggap tidak tahu terimakasih oleh si pemberi, padahal seharusnya saya lebih takut kalo anak sampai kufur akan nikmat Allah, Sang Pemilik Rezeki.

    2. Mengajarkan pentingnya menjauhi Kesyirikan

    وَإِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّـهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ ﴿لقمان:١٣
    Keluarga Luqman:13 – Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

    Kalo anak-anak merasa bahwa segala kebutuhan yang memenuhi adalah orang tua, ayah misalnya, jika tidak disisipkan keyakinan, tauhid, akan timbul efex samping. Menuhankan sang ayah, selama ada ayah, semua bisa dikabulkan, dituruti, dilakukan dan seterusnya.


    3. Pentingnya Nilai Pengorbanan


    وَوَصَّيْنَا الْإِنسٰنَ بِوٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِى وَلِوٰلِدَيْكَ إِلَىَّ الْمَصِيرُ ﴿لقمان:١٤

    Keluarga Luqman:14 – Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

    Pengorbanan, bahwa mereka dilahirkan tidak dengan mudah, dan bukan tanpa misi. Anak-anak harus diajarkan akan ketangguhan, kegigihan, sebagaimana, ibunya, saat melahirkan mereka. Bagaimana rasa sakit, perjuangan meraih sesuatu yang diinginkan.
    4. Dorongan Untuk Terus Berbuat Baik dalam Kondisi Apapun


    وَإِن جٰهَدَاكَ عَلَىٰٓ أَن تُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ۚ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ ﴿لقمان:١٥

    Keluarga Luqman:15 – Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

    Bahwa bergaul memang perlu batasan, tapi jangan sampai batasan tersebut membuat anak jadi kiper, dan justeru terjebak dalam taklid buta. Tahu sesuatu yang salah agar lebih mendalami arti kebenaran. Ibarat perjalanan, kadang tersesat dan sadar jalan pulang.


    5. Memotivasi Pentingnya Amal walaupun Kecil


    يٰبُنَىَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِى صَخْرَةٍ أَوْ فِى السَّمٰوٰتِ أَوْ فِى الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّـهُ ۚ إِنَّ اللَّـهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ ﴿لقمان:١٦

    Keluarga Luqman:16 – (Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

    Bahwa segala perbuatan ada pembalasan, termasuk amal. Paling mudah mengajarkan anak untuk mengisi kotak infaq. Memberi peminta sedekah pembangunan masjid dan semacamnya. Menyumbang pakaian tak terpakai yang layak ke korban bencana dan seterusnya. Atau uang jajan disisihkan untuk keperluan lain hari. 

    6. Mendirikan Shalat dan 7. Terlibat dalam Kegiatan Dakwah


    يٰبُنَىَّ أَقِمِ الصَّلَوٰةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَآ أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ ﴿لقمان:١٧

    Keluarga Luqman:17 – Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).

    Memang sulit menerapkan disiplin kepada anak kecil, kasuistik, karenanya, perlu penekanan bahkan pemaksaan, bahwa kewajiban harus dilaksanakan. Hal ini mampu mendorong akan kewajiban belajar karena esok hari akan ada ujian, misalnya.

    8. Tidak Berlaku Sombong


    وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّـهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ ﴿لقمان:١٨

    Keluarga Luqman:18 – Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

    Kesombongan kadang tidak sadar muncul, baru sadar saat hal tersebut sudah berlaku. Kecil, seperti riya’, sulit ditebak, tanpa sadar bahwa perkataan, perbuatan yang barusan, ada unsur riya’, sombong. Menahan perkataan dan tindakan, lebih baik, berpikir jernih sebelum melakukannya. Jauhkan anak dari pergaulan teman-temannya yang mudah berucap jorok, mencaci kawan sesukanya. Karena lingkungan begitu mudah mempengaruhi kejiwaan anak. Terbawa suasana pergaulan. Cukup kenalkan, bahwa hal itu ada, tidak baik.

    9. Mengajarkan Kesederhanaan

    وَاقْصِدْ فِى مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ ۚ إِنَّ أَنكَرَ الْأَصْوٰتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ ﴿لقمان:١٩

    Keluarga Luqman:19 – Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

    Sederhana, mengenalkan akan dunia sekeliling. Banyak anak yang tidak mampu jajan. Uang jajan kecil dan semacamnya. Kepemilikan barang itu didapat dengan keringat bercucuran, tidak asal ngomong lantas ada. Jadi ingat, anaku si jagoan, akan beli HP nunggu dapat dari THR lebaran nanti, karena bisanya dapat uang dari embahnya, uwa, bahkan ayahnya sendiri. 
    ———–

    Inspired: kajian Duhur masjid Baiturrahman, Ancol Taman Impian, oleh Ust Misbahul Anam, MA. Kamis, 18 Mei 2017.

    Dipublikasi di agama, Al-Quran | Tag , , | Meninggalkan komentar

    Pantai Tanjung Baru Karawang, Kumal


    Hari libur, Kamis 11 Mei 2017, libur nasional. Saya yang ikut meliburkan diri, mengikuti kemauan si bontot, serta si kembar, kakaknya tentu. Mengajak jalan-jalan. 

    Foto saat pulang, dari gerbang ini, terhampar sawah, jalan ‘goreng’ 3km menuju pantai

    Bakda Duhur kami berangkat, spontanitas saja, Ciparage atau Tanjung Baru, karena satu arah, jadi nanti saja menentukan. Mana yang ditemui lebih dulu, Karena keduanya belum pernah saya sambangi. Masih menggunakan kendaraan roda empat yang terbagi saling dua. Alias sepeda motor. 
    Dari rumah di Lemah Duhur (desa kecamatan Tempuran paling selatan, berbatasan dengan Pasir Kamuning, kecamatan Telagasari), kami menyusuri jalan Telagasari – Tempuran di pinggiran irigasi, sekira 9km (kalo dari jalan Syeh Quro sekira 14km), sampai perempatan Tempuran, ambil kanan menuju salah satu pantai yang lebih mudah ditemui. Oh iya, sebagian besar jalan Telagasari – Tempuran merupakan jalan cor beton, hanya di ujung, kurang lebih 2 km jelang Perempatan Tempuran, jalan masih aspal. Belok kanan di Tempuran, jalan sebagian besar aspal, jalan cor beton ada di beberapa titik, mungkin mengganti aspal yang sudah rusak parah, karena masih ada jalan aspal yang ‘super goreng’ alias rusak parah sepanjang 1,5km, kalo tidak salah jarak 1km sebelum plang signed Tanjung Baru. Plang yang terlewat karena kurang fokus, serta jalan yang baru pernah dilewati, berasa jauh, kok ga ada tanda-tanda pantai. Kami nyasar sekira 6km, melewati plang Tanjung baru sampai pertigaan Cilamaya – Cikampek. 

    Akhirnya kami balik kanan, setelah sekira 6km, akhirnya ketemu plang Pantai Tanjung baru yang tadi terlewat. Jalanan awalnya bagus, mulus, tapi tidak berapa lama berganti berlobang dan berdebu. Setelah agak ragu dibeberapa persimpangan, akhirnya nampak gerbang selamat datang di wisata Pantai Tanjung Paru. 

    Jalan rusak, persawahan dengan batas mangrove sebelum garis pantai

    Kumal. Itulah kesan pertama melihat gapura selamat datang tersebut. Kami dikenakan retribusi masuk sebesar 10ribu tiap sepeda motor. Kurang tahu kalo roda empat atau bus.
    Melewati gapura, disuguhi areal persawahan, dengan jalan rusak aspal yang lebih layak disebut sebagai jalan tanah, bahkan jalan setapak lebar barangkali. Anak saya beberapa kali protes menanyakan lokasi pantai, karena tidak nampak setelah beberapa ratus meter. 

    Terang saja, karena jarak dari gapura ke lokasi pantai sekitar 3km lebih, serta jarak persawahan yang sangat dekat dengan pantai, hanya dibatasi pepohonan bakau atau mangrove. 

    Titik pantai pertama yang kami temui sebelum gerbang area wisata, kotor 

    Sampai pantai benar-benar terlihat, kami sudah tidak Yaqin, apakah ini pantai layak buat berenang. Begitu kotor dengan air yang keruh. Tumpukan kulit kerang menghiasi sepanjang pantai, menyangkut di bawah pepohonan bakau. Bercampur sampah plastik dan barang lainnya. 

    Pantai berlumpur, ekosistem ikan tembakul (foto ikan dari wikipedia)

    Air laut keruh karena pasir pantai bercampur lumpur. Bahkan sulit disebut pasir, karena lumpur lebih mendominasi. Nampak ikan berkaki penghuni areal bawah mangrove. Di Wikipedia disebut Tembakul adalah jenis ikan dari beberapa marga yang termasuk ke dalam anak suku Oxudercinae. Ikan-ikan ini senang melompat-lompat ke daratan, terutama di daerah berlumpur atau berair dangkal di sekitar hutan bakau ketika air surut. Nama-nama lainnya adalah  timpakultempakulgelodokbelodokbelodog atau blodog, atau belacak (bahasa Melayu), gabus lautlunjat, dan  mudskipper (bahasa Inggris) disebut demikian karena kebiasaannya melompat-lompat di lumpur. Makanya sulit difoto, ‘giras’ melompat menggunakan sirip yang lebih mirip kaki. Tidak hanya diatas lumpur, diatas air tembakul juga melompat, lumayan, hiburan pengetahuan buat anak saya.

    Sepi dan tidak menarik

    Selanjutnya kami menuju areal rekreasi pantai yang biasa dikunjungi wisatawan, ada gapura yang tidak terawat. Areal berisi rumah makan dan warung yang menyajikan makanan sekedarnya. Sepi, mungkin karena bukan libur panjang. Kabarnya, kalo libur lebaran sangat ramai. Ironi, dengan suasana yang kumal.

    Main pasir lumpur dan kulit kerang

    Anak saya minta berenang, nampak beberapa wisatawan sedang bermain air di kejauhan, mengapung menggunakan ban dalam. Betul selain warung, ada juga warga yang menyewakan ban dalam untuk bermain air oantai. Air pantai di sini lebih bersih dibanding tempat si tembakul tadi. Pantainya sangat landai, jadi meski berada jauh dari garis pantai, tapi air sangat dangkal. Cocok buat anak-anak. Ombaknya kecil, ciri khas laut Utara Jawa. Kecuali musim baratan. Saya juga tidak memperoleh informasi, jika laut pasang apakah naik sampai tinggi. Kalo melihat pasang laut di pantai Utara Jakarta, apalagi bertepatan angin barat (baratan), jika hal tersebut terjadi di sini, air laut bisa menggenangi Persawahan, Karen jarak yang pendek dan landai. Antar garis pantai dan sawah berkisar 50meter, bahkan dibeberapa titik kurang dari 50meter.
    Di warung-warung sekitar pantai juga menyediakan kamar bilas. Sekali bilas untuk satu orang dikenakan biaya 3ribu rupiah. Andaikan dirawat dengan baik, pantai Tanjung baru cukup bagus sebagai daya tarik wisatawan, perpaduan pantai yang  1 landai, hutan mangrove dan persawahan bisa dijangkau dalam jarak yang sangat berdekatan. Apalagi pantai yang sangat landai, cocok buat anak-anak,  d balita sekalioun. Permasalahan yang sulit diatasi adalah air pantai yang keruh, karena air laut disini pasti terpengaruh gaya hidup masyarakat sepanjang pantai Utara jawa. Sebagian sampah juga berasal dari sungai-sungai yang bermuara di sekitar Tanjung baru.

    Sempat beredar kabar bahwa akan dibangun pelabuhan internasional di pantai Karawang, sebagai pengganti atau persamaan Tanjung Priuk yang semakin padat. Entah benar atau tidak. Kalopun benar, tentu banyak yang harus dikorbankan. Karawang sebagai penyedia bahan pokok beras terbesar akan semakin berkurang areal persawahannya. Karena pasti akan ada pelebaran jalan dan terminal peti kemas. Mudah-mudahan tidak jadi, biar Karawang tetap sebagau lumbung padi nasional.

    36 kilimeter dalam 1 jam, mboncengin anak yang bobo, cepet, ga ada macet

    Setelah anak-anak puas bermain air dan pasir lumpur, mandi bilas, kami pulang. Jarak dari Tanjung Baru ke kediaman kami, menurut Google map adalah 21km, tapi menurut odometer Honda Vario saya, 26km. Cukup dekat. Lain kali ke Ciparage, kayaknya lebih dekat dan kabarnya ada pelelangan ikan di sana.(tri)

    Dipublikasi di adventure | Tag , , | 4 Komentar

    Bulan Pembakaran


    Baca lebih lanjut

    Dipublikasi di agama | Tag , , | Meninggalkan komentar

    Pengakuan


    Seseorang dianggap berprestasi, karena ada orang lain yang mengakui, akan prestasi tersebut. Bayangkan jika suatu pertandingan olahraga selalu seri. Ga ada yang kalah dan menang, lantas, siapa yang dapat prestasi? 

    Tapi, jika menentukan yang berprestasi dalam suatu pertandingan, tentu lebih mudah. Karena jelas ada regulasi, aturan main dan segala hal terkait dengan apa yang dipertandingkan.
    Bagaimana jika menentukan prestasi dari hal yang single, solo, tidak ada lawan. Misal seseorang mampu melakukan sesuatu yang tidak semua orang bisa melakukannya. Suatu hal yang luar biasa. Sayangnya semua orang cuek saja dengan hal luar biasa tersebut. Tidak ada yang menghargai hasil jerih payahnya. Seolah itu biasa saja. Tidak ada satupun orang yang memberikan apresiasi atas hal luar biasa tersebut. Lantas apakah hal tersebut bisa di sebut luar biasa? Apakah bisa disebut prestasi?

    Pengakuan. Suatu hal yang kadang memerlukan kesensitifan, perasaan, empati. Tanpa empati, maka akan sulit mengakui kelebihan orang lain. Apresiasi saat si balita mulai bisa jalan, misalnya. Seneng, bahagia. Apresiasi saat si anak TK mampu menghafal angka 1 sampai 10. Apakah sulit? 

    “Anak ayah pinter”.

    Mudah bukan?

    Bahkan kata “Terimakasih” oleh pedagang kepada orang yang sudah membeli, adalah suatu pengakuan, apresiasi, yang mampu menarik pembeli menjadi pelanggan. Tetapi sebaliknya, pembeli mengucap terimakasih kepada penjual. Mungkin? Terimakasih, karena sudah menjual barang yang dibutuhkan pembeli. Pengakuan bahwa si penjual, tidak sekedar mencari untung, tapi juga memberi manfaat bagi pembeli. Sulit?

    Bahkan keikhlasan dan ketulusan kadang perlu apresiasi, untuk memperkuat keikhlasan dan ketulusan itu sendiri. 

    “Terimakasih, sudah membantu”

    Kata sederhana, mampu menghindari prasangka dari si penolong, sekaligus menguatkan ketulusannya dalam membantu. (Tri)

    Dipublikasi di Sekitar Kita, sosial | Tag , | 2 Komentar