Daplun


“DAPLUUUUNNN!!”

Teriaku sebagai umpatan saat sekonyong-konyong sepeda motor yang tadi masih diam di pinggir jalan, nyelonong memotong laju sepeda motor yang sedang kukendarai. Beruntung saya berhasil menghindar dan tidak terjadi crash.

Beberapa waktu lalu, tidak jauh dari tempat tersebut, saya juga sempat mengalami hal serupa, saya berhasil menghindar tapi mengalami kecelakaan tunggal. Saat itu ban roda depan sepeda motor matic 125cc yang saya kendarai memang masih mengadopsi ban bawaan pabrik, banyak yang bilang licin, dan terbukti, sudah 4 kali saya mengalami crash akibat ban depan yang kurang baik menempel jalan saat dilakukan pengereman, apalagi sambil berkelit atau berbelok mendadak.Saat ini ban depan sudah mengadopsi FDR MP-76 dan Alhamdulilah cukup mumpuni dalam menapaki jalanan.

Gambar di atas adalah dengkul saya dengan jas hujan yang robek akibat crash, beruntung saya mengenakan knee protecktor yang masih mampu mengamankan dengkul dari sengatan aspal saat saya rebah di atasnya. Protecktor ini sudah 10 tahun menemani lho.

Baca lebih lanjut
Dipublikasi di Sekitar Kita | Tag , , | 2 Komentar

Kaos Kaki dan Hari Indra Kustiwa


“Tri, nyilih striwelmu, nyong rep njiot kartu ebtanas”

Sebuah sapa dari Sito, teman sekampung beda kelas di hari Senin pagi sesaat sebelum bel masuk jam pertama berbunyi. Hari yang dipenuhi otak dengan segudang pengetahuan guna menhadapi hari pertama ujian akhir sekolah lanjutan pertama. Evaluasi Belajara Tahap Akhir Nasional atau biasa disingkat Ebtanas, merupakan penentu kelayakan sesorang untuk melanjutkan ke jenjang sekolah selanjutnya. Nilai murni yang akan menjadi kebanggaan tersendiri.

Baca lebih lanjut
Dipublikasi di Sekitar Kita | Tag , , , | 5 Komentar

Coretan Akhir 2020


Hi, penghujung tahun. Apa yang istimewa di penghujung tahun ini? Bisa dibilang tidak ada. Corona virus, covid-19, itulah yang tertanam dalam benak setiap insan dunia saat ini. Padahal jika ditelaah lebih dalam, bagi saya justeru tahun ini adalah tahun yang istimewa. Mengapa? Coba saya hitung nikmat luar biasa yang Allah limpahkan, yang bisa nampak jelas

  1. WFH, Work From Home. Karena Pandemi, Karyawan diminta WFH dan melakukan pekerjaan yang mungkin dikerjakan dari rumah. Bisa dibilang makan gaji buta secara legal.
  2. Karena Corona, saya tinggal di rumah full time bersama keluarga selama Ramadhan dan merayakan ied . Hal yang belum pernah saya alami sebelumnya. Ini adalah anugerah terindah spanjang sejarah selama saya memiliki keluarga, Allah berikan waktu begitu luang untuk saya mengajar anak-anak saya hafalan surat-surat pendek dalam Juz’amma. Masih banyak lagi hikmah dari berkumpul dengan keluarga dikala pandemi.
  3. Kebiasaan yang diterapkan sebagai wujud protokol kesehatan menjadi hal yang menjadi biasa dan harus dilakukan, rajin mencuci tangan. Sebelumnya saya agak abai dengan hal satu ini
Baca lebih lanjut
Dipublikasi di politik, serba-serbi | Tag , , | Meninggalkan komentar

PCX Sign Genit, Antara Norak dan Tidak Paham


PCX Sign Genit, maksud saya adalah kedua lampu sign di kanan dan kiri menyala berkedip berbarengan, sebutan tepatnya adalah Hazard ataua lampu hazard. Lampu yang bersifat warning, peringatan akan bahaya agar pengguna jalan waspada.

Suatu waktu saya berkendara malam hari di kepadatan lalu lintas kendaraan besar (truk container, pengangkut peti kemas) dengan rintik hujan (Jalan Cilincing – Cakung atau akrab disebut jalan Cacing). Kebetulan saya beriringan dengan Honda PCX yang menyalakan Hazard. Karena silau dan mengganggu pandangan, saya coba menyalip. Tapi tidak berapa lama, si genit kembali berada di depan saya, dan kemilau si sign itu seolah mencibir ke mata saya.

Kembali ke judul, saya menyebut PCX SIGN GENIT. Karena kerap saya menemui pengguna Matic Bongsor 150cc besutan Astra Honda Motor tersebut menyalakan Hazard tidak pada tempatnya.

Baca lebih lanjut
Dipublikasi di motorcycle, Sekitar Kita | Tag , , | 3 Komentar

Ajining Diri Ana ing Lathi


Ajining diri ana ing lathi

Dulu kala saya kerap mendengar ungkapan semacam itu, ya saat masih kecil dan remaja. Saat masih hidup di lingkup dan era yang jauh dibanding saat ini. Belakangan saya mendengar ungkapan tersebut dari sebuah lirik lagu kekinian. Sungguh unik penggabungan 2 bahasa yang berbeda. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di music | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Menonton dan Mendengar Lebih Mudah


Semenjak koneksi internet makin baik dan harganya terjangkau, media online menjadi laris dikunjungi pengguna generasi teknologi industri 4.0. Kecepatan akses internet dan makin terjangkau hampir oleh semua kalangan ini mengubah cara pandang pengguna dan pengakses informasi. Dari konvensional menuju digital. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di sosial | Tag | Meninggalkan komentar

Repot Komentar Saat Blogwalking


Kang Sapto dan Azizyhore di rumah Heru Masped

Hai sobat blogger.

“Emang ada ya blogger yang baca blog ini Kang?”

Barangkali saja masih ada yang berkenan blogwalking. Blogwalking yaitu saling kunjung sesama blogger ke blog yang lain. Meski kadang sekedar Like artikel tanpa membacanya. Tapi lebih baik lagi kalo meninggalkan komentar. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Belajar menulis blog, Ngeblog | Tag , , , , | 12 Komentar

Para Penerjun Tetap Enjoy meski diGaplok


“Ayo, yang mau turun siapkan parasut”

Celetuk salah satu penumpang  di gerbong 1 Walahar Express pagi saat kereta api lokal yang kami tumpangi mendekati stasiun Jatinegara. Ya, beberapa penumpang kereta api lokal memang memilih turun tidak pada tempatnya, karena lebih dekat dengan tempat kerja mereka dibanding turun di stasiun pemberhentian selanjutnya . Salah satu tempat non stasiun yang kerap jadi tempat turun penumpang adalah sebelum stasiun Jatinegara. Pasar Enjo (atau Enjoy?) orang menyebutnya. Kereta api lokal tidak berhenti di Stasiun Jatinegara, stasiun pemberhentian berikutnya adalah Kramat, Senen dan terakhir Tanjung Priok. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di transportasi publik | Tag , , | 3 Komentar

Corona dan Siomay Mangewu


“Tesih mboten?” Sapaku sama penjual siomay di stasiun Priok sore itu. Sore jelang malam, karena bakda Maghrib di Kejaksaan Negeri sisi selatan Terminal. Salah satu terminal yang saya anggap terlambat berbenah ini masih cukup ramai.

Keterangan foto tidak tersedia.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di sosial budaya, transportasi publik | Tag , | 2 Komentar

Walahar Express Pagi, Gerbong 1


Salah satu transportasi umum andalan warga Subang, Purwakarta, Karawang dan Bekasi Kabupaten untuk menuju Jakarta adalah Kereta Api lokal. ada 2 nama Kereta Api Lokal yang akrab dengan saya, yaitu Jatiluhur Express dan Walahar Express.

Kereta Api Lokal, Sahabat Baru Saya | Triyanto Banyumasan Blog's

Khusus untuk Tujuan Purwakarta – Tanjung Priok adalah Walahar Express. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di sosial budaya, transportasi publik | Tag , , , | Meninggalkan komentar