Bandit 150, V-Ixion yang Ter-Verza


Suzuki Bandit 150 atau GSX-150 Bandit baru saja launcing, kemarin sore, Kamis 02 Agustus 2018, di GIIAS (Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show) BSD City, Tangerang.

Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Motor Baru, motorcycle | Tag , , , , | 2 Komentar

Suzuki Nex II dan Bengkok Visual


Suzuki Nex I yang ngeBeat

Saat launcing Suzuki Nex generasi pertama, Desember 2011 silam, saya anggap Nex sebagai rival Honda Beat, dengan bentuk dan harga paling rendah di banding varian lain. Paling mungil, bahkan sekilas ada kemiripan, untuk produk Nex dan Beat di tahun tersebut. Sayang, di pasar, nex tidak semoncer rivalnya tersebut. (sekilas suzuki nex 2011)

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Motor Baru, motorcycle | Tag , , , , | 1 Komentar

Kereta Api Lokal, Sahabat Baru Saya


Kereta api Lokal atau akrab disebut KA Lokal, yang saya maksud adalah kereta api yang melayani perjalanan dari Purwakarta dan Cikampek dan mengakhiri perjalanan di Stasiun Tanjung Priuk. Dan Sebaliknya. Kalo tidak salah ada beberapa nama KA Lokal ini, yaitu Jatilur, Walahar Express dan Cilamaya Express.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di angkutan umum | Tag , , | 6 Komentar

Kembali Bersama Hayate


Suzuki Hayate, adalah skutik entri level berkubikasi 125cc dari Suzuki roda dua yang masih menganut pengkabutan manual atau karburator. Kalo tidak salah, ini adalah sepeda motor generasi terakhir yang belum menganut sistem injeksi dari Suzuki roda dua.

Suzuki Hayate ke sawah

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | 9 Komentar

Dimas Ekky di Moto2 Eropa 2018, CEV Repsol (Estoril dan Ricardo Tormo)


Dimas Ekky Pratama #20, pebalap asuhan Astra Honda Racing Team (AHRT) kembali berlaga di ajang balap bergengsi Eropa Campeonato de Espana de Velocidad (CEV Repsol), satu-satunya wakil Indonesia di kelas Moto2, sedang di kelas Moto3 ada Gerry Salim #31 (baca Prestasi Gerry Salim di Moto3 Eropa 2018).

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Balap Eropa | Tag , , | Meninggalkan komentar

Gerry Salim, Apa Kabar di Moto3 Eropa (CEV Repsol)


Gerry Salim, pebalap asuhan Astra Honda Racing Team (AHRT) sepi pemberitaan setelah hijrah ke Eropa. Berbeda saat Gerry Salim masih mengangkangi CBR250RR di kelas Asian Product AP250 ajang balap Asia Road Racing Championship (ARRC atau AsianGP) serta balap Asia Talent Cup (ATC), dimana Gerry selalu menarik perhatian karena kerap memimpin race dan podium. Posisinya sekarang diisi oleh Mario Suryo Aji, belia yang langsung menggebrak di ajang balap kelas Asia tersebut.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Balap Eropa | Tag , , | 2 Komentar

Mengenal Pebalap Indonesia Yang Berlaga di Ajang World Supersport WSSP300


World Supersport (WSSP), merupakan bagian dari kelas yang dilombakan di ajang Word Superbike (WSBK). Kalo di MotoGP ada kelas Moto2. Mungkin seperti itulah pembagian kelasnya. Sepemahaman saya, secara sederhana, World Superbike kelas utama, yaitu Kelas Superbike, sepeda motor yang dilombakan adalah sepeda motor dengan kubikasi mesin 1000cc atau lebih, sedangkan kelas Supersport diikuti sepeda motor dengan kubikasi mesin 600cc atau lebih.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di wssp300 | Tag , , , , | 2 Komentar

Catatan Vario Awal Tahun 2018


Mengulas sepeda motor pribadi, yamg dipakai harian, sebagai pengingat atau reminder agar mempermudah perawatan. Misal kapan ganti oli mesin, ban dan sebagainya. Biasanya saya ulas tiap ada penggantian part atau kerusakan tertentu, kali ini saya rangkum saja, karena waktu dan mood menulis yang tidak tentu.

Michelin City Grip Pro

Ban Michelin City Grip Pro, saya aplikasi di ban depan Honda Vario 125, sebagai pengganti ban sebelumnya yaitu Aspira Premio Terreno. Pemasangan sebenarnya masih di tahun 2017, tapi saya lupa persisnya, karena dokumentasi entah di HP yang mana. Kalo tidak salah di bulan November 2017. Ukuran yang dipakai adalah 80/90-14, sesuai ukuran asli ban Vario 125 lawas.

Untuk performa, grip dari City Grip Pro ini cocok untuk jalanan yang saya lalui, model motif yang lurus-lurus saja tentu lebih enak dibanding Aspira Premio Terreno yang menganut motif kotak-kotak layaknya ban Semi Enduro atau Supermoto, motif Terreno saya anggap Pirelli Scorpion versi generik. Sedang Michelin City Grip Pro cenderung bermotif normal, hanya lebih kasar dibanding Michelin Pilot Street.

Michelin City Grip Pro sebagai ban depan Honda Vario 125, sampai saat ini masih aman dan nyaman, meski sudah masuk umur 7 bulan, catatan, Premio Terreno untuk ban depan mampu sampai 9 bulan, sedang untuk ban belakang hanya 7 bulan.

Harga ban Michelin City Grip Pro di Planet Ban, untuk ukuran 80/90-14 dibanderol 242 ribu, sedang untuk ukuran 90/80-14 dibanderol 256 ribu rupiah.

Pirelli Diablo Scooter Berumur Pendek

Pirelli Diablo Scooter saya aplikasi untuk ban belakang Vario 125, menggantikan Aspira Premio Terreno (baca Pirelli Diablo Scooter dipasang di Vario 125). Ukuran yang saya pakai kembali ke ukuran asli Vario 125 lawas, yaitu 90/90-14. Saya bilang berumur pendek, karena hanya berumur 5 bulan, sedang Premio Terreno mampu bertahan sampai 7 bulan. Memang ukuran lebih kecil, Diablo Scooter 90/90, sedang Premio Terreno 100/90.

Sebenarnya motif atau kembangan si Diablo masih agak tebal, saat mengalami kebocoran, saya tambal tapi seolah ban ini tipis. Mudah bocor terkena ranjau paku halus sekalipun. Tambalan tipe tubeless juga tidak sanggup bertahan lama, saya sempat memasang ban dalam, merk kingland, tapi bocor lagi dan lagi, hanya berumur 1 malam saja, akhirnya saya putuskan untuk mengganti saja dengan ban luar baru yang tubeless.

Kembali Ke Aspira Premio Terreno

Aspira Premio Terreno, ban lokal semi Enduro, hasil kerjasama Aspira dan Pirelli, saya sebut Pirelli Scorpion versi generik. Ya, ban ini pernah saya adopsi beberapa waktu silam, sebelum beralih ke Pirelli Diablo Scooter, pemasangan Aspira Premio Terreno bisa di baca di Premio Terreno dan Naga Ngglundung. Kali ini saya kembali memilih si Terreno karena saya anggap cukup baik dengan harga di bawah banderol Pirelli Diablo Scooter yang berumur pendek. Penggantian saya lakukan juga di Planet Ban. Pemasangan ban Aspira Premio Terreno kali kedua ini, dilakukan pada 04 Februari 2018, pada angka odometer Vario 67.857,6km. Berarti sudah 3 bulan lebih.

Ganti Kampas Ganda dan Vanbelt Set

Kampas Ganda Vario 125 sudah lama saya curigai sebagai penyebab menurunya performa ‘pasir putih’ Vario 125 tunggangan saya, selain umur pakai, lobang per antar kampas juga melebar, layaknya kuping yang memakai anting terlalu berat, lobang kuping melebar, melar. Kampas Ganda Vario 125 ada 3 buah, memutar, yang saling terhubung dengan per. Per inilah yang berfungsi mengembang dan menyusut seiring, Vanbelt saat throtle gas dimainkan.

Berikut video pemasangan Kampas Ganda Vario 125

Selain penggantian kampas ganda, saya juga mengganti Vanbelt Set, jadi termasuk roler. Memakai part original Honda. Jadi kembali ke ukuran pabrikan. Sebenarnya Vanbelt masih cukup layak, tapi karena sudah disiapkan, kondisi roller lama sudah jelek, akhirnya ganti sekalian. Penggantian dilakukan pada 23 Februari 2018, dengan odometer Vario menunjuk angka 70.072,4km.

Dengan penggantian kampas ganda dan Vanbelt serta roller ukuran standar, performa Vario meningkat drastis dibanding sebelumnya. Tadinya, top speed anjlok pada kecepatan 90kpj, sekarang mampu meraih 100kpj.

Ganti Oli Mesin Lewat Waktu.

Penggantian oli mesin sepeda motor, termasuk mesin Vario 125, biasanya saya foto dan upload dalam postingan WordPress sebagai pengingat, tapi beberapa kali penggantian, tidak saya lakukan catatan online tersebut. Karenanya, saya kadang lupa untuk mengganti oli. Dan beberapa kali penggantian oli mesin, tidak terekam dengan baik, menyebabkan saya kembali khilaf dan lupa mengganti, hingga penggantian terakhir, sisa oli tinggal kurang dari 200ml. Penggantian oli mesin, terakhir saya lakukan pada 11 Mei 2018, dengan odometer Vario menunjuk angka 79. 083,5km. Alhamdulillah mesin Vario masih aman, tetap ngorok dan ngacir.

Mesin Mati Sendiri dan Setelan Gas Kendor serta ‘mbandang’

Beberapa kali, mesin Vario 125 saya, mati sendiri saat sedang jalan. Kasusnya terulang saat posisi jalan pelan atau berhenti sesaat karena macet, mesin langsam, lalu throtle gas ditarik hendak jalan kembali, mesin mblebek dan mati. Awalnya saya curiga filter udara kotor, karena saya mama ang busa spoon sebagai filter, maka saya cuci, tetapi tidak mengatasi mesin mblebek tersebut. Saya coba setel tali gas, yang ternyata kendor mur penguncinya. Akibat setelan yang berlebih, diperjalanan, rpm Vario jadi nggerung, dan bertambah tinggi dengan sendirinya, alhasil, motor tetap jalan tanpa di gas, saya harus selalu siap untuk mengerem, agar motor tidak menyeruduk kendaraan depannya. Sekali waktu saya cek setelan angin, saya putar menutup, dan ternyata mampu mengatasi trouble mesin mati mendadak. Tapi belakangan penyakit mesin mblebek ini kumat lagi. Tapi tidak terlalu sering. Mungkin perlu ditangani oleh ahlinya. Selama ini, saya lebih mengandalkan DIY, alias mengerjakan semuanya sendiri, paling dibantu teman kerja saja.

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , , | 2 Komentar

MotoGP 2018, Semangat Baru dari Asia


Rider MotoGP 2018 asal Asia

Setelah sekian lama tidak bahas balap dunia, termasuk balap asia ARRC yang entah mengapa kurang menarik (waktu juga yang tidak mencukupi), saya coba menulis MotoGP 2018. Mengapa saya tertarik dengan motogp 2018? Karena ada rokie atau pebalap baru di kelas premiere atau kelas utama yang berasal dari Asia, bahkan Asean. Maklum, sebelumnya pebalap grand prix, kelas utama didominasi, bahkan hanya diisi oleh pebalap bule saja. Saya kurang keberpihakan, makanya cukup malas untuk menonton.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Moto GP | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Angkutan Umum dan Saya


Angkutan Umum

Jika pembaca membaca blog ini melalui tampilan web, maka akan nampak header image yang terkesan menuntut ketersediaan angkutan umum yang baik. Tertulis jelas, Transportasi Massal yang aman, nyaman dan terjangkau adalah harga mati!!. Semestinya ada dua kata lagi, yaitu Tepat Waktu.

Mikrolet vs kwasi

Tuntutan yang wajar bagi kaum urban ibukota. Yah, basik kami saat itu adalah ibukota Jakarta. Kami? Yap, tercetus dari kegelisahan dalam obrolan-obrolan bersama rekan blogger yang kerap ngumpul, kopi darat atau kopdar, istilah gaulnya.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di angkutan umum | Tag , , , | 8 Komentar