Hasil Moto2, GP Amerika, Marquez #73 masih Labil


Hasil Moto2, GP Austin, Amerika, adik pebalap Honda Repsol di MotoGP, Mark Marquez #93, Alex Marquez #73 lagi-lagi gagal podium. 

Maq#73 terlalu agresif, kerap melebar di tikungan

Setelah serie sebelumnya di GP Argentina #73 crash di last lap jelang finis, pada GP Amerika kali ini, Maq #73 gagal podium karena kesalahan sendiri. Gaya balap Maq #73 terlihat ‘sruntulan’ atau masih labil.

Mulai dari melebar ke gravel yang membuat sepeda motornya ‘goyang dombret’, serta terlalu nafsu di tiap tikungan yang membuat motornya melebar.

Star dari posisi 3, Maq #73 mampu menyalip dan memimpin race sampai beberapa lap. Hingga gaya balapnya yang terlalu agresif membuat dia melakukan kesalahan di tikungan 15, melebar hingga turun posisi 5. Dan rekan 1 timnya di EG 0,0 Marc VDS, Franco Morbidelli yang start dari posisi pertama, kembali memimpin balapan hingga akhir lap dan podium 1.

Podium 2 diraih Thomas LUTHI dari tim CarXpert Interwetten, yang start dari posisi 5, podium 3 diraih pebalap Asia, Takaaki Nakagami dari tim Idemitsu Honda Asia, yang start dari posisi 4.

Iklan
Dipublikasi di Moto GP | Tag , | Meninggalkan komentar

Suzuka 2&4 Race (JSB 1000), Indonesia di wakili tulisan “Satu Hati” 


Suzuka Endurance. Sebenarnya saya mencari referensi balap Suzuka Endurance 2&4 race, tapi belum dapat yang mudah diakses. Penasaran karena kelas JSB 1000 yang bertajuk NGK Spark Plugs Suzuka 2&4 Race, Satu Hati Honda Team Asia, yang disponsori Astra Honda Motor, gelaran kali ini tidak mengikutsertakan pebalap Indonesia. 

Dalam ajang ketahanan fisik dan mesin sepeda motor sejauh 200 km (35 laps sirkuit Suzuka) itu, Tim Satu Hati Honda Team Asia, diisi pebalap asal Thailand, Ratthepong Wilairot dan pebalap asal Malaysia, Zaqhwan Zaidi. 

Ratthapong dan wilairot

Sementara Gerry Salim yang oleh sebagian penggemar balap roda dua tanah air diharapkan mewakili nama Indonesia (menggantikan Dimas Ekky), oleh AHRT nampaknya lebih difokuskan pada ajang ARRC kelas AP250. Meski, kabarnya, Minggu lalu, Gerry sempat turun di 76Trial Game Asphalt, di Solo. Entahlah, mungkin ada pertimbangan lain, misal pengalaman Gerry dengan mesin 1000Cc belum mumpuni.

Dimas Ekky

Dimas Ekky, yang pada gelaran Suzuka 2&4 Race, JSB 1000 tahun lalu (2016) bertarung sendirian (sementara tim lain mengandalkan 2 pebalap bergantian), tahun ini nampaknya lebih difokuskan di gelaran Moto 2 European Championship (CEV).

Tahun lalu, tim Satu Hati Honda Team Asia, meski Dimas Ekky sendirian, dia berhasil finis di urutan 15 dari 75 rider, hasil maksimal yang membanggakan.

Wilairot dan Zaqhwan starting grid 10

Kembali ke hasil balap JSB 1000,  NGK Suzuka 2&4 Race, dari streaming yang saya lakukan, tim Satu Hati Honda Team Asia, start dari urutan 10, tapi saya masih belum yakin dengan hasil race nya, karena nama pebalap tidak nampak di final Result.

Jadwal gelaran balap sirkuit Suzuka 2017

Kita tunggu aksi Dimas pada ajang Suzuka Endurance 8 hours, yang akan digelar pada 27 – 30 Juli 2017. Tahun lalu, Dimas dan Zaqhwan (Ratthepong Wilairot kecelakaan saat sesi latihan) menjadi satu-satunya tim Honda yang finis 10 besar, yaitu urutan 8, membukukan 6 poin.

Dipublikasi di Balap Asia | Tag , , | Meninggalkan komentar

Top Speed MX-KING Tembus 160kpj di #ARRC (Video)


Yamaha Jupiter MX-King yang bersaing ketat dengan Honda Supra GT-R 150 dalam ajang balap UB150 gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) selalu mendominasi. Termasuk pebalap Indonesia, Wahyu Aji Trilaksana yang podium 1, di balap UB150 ARRC Buriram race2 juga menggunakan Yamaha MX-King ini. (Klik Wahyu Aji Trilaksana bersama MX-KING podium 1 di buriram)

Wahyu Aji Trilaksana bersama MX-KING

Tidak hanya di lintasan balap, bahkan dalam penjualan di tanah air, Yamaha MX-KING selalu di atas. 



Bebekbongsor ini memang super. Dalam ajang balap UB150, MX-KING yang dikendarai Md Akid Aziz, merekam top speednya hingga 161 kilometer per jam. Akselerasi juga cepat. Seperti video di atas yang direkam Aracer Speed Tex. 

Top speed dan akselerasi MX-King ternyata dahsyat di ajang balap

Video top Speed Yamaha MX-King tembus 161kpj, pantas saja jika Honda Supra GT-R belum mampu bicara banyak.

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | 3 Komentar

Peristiwa Dramatis Final Corner Balap Suzuki GSX-R 150 #ARRC Buriram (Video)


Balap Suzuki GSX-R 150 dalam Suzuki Asian Chalenge yang digelar Asia Road Racing Championship (ARRC) serie 2, di Chang International Circuit, Buriram United, Thailand, pada Race 2 terjadi hal yang memorable.

Nafsu podium membawa apez berjamaah

Seperti yang saya tulis sebelumnya, Balap Suzuki GSX-R 150, Crash di Tikungan Terakhir yang Dramatis.

Bagi yang masih penasaran, silahkan simak video GSX-R crash berjamaah, di atas.

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | Meninggalkan komentar

Apa Arti Scrutineering? Anthony West Case #ARRC


Apa si arti ‘SCRUTINEERING‘? Pasca race 2 kelas Supersport 600 (SS600) di ajang balap AsianGP, ARRC Serie Buriram Thailand, kabar panas mulai beredar. Diperkuat dengan statement Anthony West di Timeline Instagramnya, yang menganggap ada politik dalam ajang balap Asia tersebut dan memojokkan tim Yamaha Thailand.

Anthony west dan Azlan Shah

Anthony West meraih podium 1 di kelas paling bergengsi tersebut dan akhirnya didiskualifikasi, karena timnya, Akeno Speed Racing, menolak melakukan Scrutineering. 

Statement Anthony West di Instagram

Dari statement Anthony West tersebut, banyak yang menduga bahwa, tim Thailand melakukan intervensi politik, karena dalam 4 race di 2 serie ARRC, di semua kelas, tidak sekalipun pebalap Thailand podium 1. Dan di serie 2, mereka sebagai tuan rumah, dianggap melakukan intervensi karena memiliki power lebih.
Dari kasak-kusuk itu, akhirnya FIM mengeluarkan pernyataan resmi terkait Scrutineering. Tentang pernyataan atau pressure release FIM Asia (beserta terjemahan dari motormotor.id) bisa dibaca di halaman kedua. Saya hanya penasaran, apa sih Scrutineering? Maklum, saya awam istilah dalam dunia balap.

Dari informasi yang saya dapat, Scrutineering ialah proses pemeriksaan teknis mesin/body secara detail. Biasanya dilakukan pra race dan pasca race. Scrut pra race biasanya hanya pemeriksaan mesin maupun body luar saja bilamana ada bagian yang tidak sesuai regulasi panitia masih memberikan waktu agar peserta bisa merubah/mengganti. Sementara itu Scrut Pasca Race yaitu pemeriksaan mesin maupun body secara detail, seperti pengecekan Cc kendaraan dan lain hal, yang sudah diregulasikan, bila menyalahi regulasi, peserta dikenakan diskualifikasi, tetapi scrut pasca race hanya untuk para juara pada event tersebut.

Jadi, secara umum, Scrutineering yang dilakukan FIM Asia pasca balap SS600 adalah hal wajar, karena kebijakan tersebut sudah semestinya diterapkan. Tapi, mengapa, tim Akeno dimana Anthony West bernaung menolak melakukan Scrutineering? Anthony West merupakan pebalap profesional, dan pernah ikut ajang Moto2, pasti paham hal-hal terkait balap dan regulasinya? Dan mengapa Anthony berani menyebut ‘Yamaha Thailand’ dengan kalimat yang seolah menyudutkan tim tuan rumah tersebut? Benarkah ada politik di dunia balap Asia tersebut? 

Press release FIM

FIM ASIA OFFICIAL STATEMENT 

ANTHONY WEST DAMPER AS TEAM AKENO SPEED REFUSES TO STRIP THE BIKE

SuperSports 600cc Bike No. 13, Anthony West (Akeno Speed Racing), was excluded from the results of Race 1 and Race 2 in Round 2 of the 2017 FIM Asia Road Racing Championship that took place at the Chang International Circuit in Thailand on April 14 and 15, 2017.

Team Akeno Speed Racing had refused to strip the motorcycle at parc ferme for post-race scrutineering. This was an infringement of the technical procedures and was the cause for the disqualification.

The breakdown of the incident at Round 2 ARRC in Thailand was as follows:

1. Post-Race SuperSports 600cc

Time: 1600hrs ICT

Race Category: SuperSports 600cc

Location: Parc Ferme

After the SuperSports 600cc Race 2, the top three bikes (Bike No. 13, Bike No. 25 and Bike No. 24) were told to provide various parts of their engine for post-race scrutineering, a common procedure done at the end of every race weekend. There was no protest made by any of the teams with regards to the post-race scrutineering.

Team Mechanics for Bike No. 13 were against the order to do so.

2. Post-Scrutineering SuperSports 600cc

Time: 1705hrs ICT

Race Category: SuperSports 600cc

Location: Parc Ferme

At the end of the time stipulated to strip their engines, Team Mechanics for Bike No. 13 rolled the bike out of the scrutineering area in full comprehension that if they do so without stripping their engine, they will be disqualified.

Throughout the hour-long stipulated time, not a single bolt was removed from Bike No. 13.

Post-race Scrutineering finished with Bike No. 25 and Bike No. 24 – both teams had provided the necessary parts for inspection.

3.  Issuance of Race Results

Provisional results were issued at 1548 hrs ICT pending the end of protest time.

An amended result was issued at 1723 hrs ICT for Race 2 at Round 2. Subsequently, an amended result for Race 1 at Round 2 was also made, because the post race scrutineering affects both races as the engines are sealed. Hence, any infringement on the technical side would affect results in both Race 1 and Race 2.

When the amended results were issued at 1723 hrs ICT, no protest were made against the amended results.

4. Technical Director

The Technical Director walked out therefore resigning his position at 1350 ICT during the post-race scrutineering for the Underbone 150cc motorcycles and prior to the SuperSports 600cc race. He was not present during the SuperSports 600cc Race 2.

His duties were continued by Mr. Somchow Thanawin, a licensed FIM Technical Steward (License No: 11344) for the remainder of the races.

5. FIM Asia Road Racing Championship

The FIM Asia Road Racing Championship is organized to the standards as laid down by the FIM and the FIM Asia.  There was no injustice caused in any way to any participant or team. It is equally disappointing when accusations and assumptions were made without full understanding of the facts and proper processes of the rules laid in Motorsports that emphasizes the highest standards for sportsmanship and professionalism.

Penyebab didiskualifikasi, disebabkan Team Akeno Speed Racing, dimana tim Anthony West bernaung menolak untuk membongkar mesin untuk dilakukan scrutineering. Ini adalah pelanggaran prosedur teknis dan menjadi penyebab didiskualifikasi.

Jam 16.00, Setelah race 2 kelas supersport 600 cc, tiga motor yang finis pertama (Motor No. 13, Motor No.25, Motor No.24) diberitahukan untuk mempersiapakan part dari motor mereka untuk dilakukan scrutinnering, sebuah prosedur wajib yang dilaukan untuk setiap kali balap. Tidak ada protes dari tim manapun untuk melakukan hal ini. Namun tim mekanik motor No.13 menolaknya.

Jam 17.05, Kepada tim Motor No.13 diberitahukan, bila tidak dilakukan pembongkaran mesin maka mereka akan didiskualifikasi. Setelah melebihi waktu yang ditetapkan tak ada satupun baut yang dilepas dari motor no.13. Scrutineering pada motor No.25 dan No.24 sudah selesai diperiksa dan memenuhi regulasi.

Hasil Lomba

Hasil sementara yang dikeluarkan pada 15.48  tertunda hingga akhir waktu protes. Hasil diubah dikeluarkan pada untuk Race 2 di Seri 2. Selanjutnya, hasil diubah untuk Race 1 di Seri 2 juga dibuat, karena scrutineering pasca balapan mempengaruhi kedua balap karena mesin disegel. Oleh karena itu, setiap pelanggaran di sisi teknis akan mempengaruhi hasil di kedua race, race 1 maupun race 2. Hasil diubah dan diterbitkan di 17.23 dan tidak ada protes yang dilakukan saat hasil diubah.


FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) diselenggarakan dengan standar yang telah ditetapkan oleh FIM dan Asia FIM. Tidak ada ketidakadilan yang disebabkan dengan cara apapun untuk setiap peserta ataupun tim. Hal ini sama mengecewakan ketika tuduhan dan asumsi yang dibuat tanpa pemahaman penuh fakta-fakta dan proses yang tepat dari aturan yang ditetapkan dalam otosport yang menekankan standar tertinggi untuk sportif dan profesionalisme.

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , , | 11 Komentar

Pasang Roler 8 & 10 gram di Vario 125, Serta Vanbelt


Vario 125 di keluaran 2013, si Pasir Putih, tarikannya memang kurang responsif. Saat saya cek vanbelt udah melar dan retak-retak. Wah, kalo dipaksakan bertahan untuk riding bisa putus di perjalanan. Roller juga dicurigai sudah kurang layak, mungkin sudah oval.

Harganya sudah lupa

Akhirnya saya konsultasi dengan ‘tukang insinyur’ yang paham skutik. Maklum saya awam dengan motor sejuta umat era sekarang ini. Mengenai vanbelt, roller dan penanganannya. Sekalian saya percayakan untuk pembelian suku cadang yang diperlukan, yaitu roller dan vanbelt.

Selanjutnya, saya belajar bongkar blok vanbelt Vario. Cara memasang roller dan vanbelt Vario 125 sebenarnya tidak terlalu sulit, tapi tetap perlu keahlian. 

  1. Siapkan alat bantu, kunci-kunci, dan yang paling penting, tracker. Tanpa alat yang mirip  catokan inj, kemungkinan kecil prosesi berjalan lancar.
  2. Buka semua baut sekeliling bak atau rumah cvt dengan kunci sock T ukuran 8mm. Langkah selanjutnya, biar bahasanya lebih mudah dipahami, saya copas dari modifikasi.co.id
  3. Buka Baut sebagai pengunci rumah puli. Pertama buka terlebih dahulu baut pengunci rumah puli menggunakan kunci ukuran 17mm. Jangan lupa untuk mengganjal rumah puli agar tidak ikut berputar pakai baut 12 mm panjang 6,5 yang diletakan menghadap crank – case bagian atas.

roller

  1. Tarik Bagian Ring Pengganjal Bushing.
    Kemudian anda bisa tarik keluar bagian ring penganjal bushing rumah roller. Jangan lupa untuk pasang ketika proses ganti roller tersebut sudah finish. Yang perlu anda perhatikan dan ingat adalah Posisi pasanya sesudah kipas puli bagian keluar.
    roller 2
  2. Cek Kondiri Roller.
    Jika tahap 1 dan 2 udah anda praktekan , maka setelah puli terbuak , anda bisa cek kondisi roller jika aus atau lebih dengan istilah peyang adalah dengan mengganti yang terbaik.
  3. Passa Roller Penggantinya.
    Saat anda meletakan roller pengganti, coba anda perhatikan betul posisinya .Buat roller rata (pakai satu ukuran berat) silahkan taruh di got roller mana saja. Tetapi , kalau kombinasi baiknya anda letakan roller yang lebih ringan dibagian depan sebelum roller berat, oya untuk posisi roller yang ringan anda bisa posisikan sebelah kiri dan untuk roller berat anda bisa posisikan sebelah kanan.
    Posisi Roller Motor Matic
  4. Pasang lagi rumah Roller
    Selanjutnyan setelah pemasangan selesai anda bisa pasang kembali rumah roller ke posisi awal atau semula.
    roller 5
  5. Perhatikan Kondisi Ring Pengganjal Kipas
    Jika sudah selesai pemasangan , jangan lupa untuk perhatikan juga kondisi ring pengganjal kipas puli bagian luar. Pastikan setiap gigi ring mengunci rata gigi as rumah roller.
    roller 6
  6. Kencangkan Baut Pengunci Rumah Roller
    Setelah itu dirasa sudah OK semuanya, anda bisa kecangkang baut pengunci rumah roller. Jangan lupa juga untuk menghentikan putaran gunakan lagi baut pengganjal rumah roller. Kali ini baut diposisikan dengan menghadap crank case bagian bawah.

Saya mengganti roller dengan berat yang lebih ringan dari bawaan pabrik. Ini juga atas saran si ‘tukang insinyur’. Roller yang saya gunakan merk LnK dengan bobot perpaduan 10gram dan 8gram. Vanbelt saya pakai original Honda.

Impressi dari penggantian part ini, tarikan awal si Vario cukup ringan, sayang, itu hanya untuk kecepatan 0 sampai 40kpj, sementara 40 – 60kpj harus memutar grip gas lebih dalam. 60 – 90kpj cukup mudah dikail, tapi harus full throtle. 90 – 100kpj lebih berat lagi dan perlu track panjang untuk mencapainya. 

Setelah sebulan pemakaian, mungkin karena sudah terbiasa, saya anggap kinerja perpaduan roller dengan bobot 10 dan 8 gram cukup. Sebenarnya, bobot roller yang disarankan untuk Vario 125 adalah 15gram, dan umumnya menggunakan roller Skywave.

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | Meninggalkan komentar

Last Corner Buriram Yang Memabukkan, Dramatic GSX-R 150


Balap roda dua Asia, ARRC serie kedua di Chang International Circuit, Buriram, Thailand usai sudah. Hal yang memorable dalam ajang balap di sirkuit negeri gajah putih itu adalah aksi para pebalap di tikungan terakhir atau last Corner jelang gari finis.

Jarak antara tikungan dan garis finis yang pendek, ditambah last korner tersebut merupakan tikungan yang tajam. kerap membuat pebalap salah perhitungan. Hal tersebut hampir terjadi di semua kelas. Mulai dari kelas Suzuki Asian Chalenge yang menggunakan Suzuki GSX-R150cc, Bebek Underbon 150cc UB150, Asian Product AP250 dan Supersport600cc SS600.

Dari semua kelas balap dalam ARRC Buriram tersebut, aksi pebalap di last corner, ajang Suzuki Asian Chalenge paling dramatis. Seorang rider kehilangan kendali sepeda motor karena terlalu memaksakan diri cornering dari sisi dalam tikungan, mengakibatkan grip ban slide, crash. Pebalap lain yang berada belakngnya menabrak, beruntun dan terjadilah, crash berjamaah 6 rider sekaligus.

Karena accident tersebut, justeru pebalap di row kedua yang panen podium. 

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , | 3 Komentar

Hasil Balap Supersport 600, Race 2, ARRC Buriram 2017, Yudhistira Finish ke-5


Anthony West, knalpot motornya keluar api usai finish pertama di ss600 race 2, ARRC Buriram

Hasil balap sepeda motor Supersport 600CC (SS600) race 2 pada gelaran ARRC di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, tidak sempat saya tonton lengkap. Lagi-lagi bertepatan waktu Asar, juga disambi nguli. Padahal, menonton race SS600 ini  d berasa beda banget, karena habis menyaksikan balap sepeda motor yang jauh kelasnya. Mulai dari Suzuki Asian Chalenge, yang menggunakan GSX-R 150, UB150 dan AP250. Melihat SS600, terasa sekali keganasan mesin inline four atau 4 silinder segaris itu. 

Begitu saya buka HP dan streaming di Fanpage Asian GP on Facebook, ternyata tinggal endingnya. Dan pada lewat tengah malam ini, baru sempat saya ketik reportnya.

Janjian angkat kaki

Decha bersiap cornering dari sisi dalam tikungan, posisi terdepan

Motor Decha mblandang

Dan untuk sekian kalinya saya fokus pada last corner atau tikungan terakhir jelang garis finish. Seperti gambar di atas, pebalap asal Thailand, Decha Kraisart salah perhitungan, atau terlalu bernafsu. 

Nafsu yang merugikan

Kaya burung merpati, lawat dulu mau mendarat

Untung row berikutnya masih jauh

Decha memaksa motornya berbelok dari sisi dalam tikungan, ternyata handling sepeda motor seolah melawan, berakibat Yamaha YZF-R6 yang dikendarainya, ngeloyor keluar lintasan dan menguntungkan 2 pebalap lain yang melakukan cornering dari sisi luar tikungan.

A. Yudhistira finis posisi 5

Hasil race 2 SS600 di Buriram ini, pebalap Indonesia abstein podium. Podium 1 sampai 3 diisi pebalap dari 3 negara berbeda, sama seperti race 1 ( klik hasil lengkap SS600 race1 ARRC Buriram 2017) hanya berbeda pebalap

  1. Podium 1 diraih oleh pebalap asal Filipina, Anthony West, yang mengendarai Yamaha R6. Pada race 1, Anthony finish podium 3, podium 1 diraih Azlan Shah Kamaruzzaman
  2. Podium 2, diisi pebalap asal Malaysia, Azlan Shah Kamaruzzaman, yang merupakan rekan satu tim pebalap Indonesia, Ahmad Yudhistira. Mengendarai Kawasaki ZX-600. Turun 1 podium dari race1
  3. Podium 3 diraih pebalap asal Thailand, Decha Kraisart dengan Yamaha R6. Pada race 1, Decha finish urutan 16. Lompatan yang luar biasa. 

Irfan urutan 15

Sementara Pebalap Indonesia, Ahmad Yudhistira, harus puas finish posisi 5, menurun 1 peringkat dibanding Race 1. Saat race 1, Yudhistira Finish di urutan 4. Pebalap Indonesia lainnya, gemblengan AHRT, Irfan Ardiansyah kurang beruntung, finish pada Row terakhir, urutan 15. Padahal pada race1, Irfan berhasil meraih posisi 8. Semakin menurun dibanding serie pertama di Johor, Malaysia. Nampaknya ada kendala pada mesin CBR-600 yang dikendarainya. Kabarnya, jelang starting, motornya masih dioprek mekanik di paddock. Masih bisa dianggap beruntung, dibanding Pebalap AHRT lainnya di kelas AP250, Gerry Salim yang gagal ikut race (klik Gerry Salim gagal ikut balap AP250 race 2 ARRC Buriram). Kabar miring menyertai ketidak ikut sertaaan Gerry. Ada yang bilang, tim lain mencurigai ada kecurangan pada mesin motor CBR 250RR yang dikendarainya, sehingga motornya diminta untuk dibongkar. Hal ini dianggap membuat Gerry tidak ikut balap. Entah benar atau tidak.

Dipublikasi di motorcycle | Tag , | 2 Komentar

Hasil Balap AP250, Race2 ARRC Buriram, Rheza Podium 2, Gerry Salim Abstein


Balap sepeda motor kelas 250cc pada gelaran ARRC, merupakan kelas yang paling banyak menyita perhatian penonton. Maklum, kelas seprapat liter ini dianggap cukup bergengsi dan bertabur bintang balap yang sudah biasa mengendarai Sepeda mmtor Supersport 600cc.

Takehiro Yamamoto

Balap kelas 250cc atau AP250 di Chang International Circuit Thailand, Race 2 siang tadi, cukup mengecewakan penonton Indonesia, karena Gerry Salim, Sang pemimpin klasmen sementara AP250, tidak nampak di starting grid. Kabar beredar, kendala mesin jelang race, dan belum berhasil ditangani hingga balap starting.

Rheza Danica Ahrens, podium 2 AP250 arrc buriram race 2

Hasil balap AP250 ARRC Buriram race 2, podium 1 diraih pebalap asal Jepang, Takehiro Yamamoto yang mengendarai Honda CBR 250 RR, hasil yang signifikan dibanding race 1 kemarin. Pada Race 1, Yamamoto finish urutan 4. Sementara podium 2 diisi pebalap Indonesia, rekan 1 tim Gerry Salim, Rheza Danica Ahrens. Cukup mengobati kekecewaan penggemar Gerry Salim. Sekaligus perbaikan dari race 1, dimana, pada race 1, Rheza meraih podium 3,  bertukar tempat dengan Anupab Sarmoon yang mengendarai Yamaha R25, dimana saat race1 Anupab meraih podium  2 dan di race 2 hari ini harus puas dengan podium 3.

Overtake di last corner jelang finish, perih

Yang bikin perih bagi Anupab Sarmoon adalah diovertake pada last corner jelang garis finish oleh Rhesa Danica. Padahal Rheza mengambil sisi luar dari tikungan maut tersebut, ternyata keduamya keluar gravel, tapi nampaknya, motor CBR Rheza lebih bertenaga. Sehingga mampu meninggalkan R25 Anupab pada detik terakhir dan menyentuh garis finish mengekor Takehiro Yamamoto.

Itulah hasil lengkap balap AP250 race 2 ARRc Buriram Thailand 2017

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , , , | 1 Komentar

Hasil Balap Bebek 150CC, UB150 ARRC Buriram, Race 2, Pebalap Indonesia Podium 1


Hasil balap kelas bebek 150 dalam gelaran UB150 ARRC di Chang International Circuit, Buriram Thailand Cukup Menggembirakan. 

Wahyu Aji, ngacir terdepan

Dan lagi-lagi, layaknya Suzuki Asian Chalenge, balap dengan kendaraan yang mirip, yaitu terdiri dari Honda SUpra GTR-150 dan Yamaha MX-King serta skill balap yang tidak terpaut jauh, menjadikan balapan seru, hampir tidak ada pebalap yang jauh di depan maupun yang ketinggalan,. Hampir selalu bergerombol, membuat deg-degan, takut saling seruduk. Apalagi di tikungan terakhir jelang garis finish.

Last corner jelang garis finish

Maklum, mendekati garis finish, para pebalap umumnya nafsu untuk meraih podium, seperti yang terjadi di ajang Suzuki Asian Chalenge, pada last corner atau tikungan terakhir, seorang pebalap kehilangan grip ban saat menikung, mengakibatkan crash menimpa 5 rider lainnya. 6 rider ndhlosor berjamaah.

Merah putih berkibar, Indonesia Raya berkumandang

Wahyu Aji Sujud Syukur

Tapi pada ajang UB150, hal itu tidak terjadi, beberapa pebalap hanya melebar keluar gravel, tidal terjadi crash.

Hasil balap bebek 150 cc (UB150) serie Buriram 2017, race 2 menempatkan Wahyu Aji Trilaksana yang mengendarai Yamaha Jupiter MX-King menempati podium 1, disusul 7 rider Malaysia hingga urutan 8. Pebalap Indonesia lainnya, Anggi Setiawan, yang juga mengendarai MX-King, finish urutan 9.

Sementara itu, Azroy Hakeem Anuar, pebalap asal Malaysia yang pada race pertama kemarin meraih podium 1 bersama Honda Supra GTR-150, pada race 2 ini harus puas finish di urutan 10, di belakang Anggi Setiawan.
 

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , | Meninggalkan komentar