Saya dan Harry Potter


Harry Potter? Ada yang tidak kenal, tidak tahu siapa Harry Potter?

Harry Potter adalah novel berseri karya J.K Rowlink.

Sedikit spoiler sebagai prolog bagi yang tidak tahu sama sekali. Novel ini mengisahkan tentang dunia sihir di Eropa, lebih tepatnya Inggris. Dunia sihir dengan kisah anak-anak sebagai tokoh sentral. Yaitu Harry Potter, Ron Weasley dan Hermione Granger. Mereka sekolah di sekolah sihir Hogwarts. Untuk diketahui, bahwa Harry Potter keturunan pasangan penyihir dan manusia, Ron aseli keturunan keluarga penyihir sedang Hermione aseli manusia biasa yang menguasai ilmu sihir. Dalam dunia sihir, manusia keturunan non penyihir kerap diasingkan, tidak dihargai oleh beberapa oknum yang merasa berdarah murni. Tapi banyak juga yang baik kepada manusia biasa. Disinilah awal misteri dan konflik yang mewarnai jalan cerita. Skip

Lanjutkan membaca Saya dan Harry Potter

Saya dan Kang Parkir dan Sampah


Assalamu’alaikum

Setelah sekian lama abstein, yuk mari kita nulis lagi di blog yang mulai lumutan ini.

Kang parkir, sebutan bagi tukang parkir non resmi yang biasa kita temui di pinggiran jalan, emper pertokoan, khususnya mart-mart itulah. Kadang kita dikagetkan, datang tak nampak, pulang muncul di belakang, kita benci tapi kerap kita perlukan juga.

Kenapa saya menulis ini? Sekedar intermezzo dan juga sedikit pendapat pribadi saja ya, bukan menjudge bahwa saya lebih baik dari mereka.

Lanjutkan membaca Saya dan Kang Parkir dan Sampah

1 Syawal 1443H


Bismillah

Apa kabar kawan? Semoga di hari yang ‘fitri’ ini kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

Fitri? Ya ini istilah umum yang dipakai dalam tulisan broadcast ucapan lebaran dan minta maaf. Entah mengapa hampir semua orang minta maaf di bulan Syawal, apakah mereka semua berbuat salah di masa lampau, belum tentu, hanya barangkali dan tertanda fulan dan keluarga, seperti itu. Tentu saya juga minta maaf di sini, karena mungkin ada sombong dan angkuh dalam tulisan atau postingan yang saya publish, mungkin sekali malah.

Karenanya, saya sadar diri, sombong yang tersemat dalam tulisan saya mohon dimaafkan. Semoga itu tidak menyusahkan pembaca.

Orang bijak bilang

Bila tidak bisa membahagiakan orang lain, paling tidak jangan menyusahkannya

Jadi, apakah kita sudah membahagiakan orang di sekitar kita? Keluarga, saudara, teman, dan siapapun yang kita kenal. Kalo tidak atau belum mampu, minimal jangan membuat mereka susah.

Lanjutkan membaca 1 Syawal 1443H

Berapa Jumlah Rusuk Prisma


Berapa jumlah rusuk prisma?

Siang itu kami sedang berbincang asik selepas makan siang di sebuah kantin tempat kami nguli. kantin sederhana yang sama sekali tidak rapi, tapi itulah salah satu kebahagiaan kami sebagai orang kecil yang kerap dikecilkan dan karenanya, bahagia kami cukup sederhana, sekedar berbicang dan bersenda gurau sesama kuli di sini. Yah di kantin beratap beton di pinggiran laut utara Jakarta, kantin yang tidak akan di temukan di map google, jadi jangan memaksakan diri untuk searching dan mencari rute tercepat.

Obrolan ringan mulai seputar pelajaran masa SD, peserta obrolan ini memang memiliki umur yang jelas bukan ABG lagi. Ada seorang mantan guru bahasa lulusan tata bahasa Inggris. Mengapa British? Salah satu pertanyaan itu muncul. karena inggris Bristish bersifat tetap, tidak berubah, berbeda dengan inggris Amerika yang selalu berubah dan berkembang, perbedaan utamnya pada pengucapan. Contoh kata can’t atau can not dalam logat bristish dibaca cen’t ada penenkanan huruf n ketemu t, sedang logat Amerika cukup can. Dan masih banyak lagi contoh lain.

Lanjutkan membaca Berapa Jumlah Rusuk Prisma

Untuk Waktu Yang Terbuang


Hai, Saya sebenarnya bingung mau menulis apa. Judulnyapun agak membingungkan karena saya ragu mau ngasih judul ‘Untuk Waktu yang Terbuang’ atau ‘Untuk Waktu yang Tersisa’. Kok bisa?

Bagi anda yang sudah cukup berumur atau bagi saya sudah cukup lama mewarnai dan mengotori muka bumi ini, kadang terfikir dengan masa lalu, misal kenangan masa sekolah atau masa kecil yang terasa sia-sia dan tidak cukup indah untuk dijadikan kenangan dan bahan cerita dengan rekan yang bertemu setelah saya cukup berumur. Apa yang mau saya kisahkan jika masa lalu saya hanyalah sebuah kenangan datar tanpa makna berarti.

Lanjutkan membaca Untuk Waktu Yang Terbuang

Asu Buntung Generation


Asu Buntung.

Ada yang tahu dua kata di atas? Bukan, ini bukan novel baru saya atau sebuah cerita, tapi masih ada kaitannya dengan novel.

Bagi sebagian warga Banyumas, terutama generasi 80an dan sebelumnya mungkin familiar dengan dua kata tersebut.

Asu buntung. Dua kata yang tabu untuk diucapkan sembarang orang atau hanya pantas diucapkan oleh orang sembarangan? Ah, pernyataan saya jadi pertanyaan.

Ya, kata Asu Buntung adalah ungkapan kekecewaan, kekesalan berupa makian atau cacian kepada lawan bicara, lawan tanding atau bisa juga kepada kawan, saudara dan, ah, intinya kepada manusia atau mahluk lain. Hanya saja, kata ini sungguh dibenci bagi mereka yang menjunjung tinggi adab sopan santun dan tata krama. Ungkapan ini sungguh biadab pada zamannya, alias hanya orang yang kurang beradab yang berani meneriaknnya. Dasar Asu Buntung!!!

Lanjutkan membaca Asu Buntung Generation

Novel dan Wattpad


Novel. Ngomong novel tentu akan terbayang buku ukuran tanggung dengan ciri sedikit lebih tebal dari buku pada umumnya. Itu dulu. Sekarang novel tidak harus berupa buku fisik tapi cukup jadi PDF dan banyak yang menjualnya di forum jual beli termasuk di Playstore.

Ya, banyak novelis yang menjajakan karya tulisnya di berbagai aplikasi jual beli. Mereka merubah tulisannya menjadi pdf. Di era paperless, PDF dianggap lebih mangkus dan sangkil, tidak repot dan tidak kawatir rusak. Bayangkan jika berupa fisik, kehujanan, sobek dan rusak. Meski sebagian besar penikmat abjad merasa lebih nyaman jika langsung membaca dari buku fisik tapi dengan kondisi saat ini, novel pdf cukup mampu mewakili kegelisaahan akan berbagai sisi kehidupan, mulai dari penularan virus dari barang yang berpindah hingga penghematan bahan kertas, maklum di berbagai lini yang berkaitan dengan kertas mulai ditinggalkan dengan menerapkan sistem paperless.

Lanjutkan membaca Novel dan Wattpad

Trust (3)


Prolog

“Bagus, bagus. Kerjamu bagus” Lelaki itu bertepuk tangan penuh kegembiraan. “Biar dia merasakan pembalasanku karena telah menjebloskan anaku ke penjara”, lanjutnya penuh kepuasan.

“Iya”, Lelaki lain di ruangan itu menyahut pendek sambil menunduk.

“Kamu kembali bekerja seperti biasa, biar tiadak ada yang curiga”, dia beringsut ke meja, menarik laci dan mengambl sesuatu. “Ambil hardisk ini, amankan yang disana dan ganti dengan ini. lakukan dengan bersih, Ingat, bersih!” lanjutnya penuh penekanan.

“Baik”, lelaki di hadapannya diam sejenak, “Apakah keluargaku sekarang sudah bebas berarti?”

“Mereka tetap menjadi jaminan, sampai semua selesai”.

“Tapi saya sudah menyelesaikan tugas yang kau perintahkan”

“Jangan membantahku, hutangmu dan keluargamu tidak akan pernah lunas”,

“Tapi,,,”

“Sudah pergi sana, lakukan tugasmu dengan baik”.

================***===============

Belut Berkaki

2 Tahun Silam

“Belut Berkaki”, Sanjaya menimang amplop coklat itu. “Petunjuk baru lagi, nampaknya kita bisa mulai dari Unmar, besok 2 orang ke kampus itu, selidiki suasananya dulu, jangan gegabah”, dia menginstruksikan ke tim atas petunjuk baru yang dia dapat dari pegawai bapaknya di pasar Mergan. Yasir yang merupakan mahasiswa di kampus Tersebut.

Lanjutkan membaca Trust (3)

About Trust


Trust?

Ya saya ingin mengupas sedikit novel virtual yang saya posting sebelumnya, berjudul Trust dan Trust (2). Ya, sudah 2 postingan dan cerita itu belum selesai. Niatnya diselesaikan di postingan kedua, ternyata otak saya menolak dan justeru berimajinasi liar yang semakin mengembangkan isi cerita. Rencana jadi trilogi, meski kalo dicetak saya berkeinginan jadi satu bundel novel saja.

Sebelumnya saya ingin sampaikan mengapa saya menulis novel di blog ini. Berawal dari kegemaran membaca novel dan beberapa kali merasa tidak puas dengan alur ceria pada beberapa novel, saya berpikir, mengapa saya tidak buat cerita saya sendiri, sesuai kemauan dan imajinasi saya. Deal, akhirnya saya pun mulai mereka cerita dan mengetiknya.

Lanjutkan membaca About Trust