Moto2 Motegi 2017, Syahrin Kembali Berjaya


Hasil Moto2 Motegi 2017 cukup menggembirakan, karena pebalap Asia Tenggara berhasil naik podium. Yaitu Hafizh Syahrin dari tim Petronas Raceline Malaysia. Wet Rider, mungkin julukan yang cukup tepat bagi Hafizh Syahrin HS|55, pebalap moto2 asal negeri Jiran, Malaysia.

HS|55 di Moto2 Motegi 2017 (photo: FB official Hafizh Syahrin)

Ini adalah kali kedua, Syahrin podium sepanjang karirnya di Moto2 WorldGP. Dan keduanya dalam race dengan cuaca hujan. Keduanya juga meraih hasil Podium 3. Podium 3 pertama diraih di Misano, Spanyol, dalam balapan yang diguyur hujan, hampir selama race. Demikian juga pada balap hari ini (siang, 15 Oktober 2017) di Twin Ring, Motegi, Japan. Hujan mengguyur setelah race dimulai dalam cuaca mendung. 

Oh iya, hasil race Misano hari ini juga berubah, setelah ada keputusan FIM yang mendiskualifikasi peraih podium 1, Dominique Aergerter karena menggunakan minyak diluar regulasi FIM (baca: Moto 2 Misano 2017, Podium 1 Dominique Aergerter diskualifikasi Karena ‘Bensin Oplosan’). Hal tersebut semakin menambah ‘pundi-pundi’ point bagi Syahrin. 

Xavi Varge #97, Alex Marquez #73 dan Hafizh Syahrin#55 (ki-ka podium moto2 motegi 2017)

Hasil Moto2 seri Motegi Jepang 2017 dimenangi oleh Alex Marques #73 di podium 1, diikuti Xavi Verge #97 dan Hafizh Syahrin #55. 

Syahrin memulai balap dari starting grid 6 ternyata terbukti cukup konsisten di lintasan basah, berhasil bertahan dan memperbaiki posisi hingga finis. Sedangkan sang Untouchable Boy, Franco Morbidelli #21 yang memulai dari starting grid 15, harus puas di posisi 8. Sementaranya sang pole position Motegi, pebalap tuan rumah, Takaaki Nakagami #30 harus puas finis urutan 6. Pebalap negeri Jiran lainnya yang satu tim dengan Takaaki Nakagami di Idemitsu Honda Asia, yaitu Khairul Idam Pawi #89 yang start dari juru kunci 33 berhasil finis pada urutan 23. Lumayan, karena Idam Pawi jarang finis.

Sumber : motogp.com

Iklan
Dipublikasi di Moto GP, motorcycle | Tag , , | Meninggalkan komentar

Moto 2 Misano 2017, Podium 1 Dominique Aergerter diskualifikasi Karena ‘Bensin Oplosan’


Moto2 Misano 2017 sudah berlalu, sudah terlewat 2 seri, yaitu seri Aragon dan Motegi (siang tadi). 

Podium Moto2 Misano 2017, (kika) Dominique Aergerter, Thomas Luthi dan Hafizh Syahrin (pict : Motorsport.com)

Race moto2 Misano, dimenangi oleh Dominique Aegerter di podium pertama, disusul Thomas Luthi di posisi 2 dan Hafizh Syahrin di posisi 3. Podium Dominiq ini merupakan kemenangan pertama tim Kiefer Racing, tapi sayang, dia harus menelan pil pahit, setelah hasil tersebut dibatalkan oleh FIM, kerana FIM mendakwa Dominic Aegerter dan timnya telah menggunakan bahan bakar diluar spesifikasi yang ditetapkan FIM. Keputusan rasmi telah dikeluarkan ini berarti satu-satunya kemenangan yang dimenangi oleh pasukan tersebut sepanjang musim ini hilang.

Dengan pembatalan kemenangan tersebut, otomatis Thomas Luthi naik sebagai pemenang podium pertam di Misano, diikuti rider Jiran, Hafizh Syahrin di posisi ke-2, dan Francesco Bagnaia podium ke-3. Dengan ini semakin menambah point’  bagi Hafizh HS|55.

Thomas Luthi juga semakin naik pointnya, selisih 19 point di belakang Franco Morbidelli. Ternyata pembatalan hasil race semacam ini juga pernah menimpa rider Itali, Mattia Pasini atas penggunaan minyak diluar spesifikasi sesuai regulasi FIM.

Saya juga belum paham, apakah oil di sini berarti bahan bakar atau oli mesin. Atau bensin oplosan, campur oktan boster? Coba cek berita dari Motorsport.com berikut

However, a statement issued on Sunday evening in Motegi stated that Aegerter has been disqualified from the race as “he was found to be using an “oil” outside the FIM Moto2 specifications” in a post-qualifying technical check.

Aegerter attended a stewards’ hearing at Aragon after two “fuel” samples were found to be illegal, and did likewise in Motegi, where his sanction was handed to him.

Dominique Aergerter #77 dan Thomas Luthi #12

Pertama disebut “oil” tapi di paragraf berikutnya disebut “fuel”. Kalo diterjemahkan, kurang lebih sebagai berikut :

Namun, sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu malam di Motegi, menyatakan bahwa Aegerter telah didiskualifikasi dari balapan karena “dia ditemukan menggunakan “minyak” di luar spesifikasi Moto2 FIM” dalam pemeriksaan teknis pasca kualifikasi. Aegerter menghadiri sidang pramugara di Aragon setelah dua sampel “bahan bakar” ilegal ditemukan, dan melakukan hal yang sama di Motegi, di mana dikenakan sanksi kepadanya.


Sumber : motortvmy.com dan motorsport.com

Dipublikasi di Moto GP, motorcycle | Tag , , | 1 Komentar

Solusi Reflektor Meleleh, Pasang Lampu Sorot LED Vario 125


Saya pernah berkisah, eh menceritakan maksudnya. Tentang reflektor lampu utama Honda Vario 125 yang meleleh dan membuat arah sorot sinar lampu tidak sama dengan sebelahnya, terlalu ‘ndangak’ (klik Bohlam Vario tidak Awet dan Reflektor Meleleh). Sehingga, bohlam saya copot dan hanya memakai penerangan sebelah saja.

Seiring berjalannya waktu, saya merasa perlu penerangan lebih pada beberapa ruas jalan yang saya lewati. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | 2 Komentar

Pangkalan Ojek baru di Stasiun Bekasi Timur


Stasiun Bekasi Timur, stasiun megah yang baru saja diresmikan oleh menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi, pada Minggu 08 Oktober 2017 kemarin. 

Stasiun Bekasi Timur sebelum diresmikan

Peresmian sekaligus pemberlakuan jalur baru KRL Bekasi – Cikarang. Jadi, sekarang KRL tidak hanya sampai stasiun Bekasi (Bulan-bulan) tapi sudah sampai Cikarang (Kabupaten Bekasi). Artinya pengguna KRL semakin membludak, karena yang awalnya naik kendaraan pribadi, akan beralih ke KRL, khususnya pengguna jalan sekitar Tambun sampai Cikarang, bahkan mungkin Karawang. 

Pangakalan Ojol di sekitar stasiun palmerah (Sindonews)

Adanya stasiun baru ini, dan juga berlakunya KRL hingga Cikarang, berarti penambahan titik pangkalan ojek yang menjajakan jasanya bagi para penumpang KRL. Yang baru pasti di Stasiun Bekasi Timur tersebut, sedang di stasiun berikutnya (Tambun, Cibitung dan Cikarang) kemungkinan, armada ojek akan bertambah, alias pangakalan makin sempit oleh bertambahnya jumlah ojek yang mangkal.

“Lho, memangnya masih ada Ojek Pangkalan atau biasa disebut Opang?”

Saya tidak bicara ojek pangkalan, tapi pangkalan ojek, alias tempat mangkalnya tukang ojek. Tukang ojek, tentu bisa ojek konvensional (Opang) dan tentu saja ojek online (ojol). Keduanya tetap perlu pangkalan. 

“Memangnya ojek online perlu pangkalan juga?”

Dulu, saya menganggap, adanya ojek online, dapat menggusur pangkalan ojek, minimal mengurangi, khususnya di titik-titik yang membuat lalin semakin krodit. Ternyata saya salah, ojek online tetap punya pangkalan, bahkan semakin menjamur dan membludak. 

Yang paling mudah ditemui adalah di pinggir jalan (masih di badan jalan) sepanjang stasiun kereta. Yang saya jumpai adalah di jalan sekitar Stasiun Kranji, Stasiun Bekasi (bulan-bulan), pertokoan (per’mall’an) Sunter dan Boulevard Kelapa Gading. Didominasi jaket hijau menghiasi pinggiran jalan (trotoar dan sebagian pinggir badan jalan).

Hal ini (ojol yang mangkal), bertolak belakang dengan bayangan/pikiran saya, saat munculnya ojol, yaitu mereduksi titik lalin yang macet, menyempit karena opang yang berebut mencari penumpang. Ternyata, titik pangkalan ojek justeru bertambah. 

Hal tersebut (ojol mangkal), karena di titik pangkalan tersebut memang paling mudah mencari penumpang. Misal penumpang yang baru mau turun dari KRL, sudah order ojol lewat aplikasi dari dalam gerbong jelang berhentinya kereta, atau jelang turun kereta. Gabungan antara penumpang KRL yang keluar mengunakan sepeda motor dari parkir stasiun (sebagian pengguna KRL menitipkan sepeda motornya di parkir stasiun atau sekitar stasiun) dan ojol yang menjemput orderan. Sempurna.

Adanya stasiun Bekasi Timur, yang posisinya cukup dekat dengan terminal kota Bekasi dan perempatan Bulak Kapal, berada di antara titik kumpul kendaraan. Diapit oleh jalan sekitar terminal (yang ramai angkutan umum dan pedagang) dan perempatan Bulak Kapal yang hampir selalu krodit, lebih krodit lagi di jam pergi dan pulang kerja. Jadi, dalam bayangan saya, Stasiun Bekasi Timur seolah menyatukan dua titik macet. 

Tapi, tentu saja, saya menyambut gembira dibukanya stasiun dan jalur KRL baru, semoga kedepannya bisa dibangun KRL hingga stasiun Karawang atau bahkan Purwakarta. Sehingga mampu mengurai simpul macet, karena sebagian pengguna jalan, masih sulit didikte oleh waktu, jadwal KRL. Khususnya pesepeda motor. Jujur, waktu tempuh menggunakan sepeda motor, jauh lebih masuk akal dan flexible, dibanding menggunakan gabungan KRL dan angkutum.
———-

Posted from Caben Hall (Raker), use MiNotnot

Dipublikasi di angkutan umum, Sekitar Kita | Tag , | 2 Komentar

Service Rem Vario 125 tiap Ganti Kampas


Bagaimana memperbaiki rem Vario 125? Sebenarnya bukan memperbaiki, tapi Service di sini berarti pemeliharaan atau perawatan berkala, yaitu tiap ganti kampas rem atau pad, baik tromol maupun cakram atau disk.

Sebenarnya saya juga baru pertama mempraktekan perawatan total saat ganti kampas rem depan dan belakang si Pasir Putih, Honda Vario 125Fi keluaran 20013 ini.

Apa saja yang dilakukan dalam perawatan rem?

Jadi, dari dulu, kalo saya ganti kampas rem, khususnya rem cakram atau disk pad, saya hanya mengganti kampas rem saja, bahkan tanpa melepas kaliper rem. Salah satu cara praktis ganti kampas rem depan Hayate, pernah saya rekam dan upload di YouTube.

Seperti video di atas, rem Pulsar 220 yang mengaplikasi rem cakram depan dan belakang juga saya perlakukan kurang lebih sama seperti itu. Yaitu hanya ganti kampas saja dan cleaning sekenanya. Ternyata, cara ini, disinyalir menjadi musabab rusaknya rem Jalitheng Pulsar 220 Dtsi dan membuatnya hibernate, alias mangkrak karena kedua pengereman tidak berfungsi dengan baik, bisa dikatakan, tidak memiliki rem. Rem depan 1 piston ngunci, rem belakang yang cuma 1 piston juga ngunci, keras, enggan balik, sehingga membuat laju kendaraan ‘ngeden’ dan piringan cepat aus, tipis.

Dari share kerusakan rem tersebut, dapat nasehat dari Kang Yudi Permana kalo tidak salah, agar, tiap penggantian kampas rem, juga dilakukan penggantian oli rem. Jadi cara yang saya lakukan ini tidak hanya berlaku bagi Honda Vario seperti judul di atas, tapi berlaku bagi semua sepeda motor bahkan mungkin semua kendaraan bermotor, yang mengaplikasi rem cakram khususnya.

Baik, langsung saja saya coba tulis cara dan tips merawat atau menservis rem cakram (khususnya), agar tetap nyaman dan aman digunakan. Maaf, dokumentasi minim, karena tangan saya kotor.

  1. Bongkar kaliper (kadang disebut kepala babi), copot kampas rem lama
  2. Pompa atau aktifkan handle rem, guna mengeluarkan sebagian piston kaliper, tidak perlu sampai piston lepas dari boringnya atau rumahnya.
  3. Bersihkan, cuci dengan air sabun semua bagian dari kaliper, termasuk piston yang terdorong.
  4. Amplas bagian pinggir bibir piston, secukupnya saja, gunakan amplas yang halus, lingkar luarnya, amplas pelan, sekedar menghilangkan kerak debu yang membandel. Ini dilakukan jika dirasa air sabun tidak mampu mengusir kotoran yang menempel.
  5. Jika sudah bersih, buka tutup master rem atau rumah oli, jika rem depan, umumnya ada di setang kanan.
  6. Buka atau putar baut (naple) pembuangan oli rem yang berada di kaliper
  7. Pompa handle rem pelan, buang oli lama sampai habis 
  8. Bersihkan master rem dari kerak kotoran, biasanya berlendir seperti lumut, itu yang saya temui di master rem Vario, perhatikan katup, atau Valve di lubang master rem, Janan sampai copot dan hilang. Baiknya dilepas, biar pembersihan lebih maksimal, tapi pemasangan kembali perlu ketelatenan. Saya juga melepas Valve tersebut dan memasangnya kembali
  9. Setelah master rem cukup bersih, masukan oli baru, pompa handle rem, sambil buka dan tutup, baut pembuangan oli, sampai oli mengalir (ini proses membuang endapan angin di dalam selang rem). Lakukan berulang sampai oli mampu mendorong piston kaliper
  10. Dorong masuk piston (saya menggunakan kunci sock segitiga) agar mendorong oli kembali ke master rem. Jika oli masih keruh, sedot oli dengan pipa kecil yang dihubungkan ke botol. Seperti menambahkan air accu, tapi kebalikannya. Botol kosong dipencet lebih dulu, masukan ujung pipa/selang kecil ke oli di master rem, lepas penceramah pada botol, maka botol akan menghisap oli. 
  11. Isi kembali master rem dengan oli, pompa handle pelan sambil buka dan tutup baut naple pembuangan oli, sampai mampu mendorong piston keluar, tanda rem sudah berfungsi. Kencangkan naple pembuangan oli. Dorong kembali piston dan cek, apakah oli di master rem sudah jernih. Kalo belum ulangi langkah tadi. Kalo sudah bersih, tinggal pasang kembali kaliper, kampas baru dan selesai.

Jangan lupa beri Grease pada tiap bagian yang memerlukannya, seperti as kampas rem, as penggerak buka tutup kaliper (ada dua).

Rem belakang

Selanjutnya merawat rem belakang. Agak repot, karena harus 

  1. Bongkar knalpot.
  2. Buka kawat penarik rem
  3. Copot kampas rem
  4. Bersihkan, cleaning semua bagian rem, tromol biasanya penuh debu. Debu ini yang kerap menimbulkan suara berderit dan penyebab rem kurang pakem, karena gesekan antara kampas dan tromol terhalang debu.
  5. Lumasi dengan grease bagian yang memerlukan, seperti per kampas dan as kampas 
  6. Pasang kampas baru dan semua dikembalikan seperti semula. Selesai

Demikian DIY (Do Its Your Self) pada perbaikan, perawatan beserta penggantian kampas rem.

Dipublikasi di alam indonesia, motorcycle | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Pasang Roler 12 gram dan Vanbelt Beat di Vario 125


Ganti roler dan Vanbelt Vario 125 Fi lansiran 2013, si Pasir Putih, ini untuk kedua kalinya selama saya pelihara. Pertama pada 17 Maret 2017 (klik cara pasang roller dan vanbelt vario125)

Vanbelt Beat merk Bando dan roller 12 gram Vario merk MSM

Penggantian ini karena berdasarkan pengecekan sebulan sebelumnya (seperti tanggal foto di atas pada 14 Agustus 2017), bahwa Vanbelt yang saya pasang 7 bulan lalu, sudah mulai retak. Kekhawatiran putus saat berkendara kerap menghantui pikiran saya. Akhirnya saya membeli Vanbelt merk Bando yang diperuntukkan buat Honda Beat fi dengan kode 23100-KZL-U200 dan roller Vario 12gram (ukuran 18×14) merk MSM. Oh iya, Vanbelt Honda memang memakai merk Bando.

Saat bongkar dan batal pasang, cuma dibersihkan saja

Saat pembelian tersebut, tidak langsung pasang. Karena setelah rumah CVT dibongkar, permasalahan bukan hanya pada Vanbelt yang sudah retak, tapi juga kampas ganda juga sudah tipis. Mungkin ini faktor utama Vario saya tidak bisa meraih top speed maksimal, cuma mentok di 100kpj. Karena saya belum menyiapkan kampas pengganti, sehingga rumah CVT dan isinya hanya dibersihkan saja, menghilangkan debu hitam yang menumpuk, lalu semua dipasang kembali. Menunggu alokasi dana buat menebus kampas ganda.

Selang sebulan kemudian, dengan kondisi vanbelt retak yang belum diganti, saya masih berani menggeber si Pasir Putih hingga kecepatan maksimal. Karena 100kpj jarang diraih, mengingat lalu lintas yang tidak memungkinkan untuk kecepatan tinggi, juga bagi saya, kecepatan maksimal 100kpj sudah cukup untuk lalu lintas Karawang – Jakarta. Akhirnya saya memutuskan untuk memasang Vanbelt dan roler baru, tanpa mengganti kampas ganda. 

Gagal pasang yang kedua kalinya, karena grease tidak cukup

Sempat gagal pasang lagi, karena stok grease cvt tidak cukup, baru pada tanggal 20 September 2017 barulah dieksekusi, saya memakai grease Setelah Suzuki yang model syachet, 5ribuan. Setelah rumah CVT dibongkar, ternyata roler 12 gram yang akan menggantikan roler lama, (kombinasi 10 dan 8 gram) berbeda ukuran. Roler 12 gram yang tertua untuk Vario ini, dimensinya lebih kecil dibanding roller lama. Meski secara berat lebih tali dimensi lebih kecil. Sepertinya Vario yang tertera di bungkus roller, bukan Vario 125, mungkin Vario 110. Proses penggantian tidak difoto, cara bongkar dan pasang bisa klik link di paragraf awal artikel ini.

Karena sudah terlanjur dibongkar dan penasaran dengan performa kombinasi Vanbelt Beat dan roller 12 gram tersebut, akhirnya tetap dipasang. Setelah terpasang, mesin dihidupkan, terdengar suara kasar dari area CVT, khususnya di titik roller. Sepertinya dimensi roller yang kekecilan membuatnya oblak.

Suara kasar tersebut sangat jelas bila mesin masih kondisi langsam dan baru dihidupkan. Jika sudah hidup lama, suara akan berkurang. 

Narsis di stasiun Bekasi Timur yang belum beroperasi

Impresi dari pengaplikasian Vanbelt Beat dan roller 12 gram dimensi kecil di Vario 125, tidak jauh beda dengan sebelumnya, hanya tenaga terasa lebih rata, dari bawah sampai atas (kecepatan awal sampai maksimal). Tidak tersendat, dan cukup nyaman. Kecepatan maksimal yang mampu diraih juga sama saja, yaitu 100kpj. Tapi bunyi nyaring di area CVT saat mesin langsam dan dingin, tetap terdengar. Saya tetap bertahan, niatnya nanti sekalian mau ganti kampas ganda. Entah kapan. Mudah-mudahan tetap aman. Amin

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , | Meninggalkan komentar

Honda Tiger Tahun 97, dijual 30Juta


Honda Tiger 2000, sepeda motor cruizer pada masanya. Tagline produk terakhir adalah, Revolution Cruizer. Yang mengiringi launching Honda Tiger Revo.

Tinggal kenangan

Saya dulu pernah memelihara si Cruizer tersebut. Gambar di atas adalah sepeda motor saya dulu. Sepeda motor yang saya sunting pada awal 2007 dan akhirnya saya jual pada 2011 silam. 

Nah, di grup Facebook Honda Tiger, Bro Anan Setiawan, owner yang mau jual sepeda motor Honda  Tiger 2000 tahun 1997 dengan harga 30juta. Harga yang fantastis untuk sepeda motor tua, berumur 20 tahun. Meski kondisinya mulus, sangat terawat. Bisa dibilang ini barang simpanan, dan bisa jadi barang koleksi. Fantastis, karena Honda Tiger Revo saya, yang merupakan keluaran 2007, saya jual di tahun 2011 dengan harga 13,5juta saja. Bahkan oleh makelar sepeda motor, saat itu ditawar cuma 9,5juta.

Berikut iklan Bro Anan Setiawan 

Belum nemu pangnya , mau lepas  Tiger simpanan original dr pabrik Th 1997 bukan restorasi  , Plat AA Kebumen Nopol Cantik ,barang kali ada yg mau lanjutin ngrawat barang istimewa.

  • Surat” Bpkb & Stnk kumplit ada semua pajak jalan 
  • kunci ada 2, buku panduan pabrik masih ada.
  • Km 11rb asli bukan rekayasa 
  • Body Full original mulus dari beli belum pernah repaint/di cat ulang (mulus)
  • tangki Utuh semua no bocor ,tidak karatan dalemnya (Mulus)
  • Mesin istimewa joss standar pabrik belum pernah bongkar apalagi turun mesin,belum pernah ganti spare part, (masih ori pabrik mulus)
  • gear set masih bawaan dari pabrik masih bagus 
  • rantai masih bagus tidak bunyi brisik
  • velg ruji masih bawaan pabrik (ada kode ketok 97)

Semua masih original bawan pabrik dr 97 kecuali ban sudah pecah” dan aki asli sudah tewas sy ganti .

30jt nego ,angkut. Langsung pantau cek barang biar puass monggoh japri .

Wa   – 081915004646 

Telp – 082111111510

TT tiger lawas buat oprekan siap monggoh, (Yg bantu up sampe laku saya kasih 3 voucer pulsa 100.000 buat 3 orang 😀)

Berikut foto lain dari Honda Tiger Bro Anan yang kinclong dan kempling itu.

Ada yang tertarik? Silahkan dijapri saja.

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | 2 Komentar

Hasil Moto2 seri San Marino, HS|55 Podium Pertama Kalinya Setelah 5 Tahun


Hasil Moto2 seri San Marino cukup mencengangkan. Pebalap asal negeri Jiran, Malaysia, Hafizh Syahrin #55 berhasil meraih podium 3. Ini adalah podium pertama Syahrin setelah 5 tahun turun di kelas Moto2 WorldGP. 

Membalap dalam kondisi track basah tidak membuat jagoan Melayu ini menurunkan performa, tetap konsisten melaju. Memulai dari starting grid 14, tentu hal yang cukup berat untuk mampu bersaing meraih podium.
Beberapa pebalap yang sering menguasai podium justeru crash dan gagal finis. Mulai dari Morbidelli si Untouchable Boy, yang crash di tikungan 8 pada lap awal. Diikuti Oliviera dan banyak pebalap lain termasuk rekan senegara Syahrin, Khairul Idam Pawi dari Honda Asia. Pawi adalah rekan satu tim Takaaki Nakagami, pebalap Jepang yang sudah beberapa kali podium, tapi pada race kali ini, Nakagami berhasil diovertake oleh Syahrin, yang saat itu berada di posisi 4. Dan pada jelang lap terakhir, Nakagami mengalami crash, menyusul rekan satu timnya.

Yang juga tidak kalah menyenangkan adalah, kedua pebalap dari tim Honda Asia tersebut berhasil melanjutkan race, dan berhasil meraih poin. Idam Pawi finis pada posisi 9 , sedangkan Nakagami posisi 11.

Berikut hasil lengkap race Moto2 seri San Marino dari MotoGP.com

Hasil race Moto2 San marino


Dari peroleh point’ tersebut, Hafizh Syahrin naik ke posisi 10 klasemen sementara kelas Moto2 dengan 66poin. Berikut daftar klasemen sementara Moto2 WorldGP 2017

Klasemen sementara, HS55 posisi 10


Sementara dari tim Honda Asia, Takaaki Nakagami berada di posisi 6 dengan perolehan 109point dan Khairul Idam Pawi diposisi 25 dengan 9 point. 9 point Idam Pawi, merupakan perolehan di seri terakhir ini, San Marino dan sepengetahuan saya, ini adalah pertama kalinya Idam Pawi berhasil finis selama race Moto2 2017. Sebelumnya selalu DNF. Cmiiw.

Dipublikasi di Moto GP, motorcycle, Ngeblog | Tag , , , , | Meninggalkan komentar

Membayar Denda Tilang Tanpa Sidang di BRI


Bagaimana menebus SIM atau STNK jika kena tilang? Bagaimana membayar denda tilang tanpa sidang? Bagaimana membayar denda tilang di Bank BRI?

Bahkan tangkapan kamera google map membuktikan bahwa lampu lalu lintas ini tidak dipatuhi pengguna kendaraan

Tilang tanpa sidang? Ya, saya baru sekali mengalaminya. Berawal dari melamun berakibat kendaraan, sepeda motor saya auto pilot, hingga tidak sadar menerobos lampu merah. Dan prittt! Saya dihadang pak polantas seperti yang saya kisahkan pada tulisan sebelumnya di ditilang karena melamun. Nah silahkan baca kisah ditilang karena melamun tersebut sebagai mukadimah tulisan ini. Biar nyambung.

Surat tilang warna biru untuk dilampirkan di setoran BRI

Jadi setelah ditilang karena melanggar lampu merah, saya diminta membayar denda tilang langsung ke BRI, bisa juga transfer, dan bukti setor atau transfer nantinya sebagai bukti buat nebus barang jaminan tilang, baik SIM atau STNK yang ditahan di Polresta Bekasi. Ya, kejadiannya di Bekasi Kota. Tepatnya sebelah timur terminal Bekasi. Jalan Cut Mutia Raya. Seperti gambar di atas.
Selang 2 hari, tepatnya Senin , pulang ronda (tugas malam di tempat kerja), saya mampir Polresta Bekasi. Karena saya yaqin di Polres juga ada loket Bank BRI. Setelah parkir kendaraan di parkir khusus (tentang parkir sepeda motor di Polresta saya kasih tips parkir gratis lain kali), saya langsung masuk gerbang Polresta, saya ditegur untuk membuka jaket saat bertanya posisi penebusan jaminan tilang di pos piket jaga, pintu masuk. 

Saat masuk, saya langsung menuju loket BRI, ternyata, loket BRI hanya melayani pembayaran untuk pembuatan SIM. Sedangkan setoran denda tilang harus ke BRI cabang kota Bekasi yang beralamat di Jl. Ir. Juanda No. 93, Bekasi Jaya, Bekasi Timur, Kota Bks, Jawa Barat 17111. 

Bank BRI kota Bekasi

Alamat tersebut sebenarnya tidak jauh dari kantor Polresta, tapi bolak-baliknya yang bikin jengah. Tapi apa boleh buat, demi tanggung jawab atas pelanggaran yang saya lakukan.
Langsung saya menuju parkiran, mudah-mudahan nanti masih depat ruang parkir gratis lagi. 

Form setor nitip denda tilang

Sampai Kantor BRI, antrian pembayaran cukup panjang, padahal ada beberapa loket. ‘Pesakitan’ macam saya, yang mau bayar denda tilang ternyata cukup banyak, bukti bahwa taat lalu lintas jika ada pengawas yaitu polantas.

Arah panah adalah masuk dan keluar kendaraan, titik merah adalah lokasi parkir sepeda motor

Setelah bayar dapat bukti transfer, langsung saya menuju parkiran, di Bank BRI ini, bayar parkir 2 ribu perak. Yang aneh, penjaga parkirnya tidak memakai seragam layaknya pada BANK yang memiliki parkir resmi. Padahal ruang parkir juga berada dalam satu lingkup gedung dengan pintu pagar yang sama. Penjaga parkir di BRI kota Bekasi ini, lebih mirip penjaga parkir liar, layaknya parkir di pasar tradisional atau pinggir jalan yang dikelola ‘ormas-ormas itu’. 

Bahkan pak polisi ikut antri menunggu pintu buka


Keluar parkir Azan Duhur berkumandang, kalo langsung balik ke Polresta, saya yaqin masuk jam istirahat, yang berarti pelayanan juga ditunda. Saya memilih menuju masjid di seberang kantor BRI ini, guna menunaikan panggilan Ilahi. Gedung  d baru masjid ini masih tahap pembangunan. Tapi masjid lama masih berdiri dan cukup luas. Setelah selesai shalat, saya lanjut menuju Polresta untuk menebus SIM yang ditahan.

Masjid ini tidak terdeteksi di google map, sehingga tidak ada foto dalaemannya, padahal cukup besar


Saya sempat mampir makan siaomai di sekitar parkir yang dikelola ‘ormas’, sembari menunggu jam istirahat usai. Oh iya, saya masih dapat ruang di area parkir gratis.
Setelahnya, kembali masuk ke kantor Polresta dan ternyata pelayanan penebusan jaminan tilang, masih menunggu jam istirahat usai. Setelah buka kami (ada beberapa ‘pesakitan’) mengumpulkan bukti transfer bayar denda tilang dari BRI. Menunggu lagi. Selang beberapa menit, kami dipanggil bergantian dan menerima jaminan kembali. Selesai.

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , | 7 Komentar

Kena Tilang Karena Berkendara Sambil Melamun  


Penyebab tilang karena melamun saat berkendara? Kok bisa? Apakah anda pernah melamun saat berkendara? 

Ilustrasi lampu merah di jalan Gajah Mada

Hati-hati jika Anda mulai mengalami halusinasi otak saat pegang kemudi, Anda bisa ditilang polantas lho. 

Melamun saat berkendara, kadang terjadi karena kejenuhan akan perjalanan yang ada. Bisa karena lalu lintas yang padat, bisa juga karena lelah, sehingga otak sulit fokus.

Melamun karena lalu lintas padat atau macet, terjadi karena otak merasa jenuh, sehingga kinerja otak terganggu, tidak fokus. Pikiran melayang. Dan tidak sadar entah kemana. Bisa juga si pengendara sengaja melamun atau memikirkan hal lain guna mengatasi kejenuhan lalu lintas, biar tidak merasa lelah. Memikirkan hal yang menyenangkan, kadang mampu meringankan beban pikiran yang lelah berkendara. 

Nah, mengapa melamun saat berkendara bisa kena tilang, apa ada undang-undangnya? Tidak, tapi, saat berkendara sambil melamun, kita jadi tidak fokus. Ketidakadilan inilah biang tilang. Bahkan bukan hanya tilang, nyawa juga bisa melayang. Kenapa?

Karena tidak fokus, kendaraan kurang terkendali. Istilahnya, autopilot. Karen hal tersebut, kontrol akan kendaraan dan sekitarnya, kurang sensitif. Tidak sadar kalo ada lobang atau hal lain yang bisa menyebabkan kecelakaan, baik tunggal maupun melibatkan pengguna jalan lainnya.

Autopilot karena melamun juga membuat pengendara tidak menyadari adanya rambu lalu lintas yang tidak boleh dilanggar. Nah, inilah yang saya alami. 

Surat tilang buat setor ke BRI

Kejadiannya beberapa hari yang lalu, tepatnya Sabtu, 12 Agustus 2017, pagi saat berangkat kerja. Di sekitar Bukaka Kapalan,, Bekasin sisi timur terminal Bekasi Kota. Mungkin karena lelah dan jenuh akibat lalu lintas  Cikarang – Bekasi, yang ternyata tetap padat di akhir pekan, membuat otak saya gagal fokus, dan ngelantur kabur dari kepala saya. Alias mekamun. Oh iya, saya dari Karawang menuju Jakarta.
Karena melamun, membuat sepada motor saya, sedikit autopilot. Lost control. Tidak sampai kecelakaan si, tapi hampir saja. Karena tanpa sadar, saya melanggar rambu lampu lalu lintas yang menyala merah. Saya baru sadar saat ada polantas memberhentikan saya dan menyuruh minggir. Disitulah saya berpikir, kenapa saya distop polantas. Tengok ke belakang, pengendara lain berjajar di perempatan menunggu lampu berubah hijau, lah kok saya nyelonong saja. 

Polisi juga menjelaskan, akan kesalahan saya tersebut, setelah memeriksa SIM dan STNK saya. Surat tilang warna biru diserahkan kepada saya, setelah saya tanda tangan. Tertera angka 90 ribu, dan Saya disuruh bayar ke BRI. Dan bukti setor bawa ke polres  untuk pengambilan jaminan yang ditahan. Saya menyetujui SIM saja yang  ditilang. Belakangan saya baru sadar, sebaiknya STNK saja, agar, bila waktu pengambilan SIM cukup lama, kita bisa membawa kendaraan lain. Karena bukti surat tilang tidak bisa menggantikan SIM yang ditahan. 

Yang saya heran, Kok disuruh langsung bayar di BRI, biasanya suruh sidang seminggu kemudian. Baru kali ini mengalami tilang tanpa suruh sidang. Langsung bayar ke BRI. Saya agak gagap, bagaiman membayar denda tilang kendaraan. Apakah bisa bayar di loket BRI Polres? Apakah bisa transfer? Apakah harus ke BANK BRI di manapun? 

Waktu yang pendek, saya hanya nanya apakah bisa transfer. Dia bilang bisa, yang penting ada bukti transfer. Belakangan saya baru sadar, ternyata nomor rekening yang dituju, tidak tercantum di kertas bukti tilang. Polantas tidak sempat menjelaskan, karena pelanggar rambu lampu lalin, susul menyusul setelah saya, lagi, lagi dan ada lagi. Memang, baru saya temui ada razia polantas di tempat tersebut, padahal sudah setahun, hampir tiap hari saya lewat jalan tersebut. 

Bahkan rambu lampu lalin yang saya terobos, jarang dipatuhi oleh pengguna jalan, terutama angkot. Mereka kerap selonong boi, sruntulan. Hal tersebut memprovokasi  pengguna jalan lainnya. Jadi tiap hari, pasti ada pelanggar rambu di tempat tersebut. Hal itu terjadi karena lalu lintas dari jalan yang berpotongan sangat sedikit, kendaraan di dominasi dari jalan yang searah dengan saya. 

Hal lain yang mempengaruhi pelanggaran adalah, tidak ada polisi, tidak mengapa tidak patuh, yang penting tidak ditilang. Termasuk penggunaan helm. Tapi sekali lagi, biasanya saya patuh. Entah mengapa hari tersebut saya autopilot dan menerobos lampu merah. Yang pasti karena melamun. Masih untung tidak tertabrak kendaraan lain.

Kembali soal tilang saya, karena melanggar lampu merah. Denda yang tertera di surat tilang karena menerobos traffic light ini sebesar 90 ribu rupiah dan harus menebusnya di BRI. Saya berniat membayar di loket BRI yang ada di Polres. Biar lebih cepat. 

Berhubung tulisan ini udah seminggu dan tidak juga selesai, maka penyelesaian kasus tilang karena menerobos lamer, akan saya tulis lain kali saja. 

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , | 3 Komentar