Bajaj ‘Jalitheng’ Pulsar 220 Hibernasi


Sudah 2 Minggu, Pulsarstrada 220 teronggok di tanpa daya di teras rumah. Hibernasi, tidur, bukan mati. 

Mojok, minggir dulu

Hal ini berawal habisnya kampas rem depan yang tidak terdeteksi, hingga menggerogoti piringan atau disk rem depan, alhasil piringan menjadi tipis dan mudah mleot. Saya lupa mengganti diskpad atau kampas rem depan yang menjadi andalan pengereman Jalitheng.

Shick depan kanan dan shock belakang kiri, seal jebol. Piringan rem depan tipis dan kaliper rem belakang rusak

Memang, sudah 2 bulan lebih, Jalitheng hanya memiliki pengereman depan saja, rem belakang rusak, piston kaliper macet, tidak mau balik dan menjepit piringan rem. Sudah berulangkali diupayakan perbaikan, tapi belum berhasil, sehingga rem belakang saya nonaktifkan sekalian.

Ini adalah kaliper rem belakang setelah piston dikeluarkan menggunakan tiupan angin kompresor

Karena pengereman hanya mengandalkan depan, sehingga boros kampas rem. Biasanya saya rajin mengecek dan mengganti dengan yang baru. Nah terakhir kali penggantian, saya pikir belum genap 2 Minggu, jadi saya masih cukup yaqin dengan kampas rem tersebut, ternyata dugaan saya keliru, muncul bunyi mencurigakan akibat piringan tergerus besi. Ternyata piringan sudah aus dan berubah mirip plat tipis, ngeri kalo masih dipakai.

Pinjem motor ibunya anak-anak

Saya coba cari piringan pengganti, velg modifikasi OLD V-IXION, piringan lebar diameter 30 cm, ternyata cukup sulit didapat, perbaikan rem belakang juga belum berhasil, akhirnya saya putuskan nyemplak Hayate untuk sementara sampai Jalitheng punya rem kembali.

Kerusakan lain dari Jalitheng Pulsar 220 saya adalah, jebolnya seal shock belakang yang kiri, dan seal shock depan yang kanan. Lengkap sudah. Okelah, biarlah bobo cantik dulu si Pulsar, sampai batas waktu yang tidak saya tentukan. 😂
—————–

Posted anda published from mi Prime Cungkuwo

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | 7 Komentar

​Kisah Kaki Pendek


Tadi malam pulang nguli, sengaja pulang malam, karena Jakarta hujan di sore hari.

Sesampai Lemah Abang menjumpai club CB150R yang konvoi, mungkin touring. Saya lewati mereka sambil klakson dan Acung jempol, cukup susah, karena ridingnya tidak berurutan, sampai rider terdepan saya salip.

Tidak seberapa lama (mendekati Pebayuran) saya melewati anak muda yang sedang menuntun Yamaha Mio. Reflex saya pinggirkan sepeda motor dan berhenti. Menunggu si Mio mendekat, rombongan CB 150 R melaju meninggalkan suara gemuruh. 

“Kenapa Mas?” Tanya saya kepada si Mas Mio, maksudnya anak muda yang menuntun motor Mio saat berada tepat di belakang saya.

“Mogok Pa” jawabnya pendek.

“Ayo, coba distut aja” kata saya. Stut yaitu kata umum yang dipakai saat seorang pengendara sepeda motor mendorong sepeda motor lain, menggunakan kaki. Saya menyertakan kata ‘coba’, karena saya sudah beberapa kali nyetut sepeda motor mogok, saat mengendarai Jalitheng Pulsarstrada 220 memang cukup susah. Riding style yang tinggi, membuat kaki saya kerepotan menjejakkan kaki ke sepeda motor yang hendak distut. 

Benar saja, saya kerepotan nyetut si mungil Mio. Akhirnya dengan susah payah saya bisa ‘menghardik’ si itik biar laju, meski tertatih. 

Beberapa saat kemudian, ada rider lain yang mengawal di belakang kami. Kejadian ini mirip beberapa waktu silam. Saat itu, di jalan yang sama, saya nyetut Honda Cb150R old. Saya kewalahan, beberapa saat kemudian ada rider yang mengawal. Seorang penunggang CB klasik kejadian, akrab disebut CB blar-blar. Karena melihat saya kewalahan, rider cb blar ternyata langsung ikut nyetut dari kiri sepeda motor CB150R dan lebih kencang, saya yang di bagian kanan motor ketinggalan, dan akhirnya memikirkan H jadi pengawal, sampai si CB mogok belok arah Rengasdengklok, saya dan CB blar lanjut lurus.

Semalam, yang ngawak saya pikir rider Byson, setelah saya perhatikan di spion, nampaknya rider Yamaha X-RIDE. Sampai lampu merah persimpangan Rengasdengklok, kami berhenti. Benar juga, X-RIDE menyapa kami. Saat lampu berubah hijau, saya lanjut nyetut sampai persimpangan Karawang Kota – Lingkar Tanjungpura. Si Mio mau ke Kota, sedang saya belok arah menuju Tanjungpura-Syeh Quro, bareng si X-RIDE.

Keneng kaki dan tangan, nasib kaki pendek. Berbeda saat nyetut mengendarai SkyDrive atau Hayate, lebih mudah dan enteng. Nampaknya jok depan Pulsarstrada perlu dipotong dan papas busanya, biar tidak terlalu ‘dingklik deteckted’ alias jinjit balet. (Tri)

Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | 17 Komentar

Pasang Windshield/Visor N-Max di Pulsar 220


Yamaha N-Max semakin mainstream di jalan raya. Bukti bahwa, scooter matic gambhot ini laris di pasaran. Seabrek part variasi atau aksesoris nya juga tersedia di toko variasi roda dua, baik offline maupun Online. 

Visor ori dan tambahan hancur lebur beserta bracket yang pengok mlenyot

Part paling wajib yang menjadi sasaran modifikasi dari Yamaha N-Max adalah visor atau windshield. Part penahan terpaan angin dari depan ini, kerap disebut tameng, umumnya diganti dengan yang lebih tinggi. 

Nah, kebetulan pasca crash keempat, Jalitheng kehilangan dua visor, visor bawaan fairing dan tambahan Made by coriaz. Karenanya, saya penasaran dengan visor N-Max, yang aksesoris tentunya. Beberapa kali menemui di jalan, nampaknya cocok kalo di pasang di Pulsar 220.

Dari keinginan sekilas, tanpa sengaja saya dapati visor aksesoris N-Max di toko aksesoris motor yang saya sambangi sekalian lewat jalan pulang untuk membeli buf. Tanya harga dan tawar menawar, membandingkan dengan harga di Online market masih bisa dibilang seimbang.

Visor lama, double visor (kiri) dan visor variasi N-Max (kanan)

Harga visor/windshield/tameng aksesoris N-Max ini dibanderol 180ribu, saya tawar kena 170ribu. Di Online market, tersedia mulai harga 110ribu, tapi kekurangannya saya tidak bisa cek barang langsung. Jadi saya putuskan di toko offline ini.

Pemasangan visor/windshield/tameng  N-Max di Pulsar 220, menggunakan bracket visor tambahan coriaz. Sebenarnya bracket tersebut sudah pengok-pengok, lalu dengan bermodal palu, bracket tersebut bisa saya pakai lagi.

Lobang visor tentu perlu penyesuaian dengan bracket ini, maka perlu pengeboran. Visor variasi N-Max ini cukup lentur. Bahan mikanya empuk, bahkan dengan obeng min kecil sebagai mata bor, mampu melebarkan lobang yang kurang, karena saya hanya punya mata bor super kecil sebagai pembuat lobang awal.

Dengan pemasangan visor N-Max ini, saya tidak perlu menambah visor aseli, sudah cukup tinggi menjulang, dan mampu menahan terpaan angin. Tapi jika dari arah rider, kok kurang ‘ndangak’ kayaknya. Semoga awet

Dipublikasi di Ngeblog | 4 Komentar

Cara Balik Nama BPKB Motor Second di Polda Metro Jaya


Cara Balik Nama BPKB bagi yang beli sepeda motor Second, masih banyak yang gagap, alias gagal paham. Menganggap bahwa sudah satu paket dengan balik nama STNK, alias dianggap cukup urus balik nama di kantor Samsat atau kantor bersama. Tulisan ini adalah, lanjutan dari cara balik nama kendaraan bermotor second, yang saya kisahkan saat balik nama Suzuki Hayate.

 

Langkah balik nama BPKB di polda Metro Jaya

Cara Balik Nama BPKB sepeda motor Second, beda tempat dengan balik nama STNK. Hanya saja, ada surat berupa bukti cek fisik dari Samsat setempat untuk pengantar ke Polda. Dalam hal ini saya dari Samsat Bekasi Kota, sedangkan Polda yang di maksud adalah Polda Metro Jaya. Lebih tepatnya gedung Direktorat Lalu Lintas Polda metropolitan Jakarta Raya, umum disebut gedung biru, karena cat gedung tersebut berwarna biru.

Gedung biru polda metro jaya, pict fokusbisnis.com

Lho kok kendaraan Jawa Barat ngursnya di DKi Jakarata? Karena plat B, menginduk ke DKi Jakarta, jadi, semua kendaraan dengan plat nomor berawalan B, maka pengurusan BPKB di Polda Metro Jaya. Mulai DKI Jakarta sendiri termasuk Bekasi (kota dan Kabupaten), Depok dan Tangerang (Tangsel, Kota dan Kabupaten) 

Susunan berkas balik nama

Cara Balik Nama BPKB kendaraan di Polda Metro Jaya cukup mudah, yang penting syarat terpenuhi, datang dan bawa

  1. Masuk antrian di teras gedung biru, disini dilakukan pengecekan berkas oleh petugas dan ambil nomor antrian
  2. Antrian kedua mendapat blanko atau formulir, serta disusun oleh petugas, isi di meja yang tersedia, disusun, mulai dari fotokopi KTP, fotokopi STNK, nomor antrian, formulir pendaftaran, formulir biru
  3. Setor ke loket, dan tunggu panggilan nomor antrian untuk mendapatkan kwitansi untuk pembayaran ke loket BRI (saya agak lupa, apakah ke loket dulu atau sudah dapat kwitansi di antrian kedua)
  4. Ke loket Bank BRI bayar administrasi balik nama sebesar 80 ribu rupiah, dari BRI kita dikasih barcode bukti lunas yang ditempel di blanko biru, susun ulang, masukin kwitansi yang sudah diregistrasi BRI.
  5. Setor ke loket selanjutnya, dan tunggu panggilan, untuk mendapatkan kwitansi atau bukti balk nama, untuk pengambilan BPKB baru pada seminggu yang akan datang

    Bukti penyerahan berkas, untuk pengambilan BPKB baru

  6. Datang pada tanggal yang tertera, je loket PENYERAHAN dan tunggu dipanggil. Kita dapat BPKB baru, jangan lupa cek nama dan alamat biar tidak salah.

    Balik nama BPKB kendaraan bermotor di Polda Metro Jaya cukup mudah dan rapi. 

    Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | 7 Komentar

    Memperbaiki Jarum RPM, Speedometer Pulsar 220


    Memperbaiki Speedometer Pulsar 220, lebih tepatnya jarum RPM.

    Tampak atas dan depan saat dashboard speedometer di angkat

    Masih akibat crash, jarum RPM Speedometer Jalitheng Pulsar 220 copot. Ini kejadian ke-dua, jarum RPM lolos dari porosnya. Jadi saya sudah pernah memperbaiki sebelumnya pada crash 2015. Kalo tidak salah ingat. Baca lebih lanjut

    Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | Meninggalkan komentar

    4.11, Antara Rumput dan Runtuhnya Kredibelitas Metro Tipu 


    Jumat, 04 November 2016. Hari yang akan dicatat dan diingat dalam sejarah bangsa ini. Aksi damai yang diikuti oleh jutaan masyarakat dari seantero pelosok negeri. Aksi demi tegaknya supremasi hukum, dalam dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Gubernur nonaktif DKI Jakarta.

    Aksi damai hindari injak rumput

    Aksi damai hindari injak rumput

    Longmarch dari berbagai penjuru, menuju istana negara, melewati jalan merdeka. Karena peserta yang begitu banyak, membuat jalan penuh, ‘bejubel’. Sehingga berkali-kali, korlap mengingatkan anggota aksi damai agar menjaga ketertiban. Salah satu himbauan yang terus dikumandangkan adalah, agar peserta tidak menginjak rumput.

    Jangan injak rumput, di belakang ada metro tipu

    Itulah, kata-kata yang kerap terlontar. Kata “METRO TIPU” menjadi gurauan yang mengusik otak saya. Apakah yang dimaksud adalah stasiun TV swasta nasional? Nampaknya kepercayaan publik akan kredibilitas pemberitaan oleh TV tersebut luntur sudah.

    Aksi-damai-bela-islam-411-hindari-taman.jpgMemang himbauan tersebut cukup mempan menghalau peserta dari taman. Meski pada akhirnya, mendekati barikade polisi, karena peserta dari belakang yang terus maju, membuat bagian depan kewalahan dan terpaksa meluber ke taman. Menginjak rumput. Tapi sepanjang penglihatan saya, tidak ada kerusakan taman yang fatal.

    Terkait kredibilitas sebuah media, memang saat ini sulit untuk mempercayai begitu saja berita yang disuguhkan. Masyarakat semakin jeli dan hati-hati dalam menelaah berita yang berkembang. Baik yang disajikan oleh media televisi maupun media lainnya. Tapi bagi sebagian masyarakat yang awam, akan  kesulitan membedakan antara berita benar, atau mengada-ada, semua  dikonsumsi tanpa cek-ricek secara mendetil. Inilah yang mungkin membuat berita hoax tetap laku dan mendapat rating. Atau bisa jadi berita yang menimbulkan kebencian tetap mendapat respon dari penonton, karena membuat penasaran. Maklum, sekarang, penyajian berita, baik cari penggemar dan pembenci, bisa jadi seimbang, sama-sama dapat rating berdasarkan jumlah. Intinya, rating naik, iklan tayang, duit terkumpul. Imho

    Dipublikasi di Al-Quran | Tag , , , | 6 Komentar

    Ganti Lampu Mata Pulsar 220 Jadi “Blue Eyes”


    Ganti Lampu Mata Pulsar 220. Lampu Mata yang mana? Maksudnya lampu senja

    Sebelumnya silahkan cek postingan sebelumnya untuk cara bongkar dashboard (cara bongkar dashboard, ganti dan setting lampu utama (depan) pulsar 220).

    Baca lebih lanjut

    Dipublikasi di motorcycle | Tag , , | Meninggalkan komentar

    Cara Ganti Bohlam dan Setting Lampu depan Pulsar 220


    Ganti bohlam lampu utama atau lampu depan Pulsar 220 serta cara setting jarak tembak lampu Pulsar 220, baik lampu utama maupun lampu jauh, memang cukup sulit.

    Paling mudah adalah dengan merogoh lewat kolong fairing, dengan cara mencopot cover ‘dagu’ fairing (atas – belakang plat nopol depan). Ini berlaku bagi yang hafal posisi lampu dan baut setelan lampu, serta lengan tangannya kecil dan panjang. 

    Bagi yang berlengan besar akan kesulitan untuk ‘merogoh’ lewat kolong fairing, apalagi sudah pasang front fender, dan kebetulan saya ingin sekalian cek wiring serta keperluan lain di area kolong dashboard atau dalam fairing depan tersebut, berikut cara saya

    1. Copot tangki, ini berarti copot cover bodi kanan kiri dan jok depan terlebih dahulu
    2. Buka semua baut visor, ada 6 buah
    3. Buka baut cover atas fairing atau cover dashboard yang merupakan dudukan Spedometer. 
    4. Angkat, buka cover Spedometer, Ini berarti sekaligus mengangkat speedometer. Buka pelan dan hati-hati, dari bagian visor ke arah samping dan tangki. Waspada bagian samping, jangan sampai bracket mur, baut cover samping patah, dorong fairing ke samping pelan sampai bracket mur tadi bisa lolos keluar (kanan-kiri bergantian)

      Posisi bohlam dan setelan lampu depan pulsar 220

    5. Selanjutnya perhatikan gambar di atas, posisi bohlam lampu dan setelannya. Lampu jauh ada di atas dan lampu utama di bawahnya. 
    6. Copot cover fitting bohlam yang akan diganti
    7. Hidupkan mesin, hidupkan lampu, arahkan sorot lampu ke bidang yang mudah dipantau.
    8. Putar baut setelan lampu menyesuaikan kebutuhan. Setelan lampu utama mepet BCU, untuk memudahkan setting, copot BCU dari bracketnya.
    9. Pasang kesemuanya, cek ulang dan pastikan tidak ada yang ketinggalan. Selesai

    Begitulah cara ganti lampu dan Setting Lampu utama Pulsar 220.
    ——————

    Diketik dan posting di dalam Bus TJ, dari Halte Benhil menuju Kota. Selesai ambil BPKB Suzuki Hayate di Polda Metro Jaya.

    Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , | 5 Komentar

    27 Oktober, Hari Blogger Nasional


    Hari Blogger? Ternyata blogger aja, ada harinya, dan saya sendiri yang katanya Blogger lupa akan hal itu.

    Hari Blogger Nasional ditetapkan 27 Oktober 2007 oleh Muhammad Nuh, sebagai Menkominfo kala itu. 

    Saya yang mulai corat-coret dunia maya di blogspot pada 2009, juga tidak tahu kalo ada penetapan hari Blogger. Waktu itu juga sekedarnya. Sampai akhirnya pindahan ke WordPress pada 2010 atas inisiasi Pakdhe Maskur.

    Dan dari sini mulai menulis cukup aktif, ikut ketularan ngomongin otomotif, walaupun akhirnya jadi blog gado-gado, dengan berbagai isi kepala yang tertuang dalam tulisan. Sampai saat ini, blog ini tetap sebagai catatan harian, meski tidak tiap hari diisi. Opini pribadi dan wahana berbagi pengalaman, pengetahuan serta hal lain yang ingin saya tulis, selama tidak melanggar hukum.

    Meski mengawali ngeblog di 2010, kata Mbak Ysalma  dianggap cukup telat, paling tidak dari situ saya menambah perkawanan dari berbagai kalangan dan profesi. 

    Yuk mari, menulis sebelum nama kita ditulis di batu nisan, kata Mas Fikri. Kadang tulisan bisa menjadi obat juga, agar otak tidak jenuh, maka isinya perlu dikurangi, dengan menuangkan dalam bentuk tulisan, tentu yang baik dan tidak melanggar hukum, lebih baik lagi yang bermanfaat bagi sesama.

    Oh iya, hari ini, 28 Oktober, Hari Sumpah pemuda lho (Tri)

    • Kami Putra dan Putri INDONESIA.
    • Bertanah air satu, Tanah air Indonesi
    • Berbangsa satu, Bangsa Indonesia
    • Berbahasa satu, Bahasa Indonesia

    Selamat Hari Sumpah Pemuda

    Dipublikasi di BLOGGER | Tag , , | 7 Komentar

    Crash ke-4, Jalitheng Makin Compang-Camping


    Kecelakaan di jalan raya, kejadian yang kadang tidak bisa dihindari. Hal tersebut karena melibatkan pengguna jalan lain. Meski kita sudah hati-hati, bisa jadi pengguna jalan lain kurang hati-hati dan sebaliknya.

    Kejadian 13 Oktober 2016, di depan Gudang Bulog Cibitung

    Baca lebih lanjut

    Dipublikasi di motorcycle | Tag , , , | 14 Komentar