Ngenyis


image

Kemarin saya sedikit mengulas tentang Seprih si beringin pencekik. Seprih versi banyumasan di lingkup masa kecil saya. Nama seprih bagi masa kecil saya lebih akrab di telingan daripada kata beringin. Kecuali jika berkaitan dengan ‘golongan kuning’ yang berkuasa kala itu.
Nama blog dengan embel-embel Banyumasan sepertinya kurang afdol kalo tidak diselipi dialek Banyumasan.

Tentu Banyumas wilayah saya, karena wilayah Banyumas begitu luas yang terdiri dari perbukitan dan dataran rendah. Karena luasnya, kampung bukit yang satu dengan yang lain memiliki pemahaman kata dan logat yang berbeda. Berbeda pula dengan masyarakat dataran rendah, meskipun perbedaan itu tidak signifikan.
Ngenyis, adalah kata yang hampir saya lupakan, karen hidup di metropolitan tidak pernah memakai kata-kata ‘spesial’ Banyumasan meski terkadang bertemu dan bergaul dengan orang Banyumas.
Ngenyis adalah ungkapan penolakan, penafikan, pembantahan sekaligus hinaan pada orang lain yang sedang berbicara, mengadu, memamerkan kemampuan dengan kata-kata dan semacamnya.
Kata Ngenyis biasanya dilontarkan spontanitas karena ketidakpercayaan, tidak suka dengan apa yang disampaikan, diadukan seseorang, langsung kepada orang tersebut (pengadu).
Misal seorang pengangguran yang sedang menyampaikan ide bisnis yang dia anggap luar biasa, hal yang sebenarnya mustahil dilaksanakan karena kondisinya yang tidak membuktikan. Maka orang yang mendengar kalimatanya akan menjawab “Ngenyislah” atau “Ngenyis kowe lah”
Sulit saya menggambarkan secara persis contoh pemakaian kata ‘Ngenyis’ ini dalam bahasa selain Banyumas.
Saya juga tidak atau belum menemukan kata dalam bahasa Indinesia yang memiliki arti sama dengan kata Ngenyis.
Saya tidak tahu apakah anak-anak di kampung halaman saya sana saat ini masih ada yang memakai kata ini. Bisa jadi mereka lebih suka menyangkal dengan kalimat
“Ah, biasa bae kéles”
Apakah pembaca pernah Ngenyis?(tri)

**************
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di banyumasan dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Ngenyis

  1. adhyg13 berkata:

    nembe ngerti malah

  2. ahmadfaisolat berkata:

    mungkin padanannya:

    gujis lah, tai lah, bullshit lah
    ———-
    dulu waktu kecil pernah denger kosa kata ngenyis, ngga tau/kurang begitu paham maksudnya & ga pernah memakainya 🙂

  3. mbladeush berkata:

    lak nang jatim ra ono kata ngenyis 😀

    ———————

    flash mob pakai BMW 🙂

    http://www.bladeus.wordpress.com/2014/08/27/the-epic-driftmob-bersama-bmw-m235i-coupe/

  4. Ping balik: Ndremis | Triyanto Banyumasan Blogs

  5. Ping balik: Gujih | Triyanto Banyumasan Blogs

  6. Ping balik: Nggrabis | Triyanto Banyumasan Blogs

  7. Dian berkata:

    Mbentongor. . .?
    Nganyor. . ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s