Berkendara malam hari wajib lebih waspada, ya.. sepulang nguli berjalan agak buru-buru sebenarnya, karena sudah rintik-rintik gerimis menitik di visor helmku. Mendekati perempatan, nampak berjejer mobil dan kendaraan lain menunggu lampu merah berubah hijau, akupun berhenti di belakang mobil tersebut. Sebagian pengendara motor memaksa berhenti di depan barisan mobil yang berarti di depan garis putih. Yah itulah kebiasaan yang salah kaprah di Jakarta.
ilustrasi perempatan jalan di Jakarta
Sesaat kemudian lampu berubah kuning dan hijau, semua pengendara siap melaju, tapi tiba-tiba mobil di depanku kembali berhenti dengan agak mendadak, karena penasaran kupandang ke arah perempatan, nampak penyebab berhentinya mobil-mobil tersebut adalah sekelompok pengendara motor tanpa safety gears sama sekali, bahkan ada yang berboncenagn tiga orang, Lanjutkan membaca Alay Bernyawa Sepuluh
Beberapa waktu lalu aku dapat kabar yang cukup mengejutkan, seorang mekanik yang cukup diandalkan meski masih baru dan berstatus karyawan kontrak. Dimas Gatot namanya, memang dia berbeda generasi denganku, umur muda, ketrampilan mekanikal oke, sama bosnya jadi andalan, dan disiapkan sebagai penerus senior-seniornya nantinya, mewarisi pengetahuan yang memang harus bisa dikuasai agar ada regenerasi.
ilustrasi ban cacing vs kontainer
Kembali ke kabar yang mengagetkan yaitu Gatot sedang koma di salah satu rumah sakit, karena kecelakaan, kabrnya seorang satpam menemukannya tergeletak tak berdaya di jalan Cakung-Cilincing arah ke Priuk pada pagi buta, motornya lumayan ringsek, ya Gatot mengendarai speda motor matic Honda Beat yang dimodif mengaplikasi ban kecil, biasa disebut ban Cacing. Lanjutkan membaca Pagi Buta, Gatot meregang nyawa di Cacing
Oks melanjutkan kisah suka duka sopir truk kontainer, sebut saja K, dia adalah Kaka si A dalam kisah sebelumnya. Sebenarnya kisah inipun sudah lampau. Awalnya si K memarkirkan truknya di pinggir jalan untuk makan di warteg, jalanan cukup sepi sehingga K berani parkir di sini, buntut truk berdekatan dengan jalan atau gang yang merupakan pintu keluar suatu perkampungan. Perkampungan di kota tentu, yang padat dan beraneka macam warganya, ada yang alim ada juga yang begajulan, suka nyabu kaya Afriani supir Xenia maut Tugu Tani 😀
Sebenarnya sudah lama, tapi sepertinya baru sekali aku ngelihat di tipi ehh TV kamsude. Yah si Ganteng Yamaha Byson sudah ada iklan TVCnya, tampak meliuk diantara Petik kemas, memamerkan berbagai keunggulan. Gagah berwarna putih elegan. Iklan yang bagus menurutku. Tentu makin banyak yang kepincut dengan adanya iklan TVC tersebut sesuai harapan YIMM. Maklum tidak semua lapisan masyarakat mengenal semua produk setiap ATPM yang ada di Indonesia, kecuali bagi yang sudah melek internet, itupun terbatas bagi yang demen melototi berita otomotif, selebihnya ya dari berita di TV. Dan sudah mahfum, televisi sudah merupakan kebutuhan primer bagi sebagian rakyat Indonesia, sehingga iklan produk akan lebih mengena ke masyarakat luas jika tayang di televisi.
Itulah tulisan yang sering aku baca di trailer pengangkut petik kemas (container) atau tronton bersambung. Container, demikian saya biasa menyebut kendaraan panjang petik kemas tersebut. Selalu ngeri jika berkendara deket dengan kendaraan satu ini. Beberapa korban kecelakaan maut karena kesenggol atau keentup si Container.
Contohnya di jalur Cacing, jalan antara Cakung-Cilincing ini, mungkin ratusan korban pesepeda motor sudah meregang nyawa di jalanan yang selalu dipenuhi container petik kemasa tiap harinya. Lanjutkan membaca Awas Long Vehicle
Itulah info dari 2 pengunjung blog pada tulisanku sebelumnya (baca : Pulsar 200 NS Monoshock, Apakah sasis cukup Kuat ?) yang menyatakan bahwa motor Jepangpun belum tentu memiliki rangka yang kuat, mengcounter minded bahwa Bajaj Pulsar ranngkanya getas, alias gampang patah jika overload bukan melengkung.
kata siapa produk jepang lebih baik??? megapro saya patah rangka 2 kali di bawah jok…Tiger juga banyak yang mengalami kasus serupa…jadi jangan sampe merasa Japan Minded lah apa apa yang produk jepang pasti bagus, nggak juga.. Lanjutkan membaca Rangka Tiger Dan Megapro Patah
Mengorek luka lama istilahnya kali ya, kasus yang sudah lama terabaikan berkaitan pathnya rangka Pulsar karena keberatan muatan sehingga perlu tambahan rangka plus lasan
gbr Benny
Pikiranku saja barangkali ya, sehingga Bajaj sebelum Pulsar baru ini (P200NS) gak pernah produksi motor mono shock karena kualitas rangka yang getas, dan menurut beberapa rekan, rangka Pulsar lebih getas daripada motor Jepang produk Indonesia (Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki etc) bisa dikatakan, jika motor Jepang keberatan beban rangka akan melngkung, sedang pada Bajaj Pulsar keberatan Beban patah.
Kasus terakhir yang saya baca adalah Bro Chandra, dalam tulisannya Frame Bajaj Pulsar Patah . Bajaj Pulsar 180 UG4 mengalami patah tulang alias frame di bawah jok patah dengan kemungkinan penyebab adalah overload, beban biker dan rear box sepertinya tak mampu ditanggung oleh frame ini, mengalami sterssing dan “ceklek” PATAH bukan BENGKOK …
frame PIBO Bro Chandra
Biar jelas klik gambar dan zoom
bener-bener "CEKLEK"
Nah dari kasus-kasus Frame Pulsar patah, Mungkinkah Pulsar 200 NS memakai material baru untuk Framenya? dan Bajaj Auto India sudah memperbaiki kualitas lasan sehingga tidak blepetan lagi 😀 Dan monoshock tentu titik jenuh karena beban berada pada tempat yang rawan patah seperti dialami Bro Chandra tersebut, terutama jika owner mengaplikasi rear box
sekedar ilustrasi
Ini hanya berandai-andai Bajaj Auto masih mengaplikasi material frame si Pulsar 200 NS kwalitasnya sama dengan produk pendahulunya. Yah mudah-mudahan ada perbaikan kualitas, sehingga gak ada lagi kasus frame ataupun rangka patah, lah yang Coak rangkanya aja kuat, mosok ini yang utuh dan tebal lansung “CEKLEK” patah, gak lucu kan. IMHO. Wassalamu’alaikum
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.