Idul Fitri, Silaturrahim dan Helm


Idul Fitri, lebaran, identik dengan silaturahim atau akrab disebut silaturahmi.

Waspada-kecelakaan-dijalan-cilincing-cakungBepergian mengunjungi saudara yang lebih tua atau yang dituakan. Sungkeman bermaaf-maafan. Apabila jauh, tentu perlu kendaraan buat mobilitas. Paling efektif ya sepeda motor. Dan helm adalah perangkat wajib bagi pengendara sepeda motor. Tapi pada kenyataannya, di pekan lebaran ini, pengguna sepeda motor banyak yang mengabaikan piranti keselamatan berkendara itu. Padahal mereka melintas di jalan raya yang termasuk jalan lintas utama. Bukan jalan kampung. Lanjutkan membaca Idul Fitri, Silaturrahim dan Helm

Jakarta Kosong 2016


#JakartaKosong2016

Jakartakosong2016-jalur-Cilincing-priok
Ini adalah jalan Cilincing, hari biasa akan penuh kendaraan besar

Libur lebaran selalu identik dengan kelengangan ibukota, khususnya di jalan raya. Hal ini karena sebagian warganya memilih pulang ke kampung halaman, sehingga aktifitas di jalanan ibukota menurun drastis. Meskipun kekosongan itu tidak berlaku di semua titik. Paling tidak di sebagian jalan protokol yang biasanya macet hingga tengah malam, pada libur lebaran akan lengang meski tengah hari bolong. Lanjutkan membaca Jakarta Kosong 2016

Korban Lakalantas Jadi Objek Photography, di mana Nurani


image
Jadi takut untuk nyelip begini

Kemarin lusa, Rabu 24 Februari 2016 saya pulang kerja lewat jalan Martadinata arah Ancol – Tanjung Priuk. Selepas jembatan PLTU Ancol Timur nampak lalin padat, banyak pemotor berhenti dan sebuah truk kontainer yang mengangkut petik kemas juga berhenti. Pengendara yang searah saya bertanya pada pak Ogah alias pengatur lalu lintas freelance 😀
“Ada kecelakaan ya bang”
“Iya, pelan-pelan aja ya”.
Benar saja, selanjutnya kami disuguhi pemandangan lakalantas yang menyeramkan, memilukan, sulit untuk saya gambarkan. Bahkan saya memicingkan mata dan membuang muka saat melintasi tempat kejadian lakalantas tersebut. Terlalu sadis untuk diingat.
Lanjutkan membaca Korban Lakalantas Jadi Objek Photography, di mana Nurani

Kesadaran Berlalu Lintas dan Pengendalian Jumlah Kendaraan adalah Kunci Mengatasi Kemacetan Ibukota


Jl.Manggaduaraya, depan ITC
Jl.Manggaduaraya, depan ITC

Apakah tadi anda berkendara saat berangkat dan pulang kerja? Apakah anda menemui kemacetan yang signifikan? Kalo iya, apa kiat yang tepat menurut pembaca untuk menangani kemacetan atau kepadatan lalu lintas? Khususnya di kota-kota besar. Nah di sini, Indonesia Traffic Watch (ITW) menyoroti kepadatan kendaraan di ibukota. Lebih mudah disebut kemacetan ibukota dan menyatakan bahwa pelebaran dan penambahan ruas jalan oleh pemerintah tidak akan mampu mengatasinya. Berikut selengkapnya Lanjutkan membaca Kesadaran Berlalu Lintas dan Pengendalian Jumlah Kendaraan adalah Kunci Mengatasi Kemacetan Ibukota

Tahu Diri di Jalan


Kadang sulit untuk tidak ikut ngantri lampu merah di depan sono, kerap diklakson kendaraan di belakang kita

Thiiinnnn…!!!! “Woi.. buruan dong ! ”

Bunyi klakson sepeda motor diiringi teriakan pengendara di depan saya menghardik sepeda motor di depannya yang berjalan lambat, padahal posisi di tengah jalan dan di antar mobi yang tidak memungkinkan sepeda motor lain menyalipnya. Tampaknya pengendara sepeda motor yang dihardik kurang memperhatikan sekitar karena asik ngobrol dengan boncengannya, mungkin teman deket atau bisa jadi pacar. Hampir saja terjadi keributan, karena saat jalan lega, pengendara yang tadi menghardik, menyalip sambil menendang. Entah kena sepeda motor atau pengendaranya, saya enggan memperhatikan lebih lama, saya putuskan menyalip dan berlalu. Lanjutkan membaca Tahu Diri di Jalan

Mengatasi Jenuh Berkendara Tanpa Musik


image
Kalo dah stak begini mending minggir cari warung kopi

Karena memakai earphone untuk mendengarkan musik saat berkendara bisa mengganggukonsentrasi dan membahayakan pengendara serta orang lain, maka perlu hal lain untuk mengatasi kejenuhan saat berkendara. Kejenuhan saat berkendara, khususnya di Jakarta didominasi oleh keadaan lalu lintas yang sering macetnya daripada lancar.
Kiat apa biar tidak jenuh? (imho) Tapi ingat hal inipun bisa mengganggu konsentrasi kalo berlebihan, paling tidak suara kendaraan lain masih terdengar karena kuping tidak disumbat earphone : Lanjutkan membaca Mengatasi Jenuh Berkendara Tanpa Musik

Waspada Trotoar Tanah


trotoar_yos_sudarso[1]
salah satu Pedestrian Jalan Jakarta
Rutinitas, berangkat kerja mengendarai sepeda motor Jalitheng Pulsar 220. Jumlah kendaraan yang makin banyak membuat jalan raya di ibukota bisa dijadikan uji kesabaran bagi penggunanya. Yah, apalagi kalo bukan macet. mendekati persimpangan saya berjejal mengejar lampu hijau yang tak berapa lama berubah kuning, karena sebagian besar kendaraan melakukan hal sama, mengakibatkan kepadatan di tengah persimpangan, sementara lampu lalin sudah berubah ke merah, hal ini sering jadi biang kemacetan. Pertemuan di tengah perempatan dengan kendaraan dari arah lain yang pastinya sudah hijau. Lanjutkan membaca Waspada Trotoar Tanah

Trataban


“Mak Tratab atau Trataban”

Istilah dalam dialek banyumas untuk mengungkapkan deg-degan karena kaget yang disebabkan hampir mengalami hal yang ditakutkan. Misal melihat penampakan makhluk gaib saat melewati tempat gelap atau hampir tabrakan di belokan blind spot dan semacamnya.

lokasi parkir badan Jalan, Jalat Pluit Timur Raya
lokasi parkir badan Jalan, Jalat Pluit Timur Raya

Saat berkendara saya kadang mengalami kaget yang menimbulkan efek “Trataban” ini. Kaget karena tidak menyangka ada kendaraan menyalip mepet, atau memotong tanpa isyarat. Salah satu penyebab yang saya alami adalah adanya kendaraan yang parkir di badan jalan. Lanjutkan membaca Trataban

Jalitheng Diseruduk Satria


Pagi itu matahari bersinar cukup cerah, kontras dengan beberapa wilayah DKI yang dilanda banjir kiriman. Santai saya kendarai Jalitheng Pulsar220 motorku menuju tempat kerja. Pagi hari yang sibuk, terlihat membludaknya pengguna jalan yang berdesakan memadati jalanan ibukota. Sabar itu wajib dalam kondisi jalan dengan kendaraan yang berjubel.
Untuk menghilangkan jenuh saya coba perhatiin pengguna jalan lain. Nampak seorang ABG pengguna skutik ikut andil memenuhi aspal pagi ini. Tanpa pelindung kepala, nampak kupingnya dijejali earphone yang kemungkinan menyajikan lagu kesayangan. Bisa jadi hal itu juga sebagai upaya mengatasi kejenuhan akan macet. Tiba-tiba skutik yang dikendarainya menyenggol sepeda motor bebek di depannya. Meskipun pelan tapi kondisi jalanan yang macet kadang membuat emosi pengguna jalan lebih mendominasi jika mengalami sedikit gangguan dari sekitarnya. Si bapak pengguna bebek tadi menengok, sedikit melotot menatap si ABG, tanpa dosa si ABG mencoba menghindar, menyalip dan berlalu. Jika bukan karena Ramadan barangkali akan ada caci maki meluncur. Panas, macet dan lapar, paduan pas untuk melampiaskan emosi. Sabar adalah jawaban pasti. Tapi sabar tidak hanya pada kondisi semacam ini.

Lanjutkan membaca Jalitheng Diseruduk Satria

Berbagi Jalan


Di jakarta, Lampu lalin hijau belum tentu kendaraan bisa melaju
Di jakarta, Lampu lalin hijau belum tentu kendaraan bisa melaju

Bagi saya yang keseharian bekerja lebih sering menggunakan transportasi pribadi berupa sepeda motor, sering kali menjumpai atau bahkan mengalami kejadian menjengkelkan di jalan. Misal saat macet dan ingin mendahului melalui bagian paling kiri dari jalan raya, ternyata ada Bajaj roda tiga (saudara tua kalo kata kawan meledekku, maklum saya pemakai sepeda motor Bajaj Pulsar si Jalitheng) yang menghalangi, kerap si abang bajaj (akrab di telinga, Abang Bajay) memaksakan diri padahal tidak muat, dan bertahan di kiri jalan sehingga menghalangi sepeda motor yang semestinya bisa masuk sela antar trotoar dan mobil yang mengular. Lanjutkan membaca Berbagi Jalan