Crash ke-4, Jalitheng Makin Compang-Camping


Kecelakaan di jalan raya, kejadian yang kadang tidak bisa dihindari. Hal tersebut karena melibatkan pengguna jalan lain. Meski kita sudah hati-hati, bisa jadi pengguna jalan lain kurang hati-hati dan sebaliknya.

Kejadian 13 Oktober 2016, di depan Gudang Bulog Cibitung

Lanjutkan membaca Crash ke-4, Jalitheng Makin Compang-Camping

Pelanggaran Lalin, Pengguna Jalan Bukan Penegak Hukum


pa sikap kita? Pengguna jalan bukan penegak hukum, bijaklah di jalan kawan
pa sikap kita? Pengguna jalan bukan penegak hukum, bijaklah di jalan kawan

Pelanggaran lalu lintas oleh pengguna jalan tiap hari saya saksikan, mulai dari kendaraan terobos lampu merah, melanggar batas garis putih, melewati yellow box junction (YBJ) saat lampu lalin merah, sepeda motor naik trotoar dan masih banyak lagi. Lanjutkan membaca Pelanggaran Lalin, Pengguna Jalan Bukan Penegak Hukum

Antrian SPBU Shell dan Jiwa Sosial di Jalan


image

Saya kerap pulang kerja waktu jelang Magrib dengan menghitung waktu tempuh sampai sebuah SPBU favorit kaum urban adalah waktu Magrib, sekedar numpang shalat. Termasuk pada hari Senin yang lalu. Lanjutkan membaca Antrian SPBU Shell dan Jiwa Sosial di Jalan

V-Ixion di seruduk Domba Garut, Kuch-Kuch Hota Hai


pasang-box-di-skydrive.jpgMenyanyi atau mendengarkan musik saat berkendara sudah menjadi hal yang lumrah di masyarakat kita. Kerap banyak abg yang justeru tanpa helm tapi ada headset yang menyumbat kupingnya saat berkendara. Padahal hal tersebut dilarang oleh penegak hukum, beberapa kali ada himbauan dari korlantas polri. Lanjutkan membaca V-Ixion di seruduk Domba Garut, Kuch-Kuch Hota Hai

Waspada Cacing


Beberapa hari kemarin, seminggu lebih saya kembali menyemplak Jalitheng Pulsar 220 untuk transportasi pergi pulang kerja. Tuntutan jam kerja yang tidak tepat waktu, alias masuk lebih awal dan pulang lambat, membuat saya ragu menggunakan trasportasi publik. Maklum, waktu tempuh naik sepeda motor cenderung lebih cepat daripada naik angkutan umum. Lanjutkan membaca Waspada Cacing

100% Rem Depan


image
Jalitheng lecet lecet

Penggunaan rem pada sepeda motor umumnya berkekuatan 70:30. Artinya, 70% rem depan dan 30% rem belakang. Meski masyarakat awam lebih mementingkan rem belakang, bahkan kerap rem depan tidak ada.
Menurut hukum Newton, gaya aksi dan reaksi dari dua benda memiliki besar yang sama, dengan arah terbalik, dan segaris. Hal ini berlaku pada roda ban saat pengereman, terutama ban depan, karena pada keadaan darurat atau pengereman mendadak, titik tumpu terberat terpusat pada ban depan, sedang ban belakang hanya sebagai penyeimbang, bahkan kadang rem belakang tidak bermanfaat. Sesuai hukum newton, saat ban menekan jalan karena pengereman maka jalan akan memberikan gaya yang sama dengan arah berlawanan alias menekan balik ke arah ban. (cmiiw)
Lanjutkan membaca 100% Rem Depan

Riding Malam, Knalpot Bobokan Lebih Aman


Knalpot bobokan, sebagian wilayah di jawa menyebutnya knalpot blombong, adalah sebutan lain bagi knalpot ‘racing’.
Suara yang dihasilkan oleh knalpot model ini cenderung keras, bahkan beberapa memekakan telinga, karena suaranya melebihi batasan desibel yang nyaman didengar. Tanpa db killer tentunya.

image
Knalpot original pulsar terlalu silent

Judul di atas adalah anggapan saya setelah beberapa hari pergi pulang Jakarta-Karawang. Jalanan di libur lebaran pasca ‘era’ pemudik telah lewat, cukup lengang. Jalanan lega dan menggoda untuk high speed riding. Lanjutkan membaca Riding Malam, Knalpot Bobokan Lebih Aman

Pisang & Keselamatan di Jalan


Sore jelang berbuka, sekira jam 17.30 waktu Karawang. Ya, saya sedang berada di Karawang, sekitar 4 km utara jalan utama Telaga Sari, jalan yang merupakan jalur mudik alternatif (khususnya pemotor) dari Karawang (Pasar Johar, Lamaran, Teluk Jambe) hingga Cikalong (timur Cikampek). Semalam atau tepatnya tadi pagi sekira jam 01.00 saya melewati jalur alternatif ini, naik mobil dijemput kakak saya, nampak pemudik dengan sepeda motor masih melaju, padahal hujan mendera Karawang pagi buta itu. Tak lepas mata saya melihat sepasang suami isteri dengan balita di tengahnya, tanpa jas hujan, mengendarai sepeda motor sport 150cc. Miris, beberapa kali saya berkata lirih, “bro minggir dulu lah, berteduh, kasihan anakmu” meski si pemudik tidak mendengar, beberapa detik kemudian mereka ternyata minggir, berhenti mencari tempat berteduh.
Kembali ke aktifitas saya sore tadi, jelang berbuka, saya teringat makanan pokok anak saya si bontot sudah habis. Pisang. Ya si bontot baru berumur 9 bulan, saya awalnya iseng menyuapi pisang yang sedang saya makan, ternyata dia doyan, akhirnya semenjak Ramadan ini, saya selalu menstok pisang, khususnya buat anak saya. Efek pisang pada si bontot amat nampak, badan makin berisi, berat badan naik signifikan dalam kurun setengah bulan. Pisang yang saya pilih adalah yang memiliki daging buah lembut dan mudah dikunyah meski anaku belum punya gigi. Sebut saja merk SOMPRETD 😀 Lanjutkan membaca Pisang & Keselamatan di Jalan

Ulah si New Minstream 250cc


image

Kehadiran sepeda motor berkapasitas mesin 250cc semakin banyak dan cukup menarik peminat roda dua. Kawasaki Motor Indonesia sebagai pioneer (paska Thunder250 yang kurang laku) cukup sukses menghipnotis konsumen tanah air dengan Ninja 250R. Meski dikabarkan berteknologi jadul era 80-an, tidak menyurutkan minat pembeli. Lanjutkan membaca Ulah si New Minstream 250cc

Penampakan di Semak Belukar


image
Pak Polisi main petak umpet

Sekedar repost gambar yang diunggah kawan saya di Facebook. Nampak 2 petugas polisi (seolah) ngumpet. Apa mungkin berseragam dan memakai rompi tugas, bapak-bapak polisi main petak umpet? Mustahil. Dari gambar tersebut, banyak yang menjudge negatif. Misal anggapan bahwa kedua polisi tersebut sedang menunggu mangsa pelanggar lalu lintas untuk ditilang, Lanjutkan membaca Penampakan di Semak Belukar