Alay Bernyawa Sepuluh


Berkendara malam hari wajib lebih waspada, ya.. sepulang nguli berjalan agak buru-buru sebenarnya, karena sudah rintik-rintik gerimis menitik di visor helmku. Mendekati perempatan, nampak berjejer mobil dan kendaraan lain menunggu lampu merah berubah hijau, akupun berhenti di belakang mobil tersebut. Sebagian pengendara motor memaksa berhenti di depan barisan mobil yang berarti di depan garis putih. Yah itulah kebiasaan yang salah kaprah di Jakarta.

ilustrasi perempatan jalan di Jakarta

Sesaat kemudian lampu berubah kuning dan hijau, semua pengendara siap melaju, tapi tiba-tiba mobil di depanku kembali berhenti dengan agak mendadak, karena penasaran kupandang ke arah perempatan, nampak penyebab berhentinya mobil-mobil tersebut adalah sekelompok pengendara motor tanpa safety gears sama sekali, bahkan ada yang berboncenagn tiga orang, menerobos lampu merah dari arah berlawanan, salah satunya mengangkat tangan ke arah kami (kendaraan yang seharusnya melaju) agar kami menunggu rombongan mereka melintas semua.

Mereka adalah para remaja yang merasa bangga karena mengendarai motor tanpa perlengkapan keamanan berkendara, mereka berani melakukan tindakan arogan tersebut karena beramai-ramai, jika sendiri dijamin takan berani, kecuali nekad. Karena berkelompok inilah, terbersit kalimat “ALAY BERNYAWA SEPULUH” mati satu ya masih ada 9 nyawa alay yang perlu disadarkan. Sadar bahwa tindakannya itu salah, bahwa berkendara tanpa perlengkapan itu melanggar peraturan, menerobos lampu merah itu salah.

Alay… Entah dari kapan sebutan itu muncul sebagai sebutan bagi anak remaja yang bertindak ngawur, berlebihan karena ingin menunjukan kelebihannya (sepertinya aku pernah ngalamin) , pencarian jati diri istilahnya kali. Yah semoga mereka baik-baik saja, tidak mati muda, dan menjadi ghenerasi penerus Bangsa ini, bukan bibit pemimpin yang demen korupsi dan memanipulasi perundangan demi kekuasaan dan keuntungan pribadi serta golongan. Amin. Oks jangan lupa “waspadalah selalu dalam berkendara, senantiasa kenakan safety gears meski itu dianggap lawakan”. Wassalamu’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di jakarta, Jalan jakarta, mobil, motorcycle dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Alay Bernyawa Sepuluh

  1. javabiker berkata:

    Haduh (sambil geleng-geleng n nepok jidat :mrgreen:)
    http://javabiker.wordpress.com/2012/03/01/video-top-speed-ktm-duke-200/

  2. Aa Ikhwan berkata:

    like di yo “waspadalah selalu dalam berkendara, senantiasa kenakan safety gears meski itu dianggap lawakan”

    keep waspada

  3. neo berkata:

    yg bikin heran adalah,,,,hal semacam itu sudah dianggap “wajar” oleh sebagian masyarakat kita,,,,,

  4. laik dis.. 😉
    kalau bisa di bilang masa2 pencarian jati diri emang paling rawan masbro,, dari hal2 sepele, sampe terkdanga ke hal2 yang tabu semua dicoba demi mencari sesuatu yang segaris dengan hatinya.. 😉

    aniway ijin nitp kandang masbro :mrgreen:
    http://karawangtigerrider.wordpress.com/2012/03/01/iseng-pasang-mini-spido-digital-part-2/

  5. Celekit Kopi berkata:

    namanya juga alay pasti ngawur-ngawur, soalnya belum ada yang bilang alay tertib hehehhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s