Pagi tadi memenuhi Undangan dari Asia Nusa lewat Bro Joe Trisilo…. Dari awal berangkat tidak membayangkan, kaya apa seh sarang mobil nasional ini… Dan ternyata gak kaget sama sekali, inilah wajah Ibu kandung kata bro Joe, bukan Ibu Tiri yang makmur sentausa
Thruly Indonesia
Masuk gerbang langsung disambut Lapangan rumput becek berlumpur menyambut, tampak beberapa mobil lagi di test drive berisi penumpang, kaget sekali karena cara menyetir yang sengaja dibikin ugal-ugalan, berputar sampai ngedrift di rerumputan berlobang berlumpur, tidak roll apalagi sampai nyungsep, mengenai review lengkapnya tunggu dari para Obiwan yang lebih paham mengenai mobil, dari saya akan simple saja nantinya, maklum jarang banget bermobil, hadir obiwan : Alonrider, Mitra, Arif BJL Jomblo, Bonoaksa, Bennythegreat. Silahkan pelototin blognya. Wassalamu’alaikum
Yah 2 hal yang mempunyai penggemar khusus, motor baru bagi yang ingin meminang dan sekedar ingin tahu, togelpun sekedar tahu untuk dihitung diutak atik, dan juga dipinang alias dipasang. Beriata motor baru dan berita togel hampir selalu salip salipan jumlah pembcanya, tapi efek keduanya apa sama ? Bisa iya bisa tidak, togel sudah pasti bagi mereka yang demen duit instan, utak atik angka dan dapat duit lebih kalo beruntung, kalo tidak ya buntung 😀 dan cenderung bikin ketagihan. Sedang motor baru kadang bikin ngiler, meski tidak ketagihan, tapi menanamkan sifat konsumerisme, tiap ada motor baru pengennya memiliki, ganti atau bahkan nambah koleksi. Bikin ketagiahan, ya beda dengan togel si, tapi ketagiahan beritanya, bisa dikatakan pasti. Beritanya diburu, baik untuk sekedar dibaca sebagai pengetahuan, ataupun dishare menjadi tulisan dan dibumbui opini pribadi, agar makin menarik minat pembaca. Lanjutkan membaca Motor Baru VS Togel = Konsumerisme
Perjalanan tiap hari menggunakan roda dua memang banyak kisah yang takan habis diceritakan, dan seperti biasanya saya suka mendahului pemotor lain yang minim safety gears sekedar memamerkan safety gears yang aku kenakan, siapa tahu si rider merasa terpanggil untuk mengaplikasinya saat berkendara, minimal pakai helmlah, kalo jarak pendek dan jalan santai mungkin masih maklum, lha ini kelihatan kalo jalan melewati jalur rame dan lumayan jauh (barengan soale) kok gak pakai helm.
Oks salah satu cerita, pada saat pulang malem, kebetulan saya pakai Suzuki Skydrive, mengenakan knee protector, jaket koboys, glove P220, sepatu safety tentu. Saat asyik berkendara saya disalip seekor Ninja 250 yang berboncengan, sepertinya pasangan ini. Tanpa helm dan menyerobot bundaran (mestinya memutari, ini malah memotong), pikiranku langsung iseng, Lanjutkan membaca Ngeplak Helm…
Membaca beberapa sumber tulisan mengenai Outsourcing, ternyata sistem kerja kontrak atau contracting out sudah ada sejak zaman dulu, termasuk masa penjajahan Belanda. Dalam masa tersebut sistem outsourcing disebut dengan istilah “KOELI ORDONANTIE” hal tersebut dilakukan oleh pemerintah Hidia belanda untuk menarik investasi dalam bidang perkebunan di Deli Serdang, ditetapkan sekitar tahun 1879 ketetapan Gubernur nomor 138. dan mengalami revisi demi semakin menarik investor serta mengurangi angka pengangguran miskin. Yah dua hal yang menarik “INVESTOR DAN LAPANGAN PEKERJAAN”
Dua hal tersebut sangat berkaitan erat, makin banyak investor masuk, maka akan tercipta lapangan pekerjaan, minimal menjaga lapangan pekerjaan yang sudah ada untuk tetap ada, tidak hilang karena usaha gulung tikar ditinggal investor. Hal menarik saat kita memposisikan diri sebagai pengusaha, sistem outsourcing menjadi penting sekarang ini, perusahaan tidak perlu memberi pensiun, bahkan hak karyawanpun bisa dikurangi dari semestinya, Lanjutkan membaca Outsourcing, Peninggalan Kolonial Demi Investasi
Sebuah kabar kurang mengenakan datang dari tulisan Kang Ulid : Stan up Comedy di metro tv: Si Soleh bicara tentang Safety Riding , yang mengisahkan tentang motor oleh Soleh Solihun (@solehsolihun) dalam Stand Up Comedy di Metro TV (@standupmetrotv) , sebelumnya kita simak lagi videonya
Sebenarnya secara keseluruhan materi hanya lawakan yang berkaitan dengan motor, tapi karena stand up comedy identik dengan kaum cendekia, alias lawakan cerdas yang kadang merupakan kritik ataupun satir dari kehidupan di lingkungan sehari-hari pasti sang penyampai memahami apa yang akan disampaikan. Nah Soleh dalam hal ini menyoti tentang pemotor, menyindir Lanjutkan membaca Knee Protector Gak Perlu @solehsolihun
Itulah info dari 2 pengunjung blog pada tulisanku sebelumnya (baca : Pulsar 200 NS Monoshock, Apakah sasis cukup Kuat ?) yang menyatakan bahwa motor Jepangpun belum tentu memiliki rangka yang kuat, mengcounter minded bahwa Bajaj Pulsar ranngkanya getas, alias gampang patah jika overload bukan melengkung.
kata siapa produk jepang lebih baik??? megapro saya patah rangka 2 kali di bawah jok…Tiger juga banyak yang mengalami kasus serupa…jadi jangan sampe merasa Japan Minded lah apa apa yang produk jepang pasti bagus, nggak juga.. Lanjutkan membaca Rangka Tiger Dan Megapro Patah
Mengorek luka lama istilahnya kali ya, kasus yang sudah lama terabaikan berkaitan pathnya rangka Pulsar karena keberatan muatan sehingga perlu tambahan rangka plus lasan
gbr Benny
Pikiranku saja barangkali ya, sehingga Bajaj sebelum Pulsar baru ini (P200NS) gak pernah produksi motor mono shock karena kualitas rangka yang getas, dan menurut beberapa rekan, rangka Pulsar lebih getas daripada motor Jepang produk Indonesia (Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki etc) bisa dikatakan, jika motor Jepang keberatan beban rangka akan melngkung, sedang pada Bajaj Pulsar keberatan Beban patah.
Kasus terakhir yang saya baca adalah Bro Chandra, dalam tulisannya Frame Bajaj Pulsar Patah . Bajaj Pulsar 180 UG4 mengalami patah tulang alias frame di bawah jok patah dengan kemungkinan penyebab adalah overload, beban biker dan rear box sepertinya tak mampu ditanggung oleh frame ini, mengalami sterssing dan “ceklek” PATAH bukan BENGKOK …
frame PIBO Bro Chandra
Biar jelas klik gambar dan zoom
bener-bener "CEKLEK"
Nah dari kasus-kasus Frame Pulsar patah, Mungkinkah Pulsar 200 NS memakai material baru untuk Framenya? dan Bajaj Auto India sudah memperbaiki kualitas lasan sehingga tidak blepetan lagi 😀 Dan monoshock tentu titik jenuh karena beban berada pada tempat yang rawan patah seperti dialami Bro Chandra tersebut, terutama jika owner mengaplikasi rear box
sekedar ilustrasi
Ini hanya berandai-andai Bajaj Auto masih mengaplikasi material frame si Pulsar 200 NS kwalitasnya sama dengan produk pendahulunya. Yah mudah-mudahan ada perbaikan kualitas, sehingga gak ada lagi kasus frame ataupun rangka patah, lah yang Coak rangkanya aja kuat, mosok ini yang utuh dan tebal lansung “CEKLEK” patah, gak lucu kan. IMHO. Wassalamu’alaikum
*Direktur Utama PT. KAI Commuter Jabodetabek (KCJ)*
Di Jakarta
Dengan Hormat,
Sejak 1 Februari 2012 lalu KCJ sebagai operator KRL Commuter Line memperkenalkan Kartu COMMET (*Commuter Electronic Ticketing*) sebagai alat transaksi baru saat akan naik KRL tersebut. Tapi sungguh disayangkan pada Tahap 1 ini tampak ketidaksiapan disemua sisi:
1. Minim informasi: Begitu minimnya informasi yang bisa didapat penumpang dan amat kurangnya sosialisasi yang dilakukan KCJ di lapangan. Dari komunikasi pribadi ke beberapa pejabat KCJ, juga tampak informasi yang berbeda-beda.
2. Ketidaksiapan Sumber Daya Manusia: Petugas di lapangan (baik KCJ maupun perusahaan rekanan) tampak sekali tidak siap. Mereka tidak bisa memberikan penjelasan yang memadai dari segi teknis ketika ditanya soal pemakaian maupun masalah yang ditemui, misalnya detail aturan tarif, cara isi ulang, cara *refund*, prosedur penyelesain kasus kesalahan transaksi (*dispute transaction*) dll. (Detail berbagai pertanyaan penumpang bisa dilihat di *Lampiran 1 – FAQ*).
(foto:republika.co.id)
3. Ketidaksiapan/ ketidakhandalan alat: Sejak hari pertama, banyak sekali laporan terkait Commet, misalnya: kerusakan mesin/kartu, lamanya waktu identifikasi kartu, tidak terbacanya kartu, pesan kartu bermasalah tanpa kejelasan penyelesaian dari petugas sampai adanya pemotongan pulsa Lanjutkan membaca Permasalahan COMMET KRL
Yayasan atau lembaga Outsourcing seingatku mulai mewabah saat kepemimpinan Presiden Megawati Sukarno Puteri yang katanya “MEMBELA HAK WONG CILIK” , saat itu aku ikut merasakan didepak dari induk korporasi ke induk semang outsource ini. Berbagai upaya melawan “KEDZALIMAN” diupayakan, mengadu ke Serikat Pekerja, bergerilya ke Gatot Subroto sampai mendirikan Serikat Pekerja Independent di luar Serikat Pekerja perusahaan, karena Outsource ga punya SP yang mengakomodasi keluhan buruh, kalo gak salah sekelompok temanku masih eksis sampai sekarang memerangi perbudakan modern ini. Bergerilya dari satu korporasi ke korporasi lainnya, memperjuangkan hak buruh yang tergadaikan. Mudah-mudahan beliau dan kawan-kawan istiqomah, dan tidak menjual hak buruh demi kepentingan pribadi. AMIN
Tulisan ini terinspirasi atas ketidak seimbangan pendapatan buruh satu lembaga outsource dengan lembaga outsource yang lain yang ada di lingkunganku, jadi ada beberapa lembaga outsource dalam satu korporasi, Lanjutkan membaca Outsourcing, Jual Beli Buruh ?
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.