Outsourcing, Peninggalan Kolonial Demi Investasi


Membaca beberapa sumber tulisan mengenai Outsourcing, ternyata sistem kerja kontrak atau contracting out sudah ada sejak zaman dulu, termasuk masa penjajahan Belanda. Dalam masa tersebut sistem outsourcing disebut dengan istilah “KOELI ORDONANTIE”  hal tersebut dilakukan oleh pemerintah Hidia belanda untuk menarik investasi dalam bidang perkebunan di Deli Serdang, ditetapkan sekitar tahun 1879 ketetapan Gubernur nomor 138. dan mengalami revisi demi semakin menarik investor serta mengurangi angka pengangguran miskin. Yah dua hal yang menarik “INVESTOR DAN LAPANGAN PEKERJAAN” 

Dua hal tersebut sangat berkaitan erat, makin banyak investor masuk, maka akan tercipta lapangan pekerjaan, minimal menjaga lapangan pekerjaan yang sudah ada untuk tetap ada, tidak hilang karena usaha gulung tikar ditinggal investor. Hal menarik saat kita memposisikan diri sebagai pengusaha, sistem outsourcing menjadi penting sekarang ini, perusahaan tidak perlu memberi pensiun, bahkan hak karyawanpun bisa dikurangi dari semestinya, alias ada selisih payment bagi karyawan tetap dan karyawan outsourcing, dan sudah barang tentu si outsourcing dikalahkan, dan angka pengangguran menjadi jurus sakti menarik tenaga kerja, istilah kasarnya, “mau kerja silahkan terima adanya, tidak mau yang antre cari kerja seabrek” tendang buang ganti baru,. semudah membalikan telapak tangan. Ada memang pekerjaan yang perlu dioutsourcing sesuai ketentuan hukum (uu tk no.13 2003) tapi kecerdikan manusia, pekerjaan yang semestinya tidak boleh dioutsourcing, bisa diakalin jadi bisa. Entahlah, aku juga kurang memahmi dan menguasai, coba tanya ke “DEPNAKER”

Menjadi serba salah bagi sipekerja, mau nerima, kurang. Ngiri sama yang tetap, mau ngelawan, malah hilang pekerjaan, akhirnya kembali ke peribahasan jawa ledeng “NRIMO ING PANDUM”. Dari beberapa kasus yang pernah terdengar kupingku, jarang sekali pekerja dimenangkan, kalah power, dan oknum yang bermain bisa dapet setoran menggiurkan dari sang tergugat, Pengusaha, Bos, atasan, dan semisalnya.

Lantas sampai kapan outsourcing ini akan menjadi dalih menarik investor ? Barangkali sampai titik darah terakhir para pembela Buruh yang Konsisten. Saya hanya menuliskan sebagai memoriam dalam ingatan, kenangan masa pahit dan terpinggirkan, prihatin, cuma bisa prihatin, gak lebih, belum mampu WOKDHETHOK istilh anyare 😀 . Serba salah bagi pemerintah juga, jika harga SDM mahal, tentu para investor akan sulit menanmkan modalnya di Indonesia, menghitung untung. Bahkan ada pemikiran, gantian kerja, 1 tahun si A, tahun berikutnya si B, dan seterusnya. Juga penyaringan bibit SDM yang mumpuni, dengan sistem kontrak dan perpanjang bagi yang memenuhi syarat, maka para pekerja akan berlomba bekerja sebaik mungkin, yang terbaik di mata manajemen dialah yang diperpanjang, kalo beruntung diangkat menjadi pegawai tetap. imho. Wassalamu’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Kita, sosial dan tag , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Outsourcing, Peninggalan Kolonial Demi Investasi

  1. Maskur berkata:

    Mantan orang yang di outsourcingkan.
    #tapi malah untung

  2. Wiro Sableng berkata:

    Gara2 era Kabinet Gotong Royong, Outsourcing jd populer di Indonesia.

  3. ferdy berkata:

    mending nyontoh outsourcing negri tiongkok, apabila ada investment asing nanamin modalnya or bikin perusahan di cina, staf2 dereksi dan penjabat tingginya harus ada orang dari pemerintah cina untuk mengawasi kecurangan2 asing terhadap rakyatnya dan tiap tahun para kariawan cina yg naik pangkat akan menjadi staf2 dan penjabat tinggi perusahaan tersebut sehingga cina dapat memprivatisasi perusahaan2 asing tersebut secara pelan2 dan mudah
    kebalikan dari indonesia, jaman megawati sebagian BUMN di jual ke asing duitnya di bagi2 ke partai, sehingga BUMN seenaknya aja di acak2 asing, penjabat2 indonesia sekarang ini bodoh2 mau aja di bodohin orang asing beda sama cina malah membodohi orang2 asing sehingga begitu banyak perusahaan asing menanamkan modal dan mendirikan perusahaannya di cina

  4. gogo berkata:

    adigang adigung adiguna..

  5. dnugros berkata:

    Mencoba melepaskan diri menjadi buruh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s