@NTMLantasPolri Jalur AKAP Purwokerto Brebes Tegal Berlobang Parah Banget, Pengendara wajib Berhati dan Bersabar


Tanjakan Ciregol : dulu mudik pakai Tiger sedang diperbaiki

Duduk di bangku barisan depan, dibelakang jok kondektur, begitu jelas mengawasi jalanan antar Purwokerto-Brebes, di beberapa ruas jalan harus saling gantian, alias saat busku melaju maka kendaraan dari lawan berhenti minggir, karena kerusakan jalan tidak memungkinkan dilalui oleh kendaraan 2 arah. Jalanan yang kecil juga jadi penyebab makin tersendatnya perjalanan malam itu. Kecil dan gelap.

TANJAKAN CIREGOL: Lapisan aspal jalur Tegal-Purwokerto tepat diatas gorong-gorong tanjakan Ciregol Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong, Brebes, rusak dan bergelombang. (suaramerdeka.com/Teguh Inpras)

Pertama tersendat di daerah Notog jalan berlobang cukup parah, meski antri dan sabar bergantian lewat, bahkan roda 2 alias sepeda motorpun tidak bisa lewat, pinggiran jalan curam dan licin karena air hujan membuat lumpur jebakan yang berbahaya memlesetkan ban kendaraan. Juga di tanjakan Ciregol, lihat foto di atas, itu kondisi siang, sedang kemaren aku balik memakai bus malam, di sini harus gantian dengan kendaraan lawan arah, nampak juga truk terjerembab dan gak bisa bangun, berhubung sambil momong anak, (anaku tidur di pangkuan) jadi gak saya potret. Serem dan ngeri.

Sebentar bentar saya mengingatkan sopir dengan suara desis ala rem bus “esssssttttttt” agar sopir senantiasa waspada.

gambar : media.brbeskab.go.id

Jalan berlobang juga makin parah di jalur selanjutnya, Bayur, dan dimanfaatkan oleh Pak Ogah yang mengatur lajunya kendaraan tapi malah memperparah kondisi lalu lintas, kurang membantu. Disini sekali lagi kendaraan harus bergantian lewat, nampak di pinggir jalan ada avanza selip, karena separoh rodanya menapaki lumpur pinggir jalan, beberapa Pak Ogah membantu dorong tapi belum berhasil.

apakah jalur ini termasuk tanggung jawab pemerintah pusat atau daerah, saya kurang tahu, teteapi dari berulang kali lewat mudik dan balik, sepertinya jalur ini tidak pernah betul, mungkin cuma seminggu paling lama sebulan setelah tambal syulam benernya. imho. Wassalamu’alaikum

 

Tambal Sulam Jalan Dimulai


sebelum di tambal

Yah tambal sulam jalanan di Jakarta sudah dimulai, belum semua si, paling tidak sudah berkurang lobang maut di jalur pulang pergiku bekerja. Sudah semingguan yang lalu tambal sulam jalan raya ini dilakukan, yang aku temui adlah jalan Lodan Raya, kalo gak salah ini dilakukan oleh Pemda DKI karena bukan merupakan jalur nasional, karena jalan Martadinata depan Aston Marina masih ada lobang maut yang dibiarkan menganga, padahal kalo diurut kedua Lanjutkan membaca Tambal Sulam Jalan Dimulai

Brand Image #tawon


Yah itulah yang aku cemaskan, seandainya si Mobil nasional Tawon yang pada hari minggu lalu aku tes bareng Obiwan. Branded. Hal yang cukup berat untuk dielakkan. Bahkan saat aku mikir sambil ngetest city carnya, yang dihargai hampir 50 juta, dalam hati “Tawon 650 cc tanpa fiture terkini atau mobil second brand Jepang?” 50 juta bukan jumlah yang sedikit bagiku, dan otak ini terus terang masih susah menerima merk baru dalam negeri untuk otomotif.

produk tawon, lengkap untuk memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia

Yah, otaku terlanjur dicekoki dengan produk-produk bangsa lain, dari pakaian, elektronik dan otomotif. inilah PR yang berat bagiku, menanamkan kepercayaan diri memakai produk lokal Lanjutkan membaca Brand Image #tawon

Permasalahan COMMET KRL


Kepada Yth.

*Direktur Utama PT. KAI Commuter Jabodetabek (KCJ)*

Di Jakarta

Dengan Hormat,

Sejak 1 Februari 2012 lalu KCJ sebagai operator KRL Commuter Line memperkenalkan Kartu COMMET (*Commuter Electronic Ticketing*) sebagai alat transaksi baru saat akan naik KRL tersebut. Tapi sungguh disayangkan pada Tahap 1 ini tampak ketidaksiapan disemua sisi:

1. Minim informasi: Begitu minimnya informasi yang bisa didapat penumpang dan amat kurangnya sosialisasi yang dilakukan KCJ di lapangan. Dari komunikasi pribadi ke beberapa pejabat KCJ, juga tampak informasi yang berbeda-beda.

2. Ketidaksiapan Sumber Daya Manusia: Petugas di lapangan (baik KCJ maupun perusahaan rekanan) tampak sekali tidak siap. Mereka tidak bisa memberikan penjelasan yang memadai dari segi teknis ketika ditanya soal pemakaian maupun masalah yang ditemui, misalnya detail aturan tarif, cara isi ulang, cara *refund*, prosedur penyelesain kasus kesalahan transaksi (*dispute transaction*) dll. (Detail berbagai pertanyaan penumpang bisa dilihat di *Lampiran 1 – FAQ*).


(foto:republika.co.id)

3. Ketidaksiapan/ ketidakhandalan alat: Sejak hari pertama, banyak sekali laporan terkait Commet, misalnya: kerusakan mesin/kartu, lamanya waktu identifikasi kartu, tidak terbacanya kartu, pesan kartu bermasalah tanpa kejelasan penyelesaian dari petugas sampai adanya pemotongan pulsa Lanjutkan membaca Permasalahan COMMET KRL

Pembatasan Premium Dikaji Ulang, SPBU Belum Siap


Itulah sedikit nukilan dari berita di Koran Jakarta yang terbit Selasa, 31 Januari 2012. Usulan yang diajukan oleh Komisi VII DPR RI disampakan oleh ketuanya Teuku Riefky Harsya meminta pemerintah mengkaji ulang dan mempersiapkan kembali pembatasan BBM bersubsidi mulai 1 April 2012. Hal tersebut atas beberapa pertimbangan logis seperti roadmap pembangunan infrastruktur, persiapan konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG) juga kesiapan tim koordinasi penanggulangan penyalahgunaan penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi.

Apakah keefektifan dari pembatasan Premium terutama berkaitan dengan potensi penghematan yang diperoleh negara ? Produksi BBM jenis Pertamax di kilang Balongan cuma 25 barel perhari, Lanjutkan membaca Pembatasan Premium Dikaji Ulang, SPBU Belum Siap

Berharap pada The Neks Pulsar eeehh KRL..


Sebagai mantan pengguna KRL bekasi – Kota, saya masih berharap dengan hadirnya KRL yang lebih manusiawi, sejalan dengan harapan banyak pengguna KRL saat ini yang tergabung dalam KRL Mania, prihatin atas kinerja penyelenggara angkutan rakyat tersebut, maka dengan ini saya ikut mengamplify The neks Pulsar 200 NS Surat dari krl mania kepada menteri BUMN dan Menteri PERHUBUNGAN selaku pihak yang ikut bertanggung jawab atas ketidak nyamanan pengguna dan penumpang Kereta Listrik Jabodetabek, Menurut saya Menjustifikasi  motor sebagai alternatif cerdas angkutan rakyat merupakan ironi akan jeleknya pelayanan transportasi publik. Mungkin benar secara sepihak, tapi tidak bagi sebagian besar masyarakat yang lebih memilih naik angkutan umum. Silahkan coba sendiri pejabat naik motor bukan ngojek sama supir pribadi, lalu cobalah naik angkutan umum. Inilah surat tersebut..

No : 01/01/12

Jakarta, 30 Januari 2011

Hal       : Evaluasi atas pelaksanaan jalur lingkar KRL Jabodetabek

Lamp    :

Presentasi Evaluasi 26-1-12;

Rekomendasi 1-6-11

 

Kepada Yth

Menteri BUMN Lanjutkan membaca Berharap pada The Neks Pulsar eeehh KRL..

Perbukitan Tumbuh di Jalan Gunung Sahari, Jakarta


Bagi anda yang sering melintas di jalan Gunung Sahari Jakarta, antara perlintasan rel kereta api sampai mendekati Golden Truly, tentu pemandangan ini bukan hal aneh.

sekilas gak mencolok
wih banyak

Perbukitan itu merupakan gundukan beton penutup selokan atau saluran air bawah jalan. Lumayan menjulang, dan saya yang agak jarang melintas, cukup kaget dan ngeri, sampai berhenti sejenak untuk melihat lebih jauh, kirain cuma satu dua.. eee.. ternyata hampir sepanjang jalan.

mwnggunung, montok

Bukan maksud apa-apa, Tapi sekedar share aja agar yang belum terbiasa lebih berhati-hati, jangan sampai kesandung bukit beton tersebut.

Kisah Arogansi Aparat


Mendapat link artikel dari Bro Joe di blognya Absolutrevo, ternyata penampakan video arogansi aparat di sebuah SPBU, ntah aparat apa, sepertinya si Hijau lumut. Sepertinya si aparat kecewa karena mau beli premium pakai jerigen tapi ditolak sama petugas SPBU, padahal kelihatan sekali petugas SPBU sudah memakai bahasa yang sopan, terlihat dari gerakan tubuhnya. Cek Videonya

bagi yang males buka Youtube, ini cuplikan yang saya edit dari video tersebut

pertama memukul kepala berulang kali dengan jerigen
sebelum pergipun masih sempet nyabetin jerigen, untung petugas SPBU menghindar sehingga cuma kena pundak
ga puas cuma kena pundak, mundurin motor dan nampol pakai tangan kenam ulut si Petugas SPBU

Dan kisahpun keluar dari para OBIWAN :

ALONRIDER : Jadi inget kemarin malam di perempatan fly over Pancoran. Lampu merah arah Pasar Minggu masih menyala, sementara lampu ijo ke arah Cawang sudah menyala. Tentu saja, kendaraan arah Pasar Minggu stop dibelakang garis putih. Lagi enak enak menikmati suasana jalan, tiba tiba dari belakang ada biker bunyikan klakson. Tit tit tit. Karena saya cuek, dia ngomong keras “Ayo maju woi”. Sontak saya menoleh ke belakang. . . Guest what? Oknum pakai jaket loreng tentara. Entah beneran atau jaket pinjaman. Saya tunjuk lampu merah dan kostum yang dia kenakan sambil berkata “Lampu merah pak, kamu itu aparat ngajarin gak bener ya?!” Terus terang saya kesel ama perilakunya. Entah keberanian darimana saya bisa seperti itu. Tampang si oknum itu pun kaget dan diam. Sementara orang orang disekitar saya hanya saling melirik.

BODATS : Pernah kasus kayak gini nih…. Pas lagi lamer, bubaran kopdar KHCC.. Kalo gak salah di pangkalan jati… Tiba-tiba aje ada pulisi berhenti di samping gue. Eh ndilalah, pas dia maju, lampui remnya pake mika bening yg bikin silau itu… Sontak gue iseng, gue samperin, dan bilang, “pak, lampu remnya bikin silau. Kok petugas ngasih contoh yg salah?” Doi nengok ke belakang, kiri dan kanan. Tampak beberapa bebek berbox, dengan peralatan riding lengkap… Ini jawaban dia, “ini motor adik saya.” Cuma bisa geleng kepala dah. Gue bingung, kok org bego kayak begitu bisa jadi polisi…..

ENYONG : kejadian di pom bensin, AD preman kayaknya, boncengan pakai satria RU, nyerobot antrian depan ane,  si boncenger langsung nyamperin ane yg sewot dan bilang, sorry mas dia anggota… parahnya lagi begitu buka tutup tengki ternyata bensinnya penuh dan doi batal isi bensin… #wasyuuuuuuem

Ada yang mau nambahin ? Nah dari bebrapa kisah di atas, ternyata banyak oknum aparat yang merasa gagah karena seragam dan status sosial pekerjaannya, padahal kalo dipikir jernih, mereka itu juga kuli, dan gaji mereka emang dari mana. kampreto Uno tenan… semoga jadi perhatian. Wassalamu’alaikum

 

 

Teriak Demi kemajuan .. Salahkah ?


Segala sesuatu perlu kritikan. Kritik untuk menguji, kritik sebagai sumbangsih saran, kritik sebagai penguat ide. Tanpa kritikan maka tidak perlu ada Quantity Surveyor dalam sebuah pabrik produksi ataupun manajemen semisal. Kritikan adlah sumbangan wajib dalam hal apapun, agar obyek makin berpikir lebih dan semakin sempurna.

Kesempurnaan memang sebuah keniscayaan di dunia yang fana ini, kesempurnaan hanya milik Allah Azzawajalla. Apapun bentuk usaha, pribadi, produk, tidak ada yang sempurna, meski dilihat secara obyektif, apalagi jika dari segi subyektifitas. Tapi menuju kesempurnaan tidak ada salahnya diusahakan, asal bukan kesempurnaan hamba untuk menuju Khaliqnya, itu menyalahi kodrat dan mustahil terwujud. Tapi kesempurnaan yang mungkin diusahakan adalah kesempurnaan produk manusia, pemerintahan dan korporasi. Lanjutkan membaca Teriak Demi kemajuan .. Salahkah ?