Motor Baru VS Togel = Konsumerisme


Yah 2 hal yang mempunyai penggemar khusus, motor baru bagi yang ingin meminang dan sekedar ingin tahu, togelpun sekedar tahu untuk dihitung diutak atik, dan juga dipinang alias dipasang. Beriata motor baru dan berita togel hampir selalu salip salipan jumlah pembcanya, tapi efek keduanya apa sama ? Bisa iya bisa tidak, togel sudah pasti bagi mereka yang demen duit instan, utak atik angka dan dapat duit lebih kalo beruntung, kalo tidak ya buntung 😀 dan cenderung bikin ketagihan. Sedang motor baru kadang bikin ngiler, meski tidak ketagihan, tapi menanamkan sifat konsumerisme, tiap ada motor baru pengennya memiliki, ganti atau bahkan nambah koleksi. Bikin ketagiahan, ya beda dengan togel si, tapi ketagiahan beritanya, bisa dikatakan pasti. Beritanya diburu, baik untuk sekedar dibaca sebagai pengetahuan, ataupun dishare menjadi tulisan dan dibumbui opini pribadi, agar makin menarik minat pembaca.

Konsumerisme. yah itulah harapan yang ingin ditetapkan orang berdagang, kalo tidak ada konsumerisme, Indonesia tidak akan subur oleh ladang otomotif dunia. Segenap ATPM otomotif berbondong-bondong memasukan produknya ke Indonesia, negara yang sampai saat ini masih dianggap berkemabang, tapi produk apapun bisa laku di sini. Sifat konsumerisme cenderung membutakan otak akan produktifitas pribadi, seolah beranggapan “kalo bisa beli kenapa harus bikin, tinggal kasih uang, punya barang, yang lawas buang, simpel kan”

Contoh kasus pada seorang  remaja yang otaknya cukup encer dan sering meraih peringkat kelas, yang kata Rhenald Kasali sekolahnya masih 5 senti dari kepala kebawah (lirik Kang Azdi yang sosiolog) karena pergaulan sekolah maka ingin ikut “NGEKSIS n Narsis” maka mintalah ia Blacberry pada emaknya atau nilep uang ortu tanpa sepengetahuan orang lain demi Blackberry, meski sekedar gemini. Setelah gawul sono gawul sini, eh keracunan lagi, maka torch seharga Suzuki Smash tahun 2005 pun ditebus, biar makin ngeksis gitcu. Selanjutnya Galaxi Tabs 7″ pun dipinang. Bahkan memiliki motorpun maunya ganti ganti, pertama pengen matic, lebih mudah dikendarai, setelah setahun lebih, bosen pengen yang bergigi, sudah punya yang bergigi, pengen matic lagi…. Dan sepertinya pengen kendaraan yang “FRIENDS IN” … Ngelus jenggot dada.

Yah tulisan Rhenald Kasali tentang sekolah 5 senti (info dari Kang Benny) sepertinya banyak menjangkiti otak remaja kita. 5 senti ke bawah nyampai otak, pintar tapi minim tindakan positif untuk mendukung kepintarannya, Seperti Togel, yang pinter ngotak atik angka pasti pintar hitungan, tapi kepintarannya untuk mencari duit dari yang instan, tindakannya cuma sampai otak juga ya. apakah berjudi (togel) bukan aplikasi dari kepintaran otak ? Iya juga ya… hmmm… Sekedar menulis uneg uneg otak yang cuma  5 cm dari atas ini, Not WOKDHE THOK. Wassalamu’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Kita dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Motor Baru VS Togel = Konsumerisme

  1. Azdi Scouzie berkata:

    sayup2 terdengar ada yang ngelirik ke sayah, mana? mana? :mrgreen:

  2. gogo berkata:

    pinter yg salah fungsinya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s