
Setelah hampir 2 tahun, Jalitheng Pulsar220ku memakai pelumas bawaan dealer yaitu Oli valvoline SAE20W-50 ( SAE kependekkan dari Society of Automotive
Engineers sedang W adalah Winter, untuk lebih lengkapnya keterangan mengenai oli silahkan baca tulisan Bro Ardy tentang oli mesin ) karena oli tersebut sulit didapat, Bengkel Resmi Bajaj sekarang beralih ke oli United, saya coba mengganti dengan Shell Advance AX5
Belilah Premiun Dengan Uang Pas
Premium, sebuah kata yang sering digunakan pada suatu produk baik jasa maupun barang, sebagai gambaran strata/kasta/kelas unggulan produk tersebut. Entah mengapa pemerintah Indinesia, tepatnya Pertamina menamai produk level terendahnya dengan Premium.
Baik abaikan dulu mengenai strata BBM ini. Sesuai judulnya, saya menfanjurkan membeli premium atau BBM SPBU (Pertamax, Pertamax Plus) asuhan Pertamina dengan uang pas.
Lanjutkan membaca Belilah Premiun Dengan Uang Pas
Accu MF Bawaan Pulsar220
Accu (baca aki) Bajaj Pulsar 220 ternyata type basah. Meski tertulis maintenance free pada body accu tapi ada garis indikator sebagai penanda air accu kurang dan lebih
Accu made in India bermerk Freedom Exide ini bukanlah accu kering meski tampak mirip Lanjutkan membaca Accu MF Bawaan Pulsar220
BAI Tutup, TVS ?

Pertengahan tahun 2011 lalau, saya meminang sepeda motor produk India, Bajaj Pulsar 220 DTSi-F (biasa kusebut Jalitheng, karena warnanya hitam), yang kala itu, untuk pasar Indonesia digawangi oleh Bajaj Auto Indonesia (BAI), tanpa pikiran macam-macam. Hal utama yang jadi perhatianku adalah review para owner yang menyatakan kelebihan Pulsar dibanding produk sejenis di kelasnya, baik durability dan hal lain terkait roda dua.
Melihat (masa membeli) dealer yang makin bertambah di seputar Jabodetabek, menambah keyakinanku akan aftersales si Pulsar. Beberapa kali servis sesuai buku panduan juga minim masalah, Sepeda motor tidak ada keluhan. Bahkan saya merasakan kelebihan si Pulsar dibanding motorku sebelumnya, yaitu Honda Tiger Revo lansiran 2007. Suku cadang pertama yang saya ganti dari Jalitheng adalah bokhlam lampu utama yang mati pada jarak tempuh 5000 km. Lanjutkan membaca BAI Tutup, TVS ?
Ban Gambot Michelin Pilot, Gagah dan Enteng
Sepeda motor jika mengaplikasi ban tapak lebar bagi saya lebih macho, gagah, mendongkrak tampilan menjadi moge look dan yang pasti makin safety buat riding. imho
Seperti gambar di atas, ban lebar buat sepeda motor yang akan diperuntukan bagi ban belakang Tiger Revo milik teman saya.
Lanjutkan membaca Ban Gambot Michelin Pilot, Gagah dan Enteng
P220 Nyoba nge”BLARRR” Pakai (aftermarket) Knalpot Tiger
Rasa penasaran ingin merasakan motorku si Jalitheng Pulsar 220 DTSi-F jika memakai knalpot free flow akhirnya terlampiaskan. Berawal obrolan di Grup FAcebook sama Om Dipo, saya baru tahu kalo knalpot Tiger bisa diaplikasi di Pulsar.

Mengetahui hal tersebut, sepulang gawe, saya ngobok-ngobok gudang mencari knalpot aftermarket Tiger Revo yang sudah 5 tahun mangkrak. Setelah ketemu langsung dibersihin.
Lanjutkan membaca P220 Nyoba nge”BLARRR” Pakai (aftermarket) Knalpot Tiger
Lampu Projektor Pada Sepeda Motor
Pertamax Plus Top Up
Beberapa waktu yang lalu saya menulis konsumsi BBM Jalitheng Pulsar 220 DTSi-F menggunakan Shell Super extra. Ada dua cara penghitungan yang saya lakukan yaitu sistem RES ( baca Shell Super Extra Res to Res) dan TOP Up (baca Shell Super Extra Top Up) . Setelah sekian lama memakai BBM Shell Super Extra, saya beralih kembali ke produk dalam negeri (bisa jadi Pertamina impor jadi sama saja) dari Pertamina yaitu Pertamax Plus. Sudah hampir 3 bulan Pulsar ku mengkonsumsi Pertamax Plus.

Ilustrasi Malam Minggu
Week End alias akhir minggu ini seperti biasa kerja dan pulang malam, menapaki jalanan Ibukota yang ramai oleh kendaraan bermotor. Saat melintasi perempatan saya dikagetkan oleh sepeda motor jenis matik atau skutik, kecil kalo boleh dibilang imut. Tapi suara dari knalpot yang dibobok cukup nyaring dan menarik pengguna jalan lain, salah satunya saya yang mengendarai Jalitheng Pulsar 220. Si pengendara skutik tampaknya masih belia, remaja umuran sekolah menengah barangkali, terlihat dari mukanya yang tidak tertutup helm, ya, pengendara skutik ini tidak mengenakan helm sebagai piranti wajib berkendara sepeda motor, sekaligus pelindung keamanan bersepedamotor. Yah begitulah remaja kita saat ini, mungkin masa mencari jati diri, ingin menunjukkan “kediriannya” kepada lingkungan sekitar/orang lain. Hal tersebut tak lepas dari kondisi keluarga dan lingkungannya.
Yang mengagetkan saya adalah cara berkendara si skutiker, meliuk di antara kendaraan lain, memotong dengan lincah tapi serampangan, bisa dibilang ugal-ugalan, Lanjutkan membaca Ilustrasi Malam Minggu
Segmentasi Pasar, Kunci Kemenangan Sport Kawasaki
Pangsa pasar motor sport, khusunya kelas 250cc Kawasaki Motor Indonesia (KMI) tak tertandingi di Indonesia, lawan yang awalnya dianggap tangguh dari produk Astra Honda Motor (AHM) kewalahan dan makin memudar performa penjualannya. Mengapa demikian ? Selain produk AHM dianggap Over Price tentu ada hal yang layak dikaji dari produk KMI. Monggo sinau bareng..
Dalam banyak kasus praktik bisnis, perusahaan yang memutuskan beroperasi dalam pasar yang luas (banyak segmen) akhirnya menyadari bahwa mereka tidak mampu melayani seluruh segmen dalam pasar tersebut. Hal ini terjadi karena jumlah pasar yang dilayani maupun karakteristik pasar tersebut terlalu banyak sehingga mereka menuntut produk yang sangat beragam. Akhirnya para pengusaha menyadari bahwa daripada bersaing di semua segmen, maka lebih baik perusahaan memilih segmen pasar yang dapat dilayani secara efektif dan tentunya paling menguntungkan. Lanjutkan membaca Segmentasi Pasar, Kunci Kemenangan Sport Kawasaki




Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.