Kau Terima Hadiah, Kau Kujajah


Ungkapan lain dari “Hadiah Dari Penjajah”, ungkapan ini terbersit dari ucapan aktor antagonis dalam film Fast Five “RIO HEIST” . Tentu tak asing bagi pecinta Fast ang Furious series ini, speed freak movie lover. Kisah yang terjadi di Rio De Janeiro Brasil, kota yang dikuasai oleh pengedar Narkoba kelas kakap bernama Reyes (Joaquin de Almeida). Menguasai dalam arti seutuhnya, karena sampai kantor polisipun dikuasainya, sebagian besar anggota polisi dan pimpinannya digaji untuk pengamanannya, sampai uang hasil penjualan narkoba bisa disimpan di brangkas kantor polisi kota tersebut.

Reyes memanfaatkan pengetahuan bagaimana portugis menjajah tanpa perlawanan, yaitu dengan memberikan hadiah yang tidak mungkin dimiliki oleh pribumi, ya hadiah spesial bagi pribumi Lanjutkan membaca Kau Terima Hadiah, Kau Kujajah

First Mover Sukses Menumbuhkan Follower


Menciptakan suatu produk pasti dengan berbagai riset dan penelitian, baik dari segi produk itu sendiri maupun calon pengguna produk tersebut yaitu konsumen. Sebagian pemain bisnis lebih suka bermain aman dengan memproduksi barang yang sudah umum di pasaran baik secara karakteristik dan harga. Jarang yang berani bermain sendiri alias menciptakan produk yang belum ada dan mungkin belum terpikir oleh calon konsumen. Maksudnya produk yang benar benar baru, atau beda secara karakteristik tertentu dibanding produk lain yang sejenis.

Contoh yang tenar adalah keberanian Steve Jobs dengan menggelontorkan Ipad, yang akrab disebut tablet PC secara umum seiring makin menjamurnya produk sejenis berplatform Android. iPad menyasar Segment Pasar  yang tidak disentuh merk lain. Membidik Konsumen Cerdas yang loyal terhadap merk apple.  Lanjutkan membaca First Mover Sukses Menumbuhkan Follower

Segmentasi Pasar, Kunci Kemenangan Sport Kawasaki


Pangsa pasar motor sport, khusunya kelas 250cc Kawasaki Motor Indonesia (KMI) tak tertandingi di Indonesia, lawan yang awalnya dianggap tangguh dari produk Astra Honda Motor (AHM) kewalahan dan makin memudar performa penjualannya. Mengapa demikian ? Selain produk AHM dianggap Over Price  tentu ada hal yang layak dikaji dari produk KMI. Monggo sinau bareng..

Dalam banyak kasus praktik bisnis, perusahaan yang memutuskan beroperasi dalam pasar yang luas (banyak segmen) akhirnya menyadari bahwa mereka tidak mampu melayani seluruh segmen dalam pasar tersebut. Hal ini terjadi karena jumlah pasar yang dilayani maupun karakteristik pasar tersebut terlalu banyak sehingga mereka menuntut produk yang sangat beragam. Akhirnya para pengusaha menyadari bahwa daripada bersaing di semua segmen, maka lebih baik perusahaan memilih segmen pasar yang dapat dilayani secara efektif dan tentunya paling menguntungkan. Lanjutkan membaca Segmentasi Pasar, Kunci Kemenangan Sport Kawasaki

Konsumen (Saya) Seharusnya Cerdas


Masih hangat berita motor baru Astra Honda Motor, si teralis picisan CB150R Streetfire, bahkan masih banyak blogger yang mengupas dan membahas (termasuk ini), membandingkan dengan produk kompetitor si New oplok-oplok V-Ixion dari segala sisi. Yang menarik dan unik adalah berita bahwa pengindent CB pada saat gelaran JMCS mencapai 1400 lebih calon konsumen. Mengapa unik ? Karena harga motor belum ada tapi konsumen sudah berani indent, apa yakin mereka mampu beli motor tersebut nantinya ?, atau berita itu untuk mendongkrak image si prodak ?, atau konsumen yang memang sudah keranjingan dengan pemberitaan yang cenderung melebih-lebihkan ? Atau pabrikan mampu mengkondisikan kemauan konsumen melalui prodak dan berita yang mengiringinya ? Sedikit “sok tahu” sekaligus belajar mari bahas tentang perilaku konsumen dalam dunia manajemen sehubungan strategi pemasaran… Lanjutkan membaca Konsumen (Saya) Seharusnya Cerdas

#nasib_buruh Perjuangan tiada akhir


Copast dari Forum Diskusi UT oleh Pak  ALI HASAN HARAHAP , cuma share diskusi, bukan provokasi :

__________________________________________________

Kondisi Kini Hukum Perburuhan Indonesia

Sejak tahun 1997, Negara selalu berusaha untuk melakukan perombakan besar-besaran dalam sistem hukum perburuhan nasional. Tahun 1997, Negara mensahkan keberlakuan UU Ketenagakerjaan No. 25 tahun 1997. UU ini ditentang oleh mayoritas serikat buruh dan kaum buruh, akibatnya UU tidak pernah dilaksanakan. Namun usaha Negara tidak berhenti sampai di situ. Tahun 1998 kemudian muncul 3 rancangan UU yang sesungguhnya merupakan pecahan dari UU No. 25 tahun 1997. Paket 3 UU Perburuhan itu adalah: UU No. 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh, UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003, dan UU Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI) No. 4 tahun 2004. Paket 3 UU Perburuhan ini mencabut sekitar 20-an UU perburuhan beserta puluhan peraturan pelaksana (PP, Keppres, Kepmen) yang berlaku dan menjadi tonggak sistem hukum perburuhan yang berlaku.

Dalam prakteknya, pelaksanaan Paket 3 UU Perburuhan ini banyak sekali mengalami benturan. UU No. 21 tahun 2000 yang diharapkan mampu memberikan perlindungan bagi buruh dan serikat buruh, ternyata hampir serupa dengan macan kertas. Konsep pemberian sanksi pidana bagi pengusaha yang melanggar kebebasan buruh untuk berserikat Lanjutkan membaca #nasib_buruh Perjuangan tiada akhir

Consumer Behavior


(Copast) Perilaku konsumen : menyangkut masalah keputusan yang diambil seseorang dalam persaingannya dan penentuan untuk mendapatkan dan mempergunakan barang dan jasa. Swastha dan Handoko (2000:10) mengatakan: Perilaku konsumen (consumer behavior) dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang- barang dan jasa-jasa, termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tertentu. Dari pengertian tersebut maka perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan dan hubungan sosial yang dilakukan oleh konsumen perorangan, kelompok maupun organisasi, untuk menilai, memperoleh dan menggunakan barang-barang serta jasamelalui proses pertukaran atau pembelian yang diawali dengan proses pengambilan keputusan yang menentukan tindakan-tindakan tersebut.

 

Tulisan Membawa Perubahan


Tentu Perubahan ke arah yang lebih baik, bukan menjerumuskan. Apa iya si? Bisa dibilang pasti, minimal berdampak, misal tulisan mampu melengserkan kedudukan seseorang dalam suatu organisasi, komplain konsumen lewat media massa atau tulisan di dunia maya, contohnya curhat lewat blog mengenai kekurang ajaran suatu pelayanan dealer bisa membuat suatu dealer gulung tikar minimal ada sales yang dipecat. Terus apa hubungannya tulisan dengan perubahan manajemen. Baik kita paksakan saja menjadi, apa sih manajemen perubahan ? Mari googling bareng sekedar menambah informasi

Manjaemen perubahan adalah upaya yang dilakukan untuk mengelola akibat-akibat yang ditimbulkan karena terjadinya perubahan dalam organisasi. Perubahan  dapat terjadi karena sebab-sebab yang berasal dari dalam maupun dari luar organisasi tersebut Lanjutkan membaca Tulisan Membawa Perubahan

Injeksi ? Indonesia gudangnya Akal-akalan… Mossok..?


Dari komentar pada tulisan sebelumnya tentang Semua Produk Injeksi, Its Oks dapat disimpulkan bahwa menengok masa transisi mesin mobil dari konvensional ke injeksi, terbukti bengkel umum mampu mengimbangi dan sekarang bengkel mobil nonberespun sudah mampu memperbaiki mobil yang ada. Dan satu hal yang harus dilakukan oleh bengkel motor nonberes menghadapi era mesin motor injeksi adalah memperbaiki kinerja dan fasilitas agar mampu menaikan image bengkel di mata konsumen roda 2, sehingga owner roda 2 injeksipun bisa mempercayakan perawatan motornya ke bengkel nonberes.

Selain itu, Indonesia juga terkenal dengan akal-akalan, bisa jadi nanti alat diagnosa injeksi dibuat sendiri atau pesanan melalui jalur “HITAM” alias Black Market, Film dan lagu saja seabrek tuh bajakannya, meskipun sudah diperketat, tetep saja pasar film bajakan mudah ditemui, murah dan kwalitas lumayan. Begitupun alat dan barang lain, motor baru launcing sudah disiapin spare part aftermarket, pendongkrak tenaga dan acesoris seabrek. Lanjutkan membaca Injeksi ? Indonesia gudangnya Akal-akalan… Mossok..?

Strategi Pemasaran Tahap Penurunan


Pengen ngelanjutin kisah tentang strategi pemasaran dan market Share tapi kok rodo mumet yang ini ya..

Penurunan bisa cepat atau lambat, karena alasan teknologi, pergeseran selera konsumen, dan meningkatnya persaingan. Mempertahankan produk adalah beban bagi perusahaan maupun karyawan. Menurut Arman dkk (2006) berikut adalah strategi bertahan dalam tahap penurunan yang tersedia untuk perusahaan yaitu:

  1. Meningkatkan investasi perusahaan untuk mendominasi atau memperkuat posisi pasar. Menjadi basisi produksi untuk market asia adalah salah satu usaha yang sedang dirintis Suzuki Indonesia
  2. Mempertahankan level investasi sampai ketidakpastian industri itu terselesaikan.
  3. Mengurangi investasi secara selektif dengan melepas pelanggan yang tidak menguntungkan. Menghentikan beberapa varian produk yang sudah tidak diminati konsumen
  4. Menuai investasi untuk memulihkan kas secepatnya.
  5. Melepas usaha secepat mungkin dengan menjual asetnya.

Wah mumet mikirnya, ayo dibantu ngejelasin yang ahli manajemen…

Wassalamu’alaikum

Modifikasi, Pertahankan Market Share


Melanjutkan kisah eh.. pelajaran lalu tentang Strategi Pemasaran  dimana persaingan pasar makin ketat, maka perusahaan harus kreatif dalam mengemas dan memodifikasi produk demi menarik hati konsumen, ya Kelebihan produk, persaingan sangat ketat, maka mereka perlu membuat niche pasar, dan penurunan harga. Yang mendominasi adalah perusahaan kuat. Konsentrasi sumber daya mereka ada pada produk yang lebih menguntungkan dan pada produk baru.

Terdapat tiga cara bermanfaat yang mengubah jumlah pemakaian terhadap suatu merek (brand), yaitu:

  1. Modifikasi pasar (market modification): dengan konsep menarik perhatian orang yang bukan pemakai, memasuki segmen pasar baru, dan merebut pelanggan pesaing. Mengapa ada kegiatan tanam pohon di Sumatera Barat, Baksos yang dana sumbangannya lebih kecil dari ongkos makan dan tetk bengeknya… inilah marketing, demi meraup konsumen dari segala penjuru. Ada suka-suka, ada Puteri Indonesia naik motor, silahkan terjemahkan sendiri Lanjutkan membaca Modifikasi, Pertahankan Market Share