P220 Nyoba nge”BLARRR” Pakai (aftermarket) Knalpot Tiger


Rasa penasaran ingin merasakan motorku si Jalitheng Pulsar 220 DTSi-F jika memakai knalpot free flow akhirnya terlampiaskan. Berawal obrolan di Grup FAcebook sama Om Dipo, saya baru tahu kalo knalpot Tiger bisa diaplikasi di Pulsar.

image

knalpot aftermarket Tiger dipasang di Pulsar 220

Mengetahui hal tersebut, sepulang gawe, saya ngobok-ngobok gudang mencari knalpot aftermarket Tiger Revo yang sudah 5 tahun mangkrak. Setelah ketemu langsung dibersihin.

Lanjut bongkar knalpot si Jalitheng, gampang.

image

knalpot aftermarket tiger jauh lebih pendek

Langsung coba tempel knalpot free flow aftermarket Tiger, beratnya jauh dibanding knalpit Original, sepertiganya paling.
Setelah dicoba berulang kali sampai keringet “gobyos” ternyata lobang baut (ring) kepala knalpot tidak sama. Baut tanam knalpot Pulsar sepertinya lebih renggang dibanding Tiger, jadi hanya masuk sebelah dan satu lobang naggung, tidak tepat baut.

image

perbedaan mencolok, dari berat, bahan dan ketebalan bahan

Setelah berpikir beberapa kali akhirnya saya putuskan untuk tetap memasang knalpot abal-abal tersebut dengan cara yang bisa berefek samping. Niatnya sementara saja, dipakai berangkat kerja besok pagi, barulah kalo ada alat yang memadai dilakukan penyempurnaan.

image

Knalpot racing tiger dipaksakan nempel di Pulsar

Hanya mengandalkan kupingan dari mur baut tanam knalpot tersebut untuk mengunci ring penahan kepala knalpot. Nekad, memang tapi penuh perhitungan tentunya. Apa kuat ? Sangat kuat dan tidak bocor. Tentu ini sementara, karena esoknya, sesampai di tempat kerja, saat waktu senggang, saya coak salah satu lobang ring kepala knalpot menggunakan gurinda listrik. Oh iya sepanjang perjalanan ke tempat kerja saya tidak berlebihan dalam memacu sepeda motor, menjaga kemungkinan buruk, takut knalpot lepas.

image

lobang ring kepala knalpot dicoak sebelah menggunakan gerinda listrik

Setelah dirasa pas, kembali saya pasang dan coba hidupkan mesin, putar gas. Saat throtle gas dilepas, knalpot nembak … hmm setel asupan angin karburator, berulang kali diputar setelan angin tapi knalpot tetap nembak-nembak.

image

coak satu lobang ring kepala knalpot dan pasang

Akhirnya menyerah. Dan tetap saya pakai dengan menjaga putaran grip gas agar suara nembak tidak berlebihan.
Sepanjang perjalanan pulang kerja, saya coba bandingkan impresi dari pemakai knalpot free flow ini (saya sudah lupa merk knalpot tersebut) dibanding memakai knalpot orijiginal. Sepertinya perbedaan signifikan hanya pada suaranya yang kencang dan tidak enak didengar kupingku. Responsifitas mesin tidak terasa (tidak kentara). “Wah kalo begini, percuma dong, suara kenceng tapi tenaga memble” pikirku. Malamnya saya putuskan untuk melengserkan knalpot free flow dan memasang kembali knalpot originalnya. Adem, responsif. Senyap tapi melesat. Kepengin upgrade strouk up ke 240 cc tapi nanti saja. Sementara saya puas dengan tenaga si Pulsar 220 standar pabrik, tentu dengan perpaduan oli murah Valvoline dan Pertamax Plus.
Wassalamu’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Mongtorku, motomania, motorcycle dan tag , , . Tandai permalink.

30 Balasan ke P220 Nyoba nge”BLARRR” Pakai (aftermarket) Knalpot Tiger

  1. Aa Ikhwan berkata:

    sip ajib, kl ane msh pake yg free flow, rencana balik ke knalpot ori malah motor jd ndut2an gak karuan krn memang si merah sudah banyak ubahan jd saat ini ya menikmati yang ngebas2 gitu (di kuping ane) :mrgreen:

  2. fajardinihari88 berkata:

    Wah kalo begini, percuma dong, suara kenceng tapi tenaga memble” pikirku.
    =====================

    lah gimana gak memble wong masih nembak kok

  3. bennythegreat berkata:

    min, blok mesinmu nggilani tenan…regettt

  4. adi asrul berkata:

    heheh,itu desain silencernya kependekan masbro,terus pipanya keliatannya kecil,ada 2 lubang apa 2-2nya berfungsi atau cuma 1 aja yg fungsi (yg 1 hiasan)?? kalo 2-2nya fungsi,berarti terlalu besar lubang buangnya (berlawanan sama silencernya yg bentuk pendek).terus pipanya kecil,lubang buang gede,ngga isngkron.nah kalo cuma 1 lubang yg fungsi,kekecilan mas,ngga sesuai dngn konfigurasi silencer pendeknya.wajar kalo ngga ada rasa perubahan apapun.belom lagi dicek apa ada kebocoran knalpot atau ngga,terus glaswoolnya gimana keadaannya,hehehe.yg penting jangan kapok pake knalpot freeflow masbro,mesinnya dikilik dulu,terus pake freeflow,wuzz wuzz wuzz,heheheh

  5. ipanase berkata:

    jossssssssssssssssssssssssss tenan 😀 , tapi memble nembak2

  6. andhi_125 berkata:

    salam blarr–blarr— 🙂

  7. Diposedicigp8 berkata:

    lehere pendek banget nget, sesuk tak fotokke knalpotku #yensido :mrgreen:

  8. andreykeren04 berkata:

    gak tertarik pasang sidebag gan?
    http://www.kaskus.co.id/thread/508cb6b40c75b4f514000000/sidebag–tas-samping-motor-lebih-ekonomis-dari-sidebox-bonus-cendol

    bilang aja dari otoblogger, nanti ane kasih special price 🙂

  9. Motorseo berkata:

    padahal enakan knalpot bawaan Pulsar lho Om,.. gak usah berisik-berisik.. yang penting adem but still fast… P220 dah keren kok..

  10. Diposedicigp8 berkata:

    nyah :mrgreen:

    wkwkwkwk, artikel sesuk 😆

  11. dani berkata:

    Knalpot Aseli dah wuzzzzzzz………………

  12. Ping balik: Banyak Yang Obral Murah P 220 Gara-gara Mau Beli P 200 NS, Weh Gile 10 Jutaan! | Bonsai Biker

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s