Modifikasi Pulsar 135 Full Fairing


Memodifikasi tampilan sepeda motor bagi saya lebih kepada mengatasi kejenuhan akan tunggangan harian. Makanya, modifikasi yang saya lakukan harus friendly for daily use alias tetap nyaman buat pemakaian harian. Karena sepeda motor buat alat mengais rizki.

image

Salah satu upaya ini juga dilakukan oleh bro Julius Boen Diharjo, yang membeli Bajaj Pulsar 135 atau biasa disebut PIES, dalam kondisi full fairing. PadahL sudah memelihara Pulsar 200. Si Pies dilabur warna dominan hijau metalik dengan moncong yang mencolok cukup menyita perhatian. Lampu utama nampaknya mengaplikasi model projektor dengan angel eyes (cmiiw) Lanjutkan membaca Modifikasi Pulsar 135 Full Fairing

Sepeda Motor, yang Penting Ngglinding


Ngglinding adalah kata ganti jalan pada bahasa jawa untuk menyebut roda yang berputar dan laju. Kalo ga laju namanya selip 😀

image
Ga pasang spakbor depan, nyiprat parah

Memperlakukan kendaraan harian dalam hal ini sepeda motor, sekedar jalan sebenarnya kurang motorsiawi,
Lanjutkan membaca Sepeda Motor, yang Penting Ngglinding

Gas Pulsar “MBANDHANG”


“Mbandhang” dalam bahasa banyumas berkaitan dengan gas sepeda motor memiliki arti, gas motor yang menderu dengan sendirinya layaknya grip throtle diplintir. Jadi RPM naik layaknya choke sedang aktif.
Nah “Gas Mbandhang” juga dialami Jalitheng Pulsar220 ku layaknya saat autochoke bekerja. Normalnya autochoke bekerja saat temperature mesin dingin, di mana sensor akan memerintahkan tambahan asupan bensin ke karburator secukupnya (cmiiw). Ternyata sepulang gawe yang menempuh jarak sekira 15km, saat berhenti di depan rumah, mesin Jalitheng mengaum layaknya throtle gas ditarik, tidak mungkin autochoke bekerja karena mesin sedang panas. Saya pikir gas nyangkut, karena tali gas yang mulai “rantas” (putus sebagian).

image
Tali gas rantas

Lanjutkan membaca Gas Pulsar “MBANDHANG”

Pertamax Plus Top Up


Beberapa waktu yang lalu saya menulis konsumsi BBM Jalitheng Pulsar 220 DTSi-F menggunakan Shell Super extra. Ada dua cara penghitungan yang saya lakukan yaitu sistem RES ( baca Shell Super Extra Res to Res) dan TOP Up (baca Shell Super Extra Top Up) . Setelah sekian lama memakai BBM Shell Super Extra, saya beralih kembali ke produk dalam negeri (bisa jadi Pertamina impor jadi sama saja) dari Pertamina yaitu Pertamax Plus. Sudah hampir 3 bulan Pulsar ku mengkonsumsi Pertamax Plus.

isi Full tank Pertamax Plus
isi Full tank Pertamax Plus

Lanjutkan membaca Pertamax Plus Top Up

Jangan Asal Mencampur Oli Mesin


Yah kejadian pada motorku Jalitheng Bajaj Pulsar220 DTSi-F saat ganti oli mesin. Sebenarnya oli mesin yang terpasang masih layak dan enak buat riding meski sudah berumur 3000 kilometer lebih. Oli masih bawaa dealer yaitu valvoline.  image

Meski bagi kebanyakan owner sepeda motor khususnya Bajaj Pulsar, oli valvoline ini kurang recomended karena mudah membuat mesin panas dan berhagai keluhan lain. Tapi bagi motorku terasa nyaman aja.
Karena penasaran dengan performa oli merk lain maka saat itu aku mengganti oli mesin dengan produk Shell Ax7 volume  1liter, padahal volume oli mesin Pulsar 220 adalah 1,2 liter, berharap 1 liter cukup seperti cerita Kang Sabdho Guparman memperlakukan si Gambhot Pulsar 200 nya.

Lanjutkan membaca Jangan Asal Mencampur Oli Mesin

Iklan Pulsar 4l@y Banget, Malu-maluin aja…


Anda tahu kan iklan Pulsar 220 Dtsi-F dengan slogan “buat yang suka Kencang” yang seolah memprofokasi pembeli untuk ngebut . Sayang beberapa kritikan kurang mampu membuat BAI nyadar diri dan membuat iklan TV yang lebih parah lagi, cenderung alay alias @l4y, Lebay. Cekibrot videonya

Dari video tersebut ada pesan dan kesan yang sepertinya ingin disampaikan oleh Bajaj seperti yang ditulis Kang Bennythegreat dalam Iklan Baru Bajaj Pulsar “Cewek Duluan Deh” Tidak Mendidik . video menggambarkan 2 ekor Pulsar, yaitu P220 dan P135 berhenti Lanjutkan membaca Iklan Pulsar 4l@y Banget, Malu-maluin aja…

Model Motor Bajaj Tarlalu Kaku… Pulsar 135 LS paling Oks imho


Pulsar 220 dan 180 UG 4

Meminang si “Jalitheng” Pulsar 220Dtsi-F merupakan keinginan karena kebutuhan. Secara model dibanding motorku yang sebelumnya si Tirev masih bagusan Tirev. Tapi teknologi dan harga yang kompetitif membuatku jatuh cinta melupakan tampang, ibarat orang tampang sedang tapi hati bagai malaikat…#lebay… Dan kenyataannya pembeli Pulsar memang karena pengetahuannya, kalo saya karena kepengaruh yang katanya mesin bandel (lebih bandel dari Tiger), perawatan gak merongrong, Fitur lebih cnggih (led indikator, digital speedo, lampu utama projektor dansebagainya) .. dan sebab yang pasti adalah karena si Tirev mulai rewel…  Lanjutkan membaca Model Motor Bajaj Tarlalu Kaku… Pulsar 135 LS paling Oks imho

Case Closed, Bro Lutfi dapat Lampu Pulsar 220


Mungkin pembaca, MasBro dan Mbak Sist masih inget postinganku yang ini Menyesal Beli Pulsar 220 Karena Spare Part Lampu Tidak Ada yang ditulis pada 25 Agustus 2011 lalu, bagi yang belum baca silahkan tengok sesaat, postingan yang berisi tentang kisah salah satu konsumen Bajaj, Bro Lutfi dari Suara Pembaca di Otomotifnet.com, seorang owner Pulsar 220 DTS-If , sama kaya saya (gak takok.. 😀 )

ternyata kemarin Bro Achmad Lutfi nulis komentar konfirmasi terselesaikannya permasalahan lampu P220 nya

Lutfi sport sidoarjo, on September 9, 2011 at 7:58 pm said: Sunting Komentar

Dear all,
setelah tidak ada kepastian kapan barang datang setelah saya (achmad lutfi) minta emergency order dimayjen sungkono sby, saya email ke pusat bajaj jkt dan di follow up service area Bpk Dwisunu. Agak lambat tapi akhirnya sudah dikirim ke dealer sidoarjo (saya terima dibungkus dus karton air mineral/ tdk keadaan segel karton bajaj) dan saya pasang didealer tgl 5 sept 2011 dg harga Rp704.600,00. Saya agak kecewa krn harga yg mahal tdk termasuk lampu2 dan kabel2 soket seperti varian pulsar lain. Tetapi bagaimanapun saya sudah dapat barangnya dan saya ucapkan terima kasih pd bajaj sdh follow up seperti harapan saya. Utk performa saya nilai p220 cukup baik (selepas suramadu saya Lanjutkan membaca Case Closed, Bro Lutfi dapat Lampu Pulsar 220

Wajibkah Motor Servis Rutin Sesuai Anjuran Buku Panduan dari Dealer ?


Sesuai petunjuk buku panduan motor dari dealer, motorku si Jalitheng Pulsar 220 mesti servis pertama dan ganti oli gratis pada jarak tempuh 750 km atau 1 bulan, pilih mana yang duluan tercapai, pada hari enin 05 September kemarin, jarak tempuh si Jalitheng tertera di spedometer 700 km lebih, dengan estimasi jarak tempuh di hari berikutnya bisa lewat dari jarak tempuh seseuai petunjuk buku dari dealer, maka hari itu juga saya ijin sebentar dari nguli meluncur ke Dealer Bajaj Ontana di Jalan Gunung Sahari.
narziez abiez.1815.jpg
Sesampai di depan dealer, ada sedikit janggal, tampak pada gambar diatas ada mobil polisi bersandar (kaya kapal aja 😀 ), nanya ke salah satu karyawan, apakah bengkel sudah melayani jasa servis ? Ternyata belum, bahkan dealer belum buka untuk operasional, karena sedang ada pemeriksaan dari pehak polisi, sehubungan dijebolnya dealer oleh tangan jahil, alias habis kemalingan
narziez abiez.1813.jpg
tampak agak semrawut, ada kembaran Red Bastard parkir di depan pintu masuk persis, jadi ternyata selama ditinggal libur lebaran, dealer tidak ada yang jaga, dan dimanfaatin oleh maling mengais rizki :mrgreen:
untungnya dealer sudah prepare untuk kemungkinan buruk tersebut, karena tahun sebelumnya pun mengalami hal sama, kata si karyawan cuma 1 unit CPU yang berhasi di gondol pencuri.
Selanjutnya saya meluncur ke dealer JAR di Pasar Baru, ternyata jasa servis juga belum dil.ayani, cuma tampak pengantaran unit saja ke pelanggan.

Hari berikutnya yaitu selasa 06 September, saya kembali merapat ke Fontana Gunung Sahari, langsung parkir, agak kaget lihat penampakan dengan warna baju mirip seragam Fontana, tapi sepertinya kenal dengan tampang “Mbroderhud ini” 😀
narziez abiez.1829.jpg
ternyata beliau adalah Kang Sabdo Guparman yang sedang servis si Red Pulsar 200 nya, beliau sudah langganan tiga tahun di Fontana ini, dan ternyata saya kesiangan datang sehingga tidak kebagian antrian servis, alias tutup karena sudah banyak yang boking servis motor setelah dipakai lebaran, akhirnya konsultasi ke Kang Sabdo, dan sesuai anjuran Kang Sapto Anggono pun seia selata (jenenge mirip, awas ketuker Sapto Guparman dan Sabdo Anggono :mrgreen: ) juga membaca postingan Kang Bennythegreat, motor baru yang penting rajin ganti oli, Kang Sapto menguatken bahwa motorku suaranya masih alus, ga perlu servis, sebaiknya ganti oli saja dulu.

narziez abiez.1827.jpg
Nanya Kang Sabdo harga oli standar Bajaj Volvaline 1,2 liter seharga 40 ribu, langsung beli dan isi di Fontana Gunung Sahari ini, tapi..ups..kok harganya 60 ribu, ga salah neh Kang Sabdo, setelah Kang Sabdo selesai servis saya cek list serrvisnya, ternyata harga oli memang 40 ribu, busyet..apa P200 isinya cuma 1 liter, kata Kang Sabdo sama yaitu 1,2 liter…waduh terus 20 ribu apa ongkos ganti oli, tapi larang men rek…jadi illfeel neh.
narziez abiez.1828.jpg

Sekarang saya malah ragu mau ambil servis gratis dari dealer, secara si Jalotheng tidak ada keluhan mesin, cuma lampunya aja nyorotnya terlalu ndangak, dan stang agak oleng saat lepas tangan, pertanda ada yang kendor..
Menurut sedulur semua, perlu gak seh servis rutin sesuai pentunjuk dokter..ups.. Dealer seperti tertera pada buku panduan yang ada, sedangkan motor ga ada masalah, ataukah saya cukup ambil oli gratisnya saja ?

Kesuwun urun rembuke nggeh, Wassalamu’alaikum…

Dikirim menggunakan Wordmobi

Jalitheng (Pulsar 220) 3 Laps @ Sirkuit Monasco…. Mangtabb..!!


Setelah mendapatkan STNK, maka Pulsar 220 DTS-Fi ku si Jalitheng kucoba rasakan performa dan handling dengan pemakaian sehari-hari, secara bobot motor yang cukup berat dibanding motor Jepang sekelas macam Tiger maupun Scorpio, bahkan dibanding Ninja 250 saja sepertinya beratan si Jalitheng, karena tingginya yang bikin jinjit, sedang Ninja 250 Biar Bongsor tapi posisi duduk ga jinjit jadi enteng dalam keadaan mati untuk digeser sambil duduk di atasnya.

Biarpun demikian, jika sudah jalan si Jalitheng terasa mantab, buat lurus maupun manufer, meski aku belum berani full throtle di straight, tapi untuk cornering handling anteng… shock depan yang macho mumpuni menahan goncangan, double shock belakang yang memakai nitro serasa monoshock… empuk dan bisa disesuakan kekearasannya. SelanjutnyaUntuk membuktikan kehandalan handling ini, maka setiap hari ..ya emang buat harian, dan pada kesempatan pulang nguli mendekati tengah malem, kucoba melintas jalan seputaran Monas yang terkenal dengan Sirkuit Monasco… 😀

Monas malam Minggu ga pernah sepi

Setelah selesai dinner (boso ngendi kiye ? 😀 ) sambil briefing sama juragan di Lanjutkan membaca Jalitheng (Pulsar 220) 3 Laps @ Sirkuit Monasco…. Mangtabb..!!