Kesrempet Container


Container adalah sebutanku bagi trailer pengangkut petik kemas. Kisah ini sudah beberapa tahun silam, saat itu aku masih bujangan dan nginep di gawean, saat lagi duduk menunggu malam, temanku yang sudah pulang dari tadi mengendarai sepeda motor Yamaha RX King nelpon, minta dijemput, katanya kecelakaan dan sekarang lagi di kantor polisi deket tempat gawe. Tepatnya jalan Martadinata menuju Lodan Raya. Segera aku meluncur untuk mengetahui kepastiannya.

awas kelindes

Ternyata benar, terlihat motornya ngejogrok pleat pleot, stang bengkok, rangka mengsong, dan banyak lagi. Saat ditanya bagaimana kejadiannya, ternyata dia berusaha menghindari mobil yang ugal-ugalan, dan berbarengan ada container, dia selamat menghindari mobil, tapi sukses keserempet container dan terseret beberapa meter, Lanjutkan membaca Kesrempet Container

Perayaan Valentine #sesat Menyesatkan


Alasannya ? silahkan bantu tulis

Awas Long Vehicle


Itulah tulisan yang sering aku baca di trailer pengangkut petik kemas (container) atau tronton bersambung. Container, demikian saya biasa menyebut kendaraan panjang petik kemas tersebut. Selalu ngeri jika berkendara deket dengan kendaraan satu ini. Beberapa korban kecelakaan maut karena kesenggol atau keentup si Container.

Contohnya di jalur Cacing, jalan antara Cakung-Cilincing ini, mungkin ratusan korban pesepeda motor sudah meregang nyawa di jalanan yang selalu dipenuhi container petik kemasa tiap harinya. Lanjutkan membaca Awas Long Vehicle

Narkoba, Driver sampai Pilot, gubuk sampai apartemen


Wajah Indonesiaku makin kelam, kepercayaan publik kepada driver angkot sampai pilot maskapai penerbangan bisa hilang karena kelakuan para oknum yang mengonsumsi Miras dan Narkoba. Masih terngiang isakan di sekitar Tugu Tani, Supir Xenia pengguna Narkoba, Afriani Susanti sukses menjadikan mobilnya sebagai mesin pembunuh yang paling menghebohkan awal tahun 2012 ini. Yah Narkoba momok yang susah hilang, bahkan bisa jadi subur di Bumi Pertiwi tanpa sepengetahuan kita. Berjalan mengendap dari kolong jembatan, gubuk pinggir kali sampai apartemen mewah berpenghuni gagah perlente. Melewati angkutan umum yang kurang layak, sampai masuk hanggar pesawat Lion air. Ironi, miris, memprihatinkan.

foto : Okezone

Apakah hanya itu, berapa lagi yang belum tersingkap, siapa lagi ? provesi apa ? bagaimana ini ? Pertanyaan yang sulit terjawab jika hanya diam. Contoh kasus, suatu komplek yang terkenal dengan Narkoba, ketahuan bandarnya ada, saat mau digrebek, ternyata berita penggerebekan itu sudah bocor duluan ke para bandar, siapa yang membocorkan ? Lanjutkan membaca Narkoba, Driver sampai Pilot, gubuk sampai apartemen

Motor Baru VS Togel = Konsumerisme


Yah 2 hal yang mempunyai penggemar khusus, motor baru bagi yang ingin meminang dan sekedar ingin tahu, togelpun sekedar tahu untuk dihitung diutak atik, dan juga dipinang alias dipasang. Beriata motor baru dan berita togel hampir selalu salip salipan jumlah pembcanya, tapi efek keduanya apa sama ? Bisa iya bisa tidak, togel sudah pasti bagi mereka yang demen duit instan, utak atik angka dan dapat duit lebih kalo beruntung, kalo tidak ya buntung 😀 dan cenderung bikin ketagihan. Sedang motor baru kadang bikin ngiler, meski tidak ketagihan, tapi menanamkan sifat konsumerisme, tiap ada motor baru pengennya memiliki, ganti atau bahkan nambah koleksi. Bikin ketagiahan, ya beda dengan togel si, tapi ketagiahan beritanya, bisa dikatakan pasti. Beritanya diburu, baik untuk sekedar dibaca sebagai pengetahuan, ataupun dishare menjadi tulisan dan dibumbui opini pribadi, agar makin menarik minat pembaca. Lanjutkan membaca Motor Baru VS Togel = Konsumerisme

Ngeplak Helm…


Perjalanan tiap hari menggunakan roda dua memang banyak kisah yang takan habis diceritakan, dan seperti biasanya saya suka mendahului pemotor lain yang minim safety gears sekedar memamerkan safety gears yang aku kenakan, siapa tahu si rider merasa terpanggil untuk mengaplikasinya saat berkendara, minimal pakai helmlah, kalo jarak pendek dan jalan santai mungkin masih maklum, lha ini kelihatan kalo jalan melewati jalur rame dan lumayan jauh (barengan soale) kok gak pakai helm.

Oks salah satu cerita, pada saat pulang malem, kebetulan saya pakai Suzuki Skydrive, mengenakan knee protector, jaket koboys, glove P220, sepatu safety tentu. Saat asyik berkendara saya disalip seekor Ninja 250 yang berboncengan, sepertinya pasangan ini. Tanpa helm dan menyerobot bundaran (mestinya memutari, ini malah memotong), pikiranku langsung iseng, Lanjutkan membaca Ngeplak Helm…

Outsourcing, Peninggalan Kolonial Demi Investasi


Membaca beberapa sumber tulisan mengenai Outsourcing, ternyata sistem kerja kontrak atau contracting out sudah ada sejak zaman dulu, termasuk masa penjajahan Belanda. Dalam masa tersebut sistem outsourcing disebut dengan istilah “KOELI ORDONANTIE”  hal tersebut dilakukan oleh pemerintah Hidia belanda untuk menarik investasi dalam bidang perkebunan di Deli Serdang, ditetapkan sekitar tahun 1879 ketetapan Gubernur nomor 138. dan mengalami revisi demi semakin menarik investor serta mengurangi angka pengangguran miskin. Yah dua hal yang menarik “INVESTOR DAN LAPANGAN PEKERJAAN” 

Dua hal tersebut sangat berkaitan erat, makin banyak investor masuk, maka akan tercipta lapangan pekerjaan, minimal menjaga lapangan pekerjaan yang sudah ada untuk tetap ada, tidak hilang karena usaha gulung tikar ditinggal investor. Hal menarik saat kita memposisikan diri sebagai pengusaha, sistem outsourcing menjadi penting sekarang ini, perusahaan tidak perlu memberi pensiun, bahkan hak karyawanpun bisa dikurangi dari semestinya, Lanjutkan membaca Outsourcing, Peninggalan Kolonial Demi Investasi

Knee Protector Gak Perlu @solehsolihun


Sebuah kabar kurang mengenakan datang dari tulisan Kang Ulid :  Stan up Comedy di metro tv: Si Soleh bicara tentang Safety Riding , yang mengisahkan tentang motor oleh Soleh Solihun (@solehsolihun) dalam  Stand Up Comedy di Metro TV (@standupmetrotv) , sebelumnya kita simak lagi videonya

Sebenarnya secara keseluruhan materi hanya lawakan yang berkaitan dengan motor, tapi karena stand up comedy identik dengan kaum cendekia, alias lawakan cerdas yang kadang merupakan kritik ataupun satir dari kehidupan di lingkungan sehari-hari pasti sang penyampai memahami apa yang akan disampaikan. Nah Soleh dalam hal ini menyoti tentang pemotor, menyindir Lanjutkan membaca Knee Protector Gak Perlu @solehsolihun

Permasalahan COMMET KRL


Kepada Yth.

*Direktur Utama PT. KAI Commuter Jabodetabek (KCJ)*

Di Jakarta

Dengan Hormat,

Sejak 1 Februari 2012 lalu KCJ sebagai operator KRL Commuter Line memperkenalkan Kartu COMMET (*Commuter Electronic Ticketing*) sebagai alat transaksi baru saat akan naik KRL tersebut. Tapi sungguh disayangkan pada Tahap 1 ini tampak ketidaksiapan disemua sisi:

1. Minim informasi: Begitu minimnya informasi yang bisa didapat penumpang dan amat kurangnya sosialisasi yang dilakukan KCJ di lapangan. Dari komunikasi pribadi ke beberapa pejabat KCJ, juga tampak informasi yang berbeda-beda.

2. Ketidaksiapan Sumber Daya Manusia: Petugas di lapangan (baik KCJ maupun perusahaan rekanan) tampak sekali tidak siap. Mereka tidak bisa memberikan penjelasan yang memadai dari segi teknis ketika ditanya soal pemakaian maupun masalah yang ditemui, misalnya detail aturan tarif, cara isi ulang, cara *refund*, prosedur penyelesain kasus kesalahan transaksi (*dispute transaction*) dll. (Detail berbagai pertanyaan penumpang bisa dilihat di *Lampiran 1 – FAQ*).


(foto:republika.co.id)

3. Ketidaksiapan/ ketidakhandalan alat: Sejak hari pertama, banyak sekali laporan terkait Commet, misalnya: kerusakan mesin/kartu, lamanya waktu identifikasi kartu, tidak terbacanya kartu, pesan kartu bermasalah tanpa kejelasan penyelesaian dari petugas sampai adanya pemotongan pulsa Lanjutkan membaca Permasalahan COMMET KRL

Outsourcing, Jual Beli Buruh ?


Yayasan atau lembaga Outsourcing seingatku mulai mewabah saat kepemimpinan Presiden Megawati Sukarno Puteri yang katanya “MEMBELA HAK WONG CILIK” , saat itu aku ikut merasakan didepak dari induk korporasi ke induk semang outsource ini. Berbagai upaya melawan “KEDZALIMAN” diupayakan, mengadu ke Serikat Pekerja, bergerilya ke Gatot Subroto sampai mendirikan Serikat Pekerja Independent di luar Serikat Pekerja perusahaan, karena Outsource ga punya SP yang mengakomodasi keluhan buruh, kalo gak salah sekelompok temanku masih eksis sampai sekarang memerangi perbudakan modern ini. Bergerilya dari satu korporasi ke korporasi lainnya, memperjuangkan hak buruh yang tergadaikan. Mudah-mudahan beliau dan kawan-kawan istiqomah, dan tidak menjual hak buruh demi kepentingan pribadi. AMIN

Tulisan ini terinspirasi atas ketidak seimbangan pendapatan buruh satu lembaga outsource dengan lembaga outsource yang lain yang ada di lingkunganku, jadi ada beberapa lembaga outsource dalam satu korporasi, Lanjutkan membaca Outsourcing, Jual Beli Buruh ?