Idul Fitri, Silaturrahim dan Helm


Idul Fitri, lebaran, identik dengan silaturahim atau akrab disebut silaturahmi.

Waspada-kecelakaan-dijalan-cilincing-cakungBepergian mengunjungi saudara yang lebih tua atau yang dituakan. Sungkeman bermaaf-maafan. Apabila jauh, tentu perlu kendaraan buat mobilitas. Paling efektif ya sepeda motor. Dan helm adalah perangkat wajib bagi pengendara sepeda motor. Tapi pada kenyataannya, di pekan lebaran ini, pengguna sepeda motor banyak yang mengabaikan piranti keselamatan berkendara itu. Padahal mereka melintas di jalan raya yang termasuk jalan lintas utama. Bukan jalan kampung.Contoh beberapa gambar di atas, gambar yang diambil di sepanjang jalan Cilincing Raya. Jakarta Utara, jalan yang kesehariannya merupakan jalur lintas kendaraan besar seperti truk tronton dan trailer pengangkut petik kemas atau container.

Pengendara juga banyak ibu-ibu, meski pelan tapi Ambi lajur kanan, menyeberang tanpa perhitungan matang dan ulah aneh bin ajaib lainnya kaya fenomena sign kanan belok kiri.

Pengendara sepeda motor pada pekan lebaran juga banyak merupakan pengendara yang jarang keluar jalan raya, terlihat dari cara berkendara yang tidak semestinya, harus makin waspada dibanding di hari kerja.

Lebaran kali ini nampak bukti bahwa pemilik kendaraan bermotor makin banyak. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, dimana jalan  identik dengan hashtag Jakarta kosong, tapi tidak tahun ini, 2 hari ini jalanan ramai oleh kendaran. Jalanan justeru kosong pada H-1 dan -2 atau tanggal 29 dan 30, Ramadan.

Jadi sebutan #JakartaKosong di lebaran pada tahun mendatang akan sulit dijumpai. Penduduk lokal sudah memiliki kendaraan masing-masing dan keluar untuk silaturahmi dan rekreasi.

Waspada selalu dalam berkendara, gunakan piranti keselamatan, karena kehati-hatian kita tidak menjamin keselamatan.(Tri)

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Jalan jakarta dan tag , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Idul Fitri, Silaturrahim dan Helm

  1. techtonime berkata:

    setuju pak. biar suasana lebaran tetep harus pake safety gear minimal helm waktu naek motor.
    anehnya ay pke helm sarungan kok diketawain ya? padahal lewat jalan provinsi lho 😞

  2. ardiantoyugo berkata:

    pas lebaran karo lelayu… peci bisa diandalkan menghindari tilang ra nggowo helm… 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s