Konsumen (Saya) Seharusnya Cerdas


Masih hangat berita motor baru Astra Honda Motor, si teralis picisan CB150R Streetfire, bahkan masih banyak blogger yang mengupas dan membahas (termasuk ini), membandingkan dengan produk kompetitor si New oplok-oplok V-Ixion dari segala sisi. Yang menarik dan unik adalah berita bahwa pengindent CB pada saat gelaran JMCS mencapai 1400 lebih calon konsumen. Mengapa unik ? Karena harga motor belum ada tapi konsumen sudah berani indent, apa yakin mereka mampu beli motor tersebut nantinya ?, atau berita itu untuk mendongkrak image si prodak ?, atau konsumen yang memang sudah keranjingan dengan pemberitaan yang cenderung melebih-lebihkan ? Atau pabrikan mampu mengkondisikan kemauan konsumen melalui prodak dan berita yang mengiringinya ? Sedikit “sok tahu” sekaligus belajar mari bahas tentang perilaku konsumen dalam dunia manajemen sehubungan strategi pemasaran…

Memproduksi suatu barang atau jasa oleh suatu badan usaha atau perusahaan/organisasi tidak lepas dari faktor lingkup sekitar perusahaan tersebut. Faktor eksternal, salah satu pemangku kepentingan/stake holder itu adalah konsumen. Nah dengan mempelajari karakteristik konsumen inilah suatu organisasi menciptakan suatu produk baik barang maupun jasa. Tentu dengan pengamatan bahkan survey secara mendalam dan mendetail barangkali.

Tidak semata-mata organisasi memproduksi barang/jasa hanya berdasar kebutuhan konsumen, lebih jauh lagi suatu Organisasi/perusahaan mampu menyetir apa yang dibutuhkan konsumen seharusnya, menciptakan mindset secara tidak disadari oleh para calon konsumen. Dengan sendirinya konsumen merasa membutuhkan barang/jasa tersebut.

Baik, hal ini berkaitan  kepribadian dengan perilaku konsumen. Dari bacaan yang kuperoleh ternyata kepribadian ini erat kaitannya dengan perilaku konsumen. Kepribadian merupakan ciri perbedaan individu, karena masing masing individu berebeda kepribadiannya, yang cenderung bawaan dari kecil dan sulit berubah, meskipun bisa saja berubah seiring berjalannya waktu dan berubahnya tingkat kedewasaan seseorang.

Untuk singkatnya suatu organisasi/perusahaan dewasa ini mampu mengarahkan kepribadian calon konsumen menjadi mirip, bahkan cenderung seragam. Contoh dari produk gadget, motor, mobil, pakaian dan lain sebagainya. Pribadi seseorang yang tadinya tidak memerlukan menjadi memerlukan sepeda motor, karena perubahan kepribadian melalui pergaulan. Kondisi lalu lintas yang macet, kebutuhan akan waktu cepat dan tepat, serta ekonomis menjadi dalih kepemilikan sepeda motor. Hal yang jika ditelaah mendalam merupakan pengkondisian yang disengaja. Barangkali instansi pemerintah terkait dan ATPM mampu menjelaskannya.

Blackberry seolah symbol pergaulan, bahkan menteri BUMN Dahlan Iskan melakukan rapat dengan berbagai pimpinan perusahaan BUMN lewat group Blackberry mesenger, dengan sendirinya Blackberry menjadi perangkat wajib di kalangan tersebut. Seseorang yang tadinya tidak perlu jadi harus memerlukannya. Pengkondisian oleh atasan, berakibat anak buah mengekor. Meskipun barangkali  kepemilikannya gratis dari uang perusahaan.

Kiranya cukup dulu, semoga bisa disambung lagi, bagi yang lebih paham dunia manajemen dan strategi pemasaran monggo dikoreksi dan ditambahkan agar saya lebih paham, cerdas termasuk saat menjadi konsumen. Wassalamu’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Manajemen, Motor Baru, motorcycle dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

12 Balasan ke Konsumen (Saya) Seharusnya Cerdas

  1. Maskur berkata:

    Jozzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
    rika wong endi jane deneng bisa nulis maen kaya kiye

  2. cak poer berkata:

    iyo koh dadi nggumun :mrgreen:

  3. arantan berkata:

    Ya memang bener, tapi untuk AHM memang mereka tahu minat pasar sudah ada alias terbentuk dan gemuk, bisa dilihat dari pendahulunya. Tinggal buat produk sesuai pasti laku. Pasar juga kalau lihat brand AHM mereka pasti yakin. Untuk harga memang tidak pasti, tapi ada kisaran jadi orang berani ambil.

    Contoh yang lebih hebat sebetulnya iPad. Sebelum iPad tentu tidak ada pasar tablet. Tapi sekarang orang bilang sudah masuk era post-PC.

  4. Ping balik: First Mover Sukses Menumbuhkan Follower « Triyanto Banyumasan Blogs

  5. moringa benefits berkata:

    Thanks in favor of sharing such a good idea, article is good, thats why i have read it entirely

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s