Pembatasan Premium Dikaji Ulang, SPBU Belum Siap


Itulah sedikit nukilan dari berita di Koran Jakarta yang terbit Selasa, 31 Januari 2012. Usulan yang diajukan oleh Komisi VII DPR RI disampakan oleh ketuanya Teuku Riefky Harsya meminta pemerintah mengkaji ulang dan mempersiapkan kembali pembatasan BBM bersubsidi mulai 1 April 2012. Hal tersebut atas beberapa pertimbangan logis seperti roadmap pembangunan infrastruktur, persiapan konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG) juga kesiapan tim koordinasi penanggulangan penyalahgunaan penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi.

Apakah keefektifan dari pembatasan Premium terutama berkaitan dengan potensi penghematan yang diperoleh negara ? Produksi BBM jenis Pertamax di kilang Balongan cuma 25 barel perhari, Lanjutkan membaca Pembatasan Premium Dikaji Ulang, SPBU Belum Siap

BBM Non Subsidi Kok Ngantri… Emogh lah.


Ngomongin BBM neh Masbro, tentu buat motorlah wong punynya motor soale, gini neh masih berkenaan dengan alasanku   ,nah seperti yang sudah kusampaikan dulu dan dulu juga ya karena pelayanan dan takaran yang sepertinya lebih terpercaya ..imho, alasan lain yaitu kalo beli pertamax di SPBU Pertamina, Dispenser Pertamax buat motor mesti jadi satu sama Premium, alhasil kita mesti ngantri bareng yang antri BBM bersubsidi tersebut to..

shell 23 juli1.jpg
gambar kadaluwarsa jangan dipercaya (shell super skarang 8800)

Nah hal di atas itu yang membuatku balik kanan, padahal tadinya emang niat beli Pertamax begitu suruh antri wah ga keburu ntar Gan, bisa makin telat neh, akhirnya ya nyari yang cepet dan pilihan kembali ke SHELL, serius andaikan motor yang mau ngisi Pertamax ga harus antri bareng sama yang antri Premium Insyaalloh saya pakai Pertamax yang katanya produk Bangsa Untung Rakyat Buntung ini, ini untuk Jakarta lho ga tahu kalo di luar Jakarta, kayaknya ga jauh beda, masalahnya antrinya itu lho, lha wong saya ga dapet subsidi kok ngantri .. yo wegah no…  Lanjutkan membaca BBM Non Subsidi Kok Ngantri… Emogh lah.

Pertamax Khalal…


sky shell.jpg

Semalem pulang seperti biasa yaitu lewat depan dua SPBU Pertamina dan Shell, sekaligus update harga pertamax dan shell super dan ternyata harga pertamax sudah turun menggantikan harga shell super lama yaitu Rp 8.050 seliter, sedangkan shell super naik Rp 50 menjadi Rp 8.100 seliter.

shell 23 juli.jpg

Mengapa harganya jadi aneh menurutku ya, apa aku yang berpikiran negatif ? Tapi cuma waspada aja kok dan lebih sensitif dengan keadaan di sekitar kita, kamsude apa ada deal deal untuk gantian nyari untung diantara para raksasa SPBU itu ya ?

shell 23 juli1.jpg

Mbuhlah, si Skydrive masih setia sama produk VOC, apa salah jika saya tak cinta produk bangsa sendiri. Saya cinta sebenarnya jika semua SPBU non pertamina ga ada, lha kalo ada yang lebih baik mengapa nyari yang buruk?

shell 23juli2.jpg

shell 23 juli3.jpg

Tetapi dengan harga selisih 50 rupiah, mudah mudahan pertamax makin diminati dan mampu bersaing dengan produk negri lain, sehingga bangsa untung dan rakyat ga perlu digantung dinegeri lain. Amin

Wassalamu’alaikum

Dikirim menggunakan Wordmobi

Pertamina Cilacap kebakaran, Bagaimana Premium.. ?


image

Membaca Artikel Maskur hari ini tentang :

Hal pertama yang muncul di benak adalah BBM alia Bahan Bakar Motor yang makin menggila, nah dari kejadian kebakaran kilang Pertamina di Cilacap Jawa tengah tersebut apakah akan berpengaruh ke harga BBM, terutama Pertamax yang akhir-akhir ini terus melonjak pasca rusuh Mesir dan ditambah “ontran-Ontran” di Libya.

Kemungkinannya kecil buat pertamax naikin harga akibat kebakaran tersebut, karena harga pertamax mengacu pada harga minyak dunia, lantas bagaimana dengan Premium.

Nah inilah yang mungkin  jadi pemikiran, karena harga premium adalah harga Indonesia dengan subsidi pemerintah, bisa jadi pemerintah dan pertamina memakai alasan kebakaran tersebut untuk menaikan harga premium, mudah-mudahan enggak, tapi kelangkaan bisa jadi iya.

imageHal lain adalah nambahnya polusi di angkasa oleh asap kebakaran tersebut, kasihan tuh burungnya pada keselek.. 🙂

Semoga BBM ga naik harga AMin>>> Wassalam