Terpinggirkan


Lanjutkan membaca Terpinggirkan

Quotes


Ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik yang dapat menghapusnya, pergaulilah manusia dengan pergaulan yang baik, bertaqwalah kepada Allah dimanapun berada, berpihak pada Al Haq, bersamalah dengan orang-orang yang benar, karena setiap amal perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban
====================================
petikan jumat

Helm Bukan Jaminan


Yah, kecelakaan dalam bersepedamotor bisa menimpa siapa saja, tak pandang umur tak pandang jenis kelamin, yang berhati-hati maupun yang ugal-ugalan, yang terbiasa maupun yang baru belajar. Bahkan pemabalap hebat smacam MotoGP maupun Superbikepun tak lepas dari kecelakaan. Masih ingat Supersic58 alias Marco Simonceli, yang meregang nyawa di sirkuit setelah nabrak beruntun di sirkuit motoGP, padahal full safety gear, tapi nyawa ada yang punya, maka Dia berkehendak maka kembalilah, tanpa bisa diduga dan ditentang.

Image

Seperti obrolan malam tadi bareng kawan-kawan, seorang anak menceritakan kecelakaan yang terjadi di jalur kemayoran, seorang remaja tanggung berboncengan tanpa helm menyalip dan ndhloshor, kepala rider menghantam trotoar dan “KRAK..!!” dikisahkan bahwa Lanjutkan membaca Helm Bukan Jaminan

Flying Camel


Alam slalu menyajikan fenomena indah yang takan cukup digambarkan baik lisan maupun tulisan, Tak cukup dikagumi makna yang terkandung dalam setiap fenomenanya. Bumi dengan hamparannya, Langit dengan birunya dihias awan yang bergumpal

Seperti penampakan awan mirip unta yang berhasil kujepret dengan kamera ponsel di area Fantastique Magic Fountain Show, Ocean Ecopark Ancol, senja yang indah, Sebenarnya pengen main instagram, tapi belum sempet utak atik akhirnya upload di wordpress aja…

Penampakan lebih dekat makin memukau, karya Sang Maha Karya… semakin kecil diri ini, semoga semakin bersyukur karenanya. Amin.

Wassalamu’alaikum

Ngadem Aja


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Assalamu’alaikum

Sepertinya sudah lama tidak update blog wordpress nih… sedikit spirit datang dari Mas Purwoko Noto Negoro untuk nulis lagi, tidak berhenti kok Bro, cuma ngadem aja…

Lagi buntu juga otak buat nelorin tulisan yang agak panjang, barangkali menulis di microblog macam facebook dan twitter lebih mudah, karena gak perlu panjang dan lebih bersifat spontanitas. Menyampaikan apa yang dimaksud langsung to the point. Microblog yang bersifat linimasa/timeline sering disingkat TL, juga cukup berpengaruh bagi para pembacanya, toh bisa bersambung di menit berikutnya, karena keterbatasan jumlah digit yang mampu ditampung.

Oks..sekian pembukaan dari sesuatu yang tak pernah ditutup, semoga bisa menulis lagi tanpa beban yang menggelayuti otak. Wassalamu’alaikum

Helm Klasik


Ehmmm…malem-malem laper, langsung saja ke pinggiran jalan deket rumah, saat lewat depan tukang martabak, tampak si tukang martabak sedang memotret temannya menggunakan kamera ponsel, si teman duduk berjaket tebal berhelm open face di atas motor klasik…hiii udah tua juga masih demen narsis.
Kulihat sosok teman tersebut, badannya sedikit kedodoran dibanding dengan motornya yang terlihat bonsor tapi klasik, kebetulan bahasa daerah kami agak mirip akhirnya ngobrol dengan logat yang kata orang “pating kluthak” :mrgreen:
kuamati motornya yang terlihat klasik tapi palsu alias motor masa kini yang dimodifikasi menjadi retro, motor batangan. Kalo gak salah GL series, dan benar saja saat kutanya sama owner, Honda Mega Pro yang dirombak menyerupai Honda CB, Saat kutanya katanya mau ke Jogja malam ini, alias nih orang dalam perjalanan dan mampir ke kawannya, mungkin sesama tukang martabak, atau satu kampung halaman.
Ada apa di Jogja ? Ada acara besar seluruh keluarga besar motor klasik HCI kalo gak salah, mungkin kumpulan Honda CB Indonesia kali… Oh.. Jauh amat, kok pakai helm open face tanpa kaca/visor? Katanya kalo pakai helm full face ga cocok sama motornya, bahkan sebenarnya helm open face klasik itu juga ada kacanya, sengaja dilepas…biar makin klop klasik style nya.
Hadehhh.. Kuat bener tuh muka ditampar angin malam. Katanya dah biasa jalan jauh begitu, Semarang, Jogja dan kota lainnya, paling pakai kacamata dan masker slayer kain, begitu keterangannya.
Yah demi penampilan, kadang keamanan diabaikan, helm retro/klasik open face hitam itu terlihat tipis, meski kuat benturan tapi untuk jarak jauh kok bagiku kurang safety. Yah minimal pakai visorlah, kulit muka lebih aman.
Oks semoga selamat sampai tujuan, waspadalah dalam berkendara, kenakan selalu safety gears meski itu dianggap lawakan. Wassalamu’alaikum

Dikirim menggunakan Wordmobi

Banjir – Motor


Hujan sore hingga malam tadi begitu sempurna, bisa dikatakan beraroma wangi semerbak bahasa pujangganya. Deras dan lama. Beberapa areal taman terendam berubah menjadi rawa, bahkan mirip danau. Pompa banjir disiagakan, agar genangan bisa dikurangi.

Lepas Isya hujan tak kunjung reda, jelang larut malam hujan menyisakan rintik kecilnya, kupacu motor menembus pekat malam dengan penuh waspada karena jalanan penuh genangan juga.

Mendekati kawasan rumahku yang padat penduduk, jalan tersendat, ada apa nih ? Setelah bisa mendekati awal titik tersendat, Lanjutkan membaca Banjir – Motor

Beban Menulis


Setelah lebih setahun menulis di ranah blog, hampir menulis tiap hari, ada hal yang mengganjal mulai terasa. Yah karena kebiasaan update, kalo gak posting tulisan baru kok berasa ada yang kurang ? Hmmm… membebani pikiran. Dan saat beban itu berhasil kukorek dan kubuang, menulispun di blog tak harus tiap hari. Pernah kumengeluh…. aku bosan ngeblog Bro…. tapi rekan-rekan selalu menguatkan,

tetaplah menulis sebagai senjata melawan lupa, merangsang daya kerja otak, ada juga yang menyarankan, jangan terpusat pada satu model tulisan atau satu tema.

Selama bergaul di blogsphere, memang blog ini dari awal lebih dekat ke tema otomotif, setelah semakin banyak muncul blog otomotif, aku kewalahan sendiri untuk mengimbangi betapa agresifnya para otoblogger dengan pemberitaan dari berbagai sudut pandang dan opini masing-masing penulis atau narablog. Satu produk otomotif bisa dikupas menjadi berbagai postingan. Sebuah produk semakin digali semakin banyak yang bisa ditulis.

Beberapa kali tulisankupun hampir mirip dengan tulisan dari beberapa blogger, baik prediksi produk maupun kupasan dari beberapa sisi, bahkan cenderung seragam, jadi jika blogwalking musti merhatiin header blog atau bannernya agar tahu blog milik siapa. Saking banyaknya blog malah kerepotan buat blogwalking. Mungkin lebih enak jadi pemerhati saja, itupun jika sempat, maklum pekerjaan lapangan tidak memungkinkan buat melototi monitor laptop ataupun sekedar selancar maya lewat ponsel.

Nah berkaitan dengan beban menulis di blog yang sudah hampir pupus bukan berarti menyurutkan semangat nulis atau sekedar upload gambar. Yah beban itulah salah satu penyemangatku menulis dulu,

kuyakin saat beban menjadi penyemangat suatu tindakan (menulis), maka akan sulit untuk bertindak (menulis) lebih bijak.

Jadi menulislah meski sekedar di mikroblog macam twitter maupun facebook, dan jangan lupa pesan moral pada pembaca, opini akan timbul dari satu tulisan, meski sekedar beberapa kata . Pendiri WordPress, Matt Mullenweg, pernah mengatakan, “Blog itu bukan untuk mencari uang. Tapi bagus juga bila kita bisa mendapatkan uang berkat ngeblog.” Ada usul lain ?  Wassalamu’alaikum

Berkendara Pelan, Ngalangin Jalan, Tendang Sisan


Sikap dan etika berkendara memang berbeda-beda, bagi yang memahami akan kondisi pengendara lain akan berusaha berjalan pada posisi yang sesuai, misal menyalip kendaraan lain baiknya nyalakan sein (kanan) dan lewat kanan kendaraan tersebut, berhenti di kiri jalan dengan terlebih dahulu menyalakan sein kiri, berbelok nyalin sein sesuai arah yang akan di tuju, jalan pelan sebaiknya di jalur kiri dan sebagainya.

Beberapa kali melihat berbagai perilaku menyimpang di jalanan, maklum hampir tiap hari “numpak montor”. Salah satunya yaitu pengendara di depanku berjalan pelan dengan posisi kendaraan di tengah atau kanan jalan, sehingga bikin keder saat mau menyalip, suatu malam sepulang gawe, hal ini aku alami untuk kesekian kalinya, satu motor berboncengan jalan pelan dan di tengah jalan, sementara kanan kiri ada mobil, di belakangnya nampak bapak-bapak Lanjutkan membaca Berkendara Pelan, Ngalangin Jalan, Tendang Sisan

Arti Lampu Merah



 lampu lalu lintas bewarna merah artinya berhenti di belakang garis putih, tapi bagi sebagian pengguna kendaraan hal tersebut tidak berlaku. Seperti gambar yang aku ambil di salah satu perempatan jalan Gajah Mada Jakarta, jalan besar yang sarat kendaraan ini tidak menyurutkan kendaraan untuk melanggar trafic light, mungkin alasannya “yang penting tidak kena tilang polantas”.
Awalnya cuma sebuah angkot/mikrolet menerobos garis putih dan berhenti hampir di tengah perempatan, mikrolet ini tidak ada plat nopol belakngnya, menarik perhatianku yang menunggu di belakng garis putih. Beberapa saat kemudian sepertinya beberapa pengguna sepeda motor terprofokasi dan mengikuti langkah si mikrolet.
Yah bangsa ini begitu mudah diprofokasi, dari menulis sampai demo buruh-mahasiswa yang tolak kenaikan BBM pun sarat profokasi. Kedewasaan pikiran menjadi tolak ukur kemandirian seseorang, mau menjadi pengekor yang rame atau menjadi pelopor bagi diri sendiri minimalnya, pilihan kembali ke kedewasaan.
Dewasa berlalu lintas, berkendara, berpendapat dan di semua sisi kehidupan. Meski kadang tak terasa kedewasaan itu juga karena ikut-ikutan belaka. Imho. Wassalamu’alaikum

Dikirim menggunakan Wordmobi