Memperbaiki Speedometer Vario 125 


Bagaimana cara memperbaiki Speedometer Honda Vario 125? Itulah yang saya search di google saat jarum speedometer Pasir Putih si Vario 125 milik saya, mulai kejang dan akhirnya diam tanpa pesan. Sekira 3 hari saya berkendara tanpa tahu kecepatan sepeda motor, pokonya gas saja.

Dari sekian solusi mengatasi speedometer Vario 125 yang mengalami masalah mati total, yang disajikan google, tidak ada yang secara gamblang menyebutkan kemungkinan matinya speedometer Vario saya.

Setelah sekian langkah saya jalani mengikuti saran Mbah Google, mulai dari cek sekering, kelistrikan dan seterusnya, belum berhasil. Maklum, saya baru memahami bahwa Speedometer Vario 125 lansiran 2013 ini menganut sistem digital yang mengandalkan sensor sebagai pembaca kecepatan lewat putaran roda belakang. Selama ini, sepeda motor yang saya pelihara, menganut konvensional dan pembaca kecepatan ada di roda depan. Bahkan Pulsar 220 sensor speedometernya hanya berupa magnet dan masih terkesan konvensional.

Langkah penanganan kabel speedometer vario 125 yang putus

Lantas bagaimana solusi mengatasi speedometer Vario 125 saya yang mati? Sebenarnya google sudah menyajikan, tapi saya kurang teliti. Akhirnya saya menemukan penyebab matinya speedometer Vario 125 tersebut. Permasalahan tidak berputarnya jarum speedometer Vario 125 karena kabel sensor yang merambat diantara bak CVT (vanbelt) dan box filter udara mengalami kerusakan, putus tepat di bawah penahan kabel, sehingga tidak nampak. Kabel sensor speedometer Vario 125 ada 3 kabel. 2 kabel mengalami putus dan ‘rantas’,

Cukup repot untuk memperbaiki kabel speedometer Vario 125 ini, karena harus mencopot box filter udara, mengurai kabel yang tertutup cable duct, apalagi posisi baut kabel duct berada pada posisi yang sempit, terhalang roda belakang, kotor dan tidak bisa dibuka. Dengan sedikit pemaksaan akhirnya kabel speedometer bisa diurai. Selanjutnya menyambung kabel, karena kabel saya putus sekalian, sehingga tidak cukup jika disambung tanpa tambahan kabel. Selanjutnya tinggal isolasi, rapikan dan pasang kembali. Selesai

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di motorcycle dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s