Di’JAGUR’ Palang Pintu Rel Kereta


Jagur, adalah salah satu kata dari logat atau dialek Banyumasan. Jagur adalah memukul kepala bagian atas (ubun-ubun) dengan kepalan tangan bagian bawah (bawah kelingking sampai pangkal telapak tangan saat mengepal) seperti gambar berikut

pemukulan balita

Dipukul kepalan seperti ini tidak terlalu sakit, berbeda dengan ditonjok, tapi bisa mengakibatkan kepala pening dan kliyengan. Lantas apa hubungannya denga pintu palang rel kereta? Padahal jagur hanya bisa dilakukan oleh kepalan tangan. Lanjutkan membaca Di’JAGUR’ Palang Pintu Rel Kereta

Iklan

Konvoi Buruh, Waspada Tabrakan Beruntun


Pagi, Rabu, 10 Desember 2014, buruh pabrik sepanjang Beksai Raya hingga cakung melakukan aksi turun ke jalan. Menggunakan sepeda motor, mereka konvoi entah kemana tujuannya saya juga tidak tahu.

image
Ilustrasi konvoi buruh di jalan Cilincing, 7 November 2014

Saat saya lewat sebagian masih berkumpul di jalan-jalan masuk pabrik masing-masing. Ada juga buruh pabrik lainnya yang sudah jalan konvoi.
Nah konvoi inilah yang menjadi perhatian pengguna jalan lain. Lanjutkan membaca Konvoi Buruh, Waspada Tabrakan Beruntun

Menasehati Dengan “Jangan & Tidak Boleh” Bagi Anak, Serta Pernyataan Sikap OBI Atas Kecelakaan 8 September


Orang tua jaman sekarang, banyak yang menghindari kata “jangan & tidak boleh” saat menasehati atau memberi tahu anak-anaknya dari masa bayi. Misal “Jangan nangis” “Tidak boleh nakal” dan sebagainya. Hal ini karena dianggap bisa berefek pada kejiwaan anak dalam perkembangan selanjutnya. Psikologis anak akan merasa terkekang sehingga sulit berkreasi karena terbiasa mendengar kata “jangan & tidak boleh”. Tapi benarkah hal tersebut ?

Bagi saya kreatifitas anak memang efek dari pendidikan orang tuanya, tapi bukan berarti menghindari nasehat tegas dan jelas. Bagi saya kata “jangan & tidak boleh” adalah suatu ketegasan akan larangan. Lanjutkan membaca Menasehati Dengan “Jangan & Tidak Boleh” Bagi Anak, Serta Pernyataan Sikap OBI Atas Kecelakaan 8 September

Helm Bukan Jaminan


Yah, kecelakaan dalam bersepedamotor bisa menimpa siapa saja, tak pandang umur tak pandang jenis kelamin, yang berhati-hati maupun yang ugal-ugalan, yang terbiasa maupun yang baru belajar. Bahkan pemabalap hebat smacam MotoGP maupun Superbikepun tak lepas dari kecelakaan. Masih ingat Supersic58 alias Marco Simonceli, yang meregang nyawa di sirkuit setelah nabrak beruntun di sirkuit motoGP, padahal full safety gear, tapi nyawa ada yang punya, maka Dia berkehendak maka kembalilah, tanpa bisa diduga dan ditentang.

Image

Seperti obrolan malam tadi bareng kawan-kawan, seorang anak menceritakan kecelakaan yang terjadi di jalur kemayoran, seorang remaja tanggung berboncengan tanpa helm menyalip dan ndhloshor, kepala rider menghantam trotoar dan “KRAK..!!” dikisahkan bahwa Lanjutkan membaca Helm Bukan Jaminan