- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Pinterest(Membuka di jendela yang baru) Pinterest
- Berbagi di Tumblr(Membuka di jendela yang baru) Tumblr
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Bagikan ke Reddit(Membuka di jendela yang baru) Reddit
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
Jarak tak Terkira
Melanjutkan kisah nyambangi Walet, Ikan dan Sukabumi …Sekitar 14.30 berangkat meninggalkan Kediaman Juragan Sarang walet, pengennya nyobain jalur Cianjur, Cipanas Puncak, tapi takut kejauhan maka memilih jalur keberangkatan. Mendung nampak tebal menggayut di langit Sukabumi, benar saja jelang meninggalkan kota, rintik hujan menyapu debu jalanan. …srottt… Isi hiidung meler ke masker…Aku tetap bertahan tanpa rain coat, tapi semakin jauh rintik semakin tebal dan tidak kunjung berhenti, maka berhenti sejenak di kios pinggir jalan, pesen minum menunggu hujan reda, sekitar 5 menit kemudian hujan pun reda, segera melanjutkan perjalanan… Masker tak kukenakan lagi karena jorok..srott… Lanjutkan membaca Jarak tak Terkira
Jalur Pantura
Ini adalah kisah sebelum Alas Roban dan menapaki Eloknya Tanjakan Temanggung dimana Beberapa waktu lalu saya ikut melayat ke daerah Temanggung, Jawa Tengah. Kabar duka diterima mendekati tengah malam, kebetulan lagi ada gawean jadi masih berada di kerjaan, dan diputuskan malam tersebut harus ada yang nyembangi rumah duka mewakili manajemen, karena waktu yang tidak memungkinkan untuk merencanakan dan mencari bala bantuan, maka seadanya saja yang bisa berangkat, akhirnya saya menyertai bersama 2 orang rekan yang lain berangkat pukul 01.30 dini hari.
Jalur tol Jakarta lewat tengah malam begitu lengang, mobil sejuta umat yang dikendarai atasanku digeber bak kesetanan melaju mendekati 150kpj Lanjutkan membaca Jalur Pantura
Sombong
Petikan kultum H. Achmad Fasyah di Masjid Baiturrahman Ancol, Taman Impian.
Penyakit jasmani bisa dirasakan sehingga bisa di deteksi dan berobat, nah bagaimana dengan penyakit rohani?
Salah satu penyakit rohani yang jarang disadari oleh pengidapnya yaitu “sombong”. Perlu senantiasa introspeksi diri agar kita mampu menyadari dan menghindari penyakit “sombong” ini. Awal kesombongan datang dari iblis laknatulloh’alaih, saat dia disuruh sujud kepada Adam oleh Alloh swt, iblis menolak dengan keras dan berkata “ana khoiruminhum” “aku lebih baik darinya (Adam), Kau ciptakan aku dari api sedang Kau ciptakan Adam dari tanah” atas kesombongan tersebut, iblis diusir dari surga oleh Alloh swt.
Ada 4 jenis kesombongan:
-sombong karena kekuasaan
-sombong karena ilmu pengetahuan
-sombong karena kekayaan
-sombong karena ketampanan/kecantikan
kesombongan yang terkenal berikutnya adalah penolakan Fir’aun atas dakwah Nabi Musa, lagi-lagi Firkaun mengulang kesombongan Iblis “ana khoiru minhum” bahkan Fir’aun mengaku sebagai Robb, atau Tuhan yang mampu memberikan kematian dan kehidupan, dan akhirnya Fir’aun tenggelam dilaut merah karena kesombongannya itu. Kekuasaan membutakan mata hati Fir’aun, dan saat ini kekuasaan masih menjadi momok penyebab kesombongan, jiwa Fir’aun diwarisi oleh beberapa penguasa dan menyalahgunakan kekuasaan tersebut untuk kepentingan pribadi.
Ilmu pengetahuan sebagai salah satu sebab kesombongan, seperti kemampuan menciptakan bom, bukan digunakan sebagai pembela negara, tapi dipamerkan agar negara/orang lain takut.
Kekayaan juga menjadi salah satu sebab munculnya kesombongan, “fii ahsani taqwim” patuh kepada Allah, maka akan diangkat derajatnya, demikian sebaliknya. Jika kekayaan itu tidak dinafkahkan di jalan Allah, dan beranggapan bahwa kekayaannya karena jerih payah sendiri, maka kesombongan itu seperti “Qorun” yang akhirnya ditenggelamkan kedalam tanah. Dan mental “Qorun” sampai saat ini masih banyak di sekitar kita, kaya tapi kekayaannya tidak memberi manfaat bagi lingkungannya, “tidak dianggap beriman seseorang, jika dirinya kekenyangan, sementara tetangganya kelaparan”
tampang keren cantik/tampan juga kadang menjadi cikal bakal penyakit sombong, menghina yang bertampang jelek, dan bergaul hanya dengan orang-orang tertentu yang dianggap sepadan dengan tampang dan gayanya.
Semoga kita terhindar dari penyakit sombong. Amin. Wassalamu’alaikum
Walet, Ikan dan Sukabumi
Rabu Pagi bangun jam 05.15 padahal niatnya bangun sebelum waktu subuh, karena mau berangkat pagi-pagi nyambangi kediaman Kang Elsa Barto di Sukabumi. Segera konfirmasi Kang Sapto.. Beruntung belum ditinggal…segera aja prepare.. Pilek gak jadi penghalang…srootttt.. Bentar-bentar isi hidung meler..hadehhh. Setelah menenggak susu coklat hangat, pukul 06.00 meluncur menuju jembatan Fly over Pasar Rebo sebagai tikum dengan Kang Sapto. Daan Mogot sudah rame dan semrawut, beberapa kendaraan melintas di jalur Busway, hal biasa karena tidak ada petugas yang jaga, disiplin cuma jika diawasi, yah… Mental sebagian bangsa ini, bahkan meski ada KPK toh korupsi tetap jalan, pengawas mungkin cuma lipstik, penghibur para demonstran..
Berputar fly over Grogol, S Parman, peremptan Cililitan, Kramat Jati baru berbenah, sisa sayur masih berserakan, tapi Alhamdulillah, jalur yang sering jadi momok macet, pagi itu berhasil kulintasi tanpa banyak halangan sampai menanjak Fly over Pasar Rebo, mengendorkan tarikan grip gas berharap Kang Sapto sudah menunggu, ternyata nihil. Banyak pengendara roda dua berhenti di sini, sekedar menatap pemandangan yang menghampar di bawah, minum sejenak.
Keith Haring, Graffiti dan Aids

Gambar halaman muka atau beranda google pagi ini menampilkan logo aneh, ternyata adalah gambar graffiti yang mengarah ke seorang tokoh pelukis bernama Keith Haring, Graffiti yang biasanya menghiasi tembok-tembok kota, pelukis liar yang memanfaatkan lahan kosong tembok sebagai media, dan sering beraksi malam hari secara sembunyi-sembunyi, melalui Keith Haring lukisan liar itu menjadi diakui (cmiiw) Lanjutkan membaca Keith Haring, Graffiti dan Aids
Eloknya Tanjakan Temanggung
Setelah melewati Alas Roban, Kendal dan berbelok ke kanan sebelum rel kereta (kalo lurus menuju Semarang) maka akan berlanjut ke jalanan kecil dibanding jalur pantura.
jalanan menanjak dan ngepres, tidak bisa seenaknya kaya di Pantura, meski cukup mengasyikan bagi penikmat touring roda dua, tapi sebagian besar jlur merupakan blid spot
jika tidak waspada bisa adu banteng dengan kendaraan dari lawan arah, maklum kanan kiri ada bukit dan jurang, bahkan di satu titik belokan jalan sebagian longsor, sehingga harus antri bergantian
jadi silahkan nikmati perjalanan, pemandangan kanan kiri sungguh menawan, jadi ingat jalur Dieng lewat Karang Kobar ke Banjar Negara, mak nyozzz buat miring-miring, tapi bagi pengguna roda 4 sungguh mesti sabar, apalagi jika ada kendaraan besar di depannya, mau nyalip ruang tidak cukup, karena jarak pandang kehalang blind spot, kelokan nan elok tapi serem, kalo maksain resiko terlalu berat..
Nah bagi pecinta Touring boleh jadi alternatif pesona perbukitan Temanggung ini. Waspadalah dalam berkendara, keluarga menanti di rumah. Wassalamu’alaikum
Dikirim menggunakan Wordmobi
Alas Roban
Pertama melintas di Jalan Alas Roban yang katanya jalur baru atau alternatif buat kendaraan besar. Jalanan coran ini lumayan menanjak/menurun
Harus ekstra hati-hati melintas di jalur Alas Roban, karena sebagian pengguna jalan adalah kendaraan besar macam truk tronton.
Bahkan di beberapa ruas jalan coran pecah/retak, bagi pengguna roda dua tentu cukup berbahaya. Yah mungkin efek dari kendaraan besar yang berbobot berat apalagi muatan yang berlebih, maka coran jalan mudah hancur.
yah alas roban selalu jadi cerita, apalagi di musim mudik dan balik seputar lebaran, berbagai kisah tentang alas roban menjadi bahan berita. Waspadalah selalu dalam berkendara, kenakan sabuk pengaman meski bukan jaminan, ikhtiar agar selamat adalah wajib. Wassalamu’alaikum
Dikirim menggunakan Wordmobi
Boyband
Apa sih hebatnya boyband atau girlband? Itulah pertanyaan yang dulu sempet nyantol di otak. Tapi seiring waktu dan boyband serta girlband makin menjamur, maka bisa dikatakan hebatnya mereka ya bisa nyar duit dengan jual tampang di atas suara alias suara gak perlu emas yang penting bertampang perak bak pangeran cukuplah untuk menghipnotis penonton khususnya para remaja muda mudi di negeri ini.
Belakangan demam boy/girlband semakin berkumandang karena ngetrendnya tampang orientalis, korean chingu. Gaya berdandan ala korea dan jepang dianut sebagian remaja di negeri ini. Lanjutkan membaca Boyband
Sabetan Geng Motor
Berita yang cukup hangat dan jadi bahan perbincangkan, bahkan seorang kapolsek daerah metropolitan kabarnya terpaksa dipindahkan/mutasi ke daerah terpencil karena dianggap tak mampu tangani kasus geng motor ini. Isu berhembus di social media dari orang tak bertanggung jawabpun sering mampir ke ponselku bahwa di daerah tertentu akan ada kerusuhan oleh geng motor ini dan itu. Profokasi khas indonesia, pengalihan berita sperti menjadi wajib serta pencarian rating pembaca dan pemirsa suatu media.
Memang di beberapa wilayah rawan geng motor, atau lebih layak disebut penjahat bermotor, seperti kejadian yang menimpa seorang kawan lama, saat berjumpa ada bekas luka di punggung telapak tangan, kejadian bertempat di jalan bekasi raya menuju Cakung pada jam lewat tengah malam jelang pagi, awalnya si kawan pengendara Mio ini tidak menyadari kalo dikuntit penjahat bermotor, memang jalanan pagi buta sekitar jam 3 itu lengang, tiba-tiba ia dikejutan dengan motor yang berada disampingnya dan langsung menyuruhnya berhenti, sambil mengayunkan golok, si kawan terjerembab, sambil menghindari sabetan dicabutnya kunci motor dan lari meninggalkan motornya sambil teriak minta tolong ke warga sekitar, darah mengucur dari punggung tangan dan pergelangan dekat pundak, yah dua sabetan golok mengenainya. Untung helmnya mampu menahan sabetan golok, kalo tanpa helm pasti nih kawan kepalanya sobek parah.
Ternyata si penjahat ketakutan dan gagal membawa kabur motor kawan karena tidak sempat memakai kunci T, keburu ada warga yang datang.
Beruntung si kawan masih bisa lari menyelamatkan diri, setelah balik ke tkp dan menitipkan motor ke warga, selanjutnya menuju rumah sakit terdekat untuk berobat.
Berbagai kejahatan Ibukota masih menjadi momok warga yang beraktifitas lewat tengah malam, baik karena kerja sift ataupun para pedagang yang berbelanja pagi buta. Semoga polisi mampu menangani berbagai penjahat ini.
Waspadalah selalu dalam berkendara, selamatkan nyawa lebih utama. Wassalamu’alaikum
Dikirim menggunakan Wordmobi







Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.