Lampu bokhlam motor putus atawa mati mungkin hal biasa dan Mungkin sudah banyak owner Bajaj Pulsar 220 DTSi-F yang mengalami, tapi yang menjadi keheranan saya adalah, tuh lampu pendek amat life timenya, jika dilihat sekilas kayaknya sama dengan lampu hologen pada umumnya yang diaplikasi motor, bedanya pada ujung lampu ada ciri khususnya, yaitu tidak transparan. Apakah memang segitu life time bokhlam si Pzzo?
Membaca 2 postingan Kang Bennythegreat dan dari hasil rapat sebagian perwakilan kleb biker dapat disimpulkan (imho) ada yang mencoba membuat kerusuhan dan keresahan mencari sensasi kali ya di kota Depok. berikut sedikit petikannya
Keterangan dari BNC (Bikers Night Community) hampir seluruh anggotanya kena pukul pihak penyerang dan 2 motor nya dirusak. bahkan warga sekitar yg berniat melerai ikut jadi korban. Kejadian begitu cepat penyerang datang berteriak membubarkan kopdaran dan memukuli para bikers yg sedang kopdar. Lanjutkan membaca Kerusuhan Depok, Jangan Terpancing
Berkendara sepeda motor pada malam hari di Jalan Jakarta memang perlu kewaspadaan tinggi, apalagi musim hujan. Kadang hujan deras menghalangi pandangan kita. penerangan jalan yang kurang juga mempengaruhi pantulan sinar di jalan kurang sempurna, akibatnya sulit membedakan antara aspal/jalan dengan genangan yang ada. Cenderung mirip Lanjutkan membaca Jakarta Hujan, Riding Malam Hari Hindari Jalan Pinggir
Gonjang-ganjing Mobil Kiatesmka, karena ada kemiripan dengan produk dari Guangdong, Cina, seperti pada tulisanku sebelumnya (Plagiat atau CUma Perakitan ? ) bukan berarti menyurutkan dukungan kita eh saya untuk kemajuan dan kemandirian bangsa ini. Sinyalemen perakitan oleh SMK Trucuk, barangkali sebagai langkah awal untuk lebih mandiri dan belajar memproduksi sendiri komponen mobil sehingga benar-benar menjadi produk nasional kebanggan anak negeri. Lanjutkan membaca Tetap Dukung KiatEsemka, SMK BISAAAAA!!!
Kabar Jokowi memakai mobil dinas Esemka yang katanya “Jokowi Cari Muka ” masih hangat, tiba-tiba saya dikejutkan dengan arikel Pak Irawan dan Kang Gora Danan tentang kemiripan mobil Esemka dengan produk mobil dari negeri Tirai Bambu, Cina, tepatnya di Guangdong, mobil dengan merek Foday.. mirip produk dari sekolah Trucuk ini… Cekibrot
Plagiat atau cuma perakitan ?
Apakah…oh… tidak….. !!!!
bikin Galau
Siapa yang plagiat ? Atau siapa yang cuma ngrakit doang ? Apakah Import part dan tinggal rakit lalu dinasionalkan ? Benarkah Mobil KiatEsemka 80% memakai komponen lokal ? Sungguh Galau…
tulisan ini sekaligus minta penjelasan bagi pihak yang berkaitan dengan proyek mobil Kiatesemka tersebut, mungkin Pak SUkiyat, pemilik bengkel perakitan mobil Kiatesemka yang berada di Jalan Raya Solo-Jogja Km 4, Ngaran, Klaten, Jawa Tengah, atau anak-anak yang PKL SMK di sana. Atau tetangganya yang tahu aktifitas, mungkin sekali waktu perlu disambangi sekalian biar yakin. weh Sing bener endi ki ?
Bagi anda yang sering melintas di jalan Gunung Sahari Jakarta, antara perlintasan rel kereta api sampai mendekati Golden Truly, tentu pemandangan ini bukan hal aneh.
sekilas gak mencolokwih banyak
Perbukitan itu merupakan gundukan beton penutup selokan atau saluran air bawah jalan. Lumayan menjulang, dan saya yang agak jarang melintas, cukup kaget dan ngeri, sampai berhenti sejenak untuk melihat lebih jauh, kirain cuma satu dua.. eee.. ternyata hampir sepanjang jalan.
mwnggunung, montok
Bukan maksud apa-apa, Tapi sekedar share aja agar yang belum terbiasa lebih berhati-hati, jangan sampai kesandung bukit beton tersebut.
Mendapat link artikel dari Bro Joe di blognya Absolutrevo, ternyata penampakan video arogansi aparat di sebuah SPBU, ntah aparat apa, sepertinya si Hijau lumut. Sepertinya si aparat kecewa karena mau beli premium pakai jerigen tapi ditolak sama petugas SPBU, padahal kelihatan sekali petugas SPBU sudah memakai bahasa yang sopan, terlihat dari gerakan tubuhnya. Cek Videonya
bagi yang males buka Youtube, ini cuplikan yang saya edit dari video tersebut
pertama memukul kepala berulang kali dengan jerigensebelum pergipun masih sempet nyabetin jerigen, untung petugas SPBU menghindar sehingga cuma kena pundakga puas cuma kena pundak, mundurin motor dan nampol pakai tangan kenam ulut si Petugas SPBU
Dan kisahpun keluar dari para OBIWAN :
ALONRIDER : Jadi inget kemarin malam di perempatan fly over Pancoran. Lampu merah arah Pasar Minggu masih menyala, sementara lampu ijo ke arah Cawang sudah menyala. Tentu saja, kendaraan arah Pasar Minggu stop dibelakang garis putih. Lagi enak enak menikmati suasana jalan, tiba tiba dari belakang ada biker bunyikan klakson. Tit tit tit. Karena saya cuek, dia ngomong keras “Ayo maju woi”. Sontak saya menoleh ke belakang. . . Guest what? Oknum pakai jaket loreng tentara. Entah beneran atau jaket pinjaman. Saya tunjuk lampu merah dan kostum yang dia kenakan sambil berkata “Lampu merah pak, kamu itu aparat ngajarin gak bener ya?!” Terus terang saya kesel ama perilakunya. Entah keberanian darimana saya bisa seperti itu. Tampang si oknum itu pun kaget dan diam. Sementara orang orang disekitar saya hanya saling melirik.
BODATS : Pernah kasus kayak gini nih…. Pas lagi lamer, bubaran kopdar KHCC.. Kalo gak salah di pangkalan jati… Tiba-tiba aje ada pulisi berhenti di samping gue. Eh ndilalah, pas dia maju, lampui remnya pake mika bening yg bikin silau itu… Sontak gue iseng, gue samperin, dan bilang, “pak, lampu remnya bikin silau. Kok petugas ngasih contoh yg salah?” Doi nengok ke belakang, kiri dan kanan. Tampak beberapa bebek berbox, dengan peralatan riding lengkap… Ini jawaban dia, “ini motor adik saya.” Cuma bisa geleng kepala dah. Gue bingung, kok org bego kayak begitu bisa jadi polisi…..
ENYONG : kejadian di pom bensin, AD preman kayaknya, boncengan pakai satria RU, nyerobot antrian depan ane, si boncenger langsung nyamperin ane yg sewot dan bilang, sorry mas dia anggota… parahnya lagi begitu buka tutup tengki ternyata bensinnya penuh dan doi batal isi bensin… #wasyuuuuuuem
Ada yang mau nambahin ? Nah dari bebrapa kisah di atas, ternyata banyak oknum aparat yang merasa gagah karena seragam dan status sosial pekerjaannya, padahal kalo dipikir jernih, mereka itu juga kuli, dan gaji mereka emang dari mana. kampreto Uno tenan… semoga jadi perhatian. Wassalamu’alaikum
“Bangga itu boleh. Bangga bahwa anak-anak kita bisa berkarya luar biasa. Tapi kebanggaan itu yang terukur dong. *Lha* ini belum apaapa, teruji saja belum kok sudah ada yang berani pasang pelat nomor (untuk kendaraan dinas -red). Sembrono itu namanya. Kalau nanti sampai *nabrak kebo* gimana. Tidak usah cari muka lah,” sergah Bibit.
Kleb Pulsar yang akrab di telingaku adalah “PRIDES”, sehingga kadang saat melihat Pulsar dengan identitas kleb/club sebagai pengguna Pulsar aku berharap itu adalah anggota Prides yang akrab disapa dan “santun di jalan”. Tapi ternyata tidak semua klub Pulsar seperti Prides, masih ada klub yang memakai sirine (thoet-thoet) dan strobo.
sirine segede ini, cuma buat patwal dan sejenisnya
Mari pahami peraturannya :
*KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH METROPOLITAN JAKARTA RAYA DAN SEKITARNYA*
Jl. Jend Sudirman No.55 Jakarta Selatan 12190
No.Pol : B17173/X/2005/Datro Jakarta 31 Oktober 2005
Klasifikasi : BIASA
Lampiran : –
Perihal : Ketentuan Penggunaan Siriene dan Rotator
1. Rujukan :
Peraturan Pemerintah No.43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan
Peraturan Pemerintah No.44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi
2. Bahwa belakangan ini ada kecenderungan penyalahgunaan dan pemasangan Lampu Rotator dan Sirine pada kendaraan bermotor yang tidak berhak, maka bersama ini disampaikan ketentuan penggunaan dan Pemasangan Lampu Rotator dan Sirine yang diatur sebagai berikut :
Isyarat peringatan dengan Bunyi yang berupa Sirine sesuai pasal 72 PP No.43Tahun 1993 hanya dapat digunakan oleh :
Kendaraan Pemadam Kebakaran yang sedang melaksanakan tugas termasuk kendaraan yang diperbantukan untuk keperluan Pemadam Kebakaran.
Ambulan yang sedang mengangkut orang sakit.
Kendaraan Jenazah yang sedang mengangkut Jenazah.
Kendaraan Petugas Penegak Hukum Tertentu yang sedang melaksanakan tugas.
Kendaraan Petugas Pengawal Kepala Negara atau Pemerintahan Asing yang menjadi Tamu Negara.
Peringatan Bunyi berupa Sirine sesuai Pasal 75 PP No.44 Tahun 1993 hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :
a. Petugas Penegak Hukum Tertentu
b. Dinas Pemadam Kebakaran
c. Penanggulangan Bencana
d. Ambulance
e. Unit Palang Merah
f. Mobil Jenazah
Lampu Isyarat Berwarna Biru sesuai Pasal 66 PP No.44 Tahun 1993 hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :
a. Petugas Penegak Hukum Tertentu
b. Dinas Pemadam Kebakaran
c. Penanggulangan Bencana
d. Ambulance
e. Unit Palang Merah
f. Mobil Jenazah
Lampu Isyarat Berwarna Kuning sesuai Pasal 67 PP No.44 Tahun 1993 hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :
a. Untuk membangun, merawat atau membersihkan fasilitas umum.
b. Untuk menderek kendaraan.
c. Pengangkut bahan berbahaya dan beracun, limbah bahan berbahaya dan beracun, peti kemas dan alat berat.
d. Yang mempunyai ukuran lebih dari ukuran maksimum yang diperbolehkan untuk dioperasikan di jalan.
e. Milik Instansi Pemerintah yang dipergunakan dalam rangka keamanan barang yang diangkut.
3. Sehubungan dengan rujukan tersebut di atas, dalam rangka menciptakan ketertiban penggunaan lampu rotator dan sirine maka bersama ini kami mohon bantuan penyampaian informasi kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menggunakan dan memasang Lampu Rotator dan Sirine pada kendaraan bermotor yang tidak berhak.
4. Terhadap Pelanggaran ketentuan Peringatan dengan Bunyi dan Sinar sesuai Pasal 61 ayat 1 UU No.14 Tahun 1992 dipidana dengan Pidana Kurungan paling lama 1 bulan dan denda setinggi tingginya Rp.1.000.000,- (Satu Juta Rupiah)
5. Demikian untuk menjadi maklum dan atas bantuannya diucapkan terimakasih.
strobo juga khusus buat petugas kepolisian dan sejenisnyaplat nopol tertutup nama dan kepanjangan Club
Mungkin belum dapet pencerahan kali ya.. Wassalamu’alaikum
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.