Riding Malam, Knalpot Bobokan Lebih Aman


Knalpot bobokan, sebagian wilayah di jawa menyebutnya knalpot blombong, adalah sebutan lain bagi knalpot ‘racing’.
Suara yang dihasilkan oleh knalpot model ini cenderung keras, bahkan beberapa memekakan telinga, karena suaranya melebihi batasan desibel yang nyaman didengar. Tanpa db killer tentunya.

image

Knalpot original pulsar terlalu silent

Judul di atas adalah anggapan saya setelah beberapa hari pergi pulang Jakarta-Karawang. Jalanan di libur lebaran pasca ‘era’ pemudik telah lewat, cukup lengang. Jalanan lega dan menggoda untuk high speed riding.Knalpot original Bajaj Pulsar 220 memiliki karakter suara rendah, sehingga pengguna jalan lain kurang bisa mendengar saat Jalitheng melesat.
Berbeda jika knalpot blombong, dari kejauhan pengguna jalan lain sudah mendengar dan akan minggir menghindar karen suara knalpot motor racing identik ngebut. Tetapi jika knalpot diam atau silent, pengguna jalan cenderung abai, baik karena tidak mendengar atau menganggapnya berjalan pelan.
Seperti yang saya alami, di hari Sabtu siang, 28 Ramadan 1435H kemarin, saat riding di jalur lambat, seorang pengguna sepeda motor bebek nyembul di antara pot kembang pembatas jalan antara jalur cepat dan lambat pas blind spot, posisi pot berjejer kelok. Bebek ini masuk jalur lambat lewat sela pot yang tidak seharusnya alias melanggar. Saya menyangka si bebek melihat Jalitheng yang sedang melaju, ternyata tidak, tiba tiba si bebek berbelok mengarah ke saya alias melawan arah. Tak ayal lagi “BRUAGK!” Jalitheng menghindar tapi masih ‘menerkam’ bagian depan si bebek.
Saya mental dan berguling beberapa kali, Jalitheng ‘nggeblag’ kanan kiri bodinya menghantam aspal.
Saya berusaha tetap tenang, tidak langsung bangun, berbaring sejenak hingga datang pengguna jalan dan scurity gedung di sekitar TKP menarik tanganku membangunkan.
Saya tengok si Bebek ambruk, beberapa bagian terlihat rompal. Tapi yang unik, rider bebek yang tanpa helm itu langsung membangunkan sepeda motornya dan kabur melanjutkan lawan arah meski hampir semua pengguna jalan meneriakinya. Saya yakin pengguna bebek itu merasa salah dan takut dimintai pertanggungjawaban.
Saya kaget ketika nampak seorang Brimob mengarahkan moncong senapan laras panjang ke arah si bebek, mungkin bermaksud menembak roda si bebek, beruntung si bebek terhalang mobil yang lalu lalang dan sukses kabur.
Mobil yang ditumpangi Brimob sepertinya tadi berjalan di belakang Jalitheng jadi tahu persis kejadian kecelakaan tersebut. Tahu siapa yang salah. Terimakasih Pa.
Jalitheng dipinggirkan penolong saya yang lain, seinget saya ada 3 orang yang menemani saya, membelikan air mineral menyuruh minum, tapi saya mempertahankan puasa. Terimakasih kepada segenap penolong saya semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian semua. Amin.
Selanjutnya saya mengecek keadaan badan dan motor. Alhamdulillah Snail helmet supermoto mengamankan kepala saya, Axo knee protektor yang sudah uzur masih andal mengamankan lutut, hanya lecet di bagian atas lutut, entah mungkin benturan terlalu keras, King Safety shoes juga ampuh mengamankan jari-jari kaki, dan jaket Brutal cap koboys lumayan melindungi badan dan lengan. Hanya lecet dikit di dekat siku kiri. Punggung kiri jaket sobek mengamankan daging di dalamnya.
Setelah istirahat sejenak saya melanjutkan perjalan ke tempat nguli, engine guard di kanan dan kiri mesin Jalitheng ternyata mlenyot, handle rem belakang bengkok tidak bisa digunakan,  fairing bagian depan kiri retak dan lecet, Alhamdulillah tidak parah, sepeda motor masih bisa dikendarai.
Semalam pun saat pulang nguli dari Jakarta ke Karawang, Jalitheng hampir menerkam bebek lagi di sekitar pasar Cikarang, si bebek berboncengan berjalan lamban di kiri jalan, saya yang sedang melaju menikmati angin malam dan desingan mesin Jalitheng berniat mendahului dari kanan yang terlihat lega.
Tiba-tiba si bebek mengarah ke kanan mendadak, saya kaget bukan kepalang, sekilas terbayang benturan di Kemayoran, klakson kupencet sejadinya. Alhamdulillah saya berhasil menghindari crash kali ini.
Sepertinya saya perlu mengganti knalpot Jalitheng dengan produk aftermarket yang bersuara keras, agar mudah dikenali oleh pengguna jalan lain. Tapi masih saya pikir ulang karena saya kurang suku suara motor yang menggelegar. Waspadalah saat berkendara.(tri)

Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di safety ride dan tag , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Riding Malam, Knalpot Bobokan Lebih Aman

  1. Ping balik: 100% Rem Depan | Triyanto Banyumasan Blogs

  2. Ping balik: Dilema Suara Knalpot Terlalu Pelan | IM Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s