Pelanggaran Lalin, Pengguna Jalan Bukan Penegak Hukum


pa sikap kita? Pengguna jalan bukan penegak hukum, bijaklah di jalan kawan

pa sikap kita? Pengguna jalan bukan penegak hukum, bijaklah di jalan kawan

Pelanggaran lalu lintas oleh pengguna jalan tiap hari saya saksikan, mulai dari kendaraan terobos lampu merah, melanggar batas garis putih, melewati yellow box junction (YBJ) saat lampu lalin merah, sepeda motor naik trotoar dan masih banyak lagi.

Beberapa kali saya diklakson dari belakang saat berhenti di belakang garis putih karena lampu lalin menyala merah, kemungkinan saya dianggap menghalangi jalan mereka untuk maju lebih ke depan. Seperti pemandangan pada gambar di atas, pesepeda motor dan angkutan umum kerap melanggar garis putih batas berhenti kendaraan bermotor di perempatan, saat lampu lalin merah. Bahkan mereka bejubel masuk Yellow Box Junction (YBJ) yang sebenarnya memiliki fungsi dan aturan tersendiri. (untuk YBJ silahkan googling saja). Di sebagian besar ibukota, pemandangan ini sudah mafhum di jam berangkat dan pulang kerja.

Termasuk pemberlakuan jalan ferboden dipakai arah sebaliknya, salah satunya di jalan Bekasi Raya, antar Pasar Cakung sampai jelang Pupar, Jakarta Timur, saat pagi hari sekira jam 07.00 sampai 09.00, sehingga jalur dari arah Jakarta menuju bekasi pada lajur tersebut tersisa jalur paling kiri yang merupakan jalur lambat. Parahnya, kendaraan menuju Jakarta (khususnya sepeda motor) kerap mengambil sisa jalur tersebut. Hal ini kerap bikin kesal kendaraan dari arah berlawanan, karena merasa haknya dirampas. Sampai pada suatu ketika, suara klakson kencang menggema mengagetkan pengendara yang lawan arah ini, saya pikir truk besar. Ternyata seorang pengendara Vario 125 yang merasa marah karena haknya dirampas, membunyikan klakson modifikasi khas anak club, sambil mengendarai Varionya seakan mau menabrak para pesepeda motor yang lawan arah. Ngeri sekali.

Dari dua kejadian tersebut,

  1. Saya yang berhenti dan (andai) ngotot di belakang garis putih menghalangi kendaraan di belakang. Saya memilih mengalah minggir membiarkan pengendara lain melewati dan melanggar garis stop bahkan masuk YBJ saat lampu lalin merah. Karena, percuma ngotot dengan banyaknya pengguna jalan lain, bisa-bisa saya diamuk masa.
  2. Pengendara Vario yang ngotot marah dan ingin menabrak kendaraan yang melawan arah, merampas hak pengguna jalan lain. Andaikan sampai terjadi tabrakan, siapa yang rugi?

Saya memang tidak suka dengan pelanggar lalin (meski kadang terprovokasi dan ikut-ikutan) tapi saya bukan penegak hukum yang bisa menyetop dan menilang. Bijak saja saat di jalan, karena kita tidak pernah paham dengan emosi para pengguna jalan saat sedang berada di jalanan. Perhatikan faktor lain yang bisa mempengaruhi dan membuat pengguna jalan nekad. Mulai dari masalah keluarga, macet, panas terik, hujan, jalan buruk, lingkungan kerja dan lain sebagainya.

Saya pernah ditonjok kepalanya oleh oknum penegak hukum (entah TNI/POLRI) berpakai preman karena ngotot merasa benar di jalan, untung saja Snail Supermoto melindungi kepala saya. Tidak sakit sama sekali, tapi saya merasa terhina. Dan saat saya makin ngotot ternyata oknum tersebut justeru makin garang, beruntung kami dipisahkan oleh pengguna jalan lain, kalo tidak entah apa yang terjadi. Hal ini menjadi pelajaran bagi saya, enggan ngotot di jalan raya meski benar, karena saya bukan penegak hukum. Be wise be smart rider. (Tri)

 

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Kita, sosial dan tag , , , . Tandai permalink.

13 Balasan ke Pelanggaran Lalin, Pengguna Jalan Bukan Penegak Hukum

  1. jildhuz berkata:

    Nah, itu masalhnya, ane sendiri ada yg melangar mah gak akan ngurusin, wong q rakyat, kecuali q presiden. Baru deh mahluk mahluk pelangar gitu ane bikin jera

    Ngoahahhaha

    http://jildhuz.com/2016/03/15/modus-mlm-banyak-pembicara-di-acara-prospek/

  2. dimensiontripper berkata:

    doain aja biar cepet sadar nggak melanggar aturan lalin lagi… kalo masih ngeyel juga ya doain cepet kecelakaan biar cacat terus nggak bisa nyetir atau motoran lagi biar nggak merugikan orang lain atau malah cepet dipanggil yang maha kuasa sekalian kalo mau sadis 😈

  3. kangyuli berkata:

    rika banyumase ngendi kang tri?

    Salam kenal, nyong Kebumen

    https://kangyuli.wordpress.com/2016/03/17/apa-itu-seo/

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s