Assalamu’alaikum
Allah Azza wa Jalla memerintahkan hamba-hamba-Nya yang wanita:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya Lanjutkan membaca Aurat Laki-Laki #2




Di antara sempurnanya nikmat Allah pada para hamba-Nya yang beriman, Dia menurunkan pada mereka kesulitan dan derita. Disebabkan derita ini mereka pun mentauhidkan-Nya (hanya berharap kemudahan pada Allah, pen). Mereka pun banyak berdo’a kepada-Nya dengan berbuat ikhlas. Mereka pun tidak berharap kecuali kepada-Nya. Di kala sulit tersebut, hati mereka pun selalu bergantung pada-Nya, tidak beralih pada selain-Nya. Akhirnya mereka bertawakkal dan kembali pada-Nya dan merasakan manisnya iman. Mereka pun merasakan begitu nikmatnya iman dan merasa berharganya terlepas dari syirik (karena mereka tidak memohon pada selain Allah). Inilah sebesar-besarnya nikmat atas mereka. Nikmat ini terasa lebih luar biasa dibandingkan 
* Ujian kepada Nabi Ayub ada 4 hal:


Nikmat Allah berupa panca indera sbagai modal untuk mjd lebih baik lagi kedepan. Mata msh bs melihat ciptaan Allah di dunia dan hasil2 kreasi manusia yg ber-ilmu, namun dpt jg menyaksikan dgn mata yg sebaliknya manusia2 yg berbuat nista menyekutukan Allah dgn sesuatu mengenyampingkan peringatan Allah yg haram ataupun yg halal tp tidak baik diterjang di gandrungi di konsumsi mjd budaya2 modern yg mengasyikan wujud ini. Nikmat berupa tangan dan kaki yg msh bs melakukan amal2 sholeh atau sebaliknya perbuatan2 yg sia-sia hanya menjaring rutinitas mnumpuk kekayaan di bumi ini, larut dgn kebahagiaan banyak harta2, anak2, kendaraan2, sawah 
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.