Apa yang pembaca suka dari hujan? Rintiknya, derasnya, atau gelegar petir dan kilat yang menyambar?
Lantas apa yang pembaca benci dari sang hujan? Basah, becek, kotor atau pengingkaran janji karenanya?
Bagi saya hujan selalu wangi. Deras, rintik, kilat yang menyambar, becek air yang menyiprat saat roda kehidupan menggilas. Bahkan samudera semakin menarik untuk dipandang karenanya.
Jonru. Bukan bermaksud latah, karena saya sendiri tidak kenal siapa Jonru ini. Pun saya tidak terlalu penasaran dengan tingkah polah serta berbagai gunjingan terkait kata ‘Jonru’ tersebut. Sampai muncul kata-kata berikut,
Kowe bak pinang dibelah dua dengan Jonru: tak memahami teks apalagi konteks.
Kalimat di atas adalah potongan paragraf yang ditujukan ke saya. Saya jadi penasaran dengan kata Jonru ini. Akhirnya saya klik keyword di google search “JONRU”
Musim hujan menyapa. Bagi sebagian kaum urban yang mobilitas mengendarai sepeda motor selayaknya selalu sedia Rain Coat/jas hujan. Bahkan di musim kemarau sekalipun. Karena pergantian musim yang mulai sulit diprediksi. Di bulan-bulan yang secara perhitungan musim adalah kemarau, bisa saja turun hujan.
Pintu stasiun Kampun Bandan sudah di depan mata. Pengumuman kedatangan Commuter Line tujuan Jatinegara bergema dari Horn Speaker yang terpasang di tulang-tulang atap stasiun.
Bergegas kakiku merespon, tergesa ku tap Kartu Multy Trip (KMT) di palang pintu putar (turnstile). KRL telah tiba dan menunggu naik turun penumpang, kuberlari menapaki tangga jembatan menyeberang ke rel 2. Nafas memburu pertanda asupan oksigen tidak stabil.
Apa daya 2 langkah menjelang, pintu KRL tertutup. Aku duduk lesu di bangku pipa besi. Aku hanya kurang beruntung. Lanjutkan membaca Nokia 3330 Parau Pasca KRL Tertutup
Politik itu kejam. Kata-kata yang kerap digunakan untuk mendiskreditkan PPP dan PDI pada era orde baru. Karena Golkar bukan partai tapi golongan. Itu dulu, lain sekarang. Semua partisan pemilu adalah partai.
Apatis. Kejenuhan dengan apa yang terjadi dengan pemerintahan. Berita memojokan dan mengunggulkan menjadi sajian wajib layar kaca. Persaingan dalam tubuh suatu partai. PPP pecah, Golkar Hancur dan berita heboh lain yang mampu menaikan rating. Lanjutkan membaca Jokowi, diantara Pujian dan Cacian
Mencoba mengulas CB CB an bukan cabé-cabéan lho. Trend motor klasik atau retro memang everlasting, tidak ada matinya. Kejenuhan akan motor plastik membuat para owner motor batangan modern, merubah tampilan tunggangannya layaknya motor jadul. Baik sekedar modifikasi maupun custom (kastem) dengan berbagai aliran retro. Lanjutkan membaca Tiger Klasik, Bisa jadi Pesaing Estrella
Multitafsir, begitulah adanya. Pengurangan subsidi BBM dan mengalihkan ke hal lain dirasa kurang bisa dirasakan. Karena masyarakat awam tahunya harga BBM naik yang otomatis mendongkrak harga kebutuhan pokok. Mendongkrak pengeluaran dan berbagai masalah baru timbul.
Sepeda motor model enduro cukup memikat bagi saya. Tampang penjelajah, adventure style. Meski andai punya, belum tentu berpetualang dengan motor tersebut.
Motor Tril, bahasaku untuk sepeda motor enduro atau supermoto. Sepeda motor yang bisa melalui segala medan, berbatu, becek berair, perbukitan hingga sungai. Karena suka saya memodifikasi Jalitheng Pulsar 220 bergaya motor adventure walau seadanya dan agak maksain. Saya juga demen menonton video di youtube berkaitan supermoto.
Angkot pagi cukup rapi dan sepi. Beberapa penumpang masih setia menjejali si orange yang agak gemlondhang.
Lajunya agak tertatih, sengaja, berharap ada tamu istimewa, penumpang. Biar tak terlewat.
“Depan kiri Bang!”,
kata salah satu penumpang. Seorang ibu dengan tentengan kantong plastik merah, berisi sayur bayem. Dari pasar dia naik tadi. Lanjutkan membaca Front Right, Brother
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.