Bajaj Pulsar, sepeda motor produk Bajaj Auto India. Pabrikan yang sudah mengalami berbagai transformasi, mulai dari importir, rekanan produksi merek lain hingga akhirnya sanggup membuat motor sendiri dan menyebarkannya ke 50 negara di dunia. Produsen ini bahkan sudah memiliki 3 pabrik di Chakan, Waluj dan Pantnagar setelah berdiri sejak 29 November 1945 dengan nama Lanjutkan membaca Pulsar, Calon Motor Scrap ?
Jalitheng Pakai Oli Shell AX5

Setelah hampir 2 tahun, Jalitheng Pulsar220ku memakai pelumas bawaan dealer yaitu Oli valvoline SAE20W-50 ( SAE kependekkan dari Society of Automotive
Engineers sedang W adalah Winter, untuk lebih lengkapnya keterangan mengenai oli silahkan baca tulisan Bro Ardy tentang oli mesin ) karena oli tersebut sulit didapat, Bengkel Resmi Bajaj sekarang beralih ke oli United, saya coba mengganti dengan Shell Advance AX5
Accu MF Bawaan Pulsar220
Accu (baca aki) Bajaj Pulsar 220 ternyata type basah. Meski tertulis maintenance free pada body accu tapi ada garis indikator sebagai penanda air accu kurang dan lebih
Accu made in India bermerk Freedom Exide ini bukanlah accu kering meski tampak mirip Lanjutkan membaca Accu MF Bawaan Pulsar220
Solusi Bokhlam Putus Pada Pulsar 220
Melanjutkan Solusi dari tulisan yang lalu tentang Projektor Lamp P220 Putus (meskipun sudah banyak yang tahu barangkali), setelah berdiskusi dengan mekanik dan penjaga part di Fontana, saya disarankan untuk membeli lampu penggantinya atawa persamaannya karena di beres stok kosong, (sebenarnya beres Fontana ini sudah order ratusan tapi cuma dikirim lima, kata mekaniknya disinyalir ada yang oknum nakal sehingga beberapa dealer kebagian jatah sedikit, nakalnya gimana? pokoknya nakal gitcu 😀 rahasialah). Apa part persamaannya ? Ternyata adalah bokhlam lampu mobil Suzuki Grand Vitara. Patoannya adalah type lampu yaitu “H7”

Saya ditunjukin toko gak jauh di kanan dan kiri beres, saya memilih yang di kanan beres selisih beberapa toko, Lanjutkan membaca Solusi Bokhlam Putus Pada Pulsar 220
Spesifikasi Jalitheng
Penampakan Jalitheng
Setelah beberapa opsi ditolak isteri tercinta, dimana saya naksir rondo FXR 150 atau CBR 150 (jadi inget Karismanis yang baru dipinangin rondo ini sama WD), meski gambar motor second yang kinclong dari kaskus dan media lain sesuai petunjuk para ahli kaskuser, isteri tetep emoh karena beranggapan motor bekas ngerepotin takutnya.
Pada kesempatan ke PRJ dan mampir di stan BAJAJ, ngelihat Pulsar 220, dibilang “sudah, ambil ini aja Yah” yoweslah ini memang opsi terakhir jika mentok.. Terus kenapa ga V-ixion atau Scorpio ? Untuk Scorpio saya anaggap sama ma Tiger, untuk V-Ixion..hmm.. Pasti pengen modif lagi yang perlu dana lebih, seperti rear disk brake, bahkan mungkin fairing..tapi untuk mesin vote buat V-Ixion the giant killer, meski SoHC, tapi sudah injeksi dengan 4 valve… Mangtab.
Nah..untuk alasan mengapa ambil P220 ? Karena sebagian pemakai Pulsar adalah mantan penyemplak GL series, salah satu racunnya ya Bro Rial Hamsyah… Dan mantan pemaka Scorpio adalah Bro Bennythegreat… Jadi makin yakin, apalagi harga yang terjangkau dibanding motor sekelasnya.
Nah sekarang tinggal nunggu STNK, kalo sampai sebulan masuk akal ga seh ? Silahkan dishare bagi yang pernah minang motor built up dari negerinya Caya Caya ini, berapa lama anda nunggu STNK ?
Wassalamu’alaikum
Dikirim menggunakan Wordmobi


