Jelajah Borneo, Menembus Hutan Klakeh


image

Peta Borneo

Isen Mulang, 2001. Jarum jam dinding menunjuk 07 pagi, kenapa masih gelap? Batinku. Kubuka pintu pondokan sambil memperhatikan cuaca, berkabut? Palangkaraya berkabut? Aneh sekali, tak ada gunung di sini. Saya makin penasaran. Saat saya hirup agak dalam udara pagi itu, saya tersedak, kabut ini serasa mencekik di leher membuat batuk, tidak segar seperti yang kubayangkan layaknya di kampungku di seberang lautan sana.
“ini bukan kabut, ini asap!” teriak rekanku yang sudah lama tinggal di Bumi Borneo ini. Dia tinggal di Barito Selatan. Sayang saya tidak sempat berkunjung ke wilayah tersebut. Saya hanya kuli yang tak mungkin melakukan petualangan. Apalagi untuk menapaki aspal jalanan Kalimantan Tengah mengendarai roda dua. Cukuplah saya mengenal Kalimantan lewat hembusan asap bumi Tambun Bungai ini. Eh tapi beberapa kali saya meminjam sepeda motor bos buat sekedar ke kantor pos atau pasar.
Kerap saya membayangkan memacu sepeda motor menyusuri jalan Trans Kalimantan, seperti jalan Tjilik Riwut dari Bumi Habaring Hurung,

Kotawaringin Timur, tepatnya Sampit menuju Bumi Isen Mulang, Palangkaraya, lanjut menyusuri Jalan RTA Milono sampai Bumi penghasil emas hitam, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Meski pernah tapi tidak kulakukan dengan roda dua melainkan angkutan umum.
Kembali ke kisah kabut gosong alias asap di wilayah Katulistiwa ini. Asap adalah menu tahunan karena warga yang gemar berhuma dengan membakar ladang. Mengapa mereka membakar ladang? Karena belukar begitu mudah tumbuh di atas lahan gambut. Sedang untuk menumbuhkan tanaman yang bermanfaat, seperti sayur-mayur memerlukan pupuk yang banyak, bisa dikatakan sayur tumbuh di atas pupuk, sedang lahan aseli hanya sebagai media layaknya pot bagi bunga.
Ada sayur yang mudah tumbuh di atas lahan gambut, yaitu sayur liar bernama KLAKEH. Apakah klakeh itu? Klakeh adalah nama lain dari pakis-pakisan. Pakis liar yang kelamaan akan merambat dan memenuhi lahan, ladang menjadi hutan belukar pakis rambat. Pakis liar ini kelamaan bagian bawah atau daun tuanya akan kering. Jangankan pakai api, oleh sengatan terik matahari saja bisa terbakar, ya, suhu udara di Kalimantan Tengah memang lebih panas dibanding pulau lain, sehingga kebakaran kecil mudah merembet dan membesar. Uniknya, api pisa merambat di bawah lahan gambut. Meski dari atas lahan nampak normal, tapi di bawah sana bumi terbakar. Jika anda menusukan ranting panjang ke dalam tanah, perlu ukuran panjang, tiga meter saja masih bisa ditekan dengan tangan, lahan empuk, unik bagi yang baru pertama kesini. Kadang ada pohon mati dan tumbang dengan bagian pokok terbakar.
Lantas, klakeh rasanya seperti apa? Bagi saya mirip antara kangkung dan bayam, hanya lebih berlendir. Cocok ditumis ataupun sayur bening. Meski liar, jika ke pasar sayur, anda bisa membelinya pada penjual sayur. Kalo saya cukup memetik di belukar belakang pondokan.
Pernah saya coba berkebun di belakang pondokan, karena sampah belukar yang ada sangat mengganggu maka saya membakarnya. Tidak disangka api cepat sekali membesar dan menyambar belukar di sekelilingnya. Saya sampai panik memadamkan, beruntung dekat sumber air, Alhamdulillah api berhasil padam. Kalo gagal, terbayang perumahan Betang Griya di Pinggir jalan RTA Milono, Kereng Bengkirai dikurung Jago Merah ciptaanku. Semenjak itu saya tidak berani bermain api di atas gambut.

image

Email dari Mba Mieke

Kabar datang dari Mbak Mieke, akan diadangan Round The Borneo disingkat RTB. Yaitu petualangan menyusuri bumi Kalimantan menggunakan roda dua. Semoga tim yang melakukan perjalanan mampu mengeksplorasi Kalimantan dan semakin menumbuhkan cinta tanah air. Diberikan kelancaran hingga selesai. Indonesia itu indah, buminya memiliki aneka pesona.
Sejauh mana pembaca mengenal Borneo?(tri)

————————————–
Posted from WordPress for Android P6200 retak

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di adventure dan tag , , , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Jelajah Borneo, Menembus Hutan Klakeh

  1. Maskur berkata:

    pakis enak
    bener agak mirip kangkung ..

    wah bahasane wis kaya Mbah Edo sip sip

  2. touringrider berkata:

    Loh. Wes tekan kono

  3. sontoloyo1106 berkata:

    Alhamdulillah, saya pernah melewati trans kalimantan dengan roda dua ditahun 2005 dari Banjarmasin menuju Balikpapan, Samarinda dan Tenggarong. saat start dari Banjarmasin asap putih pekat sepanjang jalan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s