“Gatot mangan gathot, gothot pisan”.

Kalimat diatas adalah dialek Banyumasan yang berarti, “Gatot makan gathot dengan lahap”.
Kata ‘Gatot’ merupakan nama seseorang. Nama Gatot merupakan simbol atau melambangkan, harapan akan seorang lelaki yang gagah, gigih dan pantang menyerah. Nama Gatot sangat jarang saya temui memakai tambahan ‘H’ menjadi ‘Gathot’, terutama dalam dialek Banyumas (Banyumasan). Misal nama ‘Gatot Subroto’. Berbeda dengan penyebutan nama ‘GATUTKACA ATAU GATOTKACA’, di Banyumas penyebutan nama jagoan Pringgondani dalam dunia pewayangan menjadi ‘GATHOTKACA’ atau ‘GATHOTKOCO’ sang dalang menyebut dalam pagelaran wayang kulit.
Selanjutnya kata ‘Gathot’, ada tambahan huruf ‘H’, sehingga ejaan menjadi ‘TH’ layaknya orang bali menyebut ‘PATUNG’ menjadi ‘PATHUNG’.
Lanjutkan membaca Gatot, Gathot dan Gothot

Sudah 2 minggu Jalitheng Pulsar 220 saya mogok. Matot alias mati total. Mangkrak di tempat nguli. Pengecekan dan perbaikan sudah saya lakukan by DIY, do its your self alias perbaikan berdasarkan pengetahuan saya dan tentu bertanya kepada para suhu Pulsar. Waktu yang sangat terbatas membuat si Jalitheng terbengkalai.






Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.