Isi Baik dan Bungkus Buruk


Bagaimana jika anda dikasih pilihan seperti judul di atas. Ibaratkan sebuah barang, bagus tapi hanya bungkus yang nampak atau buruk tapi nampak isinya yang  bisa ditebak.

image

Ada pepatah,” don’t judge the book by the cover, jangan menilai buku dari sampulnya”. Tapi kalo dari sampulnya sudah dapat dipastikan bahwa isinya buruk, ngapain juga kita harus repot menilai dengan menelaah isinya terlebih dahulu. Tinggalkan!
Baik, maksud yang ingin saya sampaikan adalah, sesuatu yang baik harusnya dibungkus dengan baik pula. Nilai jualnya juga akan lebih tinggi andai sesuatu itu adalah barang dagangan. Nilai tawarnya pasti baik dan mudah menarik perhatian calon pembeli.

Bagaimana jika sesuatu itu adalah nasehat? Tentu harus disampaikan dengan baik pula. “Sampaikan nasehat dengan contoh, bukan dengan cemooh”. Ini telunjuk mengarah ke penulis lho. Saya juga belum mampu. Karena kadang tanpa terasa, ternyata kita memberi nasehat dengan ‘agak sinis’. Perlu kebijakan yang mendalam dan luas. Tidak sesaat dan tolak ukur pendek.

Sumber inspirasi tulisan ini berkaitan dengan penumpang angkutan masal, Kereta Listrik (KRL) Commutet Line Jabodetabek.
Jatinegara adalah stasiun transit, menuju dan dari arah Bekasi. Di jam pulang kerja, waktu Magrib kerap bertepatan di stasiun transit ini. Berbondong penumpang KRL memadati mushola stasiun yang kecil untuk menunaikan kewajiaban, shalat Magrib. Suatu kebaikan tentu, disaat sebagian penumpang memilih langsung berpindah ke peron berikutnya arah pulang, sedang mereka meluangkan waktu, waktu milik sang Khaliq. Allah Azzawajalla.
Kewajiban sebelum shalat adalah membersihkan diri dari hadats kecil dengan berwudu. Saat inilah, keaslian pribadi seseorang bisa nampak. Mengapa saya berpendapat demikian. Karena semua penumpang akan tergesa mau pulang, maka berusaha mendapat antrian wudu pertama, agar segera shalat dan melanjutkan perjalanan.
Seperti yang saya alami, saat sedang antri menunggu seorang ibu depan saya selesai berwudu, sekonyong-konyong seorang bapak menyela saya saat si ibu depan saya selesau dan langsung menggantikan posisi berwudu. Tanpa permisi, saya tidak masalah, justeru belakang saya yang senewen, dan melirik saya sambil geleng-geleng kepala. Saya hanya tersenyum #sayamahgituorangnya 😀

Nah, hal kecil seperti ini kadang luput dari kita, bahwa melakukan kebaikan harus dikemas pula dengan baik. Kebaikan yang kita tawarkan harus disampaikan dengan baik pula. Mentalitas harusnya terbangun dari hal-hal baik yang dikerjakan. Tapi kadang melakukan kebaikan sekedar menggugurkan kewajiban, sehingga kerap tidak tercermin dalam bermasyarakat. Contoh penumpang dalam KRL Commuter Line pagi ini, nampak seorang ibu dan anak sekira umur 7 tahun yang berdiri bersebelahan dengan saya. Si ibu mencoba mempertahankan si anak yang terkantuk-kantuk, merem berdiri agar tidak ambruk. Jajaran penumpang di depan saya seolah tidak melihat pemandangan menggemaskan tersebut. Saya kadang membayangkan andai itu adalah keluarga saya, misal isteri saya, tentu tidak tega. Yah begitulah, kebaikan kadang mudah diucap, ditulis tapi sulit dan berat dilakukan. Dan jari-jari ini kembali menunjuk ke muka saya. Apakah saya sudah bisa? Maka nikmat Tuhan manakah yang saya dustakan (tri)

—————————-
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Kita dan tag , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Isi Baik dan Bungkus Buruk

  1. percetakanexpres berkata:

    Great post
    If deign please visit my blog

  2. agoey berkata:

    Ya.. Dont judge book by the cover itu cuma mitos..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s