Gambreng


Akhirnya saya menemukan (ingat) kata Banyumasan yang lama tidak saya pakai. Di Banyumas, sepertinya kata ini masih lazim digunakan. Karena ingat jelang tengah malam, ngantuk, maka baru siang ini saya kupas.
Di Indonesia, gambreng memiliki banyak arti. Gambreng bisa berarti hompimpa atau pingsut (di Banyumas hongpimpa),  untung-untungan dan arti lain.

image

Gambreng di Banyumas berarti cengeng. Lanjutkan membaca Gambreng

Nggrabis


Oks lanjut #banyumasan. Setelah membahas kata, ngenyis , ndremis dan gujih , sekarang kata nggrabis.

image
Nggrabis banget, Biyunge nganti gering xixixi

Oh iya kata nggrabis saya temukan (ingat kembali) sebagai dialek Banyumasan baru hari ini. Yah, hari ini saya cukup keras berpikir kata apa yang mau saya bahas, mudah-mudahan besok saya masih menemukan kata langka. Bahasa Jawa tapi mBanyumasi. Tidak ada di wilayah Jawa lainnya, bahkan sesama Banyumas.

Lanjutkan membaca Nggrabis

Flo, Salahkah Dia?


Jogjakarta, adalah kota yang saya kagumi. Setiap pulang dari sana saya ingin kembali. Sudah lama tidak saya sambangi, apakah Jogja masih seperti yang ada di memori?
Jogja belakangan makin terkenal karena jejaring sosial Path. Terkenal karena makian oleh pengguna jejaring tersebut.

image
Photo profil bbm kawan, entah siapa yang mencapture

Florence atau entah nama lengkapnya siapa, saya malas browsing menghabiskan energi untuk melihat berbagai cercaan terhadap pengkritik Jogja ini.
Awal informasi tentang Flo ini saya dapat dari chat whatsapp teman-teman koboys dan OBI. Tentu ada pro dan kontra.
Beberapa kawan tidak menyalahkan diajeng Flo meski tidak berarti pro atau menyetujui makiannya di media sosial Path.
Berikut salah satu pendapat
Lanjutkan membaca Flo, Salahkah Dia?

CBR Diskon Rp13 Juta, Kejet-Kejet


image

Saya memang kurang mengikuti pemberitaan otomotif roda dua tanah air, jadi tidak ‘menggubris gonjang-ganjing’ diskon gede-gedean oleh dealer. Sampai baca postingan Bro Yoshi Indomoto.com tentang harga CBR 150R diskon 13 juta yang bikin #ngikikrauwisuwis.
Mengisahkan jual beli sepeda motor bekas CBR 150 R repsol edition
Lanjutkan membaca CBR Diskon Rp13 Juta, Kejet-Kejet

Gujih


Banyumasan lagi. Kemarin ngenyis dan ndremis sekarang kata gujih. Gujih bukan salah ketik kata gajih ataupun gujis (gujis kata yang sudah lupa sama sekali, saya ingat-ingat dulu buat dibukukan di postingan yang akan datang)

image

Gujih adalah persamaan dari cerewet (baca ceréwét) yang ditujukan
Lanjutkan membaca Gujih

Tidur di Kereta


image
Lelah di KRL

Lelah. Tidak bisa ditolak. Obatnya cuma satu. Istirahat. Jika dipaksa bisa berakibat fatal. Sakit, kinerja menurun, hasilpun kurang maksimal. Dan yang parah tertidur di kendaraan bahkan di tempat kerja. Lanjutkan membaca Tidur di Kereta

Ndremis


Kembali postingan tengah malam, ‘lingsir wengi’ tepatnya. Mengupas kosa kata Banyumasan yang saya khawatirkan akan hilang ditelan kehidupan ala metropilis dewasa ini.
Kalo kemarin mengupas kata Ngenyis, sekarang membahas kata ndremis
Ndremis adalah sifat seseorang yang kekanak-kanakan berkaitan makanan.
Lanjutkan membaca Ndremis

NDHASMU SHOMPLAGK!


Pernah marah? Kata apa yang pertama terpikir di otak anda saat marah. Apa sederet kata kotor dan kasar? Atau cukup menghela nafas dalam lalu dihembuskan keras? Atau ada tindakan lain?

image
Ungkapan emosi

Manusiawi. Yah, marah itu manusiawi sekaligus ‘hewani’.
Karena hewan juga bisa marah. Jika tidak percaya, coba sesekali anak ayam yang sedang diasuh induknya ditangkap, Lanjutkan membaca NDHASMU SHOMPLAGK!

Ngenyis


image

Kemarin saya sedikit mengulas tentang Seprih si beringin pencekik. Seprih versi banyumasan di lingkup masa kecil saya. Nama seprih bagi masa kecil saya lebih akrab di telingan daripada kata beringin. Kecuali jika berkaitan dengan ‘golongan kuning’ yang berkuasa kala itu.
Nama blog dengan embel-embel Banyumasan sepertinya kurang afdol kalo tidak diselipi dialek Banyumasan.
Lanjutkan membaca Ngenyis

Sensasi KRL di Jam Sibuk bagi Penumpang Awam


image
Menunggu, bersiap berebeut KRL yang belum tiba

Masuk stasiun langsung saja saya menuju KRL yang tersedia. Nampak longgar untuk penumpang berdiri, tempat duduk tentu saja sudah penuh. Cari tempat nyaman untuk berdiri dan pegang gadget. Tumben Senin kok longgar, batinku.
“Ini, kereta yang berangkat jam berapa ya?” tanya seorang penumpang kepada penumpang lainnya.
Herannya sebagian penumpang tidak tahu jadwal jam keberangkatan kereta yang mereka naiki. Saya yang belum genap sebulan langganan KRL pun ikut bingung, asal naik ke rangkaian yang ada.
Lanjutkan membaca Sensasi KRL di Jam Sibuk bagi Penumpang Awam