Sensasi KRL di Jam Sibuk bagi Penumpang Awam


image

Menunggu, bersiap berebeut KRL yang belum tiba

Masuk stasiun langsung saja saya menuju KRL yang tersedia. Nampak longgar untuk penumpang berdiri, tempat duduk tentu saja sudah penuh. Cari tempat nyaman untuk berdiri dan pegang gadget. Tumben Senin kok longgar, batinku.
“Ini, kereta yang berangkat jam berapa ya?” tanya seorang penumpang kepada penumpang lainnya.
Herannya sebagian penumpang tidak tahu jadwal jam keberangkatan kereta yang mereka naiki. Saya yang belum genap sebulan langganan KRL pun ikut bingung, asal naik ke rangkaian yang ada.

image

Hal biasa di jam sibuk

Usut punya usut ternyata kereta ini baru masuk dari dipo (parkir kereta) ke stasiun, dengan jadwal keberangkatan 10 menit sesudah kereta yang belum sampai dari stasiun sebelumnya. Jadi kereta yang akan berangkat masih di perjalanan. Pantas saja sepi dan sebagian besar calon penumpang menunggu di peron sebelah.
Saya sebenarnya sudah mengunduh jadwal Commuterline terbaru, tapi jarang saya lihat sehingga tidak hafal.
Selisih waktu yang cuma 10 menit itu cukup membuat sebagian penumpang gelisah, dan bersegera keluar kereta menuju peron sebelah, menunggu KRL yang segera tiba dan berangkat lebih dulu, meski ‘umpel-umpelan’.
Benar saja, kereta datang dan begitu masuk penuh sesak hingga Jatinegara. Kasihan penumpang yang tidak paham kondisi KRL di jam sibuk.
Seorang ibu nampak berulang kali mengeluh dan menyebut asma Allah karena terdesak dan terhimpit. Nampak dia baru pernah naik KRL. Mungkin baru datang dari kampung diajak oleh anaknya yang sudah menetap di ibukota. Sesekali dia bertanya pada lelaki disampingnya dengan bahasa daerah yang kental.
Cerita lain dari bro BJL Jombloati, seorang ibu naik KRL di jam sibuk dengan membawa dua anaknya yang masih balita, satu anak digandeng dan satunya yang masih bayi di gendong. Karena terhimpit, anaknya menangis sepanjang perjalanan, ibu ini marah-marah. Tapi bukan iba yang didapat, justeru penumpang lain balik memarahinya.
“Kalo mau nyaman ya naik taxi saja”, kata beberapa penumpang. Miris sekali.
Nah bagi anda yang ingin mengajak keluarga (baru pernah) naik commuterline KRL jabodetabek, sebisa mungkin hindari jam sibuk. Kecuali arah berlawanan. Misal pagi dari Jakarta ke Bekasi dan sore sebaliknya.
Jika tidak bisa dihindari, jelaskan terlebih dahulu keadaan KRL kepada anggota keluarga yang baru pernah naik KRL, sehingga mampu adaptasi nantinya.
Apakah ada pembaca yang belum pernah naik KRL Jabodetabek?(tri)

**************
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di sosial, transportasi publik dan tag , , , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Sensasi KRL di Jam Sibuk bagi Penumpang Awam

  1. irzie berkata:

    Saya bukan anak jakarta bang, tapi saya juga pernah lihat situasi yang sama di daerah cilacap. Cuma kalo ini naik angkot terus suruh turun gitu. Alasannya, mementingkan anak sekolah yang baru pulang.
    Miris bang…

  2. Bjl berkata:

    sapa suruh datang jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s