Ngajog, Ngungun dan Getun


3 kata dalam judul di atas, ngajog, ngungun dan  getun memiliki arti yang sama, yaitu menyesal. Hanya berbeda pada penggabungan dalam satu kalimat, meski tidak bersifat paten/mengikat.
Ngajog berarti menyesali apa yang telah dilakukan, tapi tingkat penyesalan rendah. Misal dalam kalimat, “Nyong mau tes nyolong krékél Lanjutkan membaca Ngajog, Ngungun dan Getun

Suluh dan Kisah Klasik bersamanya


Masa kecil, masa yang tidak mungkin terulang. Tinggal kenangan yang terkadang membuat tertawa kala merenunginya. Konyol menggemaskan.
Ada yang pernah main mobil-mobilan pakai kulit jeruk Bali? Kalo masa kecil saya tidak kenal jeruk bali, maka menggunakan kulit/sabut kelapa yang disebut tepes.
Roda pakai sendal bekas yang dipotong bundar. Sendal Daimatu atau swallow. Lanjutkan membaca Suluh dan Kisah Klasik bersamanya

Mejujag dan Penjorangan


Ampun saru kalih tiang sepah nggih!

Ungkapan berupa nasehat dengan bahasa Jawa Krama (kromo), agar sopan terhadap orang tua, termasuk di dalamnya orang yang lebih tua. Siapapun mereka.
Berlaku tidak sopan terhadap orang yang selayaknya dihormati, dalam bahasa #banyumasan disebut mejujag.
Contoh kentut di depan orang tua atau lewat tanpa permisi. Orang yang melihat hal tersebut akan mengatakan “mejujag kowe cah!” Lanjutkan membaca Mejujag dan Penjorangan

Gembéléng dan Ngaksi, Peténténgan


Gembeleng (‘e’ kedua dan ketiga dieja é seperti menyebut unggas bebek) sebenarnya memiliki arti yang mirip dengan kementhus, hanya saja penggunaan kata gembeleng lebih spesifik.
Ungkapan gembeleng terjadi pada kejadian/kelakuan saat terjadi saja.
Gembeleng merupakan kata sifat, berubah menjadi kata kerja dengan akhiran -an menjadi gembelengan. Lanjutkan membaca Gembéléng dan Ngaksi, Peténténgan

Purik


Purik? Apa pula tuh?
Purik adalah istilah yang semisal dengan mengadu atau mengeluh, tetapi purik dikhususkan pada pengaduan ke orang tua yang tidak serumah.
Jadi purik adalah mengadu dan mengeluh atas perlakuan orang satu rumah, kepada orang tua/keluarga yang tidak tinggal satu rumah.

Lanjutkan membaca Purik

Ndremis


Kembali postingan tengah malam, ‘lingsir wengi’ tepatnya. Mengupas kosa kata Banyumasan yang saya khawatirkan akan hilang ditelan kehidupan ala metropilis dewasa ini.
Kalo kemarin mengupas kata Ngenyis, sekarang membahas kata ndremis
Ndremis adalah sifat seseorang yang kekanak-kanakan berkaitan makanan.
Lanjutkan membaca Ndremis