Memperbaiki Speedometer Pulsar 220, lebih tepatnya jarum RPM.
Tampak atas dan depan saat dashboard speedometer di angkat
Masih akibat crash, jarum RPM Speedometer Jalitheng Pulsar 220 copot. Ini kejadian ke-dua, jarum RPM lolos dari porosnya. Jadi saya sudah pernah memperbaiki sebelumnya pada crash 2015. Kalo tidak salah ingat. Lanjutkan membaca Memperbaiki Jarum RPM, Speedometer Pulsar 220
Jumat, 04 November 2016. Hari yang akan dicatat dan diingat dalam sejarah bangsa ini. Aksi damai yang diikuti oleh jutaan masyarakat dari seantero pelosok negeri. Aksi demi tegaknya supremasi hukum, dalam dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Gubernur nonaktif DKI Jakarta.
Aksi damai hindari injak rumput
Longmarch dari berbagai penjuru, menuju istana negara, melewati jalan merdeka. Karena peserta yang begitu banyak, membuat jalan penuh, ‘bejubel’. Sehingga berkali-kali, korlap mengingatkan anggota aksi damai agar menjaga ketertiban. Salah satu himbauan yang terus dikumandangkan adalah, agar peserta tidak menginjak rumput.
Jangan injak rumput, di belakang ada metro tipu
Itulah, kata-kata yang kerap terlontar. Kata “METRO TIPU” menjadi gurauan yang mengusik otak saya. Apakah yang dimaksud adalah stasiun TV swasta nasional? Nampaknya kepercayaan publik akan kredibilitas pemberitaan oleh TV tersebut luntur sudah.
Memang himbauan tersebut cukup mempan menghalau peserta dari taman. Meski pada akhirnya, mendekati barikade polisi, karena peserta dari belakang yang terus maju, membuat bagian depan kewalahan dan terpaksa meluber ke taman. Menginjak rumput. Tapi sepanjang penglihatan saya, tidak ada kerusakan taman yang fatal.
Terkait kredibilitas sebuah media, memang saat ini sulit untuk mempercayai begitu saja berita yang disuguhkan. Masyarakat semakin jeli dan hati-hati dalam menelaah berita yang berkembang. Baik yang disajikan oleh media televisi maupun media lainnya. Tapi bagi sebagian masyarakat yang awam, akan kesulitan membedakan antara berita benar, atau mengada-ada, semua dikonsumsi tanpa cek-ricek secara mendetil. Inilah yang mungkin membuat berita hoax tetap laku dan mendapat rating. Atau bisa jadi berita yang menimbulkan kebencian tetap mendapat respon dari penonton, karena membuat penasaran. Maklum, sekarang, penyajian berita, baik cari penggemar dan pembenci, bisa jadi seimbang, sama-sama dapat rating berdasarkan jumlah. Intinya, rating naik, iklan tayang, duit terkumpul. Imho
Ganti bohlam lampu utama atau lampu depan Pulsar 220 serta cara setting jarak tembak lampu Pulsar 220, baik lampu utama maupun lampu jauh, memang cukup sulit.
Paling mudah adalah dengan merogoh lewat kolong fairing, dengan cara mencopot cover ‘dagu’ fairing (atas – belakang plat nopol depan). Ini berlaku bagi yang hafal posisi lampu dan baut setelan lampu, serta lengan tangannya kecil dan panjang.
Bagi yang berlengan besar akan kesulitan untuk ‘merogoh’ lewat kolong fairing, apalagi sudah pasang front fender, dan kebetulan saya ingin sekalian cek wiring serta keperluan lain di area kolong dashboard atau dalam fairing depan tersebut, berikut cara saya
Copot tangki, ini berarti copot cover bodi kanan kiri dan jok depan terlebih dahulu
Buka semua baut visor, ada 6 buah
Buka baut cover atas fairing atau cover dashboard yang merupakan dudukan Spedometer.
Angkat, buka cover Spedometer, Ini berarti sekaligus mengangkat speedometer. Buka pelan dan hati-hati, dari bagian visor ke arah samping dan tangki. Waspada bagian samping, jangan sampai bracket mur, baut cover samping patah, dorong fairing ke samping pelan sampai bracket mur tadi bisa lolos keluar (kanan-kiri bergantian)Posisi bohlam dan setelan lampu depan pulsar 220
Selanjutnya perhatikan gambar di atas, posisi bohlam lampu dan setelannya. Lampu jauh ada di atas dan lampu utama di bawahnya.
Copot cover fitting bohlam yang akan diganti
Hidupkan mesin, hidupkan lampu, arahkan sorot lampu ke bidang yang mudah dipantau.
Putar baut setelan lampu menyesuaikan kebutuhan. Setelan lampu utama mepet BCU, untuk memudahkan setting, copot BCU dari bracketnya.
Pasang kesemuanya, cek ulang dan pastikan tidak ada yang ketinggalan. Selesai
Begitulah cara ganti lampu dan Setting Lampu utama Pulsar 220.
——————
Diketik dan posting di dalam Bus TJ, dari Halte Benhil menuju Kota. Selesai ambil BPKB Suzuki Hayate di Polda Metro Jaya.
Hari Blogger? Ternyata blogger aja, ada harinya, dan saya sendiri yang katanya Blogger lupa akan hal itu.
Hari Blogger Nasional ditetapkan 27 Oktober 2007 oleh Muhammad Nuh, sebagai Menkominfo kala itu.
Saya yang mulai corat-coret dunia maya di blogspot pada 2009, juga tidak tahu kalo ada penetapan hari Blogger. Waktu itu juga sekedarnya. Sampai akhirnya pindahan ke WordPress pada 2010 atas inisiasi Pakdhe Maskur.
Dan dari sini mulai menulis cukup aktif, ikut ketularan ngomongin otomotif, walaupun akhirnya jadi blog gado-gado, dengan berbagai isi kepala yang tertuang dalam tulisan. Sampai saat ini, blog ini tetap sebagai catatan harian, meski tidak tiap hari diisi. Opini pribadi dan wahana berbagi pengalaman, pengetahuan serta hal lain yang ingin saya tulis, selama tidak melanggar hukum.
Meski mengawali ngeblog di 2010, kata Mbak Ysalma dianggap cukup telat, paling tidak dari situ saya menambah perkawanan dari berbagai kalangan dan profesi.
Yuk mari, menulis sebelum nama kita ditulis di batu nisan, kata Mas Fikri. Kadang tulisan bisa menjadi obat juga, agar otak tidak jenuh, maka isinya perlu dikurangi, dengan menuangkan dalam bentuk tulisan, tentu yang baik dan tidak melanggar hukum, lebih baik lagi yang bermanfaat bagi sesama.
Oh iya, hari ini, 28 Oktober, Hari Sumpah pemuda lho (Tri)
Kecelakaan di jalan raya, kejadian yang kadang tidak bisa dihindari. Hal tersebut karena melibatkan pengguna jalan lain. Meski kita sudah hati-hati, bisa jadi pengguna jalan lain kurang hati-hati dan sebaliknya.
Kejadian 13 Oktober 2016, di depan Gudang Bulog Cibitung
Bagaimana cara bayar pajak 5 tahun kendaraan bermotor? Mungkin demikian, pertanyaan yang kerap muncul dari pemilik kendaraan. Meski mudah, masih ada aja yang gamang untuk jalan sendiri ke kantor pajak kendaraan bermotor atau Samsat. Maklum, 5 tahun itu waktu yang panjang. Saya aja yang selalu jalan sendiri, kadang masih gagap, terutama loket yang harus dituju setelah cek fisik.
Bagaimana cara mengurus atau membuat e-KTP? Tinggal datang ke Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil), lalu ikuti prosedur yang berlaku. Beres.
Antrian pemohon e-KTP kota Brkasi (pict by: beritaekspres.com)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.