Mengurus e-KTP kali kedua


Bagaimana cara mengurus atau membuat e-KTP? Tinggal datang ke Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil), lalu ikuti prosedur yang berlaku. Beres.

Antrian pemohon e-KTP kota Brkasi (pict by: beritaekspres.com)

Bukan itu yang mau saya ceritakan.

Seperti yang telah ditetapkan oleh dinas catatan Sipil, bahwa penduduk yang tidak memiliki e-KTP atau belum rekam data kependudukan sampai akhir September, maka ‘kasarnya’ akan dihapus dari kewarganegaraan Indonesia. Ih, ngeri teing. Lantas mau jadi warga negara mana dong?

Saya sebenarnya sudah punya e-KTP waktu menjadi warga DKI Jakarta, tapi saat pindah ke Jawa Barat, tepatnya Kodya Bekasi, saya hanya dibikinin KTP fisik biasa, bukan e-KTP. Oleh karenanya, di awal September, tepatnya, Senin pagi, 5 September 2016, saya ikut antrian di DISDUKCAPIL kota Bekasi. Syarat antri nomor harus membawa fotokopi Kartu keluarga (KK).

Setelah antri beberapa menit, hampir 30 menit, saya mendapatkan nomor antrian cukup besar. Nomor antrian hanya ditulis tangan difotokopi KK yang saya bawa. Nomor antrian ini nantinya sebagai nomor urut penerbitan surat keterangan, bahwa saya sudah mengikuti rekam data kependudukan. Sedang bagi yang belum pernah rekam data, prosesnya akan lebih lama lagi. Oh iya, nomor antrian saya akan dapat panggilan sekira jam 3 sore, begitu kata petugas yang membagikan nomor antrian.

Sebagai catatan, dalam kondisi ramai, krodit seperti ini, jangan berharap mendapat pelayanan ramah dari petugas Disdukcapil. Sepertinya mereka tidak siap dengan loud kerja yang tinggi.

Suasana penyesuaian data kependudukan di Disdukcapil kota Bekasi

Nah, sore harinya saya kembali ke Disdukcapil, dan ternyata panggilan ke saya molor hampir 2 jam dari estimasi waktu yang diberikan petugas tadi pagi. Sekira jam 16:45, saya dipanggil petugas data catatan Sipil. Memberikan nomor KTP, klik keyboard komputer, enter. Data KTP saya keluar, cek memastikan, Selesai. Tidak lupa selanjutnya nomor l KTP isteri saya, jadi saya mengurus 2 KTP sekaligus.

Berikutnya, saya mendapatkan print out surat keterangan bahwa saya sudah melakukan rekam data kependudukan. 1 orang 1 lembar. Surat keterangan ini nantinya (katanya awal Oktober) ditukarkan dengan e-KTP. Jadi hanya surat keterangan saja, belum jadi e-KTP. Sudah terbayang antrian di awal Oktober nanti.(Tri)

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Kita, sosial dan tag , , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Mengurus e-KTP kali kedua

  1. techtonime berkata:

    resiko daerah berpenduduk banyak, klo antri lamaaaaa

  2. tiyawann berkata:

    Aku rekam tanggal 6 September, tanggal 23 kemarin udh jadi e-ktp nya.

  3. klg berkata:

    gratis kan yaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s