Kisah Mengerikan Kampung Begal Karawang


Masih melanjutkan ulasan seputar curanmor dan pelakunya. Pelaku curanmor jika tertangkap warga cenderung dimasa sampai berdarah-darah bahkan meregang nyawa.

MALING atau begal motor itu mati dikeroyok warga. Inilah kisah yang saya baca di portaljabar saat mencari referensi tentang begal motor Karawang. Selengkapnya bisa baca di webnya yang mengisahkan sopir ambulan yang mengantar mayat maling ke kampungnya, justeru hampir jadi korban warga kampung begal Karawang.

Kisah ini bermula saat sopir ambulan RSUD Karawang, ditugaskan mengantar jenazah begal motor yang mati diamuk warga ke kampung si begal, di situ disebutkan kampung Cilempung, Dusun Krajan, Desa Pasirjaya, Cilamaya Kulon. Jelas banget kan tempatnya.

Saat ambulan sampai ke kampung tersebut, selesai menurunkan jenazah dan hendak pulang, ternyata pihak keluarga begal tidak terima dan mengamuk dengan melempari ambulan menggunakan batu. Hal ini memicu, memprovokasi warga lainnya yang berdamai-ramai menghujani ambulan dengan batu. Sopir dan asisten panik, kabur melarikan diri tercerai berai, sampai menabrak pohon dan akhirnya bersembunyi, sopir mencari rumah orang yang dia kenal sedang asistennya diketahui masuk kandang ternak yang mengabarkan lewat telepon sambil menangis.

Warga kampung begal masih patroli mencari sopir ambulan dan, asistennya untuk pelampiasan balas dendam. Beruntung, tidak semua warga kampung begal adalah begal. Tokoh masyarakat setempat menolong dan mengevaluasi ke pospol Cilamaya.

Apakah penyakit masyarakat ini begitu sulit dihilangkan? Siapa yang bertanggung jawab? Keluarga, masyarakat atau pemerintah? Apakah karena sulitnya lapangan pekerjaan? Atau memang karena sudah turun temurun dan mendarah daging sehingga begal atau maling dijadikan profesi. Entahlah. (tri)

————–

Posted by Oppo A57 on Cilamaya Express, St Senen, 08.03

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Ngeblog, Sekitar Kita, sosial dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s