Jalur Pantura


Ini adalah kisah sebelum Alas Roban dan menapaki Eloknya Tanjakan Temanggung dimana Beberapa waktu lalu saya ikut melayat ke daerah Temanggung, Jawa Tengah. Kabar duka diterima mendekati tengah malam, kebetulan lagi ada gawean jadi masih berada di kerjaan, dan diputuskan malam tersebut harus ada yang nyembangi rumah duka mewakili manajemen, karena waktu yang tidak memungkinkan untuk merencanakan dan mencari bala bantuan, maka seadanya saja yang bisa berangkat, akhirnya saya menyertai bersama 2 orang rekan yang lain berangkat pukul 01.30 dini hari.

Jalur tol Jakarta lewat tengah malam begitu lengang, mobil sejuta umat yang dikendarai atasanku digeber bak kesetanan melaju mendekati 150kpj versi speedo mobil. Istirahat sejenak di Rest Area Karawang sekedar ngopi, Lanjut meluncur menembus malam, Keluar tol Cikampek jalan tersendat bahkan masuk Subang mendapati jalan matot alias macet total, alhasil sampai adzan subuh berkumandang masih diam tak bergerak, beberapa supir turun dan tiduran di jalanan. Kendaraan pribadi ada yang sengaja minggir dan masuk area masjid beristirahat hingga kemacetan terurai.

Sayapun sempetin berjamaah di masjid Nurul Huda tersebut, selanjutnya kembali menunggu di dalam mobil hingga ketiduran. Jam 06.00 mobil sudah mulai menapaki Jalan Subang, matahari yang menyinari dari depan sungguh membuat silau, karena kurang tidur… jalanan lumayan ramai hingga masuk TOL Kanci, jalan tol ini lumayan bagus, sayang rest area yang tersedia belum lengkap seperti di tol Cikampek, kondisinya juga kurang rapi, beberapa lahan masih kosong menunggu penyewa, di sini menyempatkan mandi, sayang tidak ada yang jual handuk dan daleman buat ganti, bahkan sabun mandi juga tidak kutemui yang jual, akhirnya asal badan kesiram, dan cuma bikin risi aja… nyarap soto dan secangkir teh tawar hangat..

Jalur selanjutnya sudah masuk Jawa Tengah, bukan lagi Kanci tetapi Pejagan, Jalan tol yang termasuk masih baru , jalan Tol bergelombang dan tidak nyaman ..layaknya naik turangga-rangga di Dunia Fantasi… 😀 jalan coran masih utuh tanpa lapisan aspal, di beberapa titik retak … pagi itu lumayan sepi, atau memang masih sepi?

Selanjutnya masuk kota Tegal, jalan dalam kota Tegal di beberapa titik lumayan parah, mungkin dalam perbaikan, layaknya sungai yang kering, berlobang lebar dan batu kerikil berserakan, mesti ekstra hati-hati.. memilih jalur yang tepat…

Selanjutnya jalur utama Pantura Pemalang, Pekalongan, Batang dan akhirnya Alas Roban…  Banyak kendaraan besar parkir di pinggiran jalan, jalan yang menanjak juga perlu kewaspadaan karena truk penganggkut kadang terseok menapakinya… semoga bermanfaat. Wassalamu’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Jalan jakarta, jalan nasional dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Jalur Pantura

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s