Mengendarai kendaraan pribadi kerap kurang percaya diri jika uang di dompet minim. Apalagi jarak tempuh di atas 30 kilometer. Sangu uang 20 ribu rupiah kayaknya tidak mencukupi.
Tidak PD ini saya alami sendiri. Kenapa? Karena ada kekhawatiran terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan, ban bocor dan semacamnya. Contoh sederhana ban bocor, kalo ban dalam masih bisa ditambal ya mendingan Lanjutkan membaca Pilih 20ribu daripada 100 ribu
Angkutan Umum & Gadget
Anda sedang naik angkutan umum? Apa anda sambil pegang gadget? Handphone pintar, tablet dan semacamnya? Apakah ada earphone di kuping anda?

Pertanyaan yang akan terjawab “iya” oleh penulis saat mengetik artikel ini.
Yah, betul adanya. Saat ini sulit berinteraksi dengan sesama penumpang angkutan umum disebabkan hampir semua penumpang sibuk berinteraksi dengan smartphone masing-masing.
Lanjutkan membaca Angkutan Umum & Gadget
Blog Otomotif Membludak

Berita otomotif di blogsphere nampaknya seimbang dengan berita politik di layar kaca sekarang ini. Setiap menit selalu ada bahan berita yang bisa di posting. Jumlah pewarta wargapun semakin banyak, bisa dibilang membludak. Sulit menghitung.
Lanjutkan membaca Blog Otomotif Membludak
Modifikasi, Mengatasi Jenuh

Kejenuhan, titik kulminasi pada hal tertentu baik benda maupun kegiatan. Misal kendaraan pribadi yang digunakan sehari-hari, seperti sepeda motor atau mobil.
Kiat paling mudah mengatasi jenuh berkendaraan pribadi adalah beralih ke kendaraan umum. Tidak harus terus menerus, sesekali saja jika kurang betah bisa beralih ke kendaraan pribadi kembali, begitu secara kontinyu.
1+1=0
Secara matematis, 1+1=2, tapi hitungan tersebut hanya berlaku di aljabar. Dalam kehidupan sehari-hari kadang kita berhitung, seperti uang jajan, uang belanja dan biaya lainnya. Semua dikalkulasi tiap bulan agar semua kebutuhan terpenuhi. Apakah hitungan tersebut selalu benar? Meski kita sudah menyiapakan biaya tidak terduga, kadang masih saja ada yang meleset.
Kalkulasi di atas masih bisa dipikir secara logika. Yang kadang lebih tidak masuk akal adalah hal-hal yang terjadi dalam pergaulan. Misal dalam pekerjaan. Menurut kita, kita sudah cukup baik dalam bekerja. Standard yang diinginkan atasan/manajemen kita penuhi. Loyalitas tidak perlu diomonglah.
Paska Libur Lebaran, Samsat Membludak
Kemarin saya bayar pajak Jalitheng Pulsar 220 Dtsi-F di Samsat Gunung Sahari. Sengaja ‘ngayem-ayem’ nyantai, jam 14.00 baru berangkat. Asumsi saya, tidak perlu waktu lama untuk sekedar perpanjang pajak seperti biasanya, paling dibutuhkan waktu sekira 15 menit.

Pengangguran & Pengusaha
Pengangguran adalah sebutan bagi mereka yang tidak memiliki pekerjaan sama sekali, kadang juga disematkan bagi yang tidak memiliki pekerjaan tetap.
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) angka pengangguran hingga saat ini sebesar 7,39 juta orang dari total angkatan bekerja 118,19 juta orang. Sedangkan orang yang bekerja mencapai 110,80 juta orang.
Lanjutkan membaca Pengangguran & Pengusaha
Jogging & Ngangkring Pagi
Week end, pagi, sudah mafhum bagi warga beberapa kota besar dijadikan ajang kongkow dan jogging. Lari kecil atau jalan santai demi kesehatan. Ada juga yang sekedar ngumpul bareng keluarga, rekan atau partner bisnis.
Nah kalo sekedar jogging pagi dan nongkrong tanpa sarapan camilan terasa kurang lengkap. Bagaimana kalo jogging sekaligus ‘ngangkring’.
Ariel Noah dan Agnesmo di Commuterline
Ariel. Tentu masyarakat Indonesia pencinta musik tidak asing dengan nama tersebut. Bahkan ketenarannya semakin menjadi semenjak beredarnya video yang ‘itu’
Agnes Monika, yang tenar di akun twitter @agnesmo juga tidak kalah tenar.
Lanjutkan membaca Ariel Noah dan Agnesmo di Commuterline
Kereta Malam
Angkutan umum. Semenjak memilik sepeda motor, saya hampir tidak mengenal angkutan umum kecuali taxi dan kereta api jarak jauh. Semenjak tahun 2003, menapaki aspal Jakarta lebih akrab dengan kuda besi.
Seperti sebagian besar penduduk Jakarta dan sekitarnya, saya merasa sepeda motor adalah sarana transportasi paling cocok saat ini. Murah, cepat dan siap setiap saat.
Anggapan tersebut karena saya sudah tidak akrab dengan angkutan umum. Tapi angkutan umum yang ada saat ini memang belum memadai. Masih banyak kekurangan dari harapan masyarakat akan transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu dan terjangkau.
Perbaikan oleh pemerintah mulai dilakukan. Hadirnya Transjakarta yang akrab disebut busway menjadi awal akan perbaikan transportasi umum di ibukota.
Departemen perhubungan, khususnya PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga berbenah. Kereta saat ini merupakan transportasi terbaik yang dimiliki Indonesia. Setiap penumpang kereta api jarak jauh pasti dapat tempat duduk. Berbeda dengan beberapa tahun silam, dimana kereta ekonomi sangat tidak layak.
Dulu jika anda naik kereta ekonomi, anda harus menyiapkan alas duduk, seperti koran dan tikar. Kadang ada yang menjajakan koran kadaluwarsa di dalam gerbong.
Dulu saya pernah beberapa kali naik kereta Matarmaja malam, dari Kroya menuju Malang. Kereta ekonomi dari Jakarta ini, biasanya sampai stasiun Kroya, tempat duduk sudah penuh. Saya biasa ngampar beralas koran di lantai gerbong, bahkan kolong kursipun menjadi tempat nyaman buat merebahkan badan. Maklum jarak tempuh yang cukup jauh. Saya bisa duduk di kursi setelah kereta masuk stasiun Madiun.

Hiruk pikuk di dalam Matarmaja adalah kenangan yang sulit dilupakan. Asap rokok mengebul dari para ahli hisap. Sepanjang perjalanan pedagang asongan tidak henti menawarkan barang dagangannya. Silih berganti. Makanan, munuman, baju dan termasuk alas duduk koran kadalauwarasa.
Kadang sulit membedakan antara koran dan lantai gerbong. Karena hampir seluruh lantai terhampar koran bekas. Jika anda ingin berjalan dalanm gerbong, dijamin anda akan melompati penumpang yang enjoy rebahan beralas koran. Termasuk di bordes, sambungan antar gerbong. Hal biasa, jadi penumpang tidak akan heran, terpateri pemahaman ‘inilah penumpang kelas ekonomi’.
Sekarang berubah drastis, kereta api ekonomi jarak jauh dan dekat sudah mengaplikasi pendingin ruangan (Air Conditioning). Setiap penumpang dijamin mendapat tempat duduk. Tidak ada lagi pedagang asongan bersliweran dalam gerbong. Tidak ada asap rokok. Stop kontak listrik disediakan bagi yang memerlukan.
Kereta andalan warga Jabodetbek, Kereta listrik juga mengalamai perbaikan, sekarang berubah nama menjadi Commuterline. Jika dulu penumpang bisa nangkring di atas kereta, sekarang jangan harap bisa dilakukan. Sistem tiketing menggunakan smart card dengan jaminan 5000 rupiah per tiket, demi menjaga ketertiban. Saat belum diberlakukannya jaminan, tiket smart card tersebut kerap dibawa pulang oleh penumpang dan tidak dikembalikan.

Hal yang belum bisa diakomodir oleh Commuterline dan masih bawaan KRL ekonomi dulu yaitu daya tampung penumpang. Di jam sibuk, pagi saat keberangkatan kerja dan sore hari di jam pulang kerja, penumpang Commuterline membludak, penuh sesak sampai menggerakan anggota badanpun susah.
Kemarin saya bepergian naik commuterline, baik pagi maupun malam saat pulang, meski hari minggu, masih ada juga penumpang yang tidak kebagian tempat duduk. Hal ini membuktikan bahwa kebutuhan angkutan umum commuterline belum mencukupi.
Harapan kami, meski berdiri, paling tidak semua penumpang kebagian pegangan untuk menjaga keseimbangan badan. Karena sekarang ini, di jam sibuk, jumlah penumpang berdiri lebih banyak dari jumlah pegangan yang disediakan. Apakah pembaca pernah naik kereta berdiri tanpa pegangan?(tri)
**************
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe





Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.