Kereta Malam


image

Angkutan umum. Semenjak memilik sepeda motor, saya hampir tidak mengenal angkutan umum kecuali taxi dan kereta api jarak jauh. Semenjak tahun 2003, menapaki aspal Jakarta lebih akrab dengan kuda besi.

image

Seperti sebagian besar penduduk Jakarta dan sekitarnya, saya merasa sepeda motor adalah sarana transportasi paling cocok saat ini. Murah, cepat dan siap setiap saat.
image

Anggapan tersebut karena saya sudah tidak akrab dengan angkutan umum. Tapi angkutan umum yang ada saat ini memang belum memadai. Masih banyak kekurangan dari harapan masyarakat akan transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu dan terjangkau.
image

Perbaikan oleh pemerintah mulai dilakukan. Hadirnya Transjakarta yang akrab disebut busway menjadi awal akan perbaikan transportasi umum di ibukota.
Departemen perhubungan, khususnya PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga berbenah. Kereta saat ini merupakan transportasi terbaik yang dimiliki Indonesia. Setiap penumpang kereta api jarak jauh pasti dapat tempat duduk. Berbeda dengan beberapa tahun silam, dimana kereta ekonomi sangat tidak layak.
Dulu jika anda naik kereta ekonomi, anda harus menyiapkan alas duduk, seperti koran dan tikar. Kadang ada yang menjajakan koran kadaluwarsa di dalam gerbong.
image

Dulu saya pernah beberapa kali naik kereta Matarmaja malam, dari Kroya menuju Malang. Kereta ekonomi dari Jakarta ini, biasanya sampai stasiun Kroya, tempat duduk sudah penuh. Saya biasa ngampar beralas koran di lantai gerbong, bahkan kolong kursipun menjadi tempat nyaman buat merebahkan badan. Maklum jarak tempuh yang cukup jauh. Saya bisa duduk di kursi setelah kereta masuk stasiun Madiun.

image

Fasilitas kereta ekonomi Purwakarta malam sekarang

Hiruk pikuk di dalam Matarmaja adalah kenangan yang sulit dilupakan. Asap rokok mengebul dari para ahli hisap. Sepanjang perjalanan pedagang asongan tidak henti menawarkan barang dagangannya. Silih berganti. Makanan, munuman, baju dan termasuk alas duduk koran kadalauwarasa.
Kadang sulit membedakan antara koran dan lantai gerbong. Karena hampir seluruh lantai terhampar koran bekas. Jika anda ingin berjalan dalanm gerbong, dijamin anda akan melompati penumpang yang enjoy rebahan beralas koran. Termasuk di bordes, sambungan antar gerbong. Hal biasa, jadi penumpang tidak akan heran, terpateri pemahaman ‘inilah penumpang kelas ekonomi’.
Sekarang berubah drastis, kereta api ekonomi jarak jauh dan dekat sudah mengaplikasi pendingin ruangan (Air Conditioning). Setiap penumpang dijamin mendapat tempat duduk. Tidak ada lagi pedagang asongan bersliweran dalam gerbong. Tidak ada asap rokok. Stop kontak listrik disediakan bagi yang memerlukan.
Kereta andalan warga Jabodetbek, Kereta listrik juga mengalamai perbaikan, sekarang berubah nama menjadi Commuterline. Jika dulu penumpang bisa nangkring di atas kereta, sekarang jangan harap bisa dilakukan. Sistem tiketing menggunakan smart card dengan jaminan 5000 rupiah per tiket, demi menjaga ketertiban. Saat belum diberlakukannya jaminan, tiket smart card tersebut kerap dibawa pulang oleh penumpang dan tidak dikembalikan.

image

Commuterline longgar hanya bebrapa saat

Hal yang belum bisa diakomodir oleh Commuterline dan masih bawaan KRL ekonomi dulu yaitu daya tampung penumpang. Di jam sibuk, pagi saat keberangkatan kerja dan sore hari di jam pulang kerja, penumpang Commuterline membludak, penuh sesak sampai menggerakan anggota badanpun susah.
Kemarin saya bepergian naik commuterline, baik pagi maupun malam saat pulang, meski hari minggu, masih ada juga penumpang yang tidak kebagian tempat duduk. Hal ini membuktikan bahwa kebutuhan angkutan umum commuterline belum mencukupi.
Harapan kami, meski berdiri, paling tidak semua penumpang kebagian pegangan untuk menjaga keseimbangan badan. Karena sekarang ini, di jam sibuk, jumlah penumpang berdiri lebih banyak dari jumlah pegangan yang disediakan. Apakah pembaca pernah naik kereta berdiri tanpa pegangan?(tri)

**************
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Kita, sosial dan tag , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Kereta Malam

  1. Maskur berkata:

    nyanyi bae kaya komen nduwur kuwe

  2. fajardinihari88 berkata:

    Matarmaja, biar kata masih bejubel tetep nyaman bagi para penikmat jalan-jalan murah

  3. Bjl berkata:

    awas penjahat kelamin!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s