1+1=0


Secara matematis, 1+1=2, tapi hitungan tersebut hanya berlaku di aljabar. Dalam kehidupan sehari-hari kadang kita berhitung, seperti uang jajan, uang belanja dan biaya lainnya. Semua dikalkulasi tiap bulan agar semua kebutuhan terpenuhi. Apakah hitungan tersebut selalu benar? Meski kita sudah menyiapakan biaya tidak terduga, kadang masih saja ada yang meleset.
Kalkulasi di atas masih bisa dipikir secara logika. Yang kadang lebih tidak masuk akal adalah hal-hal yang terjadi dalam pergaulan. Misal dalam pekerjaan. Menurut kita, kita sudah cukup baik dalam bekerja. Standard yang diinginkan atasan/manajemen kita penuhi. Loyalitas tidak perlu diomonglah.

Di atas rata-rata pokoknya. Dari hal-hal tersebut, sebagai manusia kita perlu timbal balik. Penilaian positif dari atasan/manajemen, mungkin peningkatan karir, tunjangan lebih baik kalo ada dan  hal lain berkaitan prestasi yang kita raih.
Nah disinilah hitungan matematis tidak berlaku. 1+1 tidak harus 2, bisa jadi tetap 1,3 dan angka lain, bahkan ‘NOL’. Kok bisa begini? Sesaat sebagai manusia biasa kita akan merasa ‘DIMARJINALKAN’, terpinggirkan, tidak berharga, tidak masuk hitungan dan anggapan miring lain. Emosi, itu pasti.
Itulah hidup, bukan mati. Saat kita mengalami hal di luar kendali kita, berarti kita masih diberi kesempatan untuk menata ulang hati dan pikiran, menata rapi agar lebih dewasa. Tidak mudah ‘méwék’ apalagi terguncang dan merubah cara pandang kita dalam keseharian. Kehilangan arah dalam menentukan langkah hidup selanjutnya.
Mungkin tulisan ini terlalu ‘sok’. Merasa dewasa barangkali. Tapi bagi pembaca yang merasa, ‘think smart brads’, the world is game only, you playing so you can’t stoped, if you stop now, so you game over. You can’t insert coin again, YOU CAN NOT. So stay play and go on. (english Banyumas Version 😀 )
Apakah pembaca mengalami kekecewaan hari ini? Tell me(tri)

—————
Standing on Commuterline Manggarai-Bekasi, 14 Agustus 2014, 21.42 wib

**************
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Sekitar Kita, sosial dan tag , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke 1+1=0

  1. Ping balik: Blog Otomotif Membludak | Triyanto Banyumasan Blogs

  2. Bjl berkata:

    jawabku. ikhtiar aja cukup. hasil? bukan urusan saya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s