Benny yang bernama lengkap “Benny Kontroversial Mangini dikamplengi” datang ke sebuah bengkel moge yang juga ngelayanin tune up motor kecil, terparkir Yamah FZ8, Yamah R1, Ninja 250 dan beberapa moge lain, saat Benny sedang asyik melototin mekanik bengkel ngedandanin si R1 datang bocah laki bawa Satria Fu yang mengaplikasi ban kecil, lebih tenar dengan sebutan ban cacing, maka terjadilah obrolan antara benny dan owner FU :
Togel masih saja menjadi jawara dalam postingan wordpress, kenapa ya…hmmmm, apakah makin banyak peminat mimpi-mimpi kosong itu ? Penyakit yang bersumber dari alam bawah sadar manusia atas kendali nafsu dan ambisi instan.
Pesan gambar memang banyak, menampilkan motor modifan dengan basic sepertinya GL series atau Binter merzy (gak terlalu merhatiin) tapi bukan motor ini sebenarnya yang jadi perhatian, llhawong gambar motor gak sengaja kejepret saat motret retakan sambungan coran jalan di LOdan Raya ini, sebelah timur gate Pelabuhan Sunda Kelapa. Lanjutkan membaca Pesan Gambar “HD Wannabe”
Yah… Tahun baru Cina, yang lebih dikenal dengan perayaan Imlex dari tahun ketahun, seingat saya tidak lepas dari musim penghujan, atau hari H-1 sampai +1 biasanya diguyur hujan, entah mengapa tahun ini minim hujan. Meskipun di beberapa tempat hujan tetap turun.
“Hujan itu pertanda rejeki. Jadi kalau pas Imlek hujan deras, itu melambangkan tahun depan banyak rejeki. Dan, memang biasanya setiap Imlek hampir selalu hujan sih, karena pasti musim hujan,” kata Olivia Kristie (27). Christiani Haryono, warga Semarang yang seumur dengan Olivia menimpali, “Semakin deras hujannya, semakin banyak rejeki.” Itulah pendapat yang aku kutip dari antaranews.com Lanjutkan membaca Imlex Tanpa Hujan, Bagai Sayur tanpa Garam
Kecelakaan maut yang melibatkan seekor mobil Daihatsu Xenia bernopol B 2479 XI yang dikendarai Afriani Susanti bersama 3 rekannya, membuat gempar media, pemberitaan tak henti-hentinya bergaung, segenap masyarakat menyampaikan bela sungkawa tanda berduka dan mengecam tingkah polah neng Afriani.
Seperti gambar Mas Mitra di atas, tampak bahwa penutup lobang aliran air berongga dibuat 10 cm lebih rendah dari jalan raya, padahal posisi rongga tersebut masih di badan jalan, sama seperti gundukan di jalan Gunung Sahari yang kutulis, dari info yang didapat Mas Mitra, sepertinya sudah banya biker yang ndhlosor karena kejebak “NGARAI” jalanan tersebut.
data dari Eyang Edo
Dari data Eyang Edo di atas dapat kita lihat bahwa kecelakaan kendaraan akibat jalan rusak termasuk kecil dibanding faktor lain, apakah “BUKIT dan NGARAI” di jalanan Jakarta termasuk jalan rusak? Hmmm… sepertinya bukan, tapi dikategorikan Lubang dan Gelombang, sebab jalan rusak biasanya mudah dikenalin, karena tidak muncul sekonyong-konyong, tapi Lubang dan Gundukan di jalanan akan sulit diantisipasi, apalagi jika kecepatan kendaraan di atas 40 kpj.
Dari info berita yang kudapat, pemda DKI akan mulai memperbaiki lobang dan jalan rusak di bulan Maret, yang jadi pertanyaan “BUKIT dan NGARAI” ini kan bukan jalan rusak, tapi sengaja di “rusak”, artinya pengaplikasian system drainase jalan raya kurang pas atau kurang pinter ? Hmm… barangkali perlu pemikir yang bisa membantu.. #lempar konblok ke Bennythebear
Bukan rahasia lagi, beberapa ruas jalan di Jakrta memang rentan berlobang jika musim hujan tiba, pengerasan jalan yang kurang sempurna memudahkan air hujan mudah menggerusnya dan muncullah lobang di jalanan. Selain danau jadi-jadian tersebut, Lanjutkan membaca Danau Kering Di Jalanan
Kehati-hatian di jalan tidak menjadikan seseorang selamat sampai tujuan, jika pengguna jalan lain tidak hati-hati. Hati-hati dalam berkendara diawali dari saat berangkat, pengecekan kelayakan kendaraan, perbaikan jika perlu ke bengkel lebih dulu. Yah itupun harus dilakukan oleh semua pengguna jalan, jika cuma segelintir yang hati-hati bisa jadi celaka oleh oknum yang serampangan di jalan.
Jakartaku. Jika hujan banjir, yo wajar karena disamping air kiriman dari curah hujan yang tinggi juga air laut yang meluap karena pasang. Tapi disamping banjir Sabtu 14 Januari siang bolong dengan mendung menggelayut di langit Jakarta, tiba-tiba terlihat awan makin pekat menghitam dan spontan rekan saya teriak, “kayaknya ada Lanjutkan membaca Banjir dan Kebakaran di Ibukota
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.