47 Ronin, Kehormatan Adalah Harga Mati


47Ronin2012PosterMenonton film adalah salah satu hoby saya yang jarang tersalurkan, bahkan terakhir menonton film di bioskop seingat saya pada akhir tahun 2005 atau awal 2006. Saat itu menonton film Harry Potter And The Order Of The Phoenix. Selanjutnya cuma menonton di layar kaca, yaitu film yang ditayangin stasiun televisi dan DVD. Sebenarnya keinginan menonoton bioskop masih menggebu, tapi kesibukan dan waktu yang tidak memungkinkan, jadi nikmati yang ada, semampunya.

Nah kebetulan nemu keping DVD bekas rekan-rekan kerja yang sepertinya habis ditonton bersama. Judulnya cukup simple. Karena simple membuat penasaran dan sulit menebak isi cerita. Berbeda dengan judul beberapa blog yang kadang mirip judul liputan koran Lampu Hijau. Judul mirip paragraf dengan penambahan banyak tanda baca, titik-titik, tanda penthung seru dan tanda tanya, tanpa perlu baca artikel sudah ketebak isinya.

Lanjutkan membaca 47 Ronin, Kehormatan Adalah Harga Mati

Mobnas Esemka, Bagaimana menurut anda ? #tawon #entupsisan


Ketangguhan mobil nasional telah dibuktikan wakil walikota Solo FX Hadi Rudyatmo dengan dikendarai dari Solo ke Jakarta demi meraih Sertifikat Uji Tipe (SUT). Mobil berkubikasi 1.500 CC ini terbukti tangguh dan layak jalan (kamsude mampu tempuh jarak yang lebih dari 600 km berarti layak jalan menurutku)

pembuatan manifold mobil esemka (data kiriman Mukh. Arkham)

Nah dari gembar-gembor mobil nasional, banyak aral melintang. Sampai aku berpikir sederhana, mampukah keyakinan rakyat negeri pertiwi ini (saya) seyakin Jokwi dan Rudi ? Mampukah nasionalisme mengalahkan gengsi merk ? Lanjutkan membaca Mobnas Esemka, Bagaimana menurut anda ? #tawon #entupsisan

Tetap Dukung KiatEsemka, SMK BISAAAAA!!!


Gonjang-ganjing Mobil Kiatesmka, karena ada kemiripan dengan produk dari Guangdong, Cina, seperti pada tulisanku sebelumnya (Plagiat atau CUma Perakitan ? ) bukan berarti menyurutkan dukungan kita eh saya untuk kemajuan dan kemandirian bangsa ini. Sinyalemen perakitan oleh SMK Trucuk, barangkali sebagai langkah awal untuk lebih mandiri dan belajar memproduksi sendiri komponen mobil sehingga benar-benar menjadi produk nasional kebanggan anak negeri.  Lanjutkan membaca Tetap Dukung KiatEsemka, SMK BISAAAAA!!!

“Jokowi Cari Muka ” Kata Bibit


“Bangga itu boleh. Bangga bahwa anak-anak kita bisa berkarya luar biasa. Tapi kebanggaan itu yang terukur dong. *Lha* ini belum apaapa, teruji saja belum kok sudah ada yang berani pasang pelat nomor (untuk kendaraan dinas -red). Sembrono itu namanya. Kalau nanti sampai *nabrak kebo* gimana. Tidak usah cari muka lah,” sergah Bibit.

itulah petikan dari tulisan di http://oto.detik.com/read/2012/01/03/145314/1805654/1207/?991104topnews

jokowi naik mobil esemka

Jika pejabat saling lempar opini pribadi di muka publik, lantas siapa yang layak dipercaya, pada ujungnya dia (Bibit-red) merasa diadu ( http://oto.detik.com/read/2012/01/04/111443/1806268/1207/merasa-diadu-bibit-enggan-komentar-lagi-soal-mobil-esemka) , maka alangkah baiknya jika sebelum melempar pendapat difilter dulu, agar tidak menimbulkan opini publik yang membingungkan, dan jika beda pendapat mbok yao off the recordlah. Lanjutkan membaca “Jokowi Cari Muka ” Kata Bibit

Semoga Jokowi-Rudi Istiqomah. Amin


Sanjungan dan pujian telah banyak mengarah ke Sepak terjang duo Walikota – Wawalikota Solo ini, dari relokasi pasar dengan berulang kali rempugan sama pedagang, sampai order mobil ESEMKA (mobil buatan gabungan anak-anak SMK se Indonesia), tentu sanjungan ini berat dirasa imho, bahkan Kompas merilis mengandai-andai jika Jokowi jadi Gubernur DKI

http://regional.kompas.com/read/2011/06/28/18090251/Andai.Joko.Wi.Gubernur.DKI.Jakarta

copastnya :

JAKARTA, KOMPAS.com – Gaya kepemimpinan Joko Widodo, Walikota Solo, Jawa Tengah, dipandang perlu menjadi perhatian dan ditiru para pemimpin DKI Jakarta. Joko Wi, demikian panggilan sang walikota, dianggap berjiwa demokratis dan mengayomi kepentingan warganya hingga yang paling bawah.

“Kita merindukan para pemimpin Jakarta itu seperti Joko Widodo. Bayangkan, untuk merelokasi pasar saja dia berdialog dengan warganya 57 kali, bahkan mengajak makan bersama,” ujar Lieus Sungkharisma, pengusaha di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, kepada Kompas.com, Selasa (28/6/2011).

Dengan pendekatan personal yang mendahulukan dialog untuk mendengarkan aspirasi dari bawah, kebijakan yang dikeluarkan Jokowi minim penolakan.

Berbagai silang pendapat dan kepentingan juga dapat diakomodasi, lanjut Lieus, dan semua pihak dapat memahami tujuan bersama yang diemban pemerintah. “Inilah pemimpin yang demokratis dan mengayomi masyarakat,” kata Lieus.

Hal menonjol yang terlihat dalam kepemimpinan Jokowi adalah perhatian dan apresiasinya terhadap masyarakat dari berbagai golongan. “Kita merasadiwongke (diorangkan),” tambah Bambang Sungkono, pemilik bengkel di Jalan Hayam Wuruk.

Meskipun mengakui, setiap kebijakan pemerintah pasti mendapatkan pandangan pro-kontra, ia berpendapat keputusan yang diambil berdasarkan dialog bisa memberikan kepuasan lebih karena semangat penghargaan seorang pemimpin.

Menurut Lieus, pendekatan serupa pernah dilakukan almarhum Ali Sadikin, saat menjabat Gubernur DKI. Oleh pendekatan tersebut, para pengusaha di kawasan Gajah Mada-Hayam Wuruk rela menyumbangkan masing-masing enam meter dari lahan mereka untuk keperluan pelebaran jalan. “Kemudian, kami juga mau menyumbangkan sebagian areal toko untuk pembangunan trotoar umum,” jelasnya.

Pendekatan serupa saat ini jarang ditemukan di kalangan pejabat pemerintahan DKI. Pemerintah, menurutnya kerap mengambil kebijakan sepihak tanpa mempertimbangkan untung-rugi bagi warga yang berkepentingan. Ia mencontohkan penerapan aturan parkir off street.

“Enggak ada hujan, nggak ada angin, tiba-tiba sudah ada larangan parkir di badan jalan. Ya, kami, pedagang kaki lima, dan petugas parkir jelas kelabakan,” tandasnya.

dan para komentator menginginkan beliau jadi presiden 2014 :

komentar di berita kompas

Semoga segala sanjungan itu semakin memantapkan hati beliau dan makin istiqomah menjadi pamong rakyat demi kemajuan bangsa, di tengah-tengah tekanan IMF karena hutang 7 turunan, Ayo semangat Kangmas, kulo urun dungo. Amin

Wassalamu’alaikum