8210 Second


“Thut thit thut thit!”. Si mungil 8210 berdering. Belum sempat kuangkat, dering itu berhenti. Berulang dan selalu mati. Iseng nih. Akhirnya kurelakan pulsaku karena penasaran.

“Halo”, sapaku.
“Halo, ini siapa?”, jawaban dari seberang yang membingungkan. Suaranya agak centil, perempuan.

“Lho kok, kan situ yang nelpon tadi, emang situ mau nelpon sapa tadi”, jawabku dongkol. Lanjutkan membaca 8210 Second

Waspada Cacing


Beberapa hari kemarin, seminggu lebih saya kembali menyemplak Jalitheng Pulsar 220 untuk transportasi pergi pulang kerja. Tuntutan jam kerja yang tidak tepat waktu, alias masuk lebih awal dan pulang lambat, membuat saya ragu menggunakan trasportasi publik. Maklum, waktu tempuh naik sepeda motor cenderung lebih cepat daripada naik angkutan umum. Lanjutkan membaca Waspada Cacing

Blazer Ungu dan Srigala Dahaga


Angkot orange itu berhenti. Sesosok perempuan berblazer ungu masuk. Yah pakaian terusan sampai dengkul berlengan cekak itu menjadi menarik untuk dilihat karena sang pemakai.

Dan saat si ungu duduk, munculah srigala-srigala lapar yang siap menerkam.
Naluri Srigala, yah tiap lelaki memiliki naluri itu. Memelihara srigala lapar yang hanya bisa dikekang oleh nurani dan kepantasan. Lanjutkan membaca Blazer Ungu dan Srigala Dahaga

Dering 3310


“Thing-thung-thing-thung-thing”

HP monochrome itu bergetar.
“Halo, De, Mba disuruh pulang sama simbok”
Suara serak kakak perempuanku diseberang sana terdengar pasrah.
“Oh, ya Mbak. Itu lebih baik, biar ada yang urus, Mba, bisa istirahat di kampung”
Jawabku, meyakinkan.

20 tahun lebih berjibaku di metropolitan. Lelah jiwa raga itu pasti. Tanpa teman hidup yang berarti, teman adalah sekedar teman. Sesejati apapun teman, mereka hanya teman. Bukan saudara, apalagi belahan jiwa.

Hari, bulan berlalu. Saya beranggapan, mba, betah di kampung. Bersama simbok dan handai tolan.

Sakitnya tak kunjung baik. Angin malam seolah berbisik,
“De, mba duluan ya”.
Tak ada tangis, bahkan isak sekalipun. Bahkan saya lupa kapan kabar itu beredar. Bahakan pemakamannya saya juga lupa.

Hanya si monochrome Nokia 3310 warisan yang masih kerap berdering, nomor 08151623661, juga kuwarisi.
“Halo, Maba Rus ada?”
Tanya akrab dari seberang, Saat saya menjawab akan segera disambung, innalilahi…
Berulang, dan akhirnya dering itu berhenti, seiring rusaknya kartu atas namamu. Ingin kuhidupkan, demi kenangan, tapi KTPmu…

“De, kalo naik motor lewat pinggir kiri aja”.
Nasihatmu saat aku antar kau ke bilangan Taman Anggrek.

“De, pakai kawat gigi ya, biar rapi itu gigimu”.
Tentu saja aku tertawa tanda menolak, apa kata orang kampung ngeliat cah ndeso ini pakai kawat gigi.

Seiring gesekan roda besi Commuter Line Jatinegara – Bekasi kuberdoa. Semoga kau bahagia di sana. Diapit bidadara-bidadara surga. Amin

Tahun demi tahun berlalu. Umurku saat ini adalah umurmu saat engkau pergi tanpa pamit. Apakah nanti aku sempat pamit?(tri)

**************
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

11 September, Terorisme dan Islamfobia


11 September 2001, dunia gempar. Gedung kebanggaan Amerika Serikat World Trade Centre di New York runtuh ditabrak  dua pesawat komersil yang diduga dibajak. Dua pesawat lagi di Pentagon, Arlington, Virginia dan ke arah Washington DC.

11 September nama terorisme dari kelompok militan Islam Al-Qaeda membahana ke seluruh belahan dunia.

11 September, wajah Islam tercoreng. Amerika menyatakan perang dengan terorisme yang diamini oleh hampir seluruh negara di belahan bumi lainnya, termasuk Indonesia.

11 September, titik tolak pertumpahan darah di Afghanistan, Irak dan negara lain atas nama pembasmian terorisme.

11 September, Densus88 berkibar memayungi setaip gerak muslim

11 September, ide drama pengepungan teroris terduga pengeboman hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Muhammad Jibriel, di Temanggung, Jawa Tengah pada 25 Agustus 2009. Drama yang disiarkan langsung oleh berbagai stasiun TV tanah air.

11 September, penanda jantung para pendakwah berdebar semakin kencang

11 September, alasan aksi salah tangkap tanpa penjelasan dan tanpa kejelasan. Rakyat pasrah tanpa mampu melawan apalagi menuntut balik.

11 September, Islam takan mati biarpun Gorgot bernyanyi

11 September, Apa kabar dunia?(tri)

Flo, Salahkah Dia?


Jogjakarta, adalah kota yang saya kagumi. Setiap pulang dari sana saya ingin kembali. Sudah lama tidak saya sambangi, apakah Jogja masih seperti yang ada di memori?
Jogja belakangan makin terkenal karena jejaring sosial Path. Terkenal karena makian oleh pengguna jejaring tersebut.

image
Photo profil bbm kawan, entah siapa yang mencapture

Florence atau entah nama lengkapnya siapa, saya malas browsing menghabiskan energi untuk melihat berbagai cercaan terhadap pengkritik Jogja ini.
Awal informasi tentang Flo ini saya dapat dari chat whatsapp teman-teman koboys dan OBI. Tentu ada pro dan kontra.
Beberapa kawan tidak menyalahkan diajeng Flo meski tidak berarti pro atau menyetujui makiannya di media sosial Path.
Berikut salah satu pendapat
Lanjutkan membaca Flo, Salahkah Dia?

Tidur di Kereta


image
Lelah di KRL

Lelah. Tidak bisa ditolak. Obatnya cuma satu. Istirahat. Jika dipaksa bisa berakibat fatal. Sakit, kinerja menurun, hasilpun kurang maksimal. Dan yang parah tertidur di kendaraan bahkan di tempat kerja. Lanjutkan membaca Tidur di Kereta

NDHASMU SHOMPLAGK!


Pernah marah? Kata apa yang pertama terpikir di otak anda saat marah. Apa sederet kata kotor dan kasar? Atau cukup menghela nafas dalam lalu dihembuskan keras? Atau ada tindakan lain?

image
Ungkapan emosi

Manusiawi. Yah, marah itu manusiawi sekaligus ‘hewani’.
Karena hewan juga bisa marah. Jika tidak percaya, coba sesekali anak ayam yang sedang diasuh induknya ditangkap, Lanjutkan membaca NDHASMU SHOMPLAGK!

Akhirnya Kakaku Menikah


image
Naik untuk turun, itulah pilihan yang berakhir keadaan

17 Agustus kemarin, kami sekeluarga mendapat undangan walimatul ‘Ursyi. Pernikahan kakak sepupu di Bandung. Sayang saya kuli yang berusaha taat aturan. Tugas kerja dan alasan lain menahan saya untuk ikut merayakan kebahagiaan keluarga besar.
Umur kakak tidak lagi muda untuk menikah, umur matang, mendekati 40 tahun. Kalo boleh dibilang, tua, tapi tidak juga, Lanjutkan membaca Akhirnya Kakaku Menikah

Sang Kakek yang Tegap


Dua rangkaian KRL Commuterline saya abaikan, meskipun masih lega untuk berdiri karena tempat duduk sudah penuh. Saya ingin duduk biar lebih nyaman sambil berselancar di dumay, becanda dengan rekan-rekan koboys-obi di grup Whasapp mesenger.

image
Bersiap berlomba demi duduk

Masuk commuterline ke-3, saya bergegas bersiap di pinggir jalur Lanjutkan membaca Sang Kakek yang Tegap