Clamit


Hampir saja kehabisan kosa kata #banyumasan, saya coba ingat ingat sambil melihat postingan rekan-rekan blogger di koran koboys. Koran dumay tentunya, postingan baru akan selalu di posisi atas RSS ini.

image
koboys.blogspot.com

Berita kemenangan Marques di GP Silverstone Inggris menjadi trending topic,
Lanjutkan membaca Clamit

Gambreng


Akhirnya saya menemukan (ingat) kata Banyumasan yang lama tidak saya pakai. Di Banyumas, sepertinya kata ini masih lazim digunakan. Karena ingat jelang tengah malam, ngantuk, maka baru siang ini saya kupas.
Di Indonesia, gambreng memiliki banyak arti. Gambreng bisa berarti hompimpa atau pingsut (di Banyumas hongpimpa),  untung-untungan dan arti lain.

image

Gambreng di Banyumas berarti cengeng. Lanjutkan membaca Gambreng

Nggrabis


Oks lanjut #banyumasan. Setelah membahas kata, ngenyis , ndremis dan gujih , sekarang kata nggrabis.

image
Nggrabis banget, Biyunge nganti gering xixixi

Oh iya kata nggrabis saya temukan (ingat kembali) sebagai dialek Banyumasan baru hari ini. Yah, hari ini saya cukup keras berpikir kata apa yang mau saya bahas, mudah-mudahan besok saya masih menemukan kata langka. Bahasa Jawa tapi mBanyumasi. Tidak ada di wilayah Jawa lainnya, bahkan sesama Banyumas.

Lanjutkan membaca Nggrabis

Gujih


Banyumasan lagi. Kemarin ngenyis dan ndremis sekarang kata gujih. Gujih bukan salah ketik kata gajih ataupun gujis (gujis kata yang sudah lupa sama sekali, saya ingat-ingat dulu buat dibukukan di postingan yang akan datang)

image

Gujih adalah persamaan dari cerewet (baca ceréwét) yang ditujukan
Lanjutkan membaca Gujih

Ngenyis


image

Kemarin saya sedikit mengulas tentang Seprih si beringin pencekik. Seprih versi banyumasan di lingkup masa kecil saya. Nama seprih bagi masa kecil saya lebih akrab di telingan daripada kata beringin. Kecuali jika berkaitan dengan ‘golongan kuning’ yang berkuasa kala itu.
Nama blog dengan embel-embel Banyumasan sepertinya kurang afdol kalo tidak diselipi dialek Banyumasan.
Lanjutkan membaca Ngenyis

Seprih si Ara Pencekik


image
Menempel pada pohon inang

Sebenarnya sudah banyak yang membahas flora satu ini. Ara atau beringin pencekik (basa Sunda kiara koneng, nama latin Ficus annulata) dalam basa jawa (Banyumas) disebut Seprih. Karena jarangsekali  yang menyebut pohon ara dengan sebutan Seprih maka saya ingin mengulas sedikit versi saya, versi Banyumasan.
Pohon Ara dikenal sebagai pencekik, karena kerap menumpang hidup pada pohon lain tapi lebih subur dari pohon inangnya hingga akar sulurnya menjulur ke tanah di sekitar si inang dan meyerap nutr
isi, bahan makanan mengalahkan inangnya.

Lanjutkan membaca Seprih si Ara Pencekik