Hemat Pangkal Kaya ? Mosokk ..!!


Yah dari kecil SD dulu kita ups saya sudah mengenal peribahasa HEMAT PANGKAL KAYA dan menjadi jargon para orang tua agar anak-anaknya berhemat. Secara logika memang benar, jika kita berhemat maka kita mampu mengumpulkan lebih dan lebih lagi. Tapi efek lainnya ternyata lebih parah (imho)

terimakasih gan, Barokah. Amin

Saking hematnya sesorang cenderung bakhil, mampu tapi berlagak tidak mampu. Kaya tapi memiskinkan diri, menang gaya kalah tindakan. Fenomena itu terus ada dan berkesinambungan jika tidak ada kata SYUKUR melekat di hati. Sekecil apapun, secuilpun sebuah rezeki, sebuah barang, sebuah kepemilikan jika di sykuri maka KAYA lah dia.

Bersyukur menumbuhkan kekayaan dalam hati, saat hati bersyukur atas segala nikmat, disitulah letak kekayaan yang haqiqi. Miskin harta boleh, tapi mampu berbagi dengan sesama, membuat yang sedikit itu jadi berarti dan memiliki nilai lebih dari jumlahnya. Yah nilai, seberapa tinggi kita menilai jumlah ?

Alloh Swt Berfirman:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Alloh, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Alloh), Maka Alloh akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. dan Alloh menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (Al-Baqoroh : 245)

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ ، الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لا يُتْبِعُونَ مَا أَنْفَقُوا مَنًّا وَلا أَذًى لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ ، قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Alloh melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Alloh Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Alloh, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Alloh Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (Al-Baqoroh : 261-263)

Wassalamu’alaikum

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di Al-Quran, Alloh dan tag , , , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Hemat Pangkal Kaya ? Mosokk ..!!

  1. Aa Ikhwan berkata:

    super,.. memang dengan cara bersyukur atas nikmat-Nya kita bisa menjadi “kaya”.

    nice artikel

  2. Mila berkata:

    kata orang kalo ga pelit ga bakal kaya…hehehe

    tapi alangkah bijaknya klo pandai berbagi, ingat… Allah kan maha kaya

  3. gogo berkata:

    batas antara hemat dan pelit skrg abstrak..

    Allahu akbar..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s