Mejujag dan Penjorangan


Ampun saru kalih tiang sepah nggih!

Ungkapan berupa nasehat dengan bahasa Jawa Krama (kromo), agar sopan terhadap orang tua, termasuk di dalamnya orang yang lebih tua. Siapapun mereka.
Berlaku tidak sopan terhadap orang yang selayaknya dihormati, dalam bahasa #banyumasan disebut mejujag.
Contoh kentut di depan orang tua atau lewat tanpa permisi. Orang yang melihat hal tersebut akan mengatakan “mejujag kowe cah!” Kalo itu dilakukan berulang, mengabaikan nasehat orang lain maka akan ada sebutan, penjorangan.
Jadi penjorangan adalah tindakan tidak sopan, sembrono yang keterlaluan.
Antara mejujag dan penjorangan memiliki arti yang mirip tapi tidak sama. Mejujag lebih khusus pada hal yang tidak sopan, sedang penjorangan lebih kepada tidak sopan karena kecerobohan, atau cenderung ceroboh dalam bertindak.

Aja mejujag rika pada ya lur! Ora ilok jere mboke tulih!(tri)

**************
Posted from WordPress for Android Wonder Roti Jahe

Iklan

Tentang Triyanto Banyumasan

Mencoba Tersenyum di saat marah itu perlu
Pos ini dipublikasikan di banyumasan dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Mejujag dan Penjorangan

  1. blognyamitra berkata:

    nambah kosakata baru, matur nuwun cak 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s