DI Jalan Raya, Prasangka Pada Sepeda Motor yang ‘digeber’


foto oleh Bennythegreat

Apakah pembaca saat riding di jalan umum, pernah menemui atau berbarengan dengan sepeda motor yang gasnya digeber-geber. Suara kencang dan berisik pastinya. Mengagetkan, pokonya nyebelin bin ngeselin. Apalgi kalo knalpot bobokan atau blombong alias racing. Makin berisik dan kerap mbrebeki kuping. Lanjutkan membaca DI Jalan Raya, Prasangka Pada Sepeda Motor yang ‘digeber’

What ? Cincin Bacan Doko dijual 1,2 jt


bacan dokoBetul saudara sebangsa dan setanah air adalah Agan Jajang Nurjaman (link facebook) yang menawarkan cincin bacan doko seharga 1,2 juta rupiah, dengan spek :

Lanjutkan membaca What ? Cincin Bacan Doko dijual 1,2 jt

Batu Cincin Biosolar Aceh


Masih coba ngomongin batu yang saya pakai.
image

Cuma penasaran dengan batu cincin yang saya kenal, kadang dipakai kaya dukun 😀 . Nah gambar diatas adalah gambar capture batu biosolar aceh yang dijual di OLx dan saya tempel gambar batu cincin yang saya miliki. Lanjutkan membaca Batu Cincin Biosolar Aceh

Angkutan Umum Belum Sepakat Turunkan Tarif


Kwasi, angkot Bekasi
Kwasi, angkot Bekasi

Hari Minggu kemarin, 25 Januari 2015, saya sekeluarga bepergian ke ibukota. Dari rumah di Bekasi menuju setasiun kereta, kami naik angkot yang lebih akrab disebut kwasi. Tarif yang dipatok saat harga premium Rp6500 perliter adalah 4000 untuk jalur dan jarak yang say tempuh. Sedang saat kenaikan premium menjadi 8000 per liter, tarif naik menjadi 5000 rupiah. Lanjutkan membaca Angkutan Umum Belum Sepakat Turunkan Tarif

Demam Giok Aceh


Batu cincin saat ini semakin ngetren. Digemari semua kalangan. Nah belakangan, batu cincin atau batu permata dari Aceh menjadi perbincangan dan banyak dicari. Seperti nefrit, giok, insocress, blackjade, solar, biosolar dan masih banyak lagi.

image
Giok aceh dijual di olx

Saya sebenarnya tidak paham dengan bebatuan mulia ini. Sekedar ikut-ikutan. Saya iseng searching harga batu giok di OLx Lanjutkan membaca Demam Giok Aceh

2014 yang Luar Biasa


2014 telah berlalu. 2014 takan terulang kawan. Banyak nasehat bahwa apa yang sudah dan belum diraih di tahun lalu, harus diusahakan dengan gigih tahun ini. Tapi mampukah kita kawan?

2015 telah tiba, tak perlu saya ucapkan selamat akan tahun baru ini. Karena saya sendiri tidak memahami esensi dari ucapan selamat pada hal-hal yang sering dikaitkan dengan kata “selamat”. Misal pada perayaan natal yang belum lama berlalu. Yaitu pada 25 Desember, hari yang spesial bagi umat Nasrani. Bisa jadi bagi umat lain, misal penyedia jasa persiapan dan perayaannya, Lanjutkan membaca 2014 yang Luar Biasa

Konvoi Buruh, Waspada Tabrakan Beruntun


Pagi, Rabu, 10 Desember 2014, buruh pabrik sepanjang Beksai Raya hingga cakung melakukan aksi turun ke jalan. Menggunakan sepeda motor, mereka konvoi entah kemana tujuannya saya juga tidak tahu.

image
Ilustrasi konvoi buruh di jalan Cilincing, 7 November 2014

Saat saya lewat sebagian masih berkumpul di jalan-jalan masuk pabrik masing-masing. Ada juga buruh pabrik lainnya yang sudah jalan konvoi.
Nah konvoi inilah yang menjadi perhatian pengguna jalan lain. Lanjutkan membaca Konvoi Buruh, Waspada Tabrakan Beruntun

Hujan dan Harapan


Apa yang pembaca suka dari hujan? Rintiknya, derasnya, atau gelegar petir dan kilat yang menyambar?

Lantas apa yang pembaca benci dari sang hujan? Basah, becek, kotor atau pengingkaran janji karenanya?

mendung di atas laut

Bagi saya hujan selalu wangi. Deras, rintik, kilat yang menyambar, becek air yang menyiprat saat roda kehidupan menggilas. Bahkan samudera semakin menarik untuk dipandang karenanya. 

Lanjutkan membaca Hujan dan Harapan

Es Teh, Kesederhanaan


Apa yang bisa dinikmati dari minuman es teh? Sepet, dingin atau manisnya? Atau sekedar penghilang haus? Atau karena gelasnya yang menarik.

image
Teh es atau es teh

Sejak kapan kata ‘es teh’ itu tercetus juga tidak pasti. Mengapa kata ‘es’ ada di depan. Hal yang salah kaprah. Lanjutkan membaca Es Teh, Kesederhanaan

Obrolan Stasiun


“Stasiun Jatinegara!”
Terdengar pemberitahuan dari sealing speaker yang terinstal di gerbong Commuter Line yang kunaiki.

image

Saya turun, transit, menuju peron 1, menunggu Commuter Line arah Bekasi. Beberapa kursi tunggu kosong. Saya memilih tempat duduk yang benar-benar kosong sambil melihat pemandangan malam di stasiun yang cukup rapi itu.

Beberapa saat kemudian, sepasang suami isteri duduk di sampingku. Mereka tampak serius berdiskusi, masalah keluarga nampaknya. Mereka abai akan sekeliling, Lanjutkan membaca Obrolan Stasiun